Sistem Pemburu: Penjinak Monster

Sistem Pemburu: Penjinak Monster
Pembicaraan dengan Raja Iblis


__ADS_3

.


.


Saat itu mereka sudah selesai jamuan makan malam. Ada berbagai makanan baru yang disajikan, Lino tidak bisa tidak mencicipi semuanya dan sekarang dia kenyang.


Pada saat itulah Raja Iblis memanggilnya, dia mengajak Lino pada suatu tempat yang kelihatannya agak tersembunyi. Mereka terus memasuki lorong, tangga, hingga kemudian sampai pada sebuah pintu hitam, yang setelah dibuka ada pintu lain lagi, kali ini pintu kaca.


Lino tidak masalah mereka harus jalan sangat lama dan menaiki banyak tangga, hitung-hitung untuk olah raga karena Lino tadi makan kebanyakan.


Setelah pintu dibuka, terlihatlah sebuah ruangan yang indah, ada air terjun mini di tembok sebelah kiri, sedangkan di tembok sebelah kanan adalah tembok transparan yang dapat melihat di luar dengan leluasa.


“Duduklah” pinta Raja Iblis.


Lino duduk di kursi di depan Raja Iblis. Dia tidak tau terbuat dari apa kursi yang ia duduki, tapi rasanya empuk dan nyaman, beli dimana ya kursi seperti ini?


“Kursi itu ku dapat dari dunia atas, para peri yang membuatnya, ku rasa terbuat dari campuran awan”


Lino menyernyitkan dahinya, apa Raja iblis bisa membaca pikiran ya?


“Aku tidak bisa membaca pikiran, tapi semua terlihat jelas dalam wajahmu”


Entah kenapa, Lino mulai menyentuh wajahnya.


“Ngomong-ngomong, kenapa anda membawa saya kemari?” tanya Lino


“Bukankah kau harusnya punya banyak pertanyaan untukku? Pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh buku rahasia?”


Kembali Lino terkejut karena Raja Iblis mengetahui tentang buku rahasia.


“Itu adalah satu-satunya benda yang menyimpan berbagai rahasia, jika kau bisa kemari untuk mengembalikan kelima kristalku, tentu saja kau pasti punya buku rahasia bukan? Dari auramu saja, aku bisa melihat kau berasal dari keturunan yang disayangi oleh para Dewi, bahkan dewa penguasa memilihmu” kata Raja Iblis.


Dia menuangkan minuman berwarna hitam ke dalam cangkir untuk Lino, minuman itu hangat dan masih berasap.


“Anda benar, saya memiliki buku itu”


“Itu adalah teh khusus yang berasal dari daun-daun terbaik di wilayah ini, orang-orang di luar wilayah ini menyebutnya teh neraka, tapi bagi kami ini hanyalah teh biasa”


Lino mengangkat cangkirnya, kemudian mencoba menyesap dan merasakannya. Tehnya enak, tidak pahit, rasanya ringan dan ada sedikit rasa manis. Lino pikir teh ini akan cocok diberi susu.


“Sebenarnya tujuan saya kemari selain untuk menemukan kalian dengan para kristal yang hilang adalah.. saya ingin menghentikan bencana yang sudah kalian buat demi melawan dewa” kata Lino.


“Benar, aku juga sudah menduganya – tapi yang perlu kau tahu... sebenarnya kami saja tidak sanggup untuk menimbulkan bencana sebesar ini, kami dibantu dengan kekuatan para dewi... atau biasa di sebut peri roh, jadi hanya kekuatan mereka yang dapat mengembalikan semuanya”


Lino mendesah kecewa, dia sudah jauh-jauh kemari dan ternyata masih belum bisa mengatasi semuanya?? Perjalanan Lino masih panjang ternyata.


Raja iblis melanjutkan “peri roh sedang terkurung saat ini.. satu-satunya cara untuk membebaskannya adalah dengan membebaskan manusia yang sedang terkurung di duniamu, ku rasa kau sudah tau siapa manusia yang dimaksud kan?”

__ADS_1


Lino mengangguk “Saya tau” mereka adalah keluargaya Rin bukan? Jadi memang harus menyelamatkan mereka dulu?


“Tapi bagaimana cara menyelamatkan mereka?” tanya Lino


“Kau tinggal datang kesana, lalu membuka pintu rumahnya – itu mungkin akan sulit, kau pasti akan dihalangi oleh suruhan dari dewa itu, tapi aku yakin kau bisa melakukannya”


“Bagaimana jika dewa itu menyerangku setelah aku berhasil?”


“Hmm itu bisa saja terjadi.. tapi, aku akan memberi bantuan, mungkin ke lima kristalku bisa membantumu, mengingat kau sudah melakukan kontrak darah dengan mereka, tapi jika tidak cukup... kau bisa memanggilku kapan saja”


Lino menatap Raja Iblis tidak mengerti “Maksudnya?”


“Lakukan kontrak darah denganku”


Tentu saja Lino terkejut mendengar pernyataan tersebut.


“Aku ingin melawan dewa itu sendiri, tapi dia tidak mungkin menghadapiku langsung.. jika denganmu, kemungkinan besar dia akan menemuimu langsung, dan saat itu aku ingin kau memanggilku agar aku bisa melawannya sendiri”


“Saya mengerti.. jika itu keinginanan anda, saya bisa melakukannya”


***


Keesokan harinya, meski langit sudah sedikit terang, tapi tetap saja suasananya masih suram. Lino tetap melakukan kegiatan rutinnya melakukan misi pagi karena sudah terbiasa, ada Sam, Felly dan Luna yang ikut. Tumben sekali Alpha, Sky dan Darko tidak ikut. Kalau Randy, Xia dan Ara memang jarang sekali mau ikut... bahkan Xia mau ikut jika ada makanannya saja.


Hanna? Jangan harap dia mau ikut, kalau mau ikut pun dia hanya akan duduk di tepi sambil menonton saja. Seperti saat ini, di saat yang lain olah raga, Hanna yang berubah menjadi bentuk peri hanya terbang dan melayang-layang di sekitar mereka.


“Hanna, sekarang apa kita bisa ke tempatmu?” tanya Luna


“Iya! Aku penasaran dengan negri atas awan... tempat para peri tinnggal! Pasti sangat indah” sahut Felly


“Wah aku juga penasaran!” timpal Sam


Hanna kembali berubah menjadi besar dalam wujud manusianya, lalu ikut duduk di rumput bersama mereka yang sudah selesai olah raga.


“Negri di atas awan yang kau maksud adalah Cloutra, istana ini berada di bukit yang tinggi dan dekat dengan wilayah Cloutra. Oh iya, negri ini, Devland namanya..  dan Devland juga memiliki wilayah di atas awan juga, itu disana” jelas Hanna, lalu menunjukkan awan-awan gelap yang menutupi beberapa tampat di atas sana hingga membuat wilayan yang pada dasarnya memang gelap ini jadi makin gelap.


Mereka mendongak menatap awan yang terlihat besar itu.


“Tapi, bagaimana kita bisa sampai ke sana?” tanya Felly


“Kalian kan masih termasuk bangsa iblis.. tinggal aktifkan sayap kalian saja, dan kalian bisa terbang” kata Hanna, mendengar itu ketiga bocah tersebut langsung semangat, sementara Lino mencari sesuatu di toko sistem yang bisa membuatnya dapat terbang juga.


Lino menemukan berbagai produk sayap disana, harganya agak mahal ya, satu pasang sayap berharga 1500 koin, satu koin 500 ribu. Jadi jika Lino membeli sepasang sayap, itu harganya kalau dirupiahkan jadi sekitar 750 juta.


Lino agak bingung apa dengan harga segitu sudah setimpal atau tidak, tapi yang pasti Lino ingin membeli untuk dirinya dan anggota yang tidak bisa terbang. Mahal sedikit tidak masalah, lagipula sayapnya bisa digunakan selamanya, bukan sekali pakai, kalau sekali pakai dengan harga segitu sih, tidak setimpal. Gak worth it kalo kata anak jaman sekarang.


“Cara mengaktifkan sayap gimana?” tanya Sam antusias, dia terlihat senang sekali, pasti seru kalau dia bisa terbang tinggi.

__ADS_1


Tunggu!


Lino lupa, dia takut ketinggian... apa dia tidak ikut saja ya?


“Aku akan mengajari kalian! Sekarang panggil


aku bu guru!” kata Hanna


“Bu guru Hanna ajari kami!” Luna


“Bu guru cantik deh” Felly


“Bu guru Hanna! Ayo cepetan! Aku pengen terbang sekarang juga!” Sam


Lino hanya menyingkir ke tapi, dia galau gundah gulana karena mereka sangat antusias ingin pergi ke Coutra sementara Lino takut ketinggian, meski dia membeli sayap itu dan bisa terbang, bukan berarti ketakutannya akan ketinggian bisa hilang begitu saja.


[Anda bisa belajar untuk mengatasinya]


“Maksudmu?”


[Coba belilah skill terbang agar anda tidak khawatir akan jatuh, karena sudah memiliki skill terbang]


Kemudian sistem menunjukkan harga dari skill tersebut, hanya 200 koin sih. Jadi Lino langsung membelinya.


“Hanya begini saja?”


[Sebelum terbang nanti, minumlah ramuan khusus untuk menenangkan dan membuat anda lebih rileks]


Sistem benar juga, yang membuat Lino takut adalah karena dia tegang dan tidak tidak rileks, jika sudah rileks, mungkin dia bisa mengatasi ketakutannya sedikit demi sedikit.


Sistem menunjukkan ramuan yang dimaksud.


Ramuan itu berwarna hijau toska campur ungu dengan kerlipan perak, ramuan penenang, harganya 40 koin.


Lino berharap, dengan begini dia bisa mengatasi ketakutannya akan ketinggian dan bisa terbang dengan baik.


“Bang Lino!! Lihat aku bisa terbang!!”


Lino mendongak, melihat Sam, Luna dan Felly sudah terbang bersama Hanna beberapa meter dari permukaan tanah.


Sam memiliki sayap hitam dengan aksen merah juga tanduk merah, Luna memiliki sayap putih dengan aksen pink dan tanduk yang juga pink, sementara Felly memiliki sayap kuning dengan aksen emas lalu tanduknya berwarna jingga.


Mereka memiliki sayap yang cantik.


Lino tersenyum melihat mereka bersenang-senang di atas sana.


.

__ADS_1


.


__ADS_2