Sistem Pemburu: Penjinak Monster

Sistem Pemburu: Penjinak Monster
Persik putih yang familiar


__ADS_3

.


.


Pada akhirnya, mereka semua memutuskan untuk pergi ke cloutra. Karena itu, Darko dan Sky juga ikut mengaktifkan sayap mereka.


Darko memiliki sayap dan tanduk hitam, sedangkan Sky memiliki sayap biru dengan aksen putih serta tanduk putih.


Selain itu, Xia bisa terbang, dia bisa melayang dalam bentuk manusianya, maupun dalam bentuk rubah, mereka memiliki kemampuan untuk terbang dengan suatu sihir yang hanya dapat digunakan bangsa rubah merah.


Alpha juga bisa terbang dengan sihir hitam yang dia miliki, sihir hitam itu dapat berubah bentuk menjadi sayap abu-abu.


Lalu Ara dan Randy... tentu saja tidak bisa terbang, jadi Lino membelikan sepasang sayap serta skill terbang untuk mereka.


Sayap yang bisa dibeli ada bermacam-macam bentuk dan jenis. Ada sayap burung, ada sayap kelelawar, sayap kupu-kupu, sayap capung dan lain-lain. Semua sayap harganya sama, 1500 koin.


Ara memilih sayap kupu-kupu karena bentuk dan warnanya sangat cantik, dia memilih yang warna tosca-lylac dengan kerlipan perak. Sedangkan Randy memilih sayap capung yang simple dan transparan.


Lalu Lino.. dia memilih sayap burung karena lebih besar dan kokoh, warnanya putih. Lino memilih itu karena masih takut.


Bahkan saat yang lain, termasuk Randy dan Ara sudah bisa terbang, Lino malah masih ragu.


Hanna dan Luna mendekati Lino, membujuk Lino agar mau ikut terbang.


“Kami akan memegangimu” kata Luna


“Kalau kamu mau, aku bisa menggendongmu” kata Hanna dengan wajah jahil.


“Gak mau, yang ada aku jatuh nanti!” tolak Lino


“Bang Lino ayo!! Aku pengen liat cafe peri!!” teriak Sam dari atas sana


“Aku penasaran dengan cloud puff” sahut Felly.


Saat mereka minta ijin pada Raja dan Ratu untuk pergi ke cloutra, Ratu memberitahu jika ada produk baru yang sedang tren di Cloutra, yaitu cloud puff. Itu adalah roti yang sangat ringan dan lembut, warnanya juga putih, mirip dengan awan, banyak juga manusia yang menyebutnya roti awan setelah diimpor ke negri manusia.


“Cloud puff pasti enak diminum bersama nexie atau spectra” sahut Hanna.


“Aku lebih suka spectra!” teriak Xia semangat.


Specra adalah minuman khusus bangsa peri yang juga sedang trend beberapa tahun terakhir, karena itu Hanna, Xia dan Alpha mengetahuinya. Kalau Ara tidak mungkin tau karena dia hidup di lautan. Spectra sebenarnya adalah campuran dari nexie dan juga beberapa sari buah, karena itu warnanya jadi warna-warni seperti pelangi.


Karena Lino tidak tega pada mereka yang sudah memohon-mohon seperti itu, jadi Lino memberanikan diri untuk mencoba terbang.


Lino sudah meminum ramuan penenangnya, perlahan tubuh Lino jadi rileks dan tenang, jadi ia segera terbang, masih dipegangi Luna sih.


Setelah Lino sudah terbang sampai beberapa meter diatas permukaan tanah Luna melepasnya. Lino memberanikan diri untuk melihat ke bawah.


Karena dia sudah tenang dan rileks, rasa takut itu sudah sedikit berkurang, jantungnya masih berdebar tapi Lino pikir ini sudah lebih baik. Lino terus meyakinkan dirinya bahwa ia baik-baik saja... ia tidak akan jatuh, ini tidak menakutkan.


Saat debaran jantungnya mulai normal, akhirnya Lino bisa terbang bersama yang lain menuju Cloutra.


Pertamanya mereka tidak langsung ke Cloutra, namun ini juga negri atas awan, tapi wilayah Devland... awan hitam. Jika mereka masuk coutra dari wilayah Devland ini mereka tidak akan membayar pajak.


Karena jika penghuni wilayah lain harus membayar pajak untuk masuk ke Cloutra, tidak mahal sebenarnya, hanya satu koin perak besar saja. Akan tetapi merekaa masih haru di tahan beberapa lama untuk mengurus surat ijin masuk.

__ADS_1


Agar tidak memakan banyak waktu, tentu saja mereka masuk lewat awan hitam. Karena penduduk Devland yang boleh masuk ke Cloutra sudah terjamin.


Ternyata di atas awan hitam terdapat kota, kota di atas sini juga sama gemerlapnya dengan kota yang ada di bawah, yang membedakan hanya di atas sini ada para succubus, baik wanita atau laki-laki. Tapi kebanyakan succubus yang terlihat para wanita sih.


“Mereka itu apa? Kenapa tidak boleh mendekati kita?” Tanya Sam.


Karena saat ini para pengawal kerajaan Devland menahan para succubus yang berniat ingin mendekati kelompok Lino.


“Itu succubus bukan? Mereka suka menggoda makhluk lain agar bisa menyerap energi sihirnya – ku rasa bagus untuk kak Darko jika sihirnya kembali –mpp” Darko membekap mulut Randy karena sudah kesal.


“Kau ingin mengumpankanku pada succubus? Termakasih ya, kau BAIK sekali” balas Darko dengan mekankan kata ‘baik’.


Randy terkekeh setelah Darko melepas bekapannya.


Sam, Felly, Xia, Hanna dan Ara tidak mengerti dengan apa yang Randy dan Darko maksud, mereka menatap Lino minta penjelasan tapi Lino pura-pura tidak melihat. Malas menjelaskan hal-hal seperti itu pada para bocah.


“Kalau di dunia manusia itu seperti pelac – oh oke.. aku diam” Sky ketakutan setelah Lino memelototinya.


“Pela apa aku ingin tau!!” tantut Xia


“Lihat!! Itu Cloutra sudah kelihatan!” Lino menunjuk ke gerbang, disana terlihat wilayah Cloutra yang yangjauh berbeda dari wilayah awan hitam yang gelap. Wilayah Cloutra tentu saja terang dengan awan-awan putih, sinar, kerlipan, warna-warna cerah dan indah.


Tentu saja pengalihan Lino berhasil, mereka terlihat gembira.


Tidak ada satu menit, mereka sudah berlarian menuju Cloutra, decak kagum terdengar dari mereka semua.


Beberapa jenis peri terlihat berlalu-lalang disana, ukuran mereka juga bermacam-macam.. sayap mereka juga warna-warni dengan berbagai bentuk.. sangat indah.


Hanna kembali berubah menjadi peri dengan ukuran kecil agar bisa sama dengan peri-peri lain disana, tapi Hanna tetap paling mencolok mengingat dia adalah peri bunga, jadi dia memiliki hiasan bunga-bunga di kepalanya dan juga gaunnya.


Sepanjang hari itu mereka mengunjungi berbagai cafe, membeli banyak cloud puff untuk dimasukkan ke kotak penyimpanan Lino, biar jika mereka ingin makan lagi tidak susah. Karena cloud puff roti yang sangat ringan, jadi makan satu tidak akan cukup.


Mereka sampai pergi ke pabriknya langsung untuk membeli banyak sekali cloud puff, yang terbeli adalah sekitar 1000 roti, Lino membayarnya dengan satu koin emas saja. Murah meriah.


Bagi Lino..


Itu sama saja dengan membeli seribu roti dengan harga 500 ribu bukan? Menurut kalian apakah itu murah? Karena satu roti jadinya 500 rupiah saja.


Itu pun Lino membayar dengan harga segitu sudah mendapat diskon 50%.


Berarti aslinya seribuan ya.


Selain cloudpuff, Lino juga memborong spectra.. tapi, karena spectra manis sekali.. jadi yang suka hanya para perempuan dan Sam. Sam ini memang penyuka segala, dia bisa suka americano yang pahit, tapi dia juga bisa suka sesuatu yang sangat manis.


Kalau Lino sendiri kurang suka, yah.. suka sih, tapi mungkin sehari cukup satu gelas saja, atau bahkan tiga hari satu gelas. Lino masih lebih suka nexie yang tidak terlalu manis.


Tapi, Lino memborong sepectra sampai 50 botol yang satu botolnya berisi satu liter.


Tidak hanya itu, mereka juga menemukan berbagai camilan baru yang unik. Ada permen peri yang berbentuk sayap kupu-kupu, itu hanya seperti lollypop dengan bentuk kupu-kupu, hanya saja sayapnya bisa bergerak dan berkerlip jika tidak dimakan.


Ada juga toko yang menjual berbagai buah-buahan.


Lino mendekati toko buah tersebut, dia menemukan buah yang unik.


Itu buah persik, namun warnanya putih.

__ADS_1


Anehnya, padahal Lino yakin baru pertama kali ini melihat buah itu.. tapi kenapa ia merasa familiar dengan buah itu.


Lino menyentuh satu buah persik putih, bahkan memegangnya seperti ini juga familiar.


“Itu harganya hanya satu perak kecil untuk satu kilo” kata peri yang menjual di toko buah.


“Apa disini ada pohonnya?” tanya Lino.


“Pohon persik putih? Tentu saja, ada di hutan peri.. tidak hanya persik putih, buah-buah lain juga ditanam disana, kalau kau kesana akan disuruh membeli tiket, kalau sudah membeli kau bisa dengan leluasa menjelajahi hutan, tapi kau akan diawasi oleh peri penjaga. Kau boleh memetik dan memakan buah disana sepuasnya. Tapi jika ingin membawa pulang, kau harus bayar, oh iya.. mereka juga memperjual belikan bibit atau benih jika kau ingin menanamnya sendiri di halaman rumahmu, tapi tentu saja harganya sangat mahal. Satu benih berharga 2000 koin emas” jelas peri penjual.


Tentu saja Lino shock mendengarnya.


Dua ribu koin emas lho... itu kalau dirupiahkan ada berapa itu? Satu miliar?


Gila.


Tapi... Lino jadi tertarik untuk mengunjungi hutan peri.


Lino pun membeli buah tersebut dengan harga satu koin perak besar, jadi Lino mendapat sepuluh kilo.


“Aku suka buah ini! Ini bagus untuk kecantikan” kata Hanna


“Oh ya?” sahut Felly, dia segera memakan buah itu dengan lahap.


“Benar, bisa membantu mencerahkan dan menyehatkan kulit, juga membantu mengeluarkan lemak-lemak tidak berguna... pokoknya bagus banget khasiatnya” sahut Xia.


“Ada banyak produk kecantikan memakai persik putih” kata Ara.


“Ini juga bagus untuk memasak daging, daging yang alot bisa jadi empuk” sahut Alpha.


“Sepertinya buah ini sangat berguna ya, tidak heran harga benihnya selangit” kata Lino.


“Memang harganya berapa master?” tanya Sky


“Jika dirupiahkan jadi satu miliar” jawab Lino.


Mendengar itu merekapun terkejut.


“Aku tidak tau benihnya semahal itu” Hanna.


“Aku juga baru tau” Alpha.


“Mau lihat pohonnya langsung? Ayo ke hutan peri” ajak Lino


“MAU!!” teriak mereka antusias


“Aku ingin tau pohon satu miliar bentuknya seperti apa” Luna


“Aku juga.. itu satu miliar satu benihnya aja lho.. kalau sudah bibit yang besar bagaimana ya?” gumam Randy


“Mungkin dua miliar” sahut Sam.


.


.

__ADS_1


__ADS_2