Sistem Pemburu: Penjinak Monster

Sistem Pemburu: Penjinak Monster
Bertemu keluarga


__ADS_3

.


.


Lino berjalan cepat menghampiri sosok dia yakini sebagai ayahnya “Papa!” Lino memeluk sosok itu dengan erat.


“Waktu cepat sekali berlalu.. sekarang kau sebesar ini Lino” kata Felix, ayah Lino.


Lino melonggarkan pelukannya lalu menatap sosok ayahnya dengan mata berair karena entah mengapa dia tiba-tiba menangis, padahal dia tidak mau menangis.


“Lino ini mama”


Lino menoleh, menemukan sesosok wanita yang sangat cantik, masih terlihat seperti gadis belasan tahun, tidak jauh berbeda dengan Hanna tapi entah mengapa Lino bisa mengenali jika wanita itu adalah ibunya, yang katanya sangat mirip dengannya.


Lino segera memeluknya erat “Mama.. maaf Lino terlambat menyelamatkan kalian”


Wanita cantik lain berjalan mendekati Roi dan Reina yang hanya diam membeku ditempat mereka, anak kembar itu masih belum terlalu mengerti dengan apa yang terjadi.


“Roi? Reina?”


Wanita cantik itu dapat mengenali anak kembarnya lalu memeluk mereka.


“Lino, Rin dimana?”


Mendengar pertanyaan dari seorang pria tampan lain yang juga ada disana Lino tersadar dan tersentak.


Lino menatap pria yang kemungkinan kakak dari ayahnya tersebut lekat-lekat, Ayahnya Rin.


“Aku..”


Ingatan Lino kembali pada saat dimana dia – tidak itu Dev! Bukan Rin.


“Mungkin masih perjalanan Chris, nanti Rin akan kemari.. iya kan Lino?” tanya Felix.


Sebenarnya Lino tidak tau dimana Rin berada, apa dia benar bersama pamannya yang bernama Jake dan bibi Layla di Brisbane?


Lino sedikit menjauh dari ayah dan ibunya “Itu.. aku..”


Ucapan Lino terhenti saat teriakan memilukan terdengar dari wanita cantik yang sedang bersama Chris.


“Yue? Kau baik-baik saja?” tanya Chris panik


“Aku.. AAKKHHH!!”


Buru-buru Hanna, Ara dan Xia menghampiri Yue.


“Sepertinya dia hamil” kata Hanna “Karena berada dalam kotak kaca yang waktunya terhenti, pertumbuhan janin juga terhenti, dan sekarang setelah keluar janin kembali hidup” lanjut Hanna.


“Lalu apa yang harus dilakukan?” tanya Chris panik


“Tenang saja kakak tampan, calon bayinya bisa dimasukkan kristal biar aman” sahut Xia


“Benar, kami akan membantu” timpal Ara


Kemudian Hanna mengangkat Yue dengan sulur tanaman yang lembut, lalu dia bersama Xia dan Ara membawa Yue menuju salah satu kamar, Chris yang mengantar mereka menuju kamar yang ada di lantai satu.


“Kita lanjutkan pembicaraannya nanti Lino” kata Felix.


Lino mengangguk setuju.


Mereka keluar dari aula, Lino sibuk di dapur untuk membuatkan makanan bersama Sky dan Alpha. Sedangkan Sam, Felly, Luna dan Darko pergi ke kebun belakang untuk memanen sayur-sayuran dan buah-buahan.


Felix, Lianna, Jini, Roi, Reina dan Subin ada di ruang makan yang menjadi satu dengan dapur, mereka menunggu Lino dan yang lain memasak.


Sambil memasak mereka mendengarkan Felix bercerita apa yang terjadi pada mereka sebelum terkurung.


Sesosok yang tidak kasat mata menyerang mereka, semua orang berlarian sedangkan beberapa orang tidak bisa pergi. Yang tidak bisa pergi adalah keluarga Raynold, seperti Jeffrey, Intan, Chris, Felix, Lianna, Yue dan Jini.

__ADS_1


Orang-orang lain yang waktu itu datang bisa kabur dan keluar termasuk semua pelayan yang ada di rumah ini.


Akan tetapi mereka masih berusaha menyerang sosok itu hingga Jeffrey dan Intan menjadi korban. Mereka meninggal namun jasad mereka melebur menjadi cahaya, kemudian kotak kaca tebal mengurung mereka dan mereka membeku.


Mereka tidak tau jika waktu yang ada disana juga dibekukan.


“Lalu Subin, bagaimana dengan ceritamu dan ibumu? Semua baik-baik saja?” tanya Lianna.


“Karena tidak ingin sesuatu terjadi padanya, kami sengaja membiarkannya pergi, karena kamu harus lahir” kata Felix.


“Benar, jika Subin tidak lahir mungkin aku sudah meninggal” sahut Lino.


“Eh? Apa yang terjadi?” tanya Jini.


“Ibuku tidak baik-baik saja setelah kejadian itu, ibuku juga sempat depresi dan hampir keguguran tapi untungnya ada ayah tiriku. Menurut ibu dia temannya ayah tapi sejak kejadian itu ayah tiriku tidak mengenal ayah sama sekali” kata Subin.


“Siapa nama ayah tirimu?” tanya Felix


“Kim Injoon” jawab Subin


“Kim Injoon siapa ya?” tanya Jini


“Itu Raymond” sahut Felix


Lianna dan Jini terlihat shock mendengarnya, tapi tidak dengan Felix.


Menurut Lino, ayah tiri Subin baik sekali karena mau menikahi ibunya Subin yang sedang hamil. Atau bodoh... tapi mungkin saja itu terjadi karena cinta. Entahlah.


Lino tidak tau keluarganya serumit ini.


“Master cuminya diapain?” tanya Sky yang sudah memotong-motong cumi.


“Ditepung dan digoreng” kata Lino


“Oke!” Sky jadi semangat karena dia paling suka cumi goreng tepung.


“Dia perempuan?”


“Tidak, laki-laki.. namanya Doyoung, dia lucu sekali”


“Syukurlah Subin memiliki keluarga yang bahagia” Felix


“Papa tidak marah?” tanya Subin


“Kenapa harus marah?” Felix malah balik bertanya


“Karena eomma (ibu) menikah lagi”


Felix menggeleng dan tersenyum kecil “Tentu saja tidak, aku juga tidak boleh egois kan? mana mungkin aku meminta ibumu menungguku yang belum tentu bisa selamat ini? Aku bersyukur karena ada seseorang yang mencintainya dan menjaganya”


Lino tersenyum melihat interaksi mereka, entah mengapa dia sangat bahagia.


Makanan sudah siap beberapa menit kemudian, disini sudah hampir malam jadi mereka saat ini makan malam.


Lino, Sky dan Alpha masak banyak sekali, Luna dan Felly juga kembali memasak dengan sayur yang mereka dapatkan. Karena ada banyak sekali penghuni disana.


Mansion ini hidup kembali padahal beberapa jam lalu masih mati dan gersang.


Sekarang semuanya telah kembali hidup dan ceria.


Yue telah berhasil memasukkan janinnya ke dalam kristal dengan bantuan Hanna, Xia dan Ara. Itu adalah kristal merah muda dengan lambang bunga yang cantik.


Lino tidak mengerti dengan lambang itu, tapi dia pikir bayi yang akan keluar pasti perempuan.


Berarti pamannya Chris akan memiliki dua anak perempuan.


Hmm.. masalah Rin, untung pamannya tidak menanyakan hal itu lagi. Kalau ditanya lagi Lino harus bagaimana? Tidak mungkin Lino mengakui yang sebenarnya kan? dia belum bertemu dengan Rin yang asli.

__ADS_1


Saat ini mereka berkumpul di ruang tengah, mengobrol banyak hal sambil nyemil buah persik warna-warni. Bukan maksudnya buahnya berwarna pelangi, tapi Lino menyediakan persik berbagai warna seperti merah, kuning, biru, hijau, ungu, pink dan putih. Kalau kurang tinggal pergi ke Cloutra lagi dan memborong buah.


Oh iya soal buah, mereka tidak jadi mencuri. Bukannya mereka ketahuan atau apa, tapi karena Felly dan Sam tidak sengaja keceplosan, jadinya Lino membayar semuanya dan akan mengurangi uang jajan mereka.


Lino bertanya pada ayahnya kenapa bisa ada pohon persik putih di halaman depan, ayahnya bilang dia mendapatkannya dari hadiah, ayahnya melakukan misi yang sulit dan berhadiah satu benih saja. Ayahnya telah melakukan dua misi makanya ada dua pohon.


Lino juga bercerita tentang ayah adopsinya, ayah Handika, yang meninggal karena kecelakaan. Lino juga menceritakan apa yang buku rahasia katakan padanya, tentang kecelakaan itu yang merupakan ulah dari dark elf suruhan dewa.


Lino juga mengatakan semuanya apa yang terjadi, Hanna juga turut membantu karena dia juga tau banyak, mereka juga menceritakan tentang kelima kristal kembar putra dari Raja iblis, juga cerita tentang perseteruan dewa dengan raja iblis hingga dewa yang menuduh para peri roh berkhianat.


“Jadi yang membuat kita seperti ini adalah dewa di dunia lain?” tanya Chris


“Benar, kalian bisa diserang lalu dikurung dulu karena dewa di dunia ini terhasut oleh dewa dari Ardez, setelah ini aku akan berusaha menyelamatkan para peri roh yang juga terkurung” kata Lino


“Chris, ku rasa peri roh yang Lino maksud itu Charlize, Lexie, Diamond yang yang lainnya – punya Zia apa namanya? Oh iya, Zia dimana?” tanya Felix.


“Dia selamat kan?” sahut Chris


Lino mengangguk pelan “iya tapi..”


“Tapi apa?” sahut Lianna


Ponsel Lino berdering, seseorang menelfonnya.


Zeus


Astaga Zeus!! Lino melupakan bocah itu!


“Halo Zeus?” Lino berdiri untuk menerima telfon, dia berjalan menjauh dari perkumpulan itu.


“Kak Lino kau dimana sih? Aku ada di depan


apartemenmu aku pencet-pencet bel tapi kau tidak ada!” teriak Zeus dari sebrang telfon.


“Iya iya sabar Zeus, aku akan membukakan pintu untukmu, aku tutup telfonnya” kata Lino, setelah itu dia bersiap untuk teleportasi kembali ke dalam apartemen miliknya di kota Malang sana.


Dia tidak tau jika ayahnya mengikutinya, jadi ikut berteleportasi juga.


Lino yang tidak sadar buru-buru menuju pintu, membukanya untuk Zeus.


“Zeus maaf ya.. ” kata Lino


“Tumben kau minta maaf sih? Aku tuh kemari ingin kejelasanmu, jadi ikut ke Shanghai kan?” tanya Zeus


“Tentu saja ikut! Bagaimana mung – Lho, papa?” Lino terkejut kenapa ayahnya ada disana juga.


“Ngapain ke Shanghai?”


“Itu..”


Aduh bagaimana ini? Bagaimana jika ayahnya sedih karena bibinya yang selama ini Lino anggap ibunya sendiri ternyata sedang koma?


“Di rumah sakit tempat aku bekerja, ada seorang wanita yang mirip dengan ibunya Lino sedang koma disana, kita akan mencari tau apakah itu ibunya Lino atau bukan”


Ah, sial! Zeus ember!


“Lino, bisa kau jelaskan ini?”


.


.


.


tenang aja guys novel ini tamat sampe nanti dewa ardez kalah 😆😆


oh iya jgn lupa mampir di novel baru "sistem kekayaan hukuman" bagi yg berminat aja

__ADS_1


terima kasih ❤


__ADS_2