
.
.
Hari ini Lino pergi ke asosiasi untuk menyerahkan pedang Raja goblin dan beberapa core. Lino mendapatkan uang 15 miliar, 10 miliar untuk pedang Raja goblin karena memang begitu berharga, dan 5 miliar untuk seribu core. Itu artinya, satu core ternyata berharga 5 juta.
Sekarang Lino bertanya-tanya, jika satu core ternyata berharga lima juta, kenapa dulu gajinya hanya empat juta saja? Itupun jika dia mendapat bonus. Bahkan harga core lebih banyak dari gaji Lino dulu di guild tiger.
Sialan! Jahat sekali mereka, Lino merasa tertipu mentah-mentah.
Untung saja Lino sudah membuat mereka bangkrut, rasakan itu!
Selain menyerahkan hasil perburuan, Lino juga meminta pada Bagas untuk memberitahukan pada pemburu lain jika guildnya butuh beberapa pemburu terutama yang sudah lulus sekolah dan bersedia membantu penuh di guild. Jadi tidak boleh punya pekerjaan lain.
Dan catatan lain, pemburu yang akan diterima hanya yang berhati baik dan tulus saja.
Syarat itu Lino tambahkan demi kenyamanan anak buahnya, yaitu Sam dan Luna, terutama Sam. Karena jika ada anggota yang tidak bisa dipercayai Sam, Lino tidak bisa menerimanya.
Lagipula Lino sendiri juga sensitif terhadap penghianatan.
Setelah semua selesai di gedung asosiasi, Lino pergi ke agen yang menjual tanah untuk membeli tanahnya segera. Lino sudah membuat janji sebelumnya, jadi saat dia datang, dia sudah mendapat sambutan baik. Mungkin mereka senang akhirnya bisa menjual tanah yang menurut rumor yang beredar angker tersebut.
“Tuan serius ingin membelinya sekarang? Tidak ingin melihat tanahnya dulu?” tanya pegawai yang menemui Lino.
“Iya, tidak perlu, apartmenku dekat sana, jadi aku sudah tau bagaimana kondisinya, aku akan langsung membelinya sekarang”
Betapa senangnya pegawai itu mendengar jawaban Lino.
Linopun menandatangani surat kepemilikan dan lain-lain.
Akhirnya tanah itu jadi miliknya, dia berencana untuk mendatangi tanah tersebut malam hari dengan Hanna, Xia dan Alpha. Menurut Hanna jika memang tanah tersebut ada hantunya, pasti ada portal tersembunyi di sekitar tanah itu.
Lino kembali ke apartemen setelah semua urusannya selesai. Sudah sekitar jam satu siang saat Lino kembali ke apartemen.
Dari tadi Lino sendirian pergi kesana-kemari karena Hanna mengatakan jika dia ingin mencoba memasak makan siang untuk Lino bersama Xia dan Alpha.
“Aku pulang!” teriak Lino.
“MASTER!!” Xia berlarian menghampiri Lino, dia hanya memakai apron merah muda saat ini.
Hanya apron.
“Xia!! Kemana bajumu?” Lino terkejut dengan penampilan Xia tersebut, putri rubah itu hanya menatap Lino bingung, kemudian dia memeluk lengan Lino.
“Kan udah pake, ini...”
“Xia.. kau harus memakai pakaian dengan benar”
Xia cemberut mendengarnya “Gak mau!! Pakaiannya udah habis, udah gak ada yang muat”
Benar juga, tubuh Xia seperti jam pasir, jadi pinggangnya sangat kecil namun bagian dada dan pinggulnya lebih besar. Ukurannya sudah beda dengan Hanna dan Felly, tapi mungkin hampir mirip dengan Luna.
Tapi karena Luna saat ini sekolah, jadi tidak bisa pinjam.
Lino juga tidak mau pinjam baju, apalagi Luna belum mengenal Xia.
“Apa kau bisa menghilangkan telinga dan ekormu? Jadi mirip dengan manusia biasa” tanya Lino.
Xia melepas pelukannya pada lengan Lino lalu menggoyangkan kepalanya sebentar, telinga rubahnya menghilang, tergantikan telinga manusia. Selain itu, ekornya juga menghilang.
__ADS_1
“Aku bisa berubah seperti ini, tapi rasanya tidak terlalu nyaman” kata Xia.
Lino mengulurkan tangannya untuk membelai kepala Xia dengan lembut “Setelah makan, kita belanja baju, jadi tahan perubahanmu sekarang sampai kita pulang dari belanja, oke?”
Xia mengangguk-angguk antusias “Oke!!”
“Sekarang, pakai baju yang ada saja”
Xia cemberut lagi “Baiklah...”
Xia pun berbalik kembali ke kamar Felly, mencari baju yang bisa dia pakai. Lino berusaha keras untuk tidak tergoda dengan tubuh Xia yang terlihat jelas, bagaimanapun juga, dia laki-laki normal.
Hanya saja, dia akan merasa bersalah untuk menyentuh Xia, karena Hanna bilang umur Xia lebih muda dari adiknya, si Felly.
“Liatin aja terus... pemandangan bagus ya?”
Lino terkejut karena tiba-tiba Hanna sudah ada disana, menatap Lino dengan tatapan sinis.
“Hehe, kok kamu ada disini?”
“Dari lima detik lalu!”
Lino menarik lengan Hanna kemudian memeluknya “Jangan marah dong”
“Aku gak marah, cuma sedikit cemburu aja kok”
Jujur sekali ya.
Hanna membalas pelukan Lino “Master..”
“Iya?”
“Apa itu peraturan bangsa rubah?”
Hanna mengangguk pelan “Iya, biasanya rubah baru boleh dinikahi paling tidak umur segitu, meski rata-rata rubah menikah umur 17 sih, tapi putri berbeda, biasanya umur 16 sudah boleh menikah”
“Sebenarnya kau tau semua itu dari mana?”
Hanna berdecak kesal “Master lupa ya? Aku ini seorang putri lho, apalagi aku bangsa peri, pengetahuan seperti itu sudah harus dipelajari umur 10 tahun”
“Hanna sangat pintar... aku bangga padamu” Lino mengecup kening Hanna, membuat Hanna merona dan malu.
“Ngomong-ngomong, kalian jadi masak?” tanya Lino.
Hanna melepas pelukannya dengan Lino, dia terlihat gugup “It.. itu..”
Lino merasakan ada yang mencurigakan “Jangan bilang kalian menghancurkan dapurku”
Hanna buru-buru menggeleng “Enggak kok master! Bukan itu”
“Lalu?”
Hanna kembali menundukkan kepalanya “Ternyata aku tidak terlalu pandai memasak, jadi pada akhirnya Alpha yang memasak semuanya, dan aku hanya membantu saja, hehe”
“Membantu apa nih? Ngabisin makanan?”
“Ih enggak! Aku bantu motongin juga”
Lino terkekeh lalu menepuk-nepuk kepala Hanna “Itu udah bagus, yang penting kau sudah berusaha”
__ADS_1
Xia kembali keluar dari kamar Felly “Master! Aku udah pake baju!”
Lino tidak bisa berkata-kata lagi, kaos biasa sudah jadi crop top dipakai oleh Xia, untung roknya muat.
“Untuk atasannya, kau pakai jaketku saja, itu terlalu kecil”
Setelah selesai dengan baju Xia, mereka pun makan siang dengan masakah Alpha. Lino tidak menyangka Alpha pandai memasak juga. Semua masakannya terlihat menarik dan rasanya juga enak.
“Masakanmu sangat enak” puji Lino
“Terima kasih master, bangsa srigala biasa mengolah masakan sendiri, walau kebanyakan yang kami olah adalah daging, ini pertama kalinya saya mengolah sayur juga, syukurlah jika master pikir masakan saya enak” kata Alpha
“Ini enak banget!! Master, ini aku yang motong sayurnya” kata Hanna
“Aku juga motong sayur!” sahut Xia
Lino tersenyum “Terima kasih, kalian sudah bekerja keras, aku bangga dengan kalian, sebagai ucapan terima kasihku, setelah ini ayo kita pergi ke mall, kalian bisa membeli apapun yang kalian mau”
Merekapun bersorak gembira, Lino tau di pikiran mereka pasti jajanan, terutama Hanna. Tapi tidak masalah mengeluarkan sedikit uang, karena kebahagiaan mereka juga membuat Lino bahagia.
“Oh iya, hampir lupa – nanti malam kita akan pergi melihat lahan yang kosong itu” kata Lino
“Yang ada hantunya?” tanya Xia
“Benar, kita akan mencari hantu” Lino
“Aku pernah pergi ke sekolah hantu, tapi tempatnya jauh” kata Alpha
Sekolah hantu? Apalagi itu... Lino benar-benar tidak habis pikir, dunia mereka ini seperti apa sebenarnya? Kenapa terdengar sangat menarik? Melihat sebagian kecil di kerajaannya Hanna saja terlihat begitu mengagumkan, apalagi bagian lain.
Tapi, kenapa harus muncul pintu yang menghubungkan dunia Lino dengan dunia mereka ya? Padahal setelah dijinakkan mereka punya pikiran juga perasaan, kenapa mereka harus diburu?
Apa yang sebenarnya terjadi?
“Aku tau itu! Mereka belajar sihir kan? Makhluk lemah seperti mereka memang harus belajar sihir seperti manusia” kata Xia
“Tunggu! Di dunia kalian ada manusianya?” tanya Lino
“Ada kok, tapi kami hidup terpisah, wilayahnya juga beda... kami padahal tidak pernah mengganggu mereka, tapi – manusia selalu menganggu kami” kata Hanna
“Maksudmu pemburu?”
“Tidak, mereka menusia di dunia kami – AAAHHH!!” Hanna tiba-tiba memegangi kepalanya, Lino buru-buru mendatanginya “Hanna!”
“Aku baik-baik saja master, maaf... sepertinya
kami akan mendapatkan rasa sakit jika membicarakan tentang hal ini”
“Tapi, apa maksudnya semua ini?” tanya Lino
“Master.. lupakan pembicaraan ini ya?”
Lino sangat penasaran, tapi dia juga tidak ingin membahayakan mereka, karena itu dia memilih untuk mengalah saja “Baiklah, aku akan pura-pura belum mendengarnya”
“Maafkan kami master”
“Tidak apa”
.
__ADS_1
.