
.
.
Saat Lino sampai di apartemennya, dia hanya menemukan Darko, Sky dan Xia. Sky sedang memasak sesuatu di dapur, lalu Darko dan Xia duduk di kursi di maja makan menunggu Sky selesai memasak. Oh iya, antara dapur dan meja makan mereka tidak ada sekat, meja makan dengan uang tengah juga tidak ada sekat.
“Master!!” teriak Xia
“Kami pikir kau tidak akan kembali” sahut Darko
“Tentu saja aku akan kembali, di mana yang lainnya?” tanya Lino, dia duduk di sebelah Xia dan Xia memeluk lengannya erat, tumben sekali Xia jadi menempel seperti ini, bisanya meski dia manja tidak sampai seperti ini.
“Hanna, Alpha dan Ara pergi untuk mencari bahan-bahan membuat ramuan” sahut Sky, masakannya telah jadi, dia menuangkan tumisan sayur dan cumi ke dalam wadah, kemudian meletakkan tempe goreng tepung serta udang goreng ke atas meja.
“Kalian belum sarapan juga?” tanya Lino, dia mulai menuangkan nasi ke dalam piringnya.
“Kita berempat belum... yang lain sudah, kami baru bangun saat anak-anak mau berangkat sekolah. Maksudku kami adalah aku, Darko dan Xia” kata Sky
“Kami bangun hanya untuk mengantar anak-anak sekolah, belum sempat sarapan” sahut Darko.
“Kenapa kalian bangun telat sih? Tumben?” tanya Lino, dia heran saja Sky dan Darko bisa bangun siang, kalau Xia sih sudah biasa.
“Kenapa? Kami bertiga semalam mencarimu kemana-mana! Tapi tidak ketemu!” sambar Sky, dia terlihat kesal dengan Lino yang santai-santai, tidak tau semalam mereka sudah kalang kabut karena tidak menemukan Lino dimana-mana.
“Harusnya kau cari yang benar, jangan marah-marah begitu, kau cuma ada di kantor kok”
Ucapan Lino barusan membuat ketiganya terkejut.
“Master yakin ada di kantor semalam?” tanya Xia untuk memastikan, dia kembali bingung melihat Lino mengangguk yakin.
“Lalu sekarang wanita itu dimana?” tanya Sky
“Dia punya nama, namanya Rin... aku sudah mengembalikannya – maksudku, memulangkannya kembali ke Australia. Aku tidak mengerti kenapa kalian tidak menyukai Rin” Lino
“Kami juga tidak mengerti kenapa master sangat menyukainya, dia terlihat aneh dan mencurigakan! Bahkan sekarang saja Hanna berusaha mencari bahan untuk membuat ramuan untukmu” Darko
“Agar kau terlepas dari cuci otak wanita itu” Sky
“Master percaya sama kita ya, jangan dekati dia lagi” Xia
Lino tidak menjawab, dia hanya kembali memakan makanannya dalam diam. Padahal Rin sangat baik, dia juga sangat cantik.. Lino sangat menyukainya, tapi kenapa mereka tidak menyukai Rin?
Setelah makan, Lino pergi ke taman samping gedung untuk merenung, juga untuk menyelesaikan misi harian.
Dia kembali memikirkan kenapa anak buahnya, bahkan Hanna sekalipun tidak mempercayai Rin? Kenapa?
“Aaakkhh” Lino memegangi kepalanya yang tiba-tiba berdenyut.
Kenapa pula Sky, Darko dan Xia terkejut saat Lino bilang dia ada di kantor?
Lino merebahkan tubuhnya di rerumputan, sakit kepalanya telah hilang.
Lino memunculkan sistemnya.
Apa ini?
Kenapa ada tulisan system error?
Lino menepuk-nepuk layar itu, hingga sebuah tulisan kembali muncul.
...[System error! Reload the system?]...
__ADS_1
...[Yes] [Ignore]...
Lino memilih pilihan Yes, meskipun dia agak bingung sejak kapan sistemnya berbahasa Inggris? Kemarin-kemarin berbahasa Indonesia kok.
[Starting the system.... loading 10%]
Lino memejamkan kepalanya yang kembali berdenyut, dia tidak mengerti kenapa sistemnya bisa rusak, aneh sekali. Kalau itu sistem buatan manusia sih Lino masih mengerti, tapi sistemnya kan buatan dewa penguasa? Untuk membantu Lino dalam – eh? Tunggu!
Apa mungkin ada ‘sesuatu’ yang masuk dan sengaja merusak sistemnya? Kalau iya, kecurigaan Lino hanya pada dia saja, dewa dari dunianya Hanna.
Tidak mungkin selain dia, kalaupun selain dia pasti orang suruhannya.
Kok ada dewa seperti itu? Jahat sekali... meski Lino bukan warga dunia sana, tapi kan Lino manusia juga, kenapa dia ikut tidak menyukai Lino? Apa karena dia iri Lino mendapat sistem dari dewa penguasa?
Astaga, pikiran Lino jadi kacau sekarang.
Ting!
Lino kembali membuka matanya.
[Loading complete!]
Sistem mulai kembali normal, status Lino juga mulai kembali, semua yang ada di penyimpanan juga masih utuh. Syukurlah.
“Apa yang telah terjadi?” tanya Lino
[Semalam sistem mempertahankan diri dari serangan mendadak]
[Sistem mengunci diri agar tidak bisa dirusak oleh pihak manapun]
Lino semakin tidak mengerti, apa dewa itu berusaha merusakkan sistemnya saat Lino lengah? Mungkin itu terjadi saat Lino sibuk mengobrol dengan Rin, mungkin juga dewa menghilangkan keberadaan Lino di dalam kantor agar Sky dan yang lain tidak dapat menemukannya.
Kalau begini caranya, Lino harus segera mendapatkan 100 core tingkat tinggi agar bisa membuka gerbang ke wilayah iblis.
Mereka selesai setelah hari sudah mulai gelap, mereka sangat lelah, tapi juga bahagia.. karena akhirnya semua persyaratan sudah terpenuhi.
100 core tingkat tinggi, 10 senjata tingkat tinggi, dan juga buku rahasia.
Tapi Lino dan yang lain akan berangkat esok hari, anak-anak sekolah juga sudah libur akhir minggu.
Hanna memasuki kamar dan melihat Lino merebahkan dirinya di ranjang setelah mandi dan berganti piyama. Mereka belum makan malam, tapi Felly dan Luna sedang memasak makan malam untuk mereka.
Hanna mengeluarkan botol kaca kecil dari balik tubuhnya dan lanjut mendekati Lino.
Dia duduk di samping Lino, menatap wajah tampan itu sebentar sebelum mulai membuka tutup botol – oh tidak, Lino bangun!
“Hanna?” Lino tersenyum melihat Hanna di dekatnya, lalu ia menarik tubuh Hanna untuk dipeluknya.
“Kak Lino.. hari ini capek?”
“Hmm, tapi tidak terlalu capek, mungkin aku terlalu senang karena kita sudah mendapatkan semua syaratnya”
“Aku juga senang akhirnya kita bisa pergi ke wilayah iblis”
“Semoga kita bisa segera menghentikan semua ini – oh iya, hari ini kau membuat ramuan?”
Hanna terkejut Lino mengetahui hal itu, tapi sepertinya Sky, Darko dan Xia yang membocorkannya pada Lino.
“Kenapa kau melakukan itu? Rin tidak jahat, dia – pokoknya aku tidak mengerti kenapa kalian tidak menyukainya”
Hanna mencebikkan bibirnya kesal, Lino sangat keras kepala.
__ADS_1
“Aku hanya takut master kenapa-napa, bagaimana jika dia membawa aura buruk?”
“Itu tidak mungkin Hanna..”
“Kalau gitu minum ini” Hanna memberikan botol berisi ramuan yang tadi dia buat.
“Untuk apa?”
“Hanya untuk menghilangkan aura buruk saja.. tidak ada efek tertentu, tapi jika kau tidak percaya padaku ya sudah”
Lino meraih botol itu lalu duduk “Aku akan meminumnya agar kau senang”
Hanna tersenyum lebar melihat Lino meminum ramuan itu hingga kandas. Itu adalah ramuan untuk menghilangkan racun, kutukan, pengaruh buruk, cuci otak... karena Hanna sudah curiga Lino bertingkah aneh sebelum bertemu Rin, setelah bertemu dengan wanita itu, tingkahnya malah semakin aneh. Lino juga tidak bisa dicari dimanapun.
“Ini sudah ku minum.. apa sekarang kau senang?” tanya Lino
Hanna mengangguk bahagia “Senang!” kemudian memeluk Lino lagi “Terima kasih kak Lino mau meminumnya...”
“Karena kau sudah membuatnya dengan susah payah, tentu saja aku harus meminum –”
Hanna melepaskan pelukannya, kemudian Lino segera berlari menuju kamar mandi, Hanna bisa mendengar Lino memuntahkan sesuatu di toilet.
Tuh kan.. pasti Lino kena sesuatu, Hanna tidak mungkin salah.
Hanna menghampiri Lino dan pura-pura terkejut “Astaga! Kak Lino kenapa?”
Lino memuntahkan darah hitam pekat yang aneh.
“Mungkin karena ini kak Lino merasa aneh kemarin... untung saja aku langsung peka” tambah Hanna.
“Hanna, terima kasih ya.. aku juga terus merasa pusing dan kepalaku berat, tapi.. apa yang terjadi padaku?”
Hanna mengedikkan bahunya “Tidak tau, tapi.. yang penting kita sudah menghilangkannya”
Hanna kembali memeluk Lino erat “aku tidak ingin kehilangan kak Lino”
Yang Lino tau, ini hampir sama seperti Luna atau Felly yang terkena sihir hitam darko yang sedang meluap. Tapi sihir hitam Darko sudah terhisap oleh Lino sejak ia menjinakkan Darko, itu tidak sihir hitam milik Darko. Lagipula, warna muntahan Luna atau Felly tidak sehitam itu.
“Kak Lino jangan banyak berpikir dulu, ayo kita keluar dari sini dulu, kak Lino harus istirahat” setelah membersihkan westafel dengan air mengalir, Hanna membawa Lino agar kembali istirahat di ranjangnya.
“Aku akan memanggil Ara untuk proses penyembuhan yang selanjutnya” kata Hanna sebelum pergi meninggalkan Lino istirahat di kamarnya.
Setelah Hanna keluar kamar, hampir semuanya sudah ada di depan sana untuk menunggunya.
“Bagaimana? Bang Lino baik-baik saja?” tanya Felly
Hanna tersenyum lalu menunjukkan jempolnya “Beres! Kalian jangan khawatir, sekarang giliran Ara, ayo masuk..”
“Kami akan segera menyiapkan makan malam” Luna
.
.
.
kalo gak ada peran antagonis atau musuh kan gak enak ya 😂 jadi author kasih musuh.
oh iya
bagi pembaca yg udah gak suka dan pengen ninggalin novel ini ya udah sih pergi mah pergi aja, gak usah pamitan, buat apa juga 😂😂 apa berharap author bakal mohon2 biar balik lagi? ya elah 🙄
__ADS_1
author bikin ini buat yg bner2 suka aja, kalo mau pergi mah sok atuh.. masih banyak pembaca yg suka sama karya aku, iya kan?
love you all 😘❤