
.
.
SRET
BRUK
Lino sudah mengalahkan boss dungeon dari salah satu misi khusus yang ia pilih sendiri dari sistem. Lino terus kepikiran dengan mimpinya dan juga dunianya yang terasa janggal, terlalu banyak pertanyaan dalam otaknya hingga dia stress sendiri.
Karena itu dia memutuskan untuk mengerjakan misi khusus melawan pasukan Orc.
[SELAMAT!! Anda berhasil menjalankan misi khusus!]
[Hadiah 5.000.000 koin akan ditambahkan bersama dengan seluruh harta, dan core]
[Klaim semua hadiah] [Ya] [Tidak]
Tentu saja Lino memilih pilihan [Ya]
Kabut putih menelan tubuh Lino dan mengembalikan Lino ke atap gedung apartemen, tempat Lino semula.
Saat Lino kembali, hari sudah mulai gelap. Tapi, Lino betah duduk disana menatap gunung di kejauhan, juga pemandangan kota yang saat ini sudah banyak lampu-lampu dinyalakan.
Lino kembali memeriksa kotak penyimpanan, mengeluarkan buku yang menjadi bahan pikirannya, buku tebal yang Alpha temukan di tempat hantu.
Setelah Lino membuka buku itu, tetap saja halamannya kosong, tidak ada apapun di dalamnya.
“Apa ini harus menggunakan sihir khusus agar tulisannya bisa dilihat?”
[Benar]
Eh? Lino tidak menyangka sistem akan membalasnya “Jadi, apa yang harus ku lakukan?”
[Bukankah anda penjinak? Jinakkan saja buku itu, berikan setetes darah padanya]
Darah? Jadi buku ini monster juga atau bagaimana? Lino kan penjinak monster, bukan penjinak buku.
Tapi, lebih baik dicoba dari pada penasaran.
Lino mengeluarkan pisau lipat biasa dari kotak penyimpanan, menggores jarinya sedikit lalu meneteskan darahnya tepat di tengah-tengah lambang yang ada di dalam sampul.
Buku itu pun bersinar sejenak, lalu halamannya terbuka hingga ke tengah halaman.
Kemudian muncul sebuah tulisan.
-Ambil sebagian kecil dari masing-masing kristal dan berikan padaku-
-Setelah itu, aku akan menceritakan kebenaran-
Lino kembali menutup buku itu dan mengembalikannya pada kotak penyimpanan.
Yang benar saja! Kristal itu kan adanya di mimpi Lino, bagaimana Lino bisa memberikannya? Lino semakin tidak mengerti.
Tapi..
Kristal bulan dalam mimpi Lino berubah menjadi Luna, dan kristal lautan berubah menjadi Sam. Apakah itu petunjuk?
Entahlah, pikirkan nanti saja lagi.
Lino pun beranjak dari sana dan kembali ke apartemennya.
__ADS_1
***
Hari minggu tiba, hari ini akan menjadi hari yang sibuk karena Lino akan menyeleksi pemburu yang bisa menjadi anggota baru mereka. Padahal Lino tidak berharap banyak, dia juga berpikir paling tidak yang mendaftar ada sekitar sepuluh sampai dua puluh orang.
Mana dia tau jika yang datang akan ada ratusan?
Dan dari orang sebanyak itu, ada pula yang bukan pemburu tapi datang begitu saja. Padahal sudah jelas ini guild pemburu, mungkin ada saatnya nanti Lino akan mempekerjakan orang biasa sebagai cleaning service, tapi tidak sekarang.
Sebenarnya syarat yang Lino akan terima tidak sulit kok, tidak harus memiliki rank tinggi juga... yang penting dia orang yang baik dan tulus.
Karena itu, Lino mengajak semua anggota guildnya untuk ikut menyeleksi, jadi dia memilih hari minggu saat mereka libur. Felly juga ikut ngomong-ngomong, tapi dia sudah keluar dengan Hanna. Apa lagi? Tentu saja membeli jajan. Tapi, mereka membeli untuk semua orang. Kan capek juga menyeleksi orang sebanyak itu, mereka juga butuh camilan.
Lino memanfaatkan kemampuan Sam untuk melihat ketulusan seseorang, jadi Lino hampir menyerahkan seluruh keputusan padanya.
Dan hampir semuanya tidak memiliki ketulusan.
Lino tau ini guild masih baru, belum lagi kepopulerannya juga sangat besar akhir-akhir ini. Tidak aneh sebenarnya jika banyak orang berpikir akan mendapat keuntungan yang banyak dari guild baru ini.
Mungkin mereka berpikir karena ketuanya tidak berpengalaman seperti Lino? Apalagi hampir semua orang tau Lino dulunya rank F, jelas mereka masih banyak yang meremehkannya.
Lalu, kebanyakan anggota juga masih SMA, semuanya bocah, jadi pasti banyak yang berpikir bisa memanfaatkan hal itu.
Untungnya seleksi jadi cepat selesai karena semuanya tidak ada yang tulus, ada yang tulus, tapi dia bukan pemburu. Tidak ada yang cocok.
“Sudahlah, tidak apa jika memang tidak ada yang bisa lolos, aku tidak masalah anggota hanya sedikit” kata Randy
“Benar, kita juga tidak memiliki masalah yang berarti saat berburu” sahut Luna
“Kalian tidak salah memang, apalagi kalian masih SMA, jadi kita tidak akan memasuki dungeon sebanyak guild lain. Tapi jika kalian sudah lulus SMA kita akan mengalami kesulitan, dan jika kalian lupa yang tidak sekolah hanya aku dan Hanna. Kalau ada perintah memasuki dungeon mendadak hanya aku dan Hanna yang bisa masuk, kalian tau apa maksudnya kan?”
Mereka kembali lesu mendengar penjelasan Lino.
Luna dan Randy mengerti mereka saat ini belum sempurna sebagai sebuah guild.
“Kenapa jadi salahmu? Kau sudah bekerja dengan baik, aku memintamu untuk melihat ketulusan mereka, mereka tidak ada yang tulus dan berniat ingin memanfaatkan kita untuk mendapat keuntungan. Aku tidak mau memiliki anggota yang seperti itu” jawab Lino
Saat ini mereka istirahat makan siang, seleksi akan dilanjutkan nanti jam dua siang.
Akhirnya Felly dan Hanna kembali membawakan makanan untuk mereka.
Mereka membawakan bungkusan nasi padang, minuman, sekotak ayam pedas manis, dua kotak pizza.
“Pantesan lama, borong makanan ternyata” sindir Lino
“Kak Lino makan paling banyak, gak berhak ngomong gitu” sahut Hanna
“Eh? Gak kebalik?” Lino
“Kok nasi padang sih? Kalo pedes gimana?” keluh Sam
“Oh, jadi kamu gak suka? Ya udah gak usah makan” sambar Felly, masalahnya dia sangat menyukai nasi padang, jadi dia tidak terima Sam tidak suka nasi padang.
“Gak gitu Fel, aku suka... suka banget, cuma gak suka pedes aja” Sam
“Ini, Felly udah siapin yang sama sekali gak pedes buat kamu” Hanna memberikan satu bungkus nasi padang spesial yang gak pedes.
“Padahal gak pedes sama sekali, yang kamu keluhin itu apa sih?” sahut Luna.
“Aku tuh gak bisa makan pedes dikit” Sam
“Diem semuanya” Lino
__ADS_1
Merekapun diam semua, lalu fokus makan.
Belum juga jam dua siang, masih jam satu lebih dua puluh menit, tiba-tiba seseorang masuk.
“Master, ada yang masuk” bisik Hanna
Lino yang asyik makan pizza pun menoleh pada pintu “Kalo mau ikut seleksi kembali lagi jam dua – lho, kamu?”
Laki-laki yang datang membungkukkan badannya sedikit “Selamat siang, saya memang mau melamar disini – sa.. saya akan kembali jam dua siang”
“Bang, dia gak punya niat buruk” Sam ikut berbisik di telinga Lino.
Sebenarnya, Lino juga bisa merasa jika orang yang barusan datang itu adalah orang baik. Dia adalah pemuda berpakaian serba gelap yang Lino temui saat membeli buku beberapa hari lalu.
Dan sekarang, pemuda itu masih saja berpakaian hitam-hitam, rambutnya yang hitam juga menutupi sebagian matanya, dia terlihat agak seram dan juga suram.
Gelap.
“Gak apa-apa, kamu kesini, mau pizza?” tawar Lino.
Pemuda itu ragu-ragu, tapi akhirnya dia mendekat juga pada mereka lalu duduk di kursi kosong yang dari tadi mereka dunakan untuk menyeleksi calon anggota.
“Saya sudah kenyang, terima kasih” balas pemuda itu.
“Namanya siapa kak?” tanya Randy
“Darko” jawab pemuda itu, Darko.
“Darko Malfoy?” sahut Felly
“Itu Draco Fel!” Lino “coba lihat profil kamu” lanjut Lino.
Darko memberikan map yang dia bawa pada Lino, Lino membaca profil Darko dengan serius. Dia juga sudah lulus SMA sama seperti Lino, dia masih keturunan Amerika, karena Ibunya orang Chicago.
“Ibu mu orang Chigaco, tapi ayahmu orang mana?” tanya Lino
Darko menggeleng kecil “Aku tidak tau orangtua kandungku, tapi yang tertulis disana orang tua asuhku, wanita itu memiliki kesepakatan dengan asosiasi di pusat negara ini, Jakarta. Dia memiliki guild di Chicago. Jadi saat dia sudah meninggal, aku ditarik kembali ke Indonesia. Maaf, aku berbohong di toko waktu itu, aku bukannya baru menjadi pemburu, sebenarnya aku sudah seperti ini sejak lahir”
Pengakuan Darko yang terkesan terlalu jujur membuat Lino tercekat, terutama setelah mengetahui bahwa Darko memiliki kasus serupa dengan Sam dan Luna.
“Maaf sebelumnya Darko tapi, apa wanita itu memanfaatkanmu?” tanya Lino
Darko tidak menjawab, dia hanya mengangguk saja.
Berarti benar, persis Sam dan Luna.
“Jadi, yang kau bilang kekuatanmu adalah tameng itu apa bohong juga?” tanya Lino lagi.
Darko menggeleng pelan “Tidak juga, sihirku dapat melakukan banyak hal, seperti pertahanan, serangan, penyembuhan... aku tidak suka terlalu mencolok, tapi rank ku yang sebenarnya adalah A+” jawab Darko
Apalagi itu? Baru kali ini Lino tau ada rank A+, jadi bukan hanya dungeon yang seperti itu.
“Aku juga A+, tapi karena aneh aku menyebutnya rank A saja” sahut Randy.
“Bisa kau jelaskan?” pinta Lino.
“Sama dengan yang dungeon itu, A+ lebih tinggi dari A tapi lebih rendah dari S, ini agak membingungkan, jadi asosiasi lebih suka menyebutnya rank A saja. Tapi kenyataannya rank A+ kadang bahkan bisa lebih kuat dari rank S dari segi fisik, tapi kalau kemampuan masih di bawah rank S. Tapi kalau aku sih, fisik ku tidak terlalu kuat, karena itu aku memilih rank ku A saja” jelas Randy.
Pantas saja Lino tidak tau, mungkin rank A+ itu spesial.
Kenapa Lino jadi ingat kristal hitam dalam mimpinya ya?
__ADS_1
.
.