Sistem Pemburu: Penjinak Monster

Sistem Pemburu: Penjinak Monster
Jangan makan sembarangan


__ADS_3

.


.


Lino menghembuskan nafas lega saat akhirnya Luna tertidur, setelah menaikkan selimut Luna hingga ke bawah dagu, Lino mengecup keningnya lalu keluar dari kamar itu.


Ini sudah jam sepuluh malam, tapi Lino belum merasakan kantuk. Baru saja dia berniat untuk kembali berteleportasi ke apartemennya, suara teriakan Sam terdengar sangat keras, jadi Lino buru-buru menghampiri kamar bocah itu.


Kembali dia harus dikejutkan dengan pemandangan yang tidak asing, seperti deja vu tapi kali ini tidak ada Randy yang menahan Xia.


Benar, Xia kembali menghampiri Sam dan berniat... memakannya?


Lino menjerat Xia dengan rantai dan menariknya mendekat.


“Master... ini tidak seperti yang master pikirkan!” kata Xia


“Lalu, memang apa lagi jika bukan seperti apa yang ku pikirkan?” tanya Lino, Xia ketakutan mendengar nada suara Lino yang terkesan sedang menekannya.


“Aku datang untuk.. untuk mencarivmaster, tapi.. tapi – itu..”


Lino tau Xia sedang mencari-cari alasan saat ini “Cepat minta maaf pada Sam, katakan jika kau hanya bercanda dan kau tidak ingin memakannya”


“Aku tidak bisa berbohong..”


“Xia, kau ingin benar-benar ku hukum?”


Xia menggeleng kuat-kuat “Tidak master.. baiklah aku akan minta maaf”


Lino pun melepas rantai yang menjerat Xia, membiarkan Xia mendekati Sam. Sam sendiri terus mundur saat Xia mendekat, kulit wajahnya yang sudah putih makin pucat saat Xia menghampirinya.


“Aku hanya bercanda, aku tidak akan memakanmu, aku kemari untuk minta maaf” kata Xia


Sam hanya diam, sepertinya dia masih takut. Wajar sih, siapa juga yang tidak takut jika ada seseorang yang mengatakan ingin memakanmu, apalagi Sam sangat penakut.


“Maafkan Xia, dia hanya bercanda, aku akan memastikan dia tidak akan melakukannya lagi, tidurlah” kata Lino, dia menyeret Xia menjauh dari Sam lalu keluar dari kamar itu.


Lino kembali berteleportasi kembali ke apartemennya.


“Kenapa kau melakukan itu? Padahal aku sudah melarangmu, aku menyuruhmu masuk kamar tapi kau keluar” kata Lino.


Xia hanya menundukkan kepalanya merasa bersalah “Maaf master... master tidak segera kembali menemuiku, jadi aku mencari master”


“Tapi kenapa kau malah menghampiri Sam dan kembali berusaha untuk memakannya?”


“Maaf...”


“Kau tidak boleh memakan jantung manusia, tidak – walaupun Sam bukan manusia biasa, kau tetap tidak boleh memakannya, ingat itu”


Xia hanya diam, dia tau Lino marah padanya.


“Karena kau salah, aku harus menghukummu”


Xia kembali mendongakkan kepalanya lalu menggeleng kuat-kuat “Ku mohon master.. jangan hukum aku”


“Kau harus masuk ke dalam cincin, tidak boleh keluar sampai aku memintamu keluar, mengerti?” perintah Lino


Meski Xia memohon, Lino tetap memasukkannya ke dalam cincin, agar dia mengerti jika Lino serius saat ini.

__ADS_1


Hanna keluar dari kamar Felly sambilbmengusak matanya “Master... ada apa?” tanya Hanna kemudian dia menguap sebentar.


“Kenapa kau terbangun?” tanya Lino, dia menarik Hanna ke dalam pelukannya


“Aku mendengar suara ribut” kata Hanna.


“Aku memarahi Xia tadi, jadi aku menghukumnya dengan memasukkannya ke dalam cincin”


Hanna mendongak menatap wajah Lino “Hmm... apa yang yang dia lakukan?”


“Dia ingin memakan jantung Sam”


Hanna terkekeh mendengar ucapan Lino.


“Kenapa kau tertawa?”


Hanna menggeleng “Tidak... hanya saja, ku pikir Sam memang enak dimakan”


“Hah?”


“Tenang saja, aku tidak akan memakannya asal master memberiku makan daging”


Kalau begitu Lino harus membeli banyak daging, lagian kenapa pula para monster berpikir Sam terlihat enak? Jangan-jangan Alpha juga berpikir begitu, gawat.


“Jangan panggil aku master dong” kata Lino sambil menyeret Hanna untuk masuk kamar mereka.


“Terus manggil apa? Kan master itu master!”


“Panggil kak Lino atau kak gitu”


“Aku lebih suka manggil master”


“Ngomong-ngomong master...”


“Iya?”


“Bau master seperti Luna”


Mereka sudah duduk di atas ranjang, Lino menatap ke dalam mata Hanna, mencari apakah dia marah atau tidak, Lino cukup terkejut saat tidak menemukan amarah di dalam mata Hanna.


“Hanna, maafkan aku sepertinya aku –”


“Aku tau, master mencintai Luna kan? tidak masalah, lagipula pernikahan kita tidak sah di dunia ini, karena aku tidak memiliki identitas dan... sejak awal, master sudah mencintai Luna, karena itu aku pikir aku tidak akan mendapat tempat di hati master”


Lino menaik Hanna ke dalam pelukannya “Itu benar, dan tidak benar. Benar aku sejak awal tertarik pada Luna, tapi bukan berarti aku tidak memiliki tempat di hatiku untukmu, aku juga sangat mencintaimu”


“Aku dan Luna telah sepakat, aku akan memperbolehkannya bersama dengan master, asal aku yang akan menjadi Ratu”


Jadi Luna tidak berbohong tentang itu, mereka benar-benar sepakat.


“Tentu saja, Hanna adalah Ratuku – aku sudah mengantuk, ayo tidur”


Hanna mengangguk pelan.


***


Setelah menyelesaikan misi hariannya, kali ini bersama Alpha dan Darko, Lino belanja ke pasar Blimbing bersama mereka. Lino membeli banyak daging dan sayur, terutama daging. Lino berharap dengan begitu Xia tidak akan mencoba memakan Sam lagi.

__ADS_1


Daging yang Lino beli ada banyak, tidak perlu takut daging jika disimpan terlalu lama kualitasnya dan kesegarannya menurun, karena di kotak penyimpanan sistem ada menu yang namanya kotak dimensi.


Lino bisa menyimpan apapun dan kualitasnya akan tetap sama seberapa lama pun benda itu disimpan. Misalnya Lino ingin menyimpan sup hangat di kotak dimensi, dua hari kemudian saat dikeluarkan sup itu akan tetap hangat seperti saat pertama dimasukkan. Begitu juga saat menyimpan daging atau buah.


Jika dimasukkan dalam kotak penyimpanan biasa, tidak akan bisa seperti itu, karena waktunya berjalan di kotak penyimpanan, dan waktu berhenti di kotak dimensi. Itulah mengapa jika di kotak dimensi kualitas akan tetap utuh.


“Master, kapan kita masuk pintu dungeon?” tanya Darko


“Bisakah kau tidak memanggilku master juga? Panggil bang Lino atau kak Lino gitu” protes Lino. Saat ini mereka sudah kembali di apartemen, Lino tidak memakai kendaraan apapun untuk ke sana, dia hanya berteleportasi menggunakan menu gerbang di sistem, jadi tadi dia harus mencari tempat sepi agar bisa berteleportasi. Agak susah sih karena pasar blimbing sangat ramai, ada banyak ibu-ibu yang yang sedang berbelanja.


Lino memang sengaja memilih pasar tradisional dari pada mall, kenapa? Dia hanya ingin saja, kan terserah Lino mau belanja dimana.


“Manggil master lebih seru, Alpha dan Xia juga manggil master kan? lagipula, aku masih ingin belajar banyak dari master” kata Darko


“Memang kau mau belajar apa dariku? Baca


saja buku yang ku sarankan padamu itu kalau tidak mengerti baru tanya aku atau Hanna, Alpha juga bisa, Hanna dan Alpha lebih banyak mengerti dari pada aku” kata Lino.


Mereka mulai menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasak pagi hari ini, daging ayam.


Oh iya, Lino mulai ingat, Darko hanya bisa mengacau di dapur.


“Darko” panggil Lino, dia menoleh pada Darko yang sudah mengambil pisau “Letakkan pisaunya, kau tidak bisa membantu di dapur”


Mendengar itu semangat Darko luntur “Master... biarkan aku membantu”


“Lebih baik kau bangunkan Sam, Randy dan Luna di apartemen mereka, lalu minta mereka sarapan disini bersama, oke?”


Meski malas tapi Darko hanya menurut saja, Lino mengirim Darko langsung ke dalam apartemen mereka menggunakan gerbang, biar lebih cepat.


“Master, sepertinya Felly belum bangun, boleh aku membangunkannya?” tanya Alpha.


Lino menoleh pada Alpha, menimbang sebentar lalu mengangguk saja “Boleh kok”


Mendengar itu Alpha segera melesat ke kamar Felly, kemudian berubah menjadi anak anjing siberian huski, karena dengan bentuk anak anjing jauh lebih mudah dan tidak membutuhkan banyak energi.


Untuk sarapan kali ini Lino memotong-motong daging ayam hingga kecil-kecil, menggorengnya dengan tepung lalu membumbuinya dengan bumbu pedas manis, tapi tidak terlalu pedas sih, lebih ke manis. Selain itu Lino juga memasak sup ayam.


“Xia, keluarlah”


Lino mengeluarkan Xia dari cincin, saat Xia keluar dia menangis. Lino membawanya duduk di kursi meja makan “Kenapa menangis? Kau sudah merenungi perbuatanmu?”


Xia menangguk pelan “Aku salah, aku tidak akan mencoba memakannya lagi master... maafkan aku” ucap Xia, Lino kemudian memeluknya erat “Aku juga minta maaf, aku tidak berniat untuk marah padamu, tapi kau harus tau kau tidak boleh sembarangan memakan jantung manusia – maksudku, meski bukan manusia juga kau harus pikir-pikir dulu”


Lino melepaskan pelukan mereka lalu menyodorkan semangkuk kecil sup dan beberapa ayam goreng bumbu “Kau bisa memakan hal lain bukan? Katakan saja, aku akan membuatkannya atau membelikannya untukmu”


Xia mengangguk pelan lalu menghapus airmatanya dan memakan masakan Lino.


“Enak?” tanya Lino, Xia mengangguk lagi “Terima kasih master”


“Setelah ini bertemanlah dengan Sam, jangan dimakan, mengerti?”


“Mengerti...”


“Bagus, makanlah yang banyak, aku akan membangunkan Hanna”


.

__ADS_1


.


__ADS_2