Sistem Pemburu: Penjinak Monster

Sistem Pemburu: Penjinak Monster
Panen bunga mawar


__ADS_3

.


.


Lino menatap jarinya yang baru saja disembuhkan Ara dengan takjub “Kau bisa menyembuhkan secepat ini?”


Ara mengangguk senang “Iya! Itu adalah kekuatanku, sihir yang hanya dimiliki oleh garis keturunan langsung kerajaan Bluqua” kata Ara, kemudian dia menyulurkan tangan lentiknya pada Lino. Perlahan-lahan cahaya kebiruan muncul dari tangannya “sihir penyembuhan cahaya, kami dapat menyembuhkan luka dengan cepat, kami bahkan dapat menyembuhkan penyakit berat akibat kutukan juga”


“Hebat sekali.. syukurlah kau disini dengan kami” kata Lino, dia tersenyum pada Ara kemudian dia mengulurkan tangannya untuk menyingkirkan rambut basah yang menempel di wajah Ara dan hampir mengenai matanya.


Ara hanya terdiam menatap wajah tampan Lino di hadapannya, perlahan ia ikut tersenyum.


“Ayo bangun, aku akan memasak untuk sarapan” Lino mengangkat tubuh Ara lalu mendudukkannya di kursi plastik yang tersedia disana, kursinya sengaja memilih yang plastik agar tidak repot.


“Kau bisa mandi sendiri kan?” tanya Lino


Ara hanya diam menatap Lino, jadi Lino menggendongnya lagi sampai kamar mandi, lalu menurunkannya di bath tub yang kosong. Kali ini Lino mencoba hati-hati agar jarinya tidak tergores.


“Aku bisa meninggalkanmu kan? atau mau ku panggilkan Hanna atau Xia untuk membantumu?” tanya Lino lagi.


Ara masih diam hingga Lino tidak mengerti harus bagaimana, tapi kemudian Ara memanggilnya “Master...”


“Iya?”


Kemudian Ara memeluk Leher Lino, Lino yang masih tidak mengerti diam saja.


“Aku akan baik-baik saja disini kan? apa master akan menjagaku? Apa aku bisa cepat pulang?”


Lino membalas pelukan Ara “Iya, kau akan baik-baik saja, aku akan menjaga dan... ku harap kau bisa cepat pulang juga”


Lalu Ara melepas pelukannya pada Lino, ternyata saat itu ekor Ara sudah kering dan dia berubah memiliki kaki  manusia.


Tentu saja dia tidak memakai sehelai benang pun, jadi Lino berusaha untuk tidak melihat tubuhnya.


“Aku.. aku akan pergi, cepatlah mandi, aku akan memasak untukmu” Lino pun buru-buru pergi dari sana.


Lino kembali ke dapur dan menyiapkan bahan masakan untuk sarapan Hanna dan Ara, kali ini dia akan mengolah cumi karena Hanna ingin makan cumi. Melihat cumi-cumi seperti ini Lino jadi ingin membuat sambal goreng cumi, pada akhirnya Lino memasak banyak masakan seafood.


Lagipula sebentar lagi mereka pergi ke kebun dan akan makan siang disana, jadi sekalian membuat bekal.


“Huwaaa”


Aroma masakan Lino yang menggugah selera mendatangkan Xia yang selalu lapar, dia baru mandi dan sudah memakai dress simple warna dusty di padukan dengan cardigan rajutan warna gading.


Lino berpikir apapun yang Xia pakai jadi kelihatan cantik dan berkelas, mungkin karena tubuh Xia yang tinggi dan ramping, Xia akan dengan mudah lolos menjadi model, apalagi dia juga sangat cantik.


“Duduk, ini sebagian untuk sarapannya Hanna dan Ara, selebihnya untuk makan siang kita” kata Lino.


Raut wajah Ara berubah cemberut setelah mengetahui dia tidak bisa memakan masakan Lino untuk saat ini.


Karena tidak tega, akhirnya Lino memberi Xia satu potong cumi goreng “Makan ini, jangan cemberut begitu” Xia tersenyum lagi dan menerima garpu dari Lino “Makasih master...”


“Sama-sama, bisakah kau lihat Ara dan membantunya?” pinta Lino

__ADS_1


“Siap master!” setelah cumi gorengnya habis, Xia pun melesat menuju kamar Ara.


Kebun milik Lino cukup luas, pagar tembok di pinggir kebun sudah diperbaiki menggunakan sihir, setelah itu ditanam pohon-pohon apel besar di tepi berjajar rapi baru kemudian bunga-bunga mawar ditanam hingga terlihat sepeti lautan mawar.


Semuanya ditanam dengan sihir tentu saja.


Bagian depan dari pintu masuk sampai empat meter di kosongi dan hanya ditanami rumput. Ada meja dan bangku kayu di bawah pohon apel untuk bernaung.


Hari itu mereka memanen semua bunga yang telah mekar dan juga buah mawar, mawar itu ada buahnya kecil-kecil bulat warna merah, biasanya akan dikeringkan dan dicampur dengan teh kelopak mawar.


Tidak seperti bunga mawar biasa, mawar di kebun ini dua kali lipat lebih besar, dan aromanya sangat harum.


Dari luar pagar kebun saja aroma harumnya sudah tercium.


Mawar itu bisa juga diolah sebagai parfum.


Ada banyak ide untuk bisnis dari satu jenis tanaman itu, tanaman mawar, tapi Lino masih mempertimbangkan semuanya. Dia pikir bisnis minuman seperti nexie atau teh mawar cukup unik, dan prosesnya juga tidak terlalu rumit.


Oh iya, selain mawar, mereka juga memanen apel yang sudah matang.


Setelah hari sudah siang, sekitar jam dua belas, akhirnya Lino berhenti memanen apel dan pergi duduk di bangku kau yang ada di bawah pohon apel.


Rasanya sejuk dan tenang.


Setelah itu dia menyiapkan makan siang untuk mereka.


Ponsel Lino berdering, ada telfon masuk, dia segera mengangkatnya.


“Lino, ada dungeon tingkat A+ yang baru muncul di kota sebelah, aku akan mengirimkan alamatnya padamu nanti, lokasinya ada di dalam hutan, jadi kau bisa berangkat nanti sore tidak apa-apa, kau bisa memasukinya kan?” tanya Bagas dari seberang telfon.


“Baiklah, asal kau jual semua core yang lain dan juga semua kristal sihir” Bagas


“Baik!” Lino


“Aku akan kirimkan alamatnya”


Setelah itu telfon terputus, Lino tersenyum lebar, akhirnya ada dungeon tingkat A juga.. eh, tunggu, Bagas tadi bilang A+ bukan? Apa Lino yang salah dengar?


Terserahlah, mau A+ atau S juga sama saja.


Setelah itu Bagas mengirimkan alamat dungeon itu, rupanya tempatnya cukup tersembunyi dan ada di perbatasan kota antara kota ini dan kota sebelah. Perjalanan kesana membutuhkan waktu paling lama lima sampai enam jam.


Tapi untungnya Lino pernah pergi ke dekat sana, jadi dia bisa memotong jam perjalanan sekitar tiga jam.


“Telfon dari siapa master?” tanya Darko yang baru datang, Xia, Hanna, Sky juga datang bersamanya. Alpha dan Ara masih berjalan di belakang mereka.


“Dari wakil ketua asosiasi, ada dungeon A+ yang baru muncul, nanti sore kita akan berangkat untuk memasukinya jadi... ayo sekarang kita makan!”


***


Sesuai rencana, Lino dan yang lain berangkat untuk memasuki dungeon segera setelah anak-anak sekolah datang. Untungnya mereka bukannya mengeluh malah bersemangat, Felly juga bersemangat untuk berangkat.


Mereka sampai di depan pintu dungeon sudah sekitar jam enam sore.

__ADS_1


Tapi Lino merasaagak aneh, karena daripada pintu dungeon A+ seperti yang dulu dia masuki bersama yang lain di Alun-alun kota. Aura yang terpancar dari dungeon kali ini entah mengapa lebih dari itu.


Bodo amat, Lino langsung masuk begitu saja.


Misi tersembunyi tiba-tiba aktif di layar sistem.


...--*--...


...MISI TERSEMBUNYI:...


...Takhlukkan semua monster di dungeon ini sampai habis!...


...Hadiah: 2 juta koin sistem dan dua tiket masuk dungeon tingkat A di misi khusus....


...--*--...


Lino tersenyum melihat hadiahnya, lumayan dapat dua tiket dungeon, dengan begitu dalam sehari Lino bisa saja masuk tiga dungeon sekaligus, karena dalam sehari misi khusus hanya bisa sekali saja, tapi beda lagi jika punya tiket masuk.


“Master!! Ini dungeon milik kawanan srigala es bertanduk!” teriak Alpha, sebagai sesama srigala, dia bisa merasakan kehadiran srigalaes bertanduk meski belum satupun srigala memunculkan wujudnya.


“Oh, bukankah kolonimu bermusuhan dengan srigala es itu?” tanya Xia


“Benar, kita adalah rival di dunia kami” kata Alpha.


“Kalau begitu, tidak ada alasan untuk tidak membantai mereka bukan? Ayo kita habisi mereka malam ini” kata Lino.


Mereka pun maju untuk memasuki dungeon lebih dalam. Sama seperti dungeon pada umumnya, berada di dalam gua, hanya saja kali ini adalah gua es.


Lino sudah mengganti bajunya dengan baju khusus yang dia dapat dari gacha, baju yang akan membuatnya dapat bertahan meski terkena berbagai serangan, dengan baju itu dia juga tidak merasa dingin.


Agar yang lain tidak kedinginan, Lino tidak segan-segan mengeluarkan banyak koin sistem hanya untuk membelikan mereka mantel khusus yang bisa menghangatkan mereka. Meski begitu, Luna dan Sky yang memiliki sihir es dapat bertahan dan tidak kedinginan meski mereka tidak memakai mantel, tapi mereka mau dibelikan mantel juga agar sama dengan yang lain.


GREP


Lino sedikit terkejut saat lengannya tiba-tiba digandeng dengan erat oleh Ara.


“Hei, kenapa?” tanya Lino, karena Ara kelihatannya ketakutan. Maklum saja, dia anak gadis pingitan yang hampir tidak pernah keluar dari kerajaannya.


Hanna dan Luna yang melihat itu sebenarnya cemburu, tapi mereka juga mengerti Ara sedang takut.


“Aura mereka mengerikan, aku takut..” kata Ara.


Untung saja Ara tidak disana saat aura sihir Darko sedang di luar kendali, mungkin dia bisa menangis saking takutnya.


“Tenang saja, kami akan melindungimu” kata Sky sambil menepuk bahu Ara.


“Sky benar, ada kami disini, jadi kau akan baik-baik saja” Xia datang dan perlahan melepaskan pegangan Ara pada lengan Lino.


“Aku akan merepotkan, tapi.. mohon bantuanya ya” kata Ara.


“Tentu saja, kita adalah satu tim! Ayo!” kata Randy, dia menarik lengan Ara agar kembali berjalan bersamanya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2