
.
.
Lino membuka matanya perlahan, saat ini dia merasa jauh lebih ringan dari sebelumnya. Seingat dia terakhir kali dia sadar adalah memuntahkan sesuatu di kamar mandi, kemudian setelahnya dia tidak terlalu sadar. Dia ingat Ara datang untuk menyembuhkan Lino, tapi setelahnya Lino ketiduran.
Lino memeriksa ponselnya yang terletak di atas meja di samping ranjangnya.
Jam menunjukkan pukul empat pagi.
Oh iya... ini hari sabtu, anak-anak sudah libur sekolah dan Lino juga sudah mendapatkan semua syarat untuk memasuki gerbang ke wilayah iblis.
Lino menoleh pada Hanna yang tertidur pulas di sampingnya, kemudian dia tersenyum dan menyibak helaian rambut yang menutupi wajah Hanna.
Setelah itu Lino memeriksa sistemnya, ada sesuatu yang menarik perhatian Lino di notifikasi, Lino membuka halaman notifikasi. Dahinya berkerut heran melihat isi notifikasi yang belum Lino lihat.
[Tiket gacha telah hangus]
Maksudnya apa ya? Jelas-jelas Lino mendapatkan Rin saat memutar gacha, aneh sekali.
Sudahlah, tidak perlu terlalu dipikirkan.
Mengabaikan itu, Lino membuka laman kotak penyimpanan untuk mengeluarkan buku rahasia.
“Aku sudah memiliki semua persyaratan, apa kita bisa berangkat hari ini juga?”
Buku itu terbuka sampai di halaman kosong, lalu sebuah tulisan muncul.
‘Tentu saja! Saat kalian sudah siap berangkat, katakan saja padaku, aku akan membukakan portalnya untuk kalian’
Lino tersenyum membacanya.
“Setelah itu semua ini bisa berakhir kan?”
‘Itu tergantung, kamu harus membuat kesepakatan dengan Raja Iblis’
‘Dia yang tau bagaimana cara menghentikan semua ini’
Tidak bisa dipungkiri Lino gelisah sekarang, bagaimana jika Raja Iblis tidak menyukainya? Bagaimana jika dia terlanjur sakit hati dan tidak ingin menghentikan bencana karena dia masih marah pada dewa?
Lino memiliki banyak pertanyaan dalam pikirannya.
‘Kamu tidak ingin mengetahui rahasia tentang keluargamu? Aku bisa memberitahumu sekarang’
Lino menutup buku itu “tidak, aku belum siap” setelahnya Lino kembali menyimpan bukunya di dalam kotak penyimpanan.
Setelah itu Lino pergi ke kamar mandi untuk cuci muka, kemudian keluar dari kamarnya dan melihat Sam sudah ada di ruang tengah.
“Sam?” panggil Lino.
Sam segera tersadar dari lamunannya, ia menyimpan cangkir teh hangat yang tadinya ia pegang, lalu berjalan cepat ke arah Lino kemudian memeluknya erat.
“Kamu kenapa? Mimpi buruk?” tanya Lino, ia heran saja tumben sekali Sam seperti ini, ia makin heran mendengar Sam terisak pelan.
“Sam? Kau menangis?” Lino kembali membawa bocah itu duduk di ruang tengah, Sam menghapus airmatanya dengan lengan piyama yang ia kenakan.
“Kamu kenapa?”
Sam menggeleng “Aku takut...”
“Takut apa? Ada aku dan yang lain disini, jangan takut lagi” Lino
__ADS_1
“Aku takut bang Lino kenapa-napa.. terus, aku juga khawatir setelah nanti masuk wilayah iblis” kata Sam.
Lino tersenyum kecil “Apa yang kau takutkan sebenarnya? Aku baik-baik saja”
“Semuanya... aku takut tentang banyak hal”
Lino mengusak rambut Sam hingga jadi berantakan, tapi kemudian dia rapihkan lagi.
“Aku juga takut dengan banyak hal, aku takut.. pada sesuatu yang belum ku ketahui, tidak siap untuk menerimanya, sama sepertimu”
Sam kembali memeluk Lino “Bang Lino, aku boleh tetap tinggal denganmu kan?”
“Bagaimana jika orangtuamu melarang?”
“Kalau begitu kita tidak perlu kesana, biarkan saja seperti ini”
Kata-kata Sam membuat Lino tersadar, ternyata dia juga pengecut, tidak ingin mengetahui masa lalunya dan malah ingin menghindarinya.
“Kau tidak ingin menyelamatkan semuanya? Bukan hanya kita manusia, tapi para makhluk mistis juga menderita, kau sudah tau itu saat melawan kerajaannya Ara kan? mereka sangat menderita Sam”
“Aku tau tapi.. maafkan aku, aku tiba-tiba merengek padamu seperti anak kecil, baiklah, kita bisa masuk”
“Kau yakin? Bukankah kau takut?”
“Aku tidak mau membiarkan yang lain menderita karena keegoisanku”
Lino tersenyum “Kau anak yang baik dan kuat, aku bangga padamu”
Semoga saja nanti Lino juga memiliki keberanian untuk mengetahui semuanya.
Kemudian Lino menepuk pipi Sam dengan kedua tangannya menekannya hingga bibir Sam mengerucut seperti ikan.
“Semangatlah! Mau jalan-jalan dulu? Sambil olah raga” tawar Lino.
“Lalu kenapa? Kita bisa membeli bubur sumsum hangat”
“AYO!!!”
Sam pun berteriak dengan semangat hingga membangunkan seseorang yang tengah tertidur pulas. Salah satu pintu kamar terbuka, menampilkan Xia yang baru bangun.
“Aku mendengar ada yang mengatakan bubur”
Lino dan Sam terkekeh mendengarnya, ternyata dia bangun karena mendengar nama makanan.
“Kalo mau ikut cuci muka dan siap-siap” kata Lino
Xia pun mengangguk cepat lalu kembali ke kamarnya dan bersiap, ngomong-ngomong dia sekamar dengan Felly, mungkin kalian lupa.
“Hehe dia lucu sekali” celetuk Sam, Lino segera menoleh padanya, menatap Sam dengan tatapan curiganya.
“Tumben.. kau sudah makin akrab dengannya ya?”
Sam berhenti terkekeh lalu berdehem sebentar “Ehem – apa sih, enggak kok”
“Gak usah sok jaim, aku jodohin kalian baru tau rasa”
“Ish kalo mau jodohin jangan sama dia dong!”
“Emang kenapa? Dia cantik, seorang putri.. kau juga seorang pangeran, kalian cocok”
“Enggak”
__ADS_1
***
Akhirnya semuanya siap, mereka sudah sarapan, mandi dan berganti pakaian dengan pakaian terbaik.
Mereka berkumpul di atap gedung apartemen, agar mudah bagi buku rahasia untuk membuka portal.
Lino menyerahkan persembahan yang dibutuhkan seperti 100 core tingkat tinggi dan juga 10 senjata. Setelah semuanya diserahkan, portal berubah semakin besar dan tekanan energinya semakin kuat.
‘Kalian harus segera masuk’
Sebuah suara misterius terdengar, tapi Lino tau itu berasal dari buku.
Setelah meyakinkan diri merekapun
masuk ke dalam portal.
Dunia sudah berubah, semuanya terasa gelap dan suram. Berbagai tanaman unik tumbuh di sekitar sana, bangunan yang terlihat pun juga unik.
Beberapa iblis terlihat terbang menggunakan sayap-sayap hitam mereka.
Semuanya terpana dengan pamandangan yang ada, kecuali Alpha yang sudah sering melihat semua itu.
“Kita sudah berada di wilayah iblis? Keren sekali!” kata Sky, tidak henti-hentinya dia memotret semua yang terlihat unik baginya menggunakan kamera ponsel terbaik. Untungnya ponsel tetap bisa digunakan, meski tidak dapat dipercaya, signal juga masih kuat disana.
Jika begini caranya Sky yakin dia bisa live streaming, tapi tentu saja dia tidak sebodoh itu untuk melakukannya, walaupun dia merupakan pangeran negri ini sekalipun.
“Setelah ini apa yang harus kita lakukan?” tanya Lino entah pada siapa, karena tidak ada satupun dari mereka yang mengetahui jawabannya.
[Pergilah ke istana Iblis]
Akhirnya ada yang bisa menjawab.
“Bisa kau tunjukkan map menuju ke sana”
[Tentu]
Kemudian sebuah map muncul, tempat dimana mereka berada terlihat berwarna-warni. Lino kuning pucat, Hanna hijau, Felly kuning keemasan, Luna putih, Sam merah, Sky biru, Darko hitam, Alpha abu-abu, Randy transparan, Xia pink dan Ara toska.
Lalu istana Iblis terlihat beberapa kilo dari tempat mereka berada.
Buku rahasia kembali berada di tangan Lino, jadi dia kembali memasukkan buku itu ke dalam kotak penyimpanan biar aman.
Karena setelah Lino memeriksa dan mempelajari map menuju istana iblis jalannya sudah bagus dan mulus, jadi tidak ada salahnya mereka menggunakan mobil.
Untungnya Lino tadi pagi berpikir untuk memasukkan mobilnya ke kotak penyimpanan, motor milik Lino dan Felly juga masuk sana. Tidak tidak menyangka akan dibutuhkan saat ini.
Jadi Lino mengeluarkan mobil van agar mereka bisa cepat sampai istana iblis.
Darko yang mengemudikan mobilnya, Lino juga ada di depan, agar Darko juga dapat melihat mapnya.
“Apa orang-orang disini tidak akan heran melihat mobil kita?” tanya Sam.
“Aku tidak peduli, yang penting kita cepat sampai tujuan” sahut Lino.
Oh iya, karena mobilnya hanya muat untuk delapan orang, akhirnya Alpha berubah menjadi anak anjing siberian huski, Xia berubah menjadi rubah merah muda. Jika Alpha duduk tenang di pangkuan Felly, beda lagi dengan Xia yang memaksa untuk duduk di pangkuan Sam.
Kalau Hanna sudah berubah mengecil seperti peri dan duduk di bahu Lino, ukuran Hanna hanya sepuluh centi, dia pun terasa ringan.
Mobil melaju dari pinggir hutan iblis yang gelap tempat mereka berada, menuju istana iblis yang besar dan megah.
.
__ADS_1
.