
.
.
Lino dibawa ke sebuah istana.
Istana itu sangat besar, didominasi warna putih dengan hiasan tanaman merambat di beberapa tembok dan tiang, warna putih dan hijau ada dimana-mana. Seharusnya terasa sejuk dan menyenangkan.
Jika saja tangan Lino tidak diikat dengan sulur yang begitu kuat.
Dia sedang diadili di depan kursi tahta Raja, hampir semua pasukan per bunga ada di ruangan yang sangat luas ini. Hanna juga ada, masih dukurung dalam sangkar putih, diletakkan di sebelah kursi tahta Raja.
Ada pula yang sepertinya dia adalah Ratu, duduk di sebelah Raja, akan tetapi dia terlihat licik dan sudah seperti ibu tiri, dia juga terlihat senang melihat Hanna berada dalam sangkar.
Lino tidak tau apa yang sedang terjadi dalam kerajaan monster bunga ini, yang pasti dia tau ini tidak akan mudah.
Raja itu sangat kuat, memiliki sihir hebat yang bisa membuat Lino tidak dapat berkutik. Lino bersyukur otaknya masih dapat bekerja dengan baik dan masih sadar sepenuhnya. Jadi dia dapat memutar otak mencari akal, bagaimana cara keluar dari situasi ini.
Dia bisa saja menggunakan gerbang untuk berteleportasi untuk keluar dari dungeon ini. Namun bagaimana dengan Hanna? Dan juga.. dungeon ini harus terselesaikan segera.
Lino memang tidak menyukai pemburu rank S atau A di kotanya yang kebanyakan sombong dan suka merendahkan dirinya yang dulu rank F. Akan tetapi bukan berarti Lino suka mereka mati sia-sia melawan para monster bunga yang puluhan kali atau ratusan kali lebih kuat dari mereka.
Jadi, Lino tidak boleh menyerah dulu.
Dia yakin ini hanya kesalahpahaman saja, pasti ada caranya meluluhkan Raja.
“Sekarang jelaskan kenapa kau menculik putri kami” kata Raja itu.
Lino pikir dulu saat pertama bertemu Hanna dan Hanna bilang dia seorang putri itu hanyalah omong kosong, tapi ternyata Hanna tidak berbohong sama sekali.
“Saya harus bilang berapa kali? Saya tidak menculiknya” Lino
“Jangan bohong!” teriak pemimpin yang sudah babak belur setelah berkelahi dengan Lino
“Diam! Aku tidak menyuruhmu bicara” ucap Raja dengan nada dingin, pemimpin tadi pun terdiam dan menunduk patuh “Maaf ayahanda”
Lino shock dong, dia memanggil Raja ayah juga. Lino tidak mengerti, apa dia pangeran kerajaan ini? Saudaranya Hanna begitu?
“Jika kau tidak menculiknya, kenapa kau membawa putri ku ke duniamu dan mempengaruhinya? Kau pemburu kan? Kau pasti berniat buruk pada putriku, kau kemari juga pasti ingin membunuh kami semua, bukan begitu?”
Yah... dia tidak salah sih. Tapi itu kan sebelum Lino tau jika yang di dalam dungeon itu mereka, maksudnya... Lino tau dia tidak ada apa-apanya dibandingkan monster bunga, terutama Raja itu.
Ini jadi serba salah, di satu sisi Lino harus mengalahkan mereka semua, di satu sisi lagi mereka keluarga Hanna, Hanna pasti kecewa padanya jika dia membantai keluarganya.
Apalagi monster jenis Hanna ini beda dengan Alpha dan pasukannya, mereka lebih cerdas dan hampir seperti manusia dan dapat berpikir dengan jernih, apalagi mereka jauh lebih kuat.
Bahkan Hanna pernah bilang peri bunga sepertinya jauh lebih kuat dari bangsa elf yang dikenal cerdas dan kuat.
Jadi, Lino pikir, suatu saat Hanna bisa saja melawan Lino jika Lino membuatnya kecewa, apalagi saat ini Lino masih lebih lemah dari Hanna.
Beda lagi jika Lino sudah kuat.
Kenapa pula hal in seperti ini harus terjadi saat dia masih lemah.
“Master tidak seperti itu ayah! Master merawatku dengan baik!” teriak Hanna. Sepertinya kurungan itu sangat kuat, hingga Hanna tidak bisa keluar dari sana.
“Diam kau! Ini akibatnya jika kau memilih pergi dari kerajaan seenak hatimu! Kau dijebak oleh manusia yang kejam dan menjadi tahanannya!” balas Raja.
“Ayah pikir aku keluar karena keinginanku? Istri barumu yang mengusirku!” Hanna
“Dengar itu sayang, putrimu malah menyalahkanku, padahal aku sudah baik menghentikanmu membunuh pria itu setelah apa yang dia lakukan pada putraku” kata Ratu yang terus bergelayut manja di lengan Raja.
Idih.
__ADS_1
Lino rasanya ingin mengumpati si Ratu, padahal anaknya tadi kan yang menyulut emosinya, dia babak belur karena perbuatannya sendiri, memangnya dia pikir Lino akan diam saja jika terus diserang dan dituduh yang tidak-tidak?
“Ayah berhenti percaya padanya! Aku ini putri kandungmu... aku juga sudah memilih untuk pergi, jadi biarkan aku pergi dan bahagia dengan master” Hanna mulai menangis, tapi dia tidak terisak sama sekali.
Lino bisa melihat airmata yang mengalir di pipinya.
Sepertinya hidup Hanna sebelum bertemu dengan Lino sangat sulit, sama seperti hidup Lino sebelum bertemu dengan Hanna.
“Denngar itu dia malah berpihak pada manusia” ucap Ratu lagi.
“Master beda dengan manusia lain.. dia menyayangiku, dia memberiku makan, dia menyanyikan lagu selamat tidur dan memelukku saat tidur, master orang baik” kata Hanna lagi.
Lino ingin berkata ‘Tidak, kau yang memaksa untuk memelukku Hanna’ tapi, tentu saja dia tidak akan mengatakannya.
“Apa benar semua ucapanmu itu?” tanya Raja
“Ayah tidak percaya padaku? Aku... sangat mencintai master” Hanna kembali menangis, kali ini lebih keras.
Mendengar itu jadi tidak tega, Lino ingin melepas ikatannya dan berlari untuk mengeluarkan Hanna dari sana lalu memeluknya erat.
Tapi ikatan ini sangat kuat, dan level Lino masih jauh di bawah Raja, jadi tidak ada yang bisa dia lakukan selain diam dan menatap Hanna dengan tatapan haru.
“Sayang, jangan percaya padanya, dia hanya pura-pura, bisa saja dia membawa manusia itu untuk menghancurkan kita! Dia ingin balas dendam pada kita” kata Ratu lagi.
Kali ini Raja melepas lengan Ratu dan menatapnya kesal “Kenapa putriku harus melakukan itu? Ini adalah kerajaannya, dia juga yang akan meneruskan tahta kerajaan, tidak mungkin dia ingin menghancurkan kerajaannya”
“Apa? Bukankah harusnya putraku yang meneruskan tahta?”
“Dia sangat lemah, lihat saja dia dapat dikalahkan dengan mudah oleh seorang manusia, dan aku juga tidak merasakan niat membunuh dari manusia itu, aku mempercayai putriku”
“Ayolah, jangan bertindak bodoh!”
“Jadi kau pikir aku bodoh? Hal terbodoh yang ku lakukan hanyalah mengangkatmu jadi ratu dan membiarkan kau mengusir putriku! Pengawal, tangkap dia!”
Ratupun ditangkap oleh pengawal yangbmemiliki badan jauh lebih besar bahkan dari pada Raja, meski begitu siapapun juga tau, Raja jauh lebih kuat dari mereka.
Raja mengeluarkan putrinya dari kurungan.
“Maafkan ayah putriku...”
Hanna memeluk ayahnya erat “Ayah... ayah mempercayaiku?”
Raja tersenyum “Tentu saja, kau putri ayah”
“Jadi, ayah akan melepaskan master kan?”
Raja mengangguk “Tentu saja, tapi dia harus menikahimu”
DEG
Lino terkejut, tentu saja.
Hanna menoleh pada Lino “Menikah? Ayah... master adalah manusia, dia – tidak mungkin mau menikahiku”
“Kalau begitu, aku harus membunuhnya”
“Tidak!! Jangan ayah... jika master mati, aku akan ikut mati, aku memiliki kontrak darah dengan master”
“Apa kau bodoh? Kenapa kau melakukannya?”
“Tapi... berkat itu, aku tidak mati karena sekarat”
“Putriku... maafkan ayahmu yang tidak becus ini”
__ADS_1
Mereka kembali berpelukan, mendadak suasana haru memenuhi ruangan itu.
Mungkin Lino juga akan ikut terharu jika saja dia tidak shock karena kata ‘menikah’ tadi.
Haruskah dia menikahi Hanna? Hanna bilang dia mencintai Lino.
Tapi, Hanna adalah monster, seharusnya pemburu seperti Lino harus membunuh monster sepeti Hanna.
Akan tetapi, jika bukan karena Hanna Lino tidak akan menjadi seperti sekarang.
Meski begitu, Lino tidak mungkin menikahi Hanna hanya karena balas budi atau kasihan saja, Hanna juga akan tersakiti jika Lino melakukannya.
Bagaimana ini?
SRET
Sulur yang mengikat tangan Lino terlepas.
Hanna datang menghampirinya dan memeluknya “Master.. maaf ya, aku malah menempatkan master dalam posisi seperti ini”
“Hanna... apa kau akan tinggal dan tidak akan bersama denganku lagi?”
Hanna mengedip-ngedipkan matanya, menatap Lino tidak mengerti “Tidak juga, aku akan tetap bersama master”
“Kenapa? Bukankah ini adalah rumahmu?Kasihan ayahmu jika kau meninggalkannya lagi”
Hanna menggeleng pelan “Aku akan bersama dengan master, karena aku sangat mencintai master”
“Jangan keras kepala, bagaimana jika aku menghianatimu dan jatuh cinta pada orang lain? Bagaimana jika aku hanya memandangmu sebagai monster?”
Hanna kembali menggeleng dan tersenyum kecil “Master tidak pernah menganggapku seperti itu kan? Aku bisa merasakannya, tidak apa meski master tidak mencintaiku, aku bahagia hanya dengan bersama denganmu”
Lino menarik Hanna ke dalam pelukannya “Hanna, jangan bodoh, aku ini manusia. Manusia itu licik dan serakah, mereka mudah menghianati satu sama lain, apalagi makhluk asing sepertimu, jangan terlalu percaya padaku”
“Tidak, kau berbeda master... kau memperlakukanku dengan lembut dan penuh kasih sayang, aku tau kau tidak seperti itu”
“Hanna bodoh”
“Aku memang bodoh”
“Jika aku menikahimu, apa yang akan terjadi?”
Hanna melepaskan pelukan mereka, menatap Lino bingung “Master mengasihaniku?”
Lino tidak menjawab, dia malah menoleh pada Raja “Saya bersedia menikah dengan putri anda”
Rakyat-rakyat kerajaan peri bunga langsung heboh mendengarnya.
Raja tersenyum “Aku sudah menduganya, kau juga mencintai putriku, dengan begini aku tidak perlu khawatir dengan tahtaku”
Lino kembali menatap Hanna “Apa maksudnya itu?”
“Jika kau menikahiku, kau akan menjadi raja selanjutnya setelah ayahku, karena aku penerus tahta kerajaan”
“Hah? Tapi.. aku manusia”
“Master akan mendapatkan kekuatan kami jika menikah denganku”
Lino terdiam, tidak tau harus berkata apa.
Tapi ayahnya Hanna mungkin tidak salah, tanpa Lino sadari dia mulai mencintai Hanna... dia sangat menyayangi Hanna.
.
__ADS_1
.