Sistem Pemburu: Penjinak Monster

Sistem Pemburu: Penjinak Monster
Putri duyung, Mutiara


__ADS_3

.


.


Setelah semua core dan harta benda sudah terjarah dan tersimpan dengan baik di kotak penyimpanan Lino yang untungnya tanpa batas tersebut, mereka semua segera pergi dari sana sebelum pintu dungeon tertutup.


Putri duyung juga ikut bersama mereka, Lino sudah memberikan darahnya pada putri itu, agar dia dapat berbahasa manusia dengan mudah, dan agar dia dapat bertransformasi menjadi manusia dengan mudah pula... jadi, Lino tidak ada pilihan lain selain menjinakkannya.


Putri itu tidak lagi dirantai, tapi sudah ada Hanna dan Felly yang menggandengnya agar dia tidak kabur.


Pintu dungeon segera lenyap segera setelah mereka semua keluar dari sana.


“Berhenti menangis! Cengeng sekali... aku yang terpisah dari orang tua sejak lahir biasa saja” kata Sky, dia sudah kesal mendengar tangisan putri duyung.


Suara tangisan putri itu sebenarnya merdu, namun terdengar begitu memilukan dan menyayat hati.


Jadi tidak aneh jika Sky sudah terganggu, Lino juga terganggu sebenarnya.


“Diam kau dasar iblis!” sahut putri duyung


Sky hanya berdecak kesal mendengarnya.


“Wah ada lumba-lumba! Aku mau makan!” Xia yang melihat ada lumba-lumba kecil warna biru melintas langsung berengang cepat untuk mengejarnya.


Sam yang melihat itu segera berenang lebih cepat lagi untuk menangkap ekor Xia dan menariknya agar menjauhi lumba-lumba.


“Jangan makan itu!!” teriak Sam.


“Kenapa sih? Aku mau makan bayi lumba-lumba! Lepas!!” Xia meronta-ronta dari cengkraman Sam.


“Lumba-lumbanya imut! Jangan dimakan! kasihan” Sam


Xia berhenti meronta “Baiklah... aku tidak akan makan lumba-lumba – oh ada bayi hiu!!” bayi hiu yang sebenarnya masih terlihat besar melintas, Xia sudah ingin mendekat tapi terlambat, Alpha lebih dulu menangkapnya dengan kedua tangannya.


“Master! Apa kita boleh makan hiu?” tanya Alpha


Lino yang sibuk menjaring cumi-cumi yang lewat menoleh padanya “Oh boleh, makan saja” kata Lino dengan entengnya.


“Serius? Emang boleh makan hiu?” tanya Luna


Lino mengangguk “boleh kok, semua yang ada di laut boleh dimakan asal gak beracun ya, bangkai ikan juga boleh dimakan” kata Lino


Mendengar itu Sam melepaskan Xia, Xia segera menangkap ikan-ikan yang lewat setelah dia bebas.


“Semuanya boleh dimakan? Berarti dia juga?” tanya Sky sambil menunjuk putri duyung, dia sengaja melakukannya untuk menakut-nakuti putri duyung, dan itu berhasil. Putri duyung itu terlihat ketakutan hingga memeluk lengan Hanna.


Hanna sebenarnya ingin menyahutinya karena dia juga penasaran dengan rasanya duyung seperti apa, tapi mengingat mereka harus menjaga putri yang satu ini jadi dia memilih diam. Sama seperti Sam, putri duyung tidak boleh dimakan.


“Kau mesum sekali” sahut Lino yang sudah mendapatkan dua cumi kemudian ia masukkan kotak dimensi, penyimpanan bagi makhluk yang masih hidup, agartetap segar setelah di keluarkan.

__ADS_1


Alpha dan Xia juga sudah memasukkan ikan-ikan yang mereka dapatkan ke dalam sana juga.


“Maksudku bukan memakan yang seperti itu!!” balas Sky kesal, Darko yang dari tadi diam saja terkikik melihat Sky yang kesal.


“Hei, kalian jangan diam saja, ayo bantu tangkap banyak ikan, mumpung kita di dalam laut” kata Lino, dia mengeluarkan beberapa jaring untuk menangkap ikan lalu memberikannya pada Luna, Darko, Randy dan Felly.


“Aku akan membawa putri ke atas” kata Hanna.


“Baiklah, biarkan dia tenang dulu” kata Lino.


Hannapun mengajak putri duyung untuk berenang ke atas dan keluar dari lautan.


***


Setelah mendapatkan banyak ikan, mereka kembali ke daratan.


Hanna dan putri duyung sudah duduk di atas pasir pantai, putri duyung sudah memakai baju kering yang memang sengaja mereka bawa dan ditaruh di dalam mobil.


Saat ini jam masih menunjukkan waktu pukul sepuluh siang. Sepuluh jam di dalam dungeon sama seperti satu jam saja di waktu asli. Karena itu, mereka tidak segera pulang tapi memilih untuk berpiknik dulu, mumpung di pantai.


Lino berjalan mendekati Hanna dan putri duyung lalu berjongkok di depan mereka “Kau masih sedih?” tanya Lino, putri itu tidak menjawab, dia hanya mengangguk kecil.


“Aku tau kau sedih, tapi jika bersama orangtuamu, kau akan terus mengalami penderitaan, tapi jika kau bersama kami, kau tidak akan terus-terusan harus melawan para pemburu, karena itu ibumu memintaku untuk menjagamu” kata Lino


Putri itu menundukkan kepalany “Aku mengerti...”


“Dari pada kau sedih, lebih baik ikut kami saja dan bersama-sama kita cari cara agar dunia bisa kembali normal” kata Hanna.


Hanna mengangguk “Tentu! Kita sedang melakukannya, percaya saja pada kami, nanti aku jelaskan kok”


Lino tersenyum melihat putri duyung sudah bisa tenang dan tidak menangis, Hanna sampai mendapatkan banyak mutiara karena tangisan duyung yang asli berubah menjadi mutiara, karena itu Hanna mengumpukannya.


Setelah itu Lino mengeluarkan beberapa bungkus camilan yang sengaja Lino simpan di kotak penyimpanan dan juga sebotol jus jeruk dingin.


“Kami akan memasak beberapa ikan, setelah itu kita makan bersama, jadi kalian tunggu disini dulu ya?” kata Lino sebelum meninggalkan mereka berdua.


Lino berjalan menuju anak-anak yang lain, mereka sedang menyiapkan panggangan dan lain-lain untuk memasak seafood.


Berhubung mereka memiliki sihir, api tidak masalah bagi mereka meski tidak memiliki kompor. Jadi mereka bisa memanggang dengan api sihir, menggoreng pun dengan api sihir. Mereka hanya membawa wajan, panggangan dan minyak goreng serta bumbu dan rempah lainnya.


Yang memasak adalah Alpha, Sky dan Luna... lalu Lino juga bergabung untuk memasak. Sam dan Felly menyumbang api sihir, tapi setelahnya mereka memilih bermain di pantai bersama Xia, Randy dan Darko.


“Dia sudah tidak menangis?” tanya Sky pada Lino


“Maksudmu putri duyung? Sudah tidak kok, aku sudah memberi camilan, dia sedang duduk bersama Hanna, Hanna juga menjelaskan beberapa hal padanya” kata Lino, dia sedang memotong-motong cumi untuk ia masak menjadi cumi goreng tepung.


“Kau kelihatannya peduli sekali dengannya ya” cibir Luna, yang sedang memanggang kerang.


“Memangnya kenapa? Dia cengeng banget, lucu aja, baru kali ini aku melihat putri duyung, dulu aku pernah masuk dungeon di laut juga tapi bukan duyung, dungeonnya hanya tingkat B, jadi monster lain” kata Sky.

__ADS_1


“Itu namanya ketertarikan, tidak aneh sih, dia cantik” kata Lino.


“Aku lebih cantik!” sahut Luna.


“Iya iya.. Luna lebih cantik, aku tidak tertarik padanya kok, tenang saja” kata Lino.


“Kalau kau menyukainya, mungkin kau bisa jadi Raja di kerajaan mereka, mengingat putri itu putri satu-satunya” sahut Alpha.


“Seperti aku dan Hanna ya?” tanya Lino


“Begitulah... kalau kau jadi Raja disana, aku akan sering-sering mengunjungimu, aku suka sekali pergi ke kota mereka” kata Alpha


“Memangnya ada apa saja disana?”


“Banyak, seperti kota kebanyakan, ada toko restoran, penginapan... banyak pokoknya, tapi tidak mungkin terlihat di dungeon, adanya di tempat yang asli”


Penjelasan Alpha sukses membuat Lino, Luna dan Sky jadi penasaran.


“Jika kita berhasil masuk gerbang wilayah iblis, pasti kita bisa berkunjung kemana pun kan?” kata Lino


“Benar, kita hanya harus memasuki dungeon lebih banyak lagi!” timpal Luna.


“Sepertinya jadi Raja duyung boleh juga” Sky


“Kalau kau hanya punya niat buruk hentikan” Lino


“Aku tidak seperti itu!” Sky


“Sepertinya Sky tipe laki-laki yang yang jika tertarik dengan seseorang akan mengejeknya habis-habisan dan tidak mau mengakui perasaan yang sebenarnya” kata Lino.


“Benar, tipe cowok brengsek” Luna


“Hey! Aku tidak sejahat itu!” Sky


“Tidak salah lagi?” Lino.


Tepat jam dua belas siang semua makanan telah siap tersaji, mereka makan di gazebo pinggir pantai, tempat orang-orang biasa beristirahat. Karena tempat ini sepi, tentu saja mereka bebas saja memakainya.


Lino juga memberi nama untuk putri duyung itu, namanya Mutiara, panggilannya Ara.


Setelah makan dan bermain-main sebentar sampai sore, mereka pun kembali lagi ke apartemen mereka, langsung ke tempat parkir menggunakan fasilitas gerbang di sistemnya Lino, biar lebih cepat.


Felly, Hanna dan Xia membantu Ara untuk beradaptasi dengan tempat baru, mereka banyak mengajari Ara hal-hal mulai dari yang sederhana sampai yang rumit.


Hal yang membuat Ara paling takjub adalah ponsel, TV dan benda elektronik lain yang tentu saja tidak ia jumpai di tempatnya yang lama.


.


.

__ADS_1


.


haruskah author memberi visual untuk pemain? tapi mungkin versi art atau anime, kalo mau komen aja 😊


__ADS_2