
.
.
Mengalahkan satu elf saja sebenarnya sangat sulit, itu seperti mengalahkan seorang pemburu rank A sampai S. Mereka memiliki tubuh seperti manusia, dengan kulit pucat, telinga runcing, rambut pirang dan mata hijau. Para elf memiliki tubuh yang ramping dan gesit, selain itu paras wajah mereka juga rupawan, cantik dan tampan.
Untuk urusan otak, mereka dikenal memiliki otak yang cerdas.
Membunuh mereka tentu saja tidak mudah, Lino harus menghujam jantung mereka.
Karena ini termasuk dungeon level S, tidak banyak elf yang muncul, di map hanya terlihat 16 elf saja, tapi jika berhasil dikalahkan semuanya, Lino akan mendapat sekitar 35 core tingkat tinggi atau lebih. Karena satu elf bisa memiliki dua core saja, dan sedikit yang memiliki tiga core, mungkin yang punya tiga hanya boss dungeon saja.
Mereka bergerak sangat lincah, sihir hitam Darko tidak membuat mereka mati, hanya membuat mereka sempat mabuk saja, tapi Lino memanfaatkan hal tersebut untuk menembak jantungnya hingga dapat menembak dua elf.
Jika begini caranya mereka tidak bisa tidak menggunakan cara yang curang, karena elf sangat cerdas.
Lino memanggil Ara, memintanya untuk bernyanyi agar para elf itu terlena dan tidak sadar. Para elf berhasil sedikit terlena, yang oleng sedikit langsung ditombak oleh Sky, Darko juga ikut menusuk mereka dengan belati.
Sudah tumbang lima elf.
Lino pikir belum cukup, jadi Xia memanfaatkan sihir khususnya, sihir pemikat. Dengan sihir itu Xia bisa memikat makhluk di sekitarnya dan membuat mereka tidak sadarkan diri seakan terhipnotis.
Lino menembaki elf yang berhasil terpikat, sudah tumbang empat elf, berarti tinggal empat lagi.
Sky dan Darko mengejar tiga elf yang melarikan diri dengan melompati dahan-dahan pohon, Xia kemudian membantu mereka berdua, sementara Lino dan Ara bergerak mencari boss mereka yang berada di rumah pohon.
Sekitar rumah pohon tersebut dilindungi dengan sihir perlindungan yang tebal.
Ara memukul-mukul sihir perlindungan itu, tapi tetap dia tidak dapat masuk maupun memecahkannya.
“Hentikan Ara” mendengar larangan Lino, Ara pun berhenti mencoba memecahkan sihir perlindungan.
Lino mengeluarkan rantai dari cincinnya, rantai itu dapat menembus sihir perlindungan, tapi tidak bisa memasukkan Lino ke dalamnya.
Tidak habis akal, Lino mengeluarkan semua rantainya untuk mencari keberadaan pemimpin Elf di dalam sana, hingga akhirnya suara jeritan elf tersebut terdengar di telinga Lino, elfnya berhasil terjerat, jadi Lino segera menariknya mendekat.
SRET
BRUK
Karena Lino menariknya dengan cukup keras, elf tersebut sampai menabrak tubuh Lino hingga Lino ikut terjatuh dengan elf yang terjerat rantai menimpa tubuhnya.
Ternyata elf perempuan, dia menatap Lino dari atas tubuh Lino dengan mata hijaunya.
Cantik sekali... matanya berkilauan menatap Lino meminta belas kasihan.
__ADS_1
“Maafkan aku... aku harus membunuhmu disini sekarang, lagipula kau yang asli mungkin tidak akan mengenaliku lagi” kata Lino.
Ara menyingkirkan elf tersebut dari atas tubuh Lino dan segera menghujam jantungnya, muncul tiga core tingkat tinggi setelah tubuhnya melebur menjadi cahaya.
“Terima kasih Ara”
Sihir perlindungan tadi hancur seketika setelah pemimpin mereka berhasil dikalahkan.
...--*--...
...SELAMAT!...
...Anda berhasil menakhlukkan dungeon hadiah!...
...Hadiah 6 juta koin, senjata panah emas, satu tiket gacha SS dan 35 core elf berhasil didapatkan!...
...[Klaim] [Abaikan]...
...--*--...
Setelah memilih pilihan kliam, semua hadiah berhasil masuk ke dalam kotak penyimpanan. Mereka ditelan cahaya putih dan kembali lagi ke taman samping gedung apartemen.
Jam sudah menunjukkan pukul dua siang.
“Master... lapar” keluh Xia
Setelah sampai di apartemen, Hanna dan Alpha sudah selesai dengan nexie, bahkan beberapa kelopak mawar kering untuk teh mawar juga sudah dimasukkan toples kaca kering.
“Kalian sudah selesai?” tanya Hanna, dia mendattangi Lino lalu memeluknya erat, tapi dua detik berikutnya dia melepaskan Lino kembali.
“Hanna kenapa?” keluh Lino, dia kan belum puas memeluknya sudah didorong saja.
“Bau elf!” teriak Hanna
“Tadi kita melawan bangsa elf di hutan” kata Sky, dia duduk di kursi meja makan di berhadapan dengan Alpha, lalu ikut menuangkan nexie ke gelas kecil. Kemudian Darko, Xia dan Ara juga ikut meminumnya karena mereka kehausan.
Hanna masih menatap Lino penuh curiga “lalu? Harusnya tidak sampai bau elf menempel seperti ini bukan?”
“Kau tidak suka elf?” Lino malah balik bertanya
“Bukannya peri hutan dan elf hampir sama ya?” sahut Darko
“Elf masih bangsa peri juga padahal” timpal Sky
“Peri bunga lebih tinggi dan lebih kuat dari bangsa elf atau peri hutan, tapi mereka bertingkah seolah yang paling pintar saja” keluh Hanna.
__ADS_1
“Ternyata ada persaingan seperti itu” Lino mulai mendekati dapur, mengeluarkan bahan-bahan yang akan dia masak siang itu, sekalian untuk makan malam, Alpha mendekatinya untuk membantu.
“Ada peri hutan juga? Itu tidak sama dengan peri bunga?” tanya Darko
“Peri hutan itu peri yang menunggu hutan, mereka hijau seperti tanaman” sahut Xia
“Mungkin maksudnya Dryad” kata Sky
“Berarti peri air ada juga ya?” tanya Lino yang mulai memotong bahan-bahan masakannya.
“Ya duyung itu termasuk peri air, peri memang ada banyak macamnya, tapi yang paling kuat adalah peri roh, yang hidup di atas awan, mereka hampir seperti dewa, bisa dengan mudah keluar masuk antar dunia, tapi sudah sejak lama dewa yang menjaga dunia kami berselisih dengan peri roh” kata Hanna
“Kenapa memangnya?” tanya Sky
“Kalau tidak salah, dewa menuduh peri roh bersekutu dengan para Iblis, padahal peri roh hanya membela bangsa iblis yang selalu ditindas oleh dewa seakan-akan bangsa iblis adalah makhluk yang sangat jahat. Padahal bangsa iblis tidak pernah melakukan kejahatan selama berratus-ratus tahun” Hanna.
“Aku juga mendengar ceritanya, peri roh memang memiliki kekuatan yang sangat besar, dulu dia didukung oleh dewa yang menjaga bumi, peri roh memiliki kekasih seorang manusia dari bumi, tapi akhirnya dewa yang menjaga bumi terhasut oleh dewa yang menjaga dunia kami, jadi peri roh di kurung dan semua manusia yang berhubungan peri roh juga ikut dikurung di dalam rumah besar – harusnya masih ada sampai sekarang ya” sahut Xia
Hanna mengangguk “Harusnya masih ada, tapi apa itu di negara ini? Aku tidak yakin..”
“Tapi dari cerita yang ku dengar dari ayahku harusnya itu ada di negara ini, negara tropis” sahut Alpha yang mulai tertarik dengan obrolan mereka.
“Kau pikir negara tropis hanya Indonesia apa?” timpal Sky
“Tapi bagaimana jika itu benar? Bukankah dulu saat kita menjadi kristal, kita juga kebetulan turun di negara ini? Bisa jadi itu karena rumah besar itu ada di negara ini” kata Darko.
“Sudahlah, dari pada kalian berdebat, lebih baik bantu aku memasak biar cepat selesai” kata Lino, Sky berdiri dari duduknya “Baiklah master!”
Sebenarnya Lino ikut penasaran dengan bahasan mereka, dan jika cerita itu benar adanya, bukankah dewa itu jahat? Padahal dia hanya dewa bawahan saja, bisa-bisanya dia pilih kasih begitu.
Entah mengapa Lino jadi tidak terima, gara-gara dewa itu, keadaan di bumi dan di dunia Hanna jadi kacau, semuanya menderita. Lino ingin segera menghentikan semua ini... dan, mungkin saja bisa menyelamatkan manusia yang dikurung di rumah besar... kasihan mereka.
Lino percaya dengan dia mendapatkan sistem ini, berarti dia dipercaya jika dia bisa mengubah dunia yang kacau ini menjadi damai kembali.. pasti ada alasan kenapa dia bisa mendapatkannya.
“Core kurang 13 lagi, dan senjata kurang tiga” gumam Lino.
“Besok masuk dungeon lagi?” tanya Sky.
“Tidak, kita istirahat dulu, aku tau kalian pasti lelah” jawab Lino.
“Jangan masuk sendirian, ajak aku juga” kata Sky
Lino hanya menjawabnya dengan gumaman
saja, karena dia memang berniat pergi sendiri.
__ADS_1
.
.