Sistem Pemburu: Penjinak Monster

Sistem Pemburu: Penjinak Monster
Sama sama tertipu


__ADS_3

.


.


Yang datang adalah Jay, Sarah, dan anak mereka.. lalu Jake, Layla, anak mereka, Rin, dan Thalia. Mereka baru sampai pagi ini dan langsung kemari, pas sekali Felix dan Lino juga baru selesai menyiapkan sarapan.


Chris, Yue, Lianna, Jini, Hanna dan Felly yang sudah bangun menyambut mereka.


Rin terlihat sangat bahagia bertemu ayahnya kembali, Chris juga bahagia melihat Rin sudah besar dan terlihat cantik.. dia seperti gabungan Chris dengan ibu kandungnya Rin, yaitu Karin.


Di tengah-tengah kebahagiaan itu, Lino dan Felix yang baru saja selesai menyiapkan sarapan datang untuk melihat dan menyambut mereka.


Dan saat itu Rin melihat sosok Lino, dia langsung tersenyum lebar lalu berlari menghampiri Lino dan memeluknya erat.


Lino bingung dan panik, dia menoleh pada ayahnya tapi Felix juga bingung.


Bukankah harusnya Rin belum mengenal Lino? Tapi ini apa?


“Kenapa kamu ada disini?” tanya Rin dengan suaranya yang lembut dan ceria, Lino menoleh pada Hanna untuk melihat apakah dia cemburu atau bagaimana, tapi ekspresi Hanna agak aneh dan sulit ditebak.


“Itu..” aduh, Lino harus mengatakan apa? Dia saja masih belum mengerti kenapa Rin bisa mengenalinya.


Tanpa menunggu lanjutan dari ucapan Lino Rin kembali berbalik dan tersenyum pada ayahnya.


“Papa! Ini pacar ku Lino, kami bertemu di London dan kemarin dia menyatakan cinta padaku, ya kan Lia?” kata Rin, membuat seluruh penghuni disana terkejut, kecuali Rin dan Lia saja. Panggilan untuk Thalia adalah Lia, dia ini saudara sepersusuan Rin, karena ibu kandung Rin meninggal saat melahirkan Rin.


Lia mengangguk antusias “Benar! Tapi kenapa Lino bisa ada disini?”


Chris datang menghampiri Rin dengan raut khawatir “Rin sayang.. kau yakin yang kemarin kamu temui itu Lino?”


Rin mengangguk “Iya pa! Aku sangat mencintainya dan Lino juga Lino mencintaiku, iya kan Lino? Kau bilang kau akan segera menikahiku”


Lino makin pucat pasi mendengar ucapan Rin, apalagi saat Chris menatap Lino meminta penjelasan.


“Rin, Lino itu sepupu... dan kemarin Lino tidak ada di London, dia dan teman-temannya sibuk membebaskan kami di mansion ini” sahut Lianna, dia tau Lino merasa panik dan kebingungan.


Sekarang yang bingung malah Rin dan Lia.


“Apa yang terjadi? Jadi siapa yang sebenarnya ku temui?” Rin


Jika sudah begini, mau tak mau Lino harus menceritakan tentang Dev juga. Setelah sarapan, Lino menjelaskan semuanya, begitu juga dengan Dev, tapi tidak sampai sedetail itu juga. Mereka hanya mengatakan intinya saja jika Dev diutus untuk menggoda Lino saja, tapi Dev melakukannya karena diancam dan orangtuanya diculik.


Rin terlihat sangat sedih dan bingung, dia hanya menangis dipelukan ayahnya.


“Aku akan mencari siapa yang mengganggu Rin, akan ku cari dan ku seret ke hadapan kalian” kata Lino.


 “Bagaimana caramu mencarinya?” tanya Rin


“Itu mudah bagiku, akan ku cari sekarang” Lino berdiri dari duduknya lalu menyeret Dev untuk pergi “Ayo kau ikut aku”


Lino terus menyeret Dev sampai ke depan mansion.


“Aku akan melakukan sihir pencarian” kata Lino


Dev menggeleng “Jangan, master nanti kehilangan banyak energi – biar aku yang mencoba menemukannya dengan radar, jika yang mengganggu succubus juga aku akan berhasil mendeteksinya” kata Dev


“Baiklah, cepat lakukan itu Dev”


Dev mengangguk, kemudian dia memejamkan matanya mengeluarkan radar yang hanya bisa dideteksi oleh iblis lain terutama succubus atau incubus.


Kemudian Dev membuka kembali matanya “Aku menemukannya”


“Bawa dia kemari, kau bisa?”

__ADS_1


Dev tersenyum “Itu mudah master, aku akan kembali sebentar lagi”


Setelah itu Dev terbang menggunakan sayap hitamnya, tidak lama kemudian dia kembali lagi sambil menyeret iblis lain – tidak... elf?


Penampilannya seperti dark elf.


BRUK


Dev melempar makhluk itu ke hadapan Lino, Lino pun segera merantainya agar dia tidak bisa kabur.


Rin, Chris, Felix dan Lianna keluar dari mansion, mereka segera mendekati Lino yang sedang menginjak perut makhluk asing.


“Katakan yang sebenarnya padaku, kau disuruh


dewa Ardez?” tanya Lino “Dan kau ini makhluk apa?”


“Master, sepertinya dia hybrid” kata Dev


Lino menoleh pada Dev bingung “Apa lagi itu?”


“Gabungan dari dua makhluk mistis, tapi kalau dengan manusia disebutnya setengah manusia, bukan hybrid. Kurasa dia gabungan succubus dengan dark elf” jelas Dev


DUGH


Lino terkejut tiba-tiba Rin datang dan menendang makhluk itu.


“Jahat!! Kau membuatku marah!! Padahal aku benar-benar berpikir mencintai Lino!! Jahat!!” Rin terus menendang makhluk itu sampai Chris menariknya sedikit menjauh “Tenangkan dirimu Rin”


“Tapi pa..” Rin kembali menangis.


“Maafkan aku.. aku memang salah” kata makhluk itu “Dewa berencana untuk memecah-belah kalian, jika aku tidak melakukan ini –”


“Kau diancam juga?” sahut Lino


“Ini sudah keterlaluan..” gumam Felix.


“Aku akan berangkat ke Ardez untuk membebaskan peri roh” kata Lino


“Aku ikut” Felix


“Felix kau tidak perlu ikut, kau bukan pemburu” bantah Lianna


“Aku tidak akan membiarkan Lino melawan seorang dewa sendirian, lagipula semua bencana ini gara-gara aku juga kan?” kata Felix


“Papa ini bukan salah papa” Lino


“Hubungan antara peri roh dan keluarga kita dimulai karena aku, karena hubungan itu juga –” Felix


“Felix sudahlah, semuanya telah terjadi.. berhenti menyalahkan dirimu sendiri, semua ini sudah takdir, semua saling berhubungan jadi ini bukan salahmu” kata Chris


“Aku tetap akan ikut, sementara kalian bisa pergi melihat Zia di Shanghai” kata Felix kemudian.


“Tapi Felix..” Lianna


“Tidak apa ma, papa benar juga.. maksudku, papa pasti banyak membantu karena papa yang paling tau tentang peri roh” sahut Lino


“Aku percaya pada kalian” Lianna


“Aku tidak akan membiarkan kita dan makhluk lain yang tidak bersalah dipermainkan dan ditindas lagi, semuanya menderita karena dewa Ardez... semua ini harus dihentikan” Lino


***


Akhirnya Lino sampai di ujung cloutra, dia datang kesana menggunakan gerbang, ini adalah tempat para peri roh berada.

__ADS_1


Lino tidak sendirian, dia bersama Felix, Darko, Sky, Hanna, Alpha dan Xia. Lino tidak mengajak semua anggotanya karena dia belum merasa perlu, lagipula jika perlu bisa dipanggil dengan mudah kok.


Ketiga kalung pemberian peri roh yang Felix berikan pada Subin, Roi dan Reina sudah ada bersama mereka, di simpan dengan baik di kotak penyimanan Lino.


Map di dalam layar sistem menunjukkan jika mereka sudah sampai di depan gua peri.


Namun tidak ada apapun di depan mereka semuanya hanya hutan saja.


Kali ini Hanna menggunakan sihirnya, sihir pencarian, untuk menemukan gua tersebut, meski akan menguras banyak energi sihir. Tapi lebih baik Hanna yang melakukan dari pada Lino, menurut Hanna seperti itu.


“Guanya memang ada di depan, tertutup oleh pelindung yang kuat” kata Hanna


“Apa tidak ada yang bisa kita lakukan?” Lino


[Gunakan ini] Sistem menunjukkan gambar kalung peluit milik Roi, jadi Lino mengeluarkan kalung tersebut.


Felix meniup peluit tersebut, menurut sistem, sihir di dalam peluit akan lebih kuat jika pemilik asli yang menggunakannya.


Peri roh memberi itu untuk Felix, jadi menurut Lino harus Felix yang meniupnya.


Setelah ditiup, perlahan-lahan pelindung yang menghalangi gua terlihat jelas.


Felix terus meniupnya hingga pelindung luntur perlahan-lahan.


Namun halangan masih saja ada, sekarang gua peri roh memiliki pintu besi tebal yang harus dibuka dengan kunci. Jadi Lino mengeluarkan kalung kunci yang sebelumnya di miliki Subin.


Felix berusaha membuka pintu dengan kunci, namun kunci tidak dapat dimasukkan.


Menurut sistem kunci harus dibuka oleh seseorang yang memilikinya.


Lino tidak mengerti, padahal pemilik aslinya adalah Felix, siapa lagi?


“Oh!” Felix memberi kunci itu pada Lino.


“Kenapa papa malah memberikannya padaku?” tanya Lino tidak mengerti.


“Ku rasa pemilik asli kunci ini adalah kamu, Lino”


“Kenapa aku?”


Felix mengediikkan bahunya “Entah, aku hanya merasa begitu”


Itu jawaban yang aneh, tapi tidak ada salahnya mencoba.


Lino mencoba membuka pintu gua dengan


kunci itu dan –KLAK


Pintu terbuka.


“Bagaimana bisa aku pemilik kunci ini?”


“Karena dulu saat kau masih bayi kau ingin memilikinya, kau tidak ingin melepas kotak kalung itu” jawab Felix.


“Pasti kak Lino lucu sekali..” Hanna


“Aku membayangkannya imut sekali!” Xia


“Aku tidak ingat” Lino


“Mana mungkin kau mengingatnya sih master, kan masih bayi!” Sky


.

__ADS_1


.


__ADS_2