Sistem Pemburu: Penjinak Monster

Sistem Pemburu: Penjinak Monster
Kisah sedih anak kembar


__ADS_3

.


.


Sam dan Luna sejak mereka sudah mengerti tentang dunia, bisa berbicara dan berpikir dengan baik, mereka sudah berada dalam pengawasan asosiasi. Mereka diperlakukan baik, tinggal di apartemen mewah, apapun yang mereka inginkan akan dituruti, tapi tidak ada kasih sayang.


Mereka dulu memiliki baby sitter yang mengurusi mereka sampai umur tujuh tahun, tapi dia kemudian di pecat karena pihak asosiasi menemukan baby sitter tersebut memanfaatkan anak kembar itu untuk keuntungan pribadinya.


Jadi setelahnya tidak ada baby sitter lagi, lagipula saat itu anak kembar sudah bisa mengurus diri sendiri, terutama Luna. Jadi asosiasi hanya memberikan pembantu untuk membersihkan apartemen dan memasak untuk mereka.


Mereka berdua mulai sekolah saat umur tujuh tahun, keduanya dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Namun anak-anak lain memandang mereka berbeda dan aneh, karena Luna terlihat seperti albino dengan rambut perak dan mata abu-abu muda, lalu Sam juga aneh karena salah satu matanya berwarna merah.


Tentu saja mereka dikucilkan, tapi karena mereka memiliki satu sama lain sebagai sandaran mereka merasa baik-baik saja.


Namun suatu hari mereka tumbuh semakin besar, mereka memiliki wajah yang rupawan dan penampilan yang menarik perhatian siapapun, banyak orang yang mulai mendekati mereka.


Akan tetapi, saat itu mata kiri Sam yang berwarna merah mulai memiliki suatu reaksi, dapat mendeteksi ketulusan seseorang.


Semua orang yang mendekati mereka tidak ada yang tulus, Sam sempat mengalami depresi berat, namun ada Luna yang menenangkannya.


“– itu adalah masa yang cukup sulit, karenanya kami harus pindah beberapa kali, mulai dari ke Bandung, sampai kemarin ke Surabaya, asosiasi sampai merasa kesulitan karena Sam tidak nyaman dengan mereka. Kami pindah dari Surabaya karena ada sebuah guild besar yang ingin memanfaatkan kami, mereka mendekati kami tapi, karena Sam bisa mendeteksi niat buruknya, aku dan Sam jadi takut... kami melaporkan hal itu pada ketua asosiasi disana, dan dia memberi kami pilihan untuk pindah, karena itu kami pindah kemari –”


“Tunggu Luna, itu – aku penasaran, apa tidak ada orang-orang di asosiasi yang – yah, tidak semuanya tulus bukan?” tanya Lino, memutus ucapan Luna sebentar.


Luna mengangguk “Ada yang tulus, dan banyak yang tidak tulus, tapi kami sudah memiliki mindset jika orang-orang di asosiasi membantu kami, mereka satu-satunya yang dapat kita mintai pertolongan. Jadi kami hanya memendam sendiri kalau ada orang asosiasi yang berniat buruk. Semuanya juga begitu kan?”


“Tapi kenapa kalian sekarang mau saja satu tim denganku? Dan kalian berdua terus saja mendekati kami, maksudku, aku dan Felly... apa kalian –”


Ucapan Lino terhenti saat Luna menggelengkan kepalanya “Menurut Sam, Felly orang yang sangat tulus, karena itu dia sangat menyukai Felly, Felly dan Randy saja yang kami percayai di kelas, mereka memperlakukan kami dengan baik dan tulus. Lalu, Sam juga sangat menyukai kak Lino”


“Eh? Aku? Tapi – padahal aku sering jutek padanya”


Luna terkekeh “baru kali ini kami menemukan sosok kakak, kak Lino juga tulus memperlakukan kami, kami sangat nyaman bersama kakak, kami tidak pernah punya sosok lebih tua yang dapat melindungi kami, kami baru menemukannya dengan kak Lino”


Luna menundukkan kepalanya, dia menangis tanpa suara. Lino tidak sejahat itu, jadi tentu saja ikut terharu dengan ucapan Luna. Dia tidak menyangka Sam dan Luna memiliki kehidupan yang berat bahkan saat mereka masih kecil.


Tidak memiliki siapapun untuk diandalkan, jadi mereka memilih untuk menyerah dan mengandalkan orang yang mereka tau orang itu sedang memanfaatkan mereka.


Pasti berat sekali.


Lino meraih bahu Luna untuk dipeluknya “Jangan menangis, aku juga ikut sedih... sekarang kalian punya aku, aku akan jadi kakak untuk kalian”

__ADS_1


Luna mendongak lagi untuk menatap Lino, pipi Luna memerah karena menangis, entah mengapa dia terlihat sangat cantik jika menangis, mata abu-abunya berkilauan.


“Kak Lino tidak akan meninggalkan kami kan?”


Lino tersenyum kecil lalu menggeleng “Tidak,


ku harap kita tidak saling meninggalkan satu sama lain”


Kemudian Lino menghapus air mata di pipi Luna dengan ibu jarinya “Berhenti menangis, selesaikan pancake lalu makan dengan yang lain, okay?”


Luna mengangguk pelan “Hmm” kemudian


dia mengusap bekas air matanya dengan lengan bajunya.


“Oh iya, aku punya sesuatu untukmu” Lino mengeluarkan sebuah kotak cantik warna pink dari kotak penyimpanannya.


Luna menerima kotak itu lalu membukanya, dia tersenyum lebar melihat isi dari kotak itu. Sebuah jepit rambut cantik berbentuk kepingan es berwarna biru muda dengan kristal-kristal kecil warna merah muda.


“Itu bukan jepit rambut biasa, itu bisa meningkatkan kekuatan sihir hampir 50% saat sedang menggunakan sihir, tapi khusus untuk elemen es atau air. Jepit itu juga akan otomatis melindungimu saat kau sedang dalam bahaya, bentuk dan warnanya cantik, ku rasa itu akan cocok denganmu” kata Lino.


Luna menutup kotak itu lagi kemudian memeluk leher Lino erat “Makasih kak Lino!!” Lino balas memeluknya “Sama-sama, sekarang, kita berjuang bersama ya?”


“Hiks”


“Aku... hanya terlalu senang”


***


Lino kembali ke apartemennya tidak menggunakan lift, tapi menggunakan sihir gerbang dan langsung ke kamar Felly. Setelah makan pancake sambil nonton film, Felly dan Sam ketiduran di sofa. Jadinya Lino harus repot-repot mengangkat Sam ke kamarnya, padahal Sam lebih tinggi dari Lino, tinggi badan Sam sekitar 183 cm, akan tetapi dia ringan sekali saat Lino mengangkatnya.


Entah Lino yang kuat atau memang Sam yang ringan.


Setelah itu, Lino kembali harus menggendong Felly. Biar tidak repot-repot naik lift atau membuka pintu apartemen, jadi Lino memilih menggunakan gerbang untuk teleportasi.


Lino merenggangkan otot-ototnya yang kaku karena telah menggendong dua bocah.


Keluar dari kamar Felly, Lino baru ingat dia juga harus memberi sesuatu untuk Sam. Dia menepuk dahinya “Bodohnya.. ah, sudahlah, masih ada hari esok – EH???”


Lino shock dong melihat ke ruang tengah, bukan pada bagian Hanna, Xia dan Alpha yang tertidur nyenyak di lantai tergeletak begitu saja, bukan itu!


Tapi pada bagian semua bunga yang mereka tanam.

__ADS_1


Lino hanya membeli beberapa pot saja, jadi tidak semua benih Hanna tanam.


Dia hanya menanam bunga mawar dua pot, tanaman yang seperti tomat satu pot, lalu beberapa bunga lain yang Lino tidak ketahui. Dia memang tidak pernah mencoba menghafalkan nama-nama bunga, yang dia hafal palingan bunga mawar, teratai, melati, sepatu, lily... yang lain tidak hafal.


Tapi semua bunga sangat cantik, mereka tumbuh cukup besar, kira-kira tingginya 30 cm, dan sudah berbunga banyak sekali dan mekar dengan indah.


Kemudian Lino mengangkat pot-pot itu dan menatanya di meja, pojok ruangan, dekat jendela, pokoknya agar lebih rapi saja.


Baru setelah itu Lino memasukkan Xia dan Alpha ke dalam cincin.


Lino tersenyum melihat Hanna yang tertidur pulas di lantai, sepertinya dia bisa tidur dimana saja. Lino mengangkatnya, menggendongnya hingga sampai kamarnya lalu meletakkan di ranjangnya.


Setelah itu baru Lino menutup pintu kamarnya, lalu pergi ke kamar mandi yang ada di dalam kamar, mencuci muka dan menggosok gigi sebentar.


Lino terkejut setelah keluar dari kamar mandi Hanna sudah duduk menatapnya, Dia tersenyum melihat Lino keluar dari kamar mandi.


“Master!”


“Kau sudah bangun? Tidur aja lagi kalo udah ngantuk”


Hanna menggeleng “Nunggu master, master kenapa baru pulang?”


“Aku sudah pulang dari tadi, kau saja yang ketiduran” Lino duduk di sebelah Hanna lalu menarik pinggang Hanna untuk mendekat.


“Master jadi beli lahan yang dijual itu kan?” tanya Hanna


“Iya, aku sudah minta tolong tuan Bagas tadi, untungnya belum ada yang membeli, katanya tempat itu dijual karena angker”


“Angker?”


“Itu.. seperti banyak makhluk halus – hantu, kau mengerti hantu tidak?”


“Bangsa hantu?”


“Hantu ada bangsanya?”


Hanna mengangguk “Mereka termasuk monster tapi sangat sangat lemah, lebih lemah dari slime, mereka transparan dan tembus pandang. Pasti pemburu tidak menyukai mereka, karena tidak akan dapat apapun dari memburu mereka, tapi..”


“Tapi?”


“Tapi mereka suka menyimpan harta karun”

__ADS_1


.


.


__ADS_2