Sistem Pemburu: Penjinak Monster

Sistem Pemburu: Penjinak Monster
Sihir hitam yang tidak terkendali


__ADS_3

.


.


Sebelum kembali ke apartemennya sendiri, Lino berpesan agar mereka makan malam bersama di tempatnya karena dia ingin mengenalkan dua orang. Yaitu Alpha dan Xia, Lino pikir sudah saatnya mereka mengenal Alpha dan Xia.


Saat sampai di apartemennya, Lino melihat semuanya sudah kembali. Ada Felly yang mulai memasak makan malam, dia melarang Darko untuk membantunya, sepertinya Felly kurang menyukai Darko.


Ada pula Alpha, Xia dan Hanna yang hanya diam duduk di meja makan.


Saat Darko akhirnya menyerah dan memilih untuk ikut duduk, dia melihat Lino datang.


“Udah dateng Bang?” sapa Darko.


Sontak mereka semua menoleh pada Lino, begitu juga dengan Felly.


“Bang Lino! Ini apa-apaan, mereka berdua siapa?” tanya Felly, sambil menunjuk Alpha dan Xia. Lino lupa jika adiknya belum mengenal mereka berdua.


“Biar aku yang memasak, kamu mandi saja dulu” kata Lino, Felly terlihat ragu tapi kemudian dia menuruti perintah Lino tanpa mengatakan apapun.


Linopun mengambil alih urusan dapur, lalu Alpha mendekat untuk membantu. Hanna dan Xia yang merasa memang tidak bisa memasak memilih tetap duduk, mereka berdua juga ikut melarang Darko membantu.


“Saat kami baru datang dari kebun, Felly juga datang, aku dan Xia tidak sempat berubah tadi, maafkan kami master” kata Alpha


“Tidak apa, aku berniat untuk mengenalkan kalian pada semuanya” kata Lino


“Apa maksudnya?” tanya Darko


“Felly, Randy, Sam dan Luna belum mengenal Alpha dan Xia, jadi baru kamu yang mengenal mereka” kata Lino, Darko mengangguk-angguk mengerti.


“Ngomong-ngomong kenapa tadi Felly marah-marah pada Darko?” tanya Lino


“Dia tadi membantu memotong sayur, tapi dia malah mengacaukannya” sahut Hanna


“Dia tidak bakat memasak” tambah Xia


“Kalian juga tidak kan?” kata Darko yang tidak terima keahlian memasaknya dihina, yah.. walaupun dia tidak memilikinya.


“Bagaimana dengan kebunnya?” tanya Lino lagi


“Aku dilarang mendekat oleh mereka” kata Darko lagi


“Itu karena kau punya sihir hitam! Bisa-bisa tanamanku mati jika kau yang menyentuhnya” sambar Hanna, dia masih kesal setelah mengetahui hal itu, Darko hampir mengacaukan tanamannya.


“Maaf... aku hanya ingin membantu” Darko terdengar sangat menyesal.


“Dengan kau menjauh itu sudah sangat membantu, terima kasih atas bantuannya” kata Hanna dengan nada sinis.


Lino menatap Alpha minta penjelasan “Kau juga punya itu kan? sihir hitam?” bisik Lino, Alpha mengangguk “Benar, tapi tidak sekuat Darko, aku akan menjelaskannya nanti” balas Alpha.


Benar, lebih baik nanti saja setelah makan malam.


Setelah makan malam siap, Randy, Sam dan Luna datang. Mereka makan malam tanpa mengeluarkan suara apapun karena Lino melarang mereka untuk mengatakan apapun. Baru setelah makan malam selesai Lino berkata.

__ADS_1


“Aku ingin mengenalkan Alpha dan Foxia, mungkin aku akan mendaftarkan mereka di asosiasi besok, semoga kalian menerima mereka berdua dengan baik” kata Lino.


Setelah itu Lino memilih untuk membiarkan mereka saling mengobrol, dia memilih untuk mandi dulu, baru setelahnya meminta penjelasan dari Alpha.


Sepertinya Sam dan Randy sangat tertarik dengan Alpha, Luna dan Felly juga mengajak Alpha mengobrol. Sementara Hanna dan Xia mendapat tugas mencuci piring, Darko memilih membantu mereka, dia senang karena kali ini dia bisa membantu.


Saat Lino sudah selesai mandi dan berganti baju dengan baju untuk tidur, dia mendengar suara ribut-ribut dari luar.


Betapa terkejutnya dia setelah keluar kamar, semuanya terlihat kacau.


Felly, Hanna, Luna, Darko, dan Alpha sudah tidak ada, jadi hanya ada Randy, Sam dan Xia.


Yang membuat Lino terkejut adalah Sam yang tergeletak di lantai dengan Xia menindih tubuhnya, Randy berusaha menjauhkan Xia dari Sam.


“Xia hentikan! Apa-apaan ini?”


Mendengar suara Lino, Xia berhenti dan duduk, tapi dia masih berada di atas tubuh Sam. Dengan wajah polosnya dia menoleh lalu tersenyum pada Lino, kemudian mengakatakan sesuatu yang terdengar horror.


“Master, boleh aku memakan jantungnya? Sepertinya sangat lezat” kata Xia, dia sudah kembali ancang-ancang mengeluarkan cakarnya untuk merobek tubuh Sam.


Sedangkan Sam sendiri sudah ketakutan, wajahnya pucat dan ingin menangis.


“Menjauh dari Sam, kembali ke kamar, kau dihukum”


Xia kesal mendengarnya, tapi dia hanya diam dan menuruti apa yang Lino perintahkan. Lino mendekati Sam dan membantunya untuk duduk “Maaf ya, dia hanya bercanda.. mungkin dia menyukaimu” kata Lino asal-asalan.


“Maksud bang Lino jantungku? Dia terlihat benar-benar ingin memakanku, aku takut!” kata Sam, dia berusaha keras untuk tidak menangis saat ini.


“Yang lain mana? Kenapa hanya kalian bertiga?” tanya Lino


“Felly tadi pingsan, yang lain membawanya ke kamarnya, aku tetap disini setelah tau Sam diserang Xia, aku pikir Xia ingin berbuat yang tidak-tidak pada Sam” jawab Randy.


“Dia ingin memakanku! Jelas dia sudah berbuat yang tidak-tidak!” Sam


“Sam, kau penakut sekali, Xia hanya bercanda” kata Lino, meski Lino sendiri tau sepertinya Xia sungguhan ingin memakan Sam. Mungkin bagi Xia jantung orang ganteng sangat lezat atau bagaimana.


“Pokoknya aku gak suka Foxia!” Sam


“Terserah, aku akan melihat Felly” kata Lino, kemudian dia meninggalkan dua anak itu dan pergi ke kamar Felly, hanya ada para perempuan disana, tidak ada Alpha dan Darko.


“Felly kenapa?” tanya Lino, dia mendekati adiknya yang sepertinya sudah tidak pingsan, tapi dia terlihat menatap kosong dan wajahnya juga makin pucat, mengingatkan Lino dengan Luna tadi siang.


Lino jadi khawatir.


“Dia tiba-tiba pingsan tadi” kata Luna


“Dia sepertinya menyerap sihir hitamnya Darko” kata Hanna tiba-tiba


“Maksudmu? Felly tidak cocok dengan Darko, atau mungkin sihir hitamnya, Felly menyerapnya lalu pingsan, tadi aku melihatnya sendiri” kata Hanna


“Lalu dimana Darko?”


“Alpha membawanya ke kamar kosong” jawab Hanna

__ADS_1


“Apa itu yang terjadi dengan Luna tadi pagi?” tanya Lino, kemudian dia menatap Luna yang terlihat kebingungan dengan percakapan mereka.


“Sihir hitam apa? Darko kan memang hitam?” tanya Luna.


Ini benar-benar membuat Lino frustasi, dia memilih untuk melupakan Darko dulu dan mengeluarkan sebotol air suci yang tinggal setengah botol karena sudah diminum oleh Luna tadi siang.


“Minumkan ini pada Felly, aku akan melihat Darko dan Alpha” kata Lino, tepat setelah itu Randy dan Sam ikut masuk.


“Luna sudah tau apa yang harus dilakukan bukan?” tanya Lino


Luna mengangguk “Aku mengerti kak”


Lino pun meninggalkan mereka lalu memasuki kamar kosong tempat Alpha dan Darko berada. Saat Lino masuk, Darko sudah terikat rantai besi dan Alpha hanya diam menatapnya.


“Kau mengikatnya?” tanya Lino


“Maaf master, kami melihat Felly menyerap sihir hitamnya dan pingsan, jadi aku membuatnya pingsan dan mengikatnya” kata Alpha, tadi dia biasa saja dengan Darko, tapi sekarang terlihat marah.


“Kenapa kau marah? Felly pasti baik-baik saja, aku tadi memberinya air suci” kata Lino


“Master punya air suci? syukurlah” Alpha terlihat sedikit lega sekarang


“Aku mendapatkannya dari gua naga” kata Lino, kemudian dia mendekat pada Darko.


“Apakah dia kristal hitam?”


[Benar, lebih baik dia segera dijinakkan, agar sihir hitam yang tidak terkendali itu bisa sedikit berkurang]


Lino mengeluarkan gunting untuk memotong sedikit rambut hitam Darko, kemudian meletakkannya di atas buku tebal. Lino tersenyum melihat buku itu bersinar kehitaman setelah menyentuh rambut Darko.


Lino menggores jarinya sedikit lalu menempelkannya pada dahi Darko.


[Selamat! Kristal hitam telah berhasil dijinakkan]


[Tinggal dua kristal lagi untuk membuka segel buku]


“Master, sihir hitamnya sudah berkurang, sekarang kembali normal” kata Alpha


“Kenapa kau dan Hanna bisa melihatnya dan aku tidak?” tanya Lino


“Eh? Master tidak bisa?” Alpha malah balik bertanya


[Disarankan untuk membeli ramuan pengaktif sihir pendeteksi sihir hitam di toko sistem]


“Ternyata ada yang seperti itu ya?” Lino pun mengikuti saran sistem untuk membelinya, dan betapa terkejutnya dia melihat harga yang harus ditebus.


Ramuan pendeteksi sihir hitam berharga 5.000 koin.


“Mahal amat sih” meski begitu, Lino memilih untuk membelinya, masalah koin bisa didapatkan dengan mudah nanti.


.


.

__ADS_1


__ADS_2