
.
.
“Di rumah sakit tempat aku bekerja, ada seorang wanita yang mirip dengan ibunya Lino sedang koma disana, kita akan mencari tau apakah itu ibunya Lino atau bukan”
Ah, sial! Zeus ember!
“Lino, bisa kau jelaskan ini?”
“Heh bocah panggil aku kak Lino” desis Lino kesal pada Zeus.
“Kenapa sih? Kita kan satu angkatan!” protes Zeus tidak terima.
“Kau masih umur 16 ya bocah..” Lino
“Enak aja udah 17 ya! Eh, ngomong-ngomong ini siapa kak? Ganteng banget.. pacarnya Felly ya? Kalo gini sih aku mundur” kata Zeus seenaknya sendiri.
Felix tertawa mendengarnya “Haha mana mungkin aku pacaran dengan anak kecil, aku ini papanya Lino, panggil aku om Felix”
Zeus menoleh pada Lino minta penjelasan “Kak Lino diadopsi sama kakak ganteng ini?”
“Tidak, dia memang ayahku.. mungkin juga berteman dengan orangtuamu – ayo duduk dulu”
Mereka pun duduk di ruang tamu dan kembali mengobrol.
“Aku masih gak ngerti nih kak, terus ayah kakak dulu itu siapa?” tanya Zeus, sementara Lino berjalan ke dapur untuk mencari camilan dan minuman untuk Zeus.
Lino hanya menemukan botol spectra dan nexie, camilan juga hanya ada roti awan alias cloud puff. Jadi ya sudah dia menyajikan itu.
“Memang nama orangtua kamu siapa?” tanya Felix sementara Lino masih menyajikan suguhan untuk Zeus.
“Papaku Mark, Mamaku Haera” jawab Zeus
“Mereka dulu teman sekelasku, aku juga yang mendekatkan mereka.. mama mu adalah sekertarisku dulu, mereka bekerja dimana sekarang?”
Zeus tidak percaya apa yang barusan Felix ucapkan, ini tidak masuk akal. Ayah dan ibu Zeus sudah berubah seiring bertambahnya usia.
Tapi sekarang muncul ayahnya Lino yang terlihat seumuran dengan Lino, apa itu masuk akal? Apalagi ayahnya Lino mengatakan seumuran dengan orangtuanya, padahal kelihatannya umurnya tidak jauh beda dengan Zeus.
“Mereka masih bekerja di Royal Group... papaku juga masih mengurusi panti dan kebunnya Royal Group” jawab Zeus
“Ah begitu.. ngomong-ngomong kenapa namamu Zeus? Harusnnya Aprodite gak sih?” tanya Felix
“Aku laki-laki om” Zeus
“KAU LAKI-LAKI?!” Felix
“Sekarang aku percaya om ini papanya kak Lino” Zeus
“Heh! Apa maksudmu bocah?” Lino yang baru datang membawakan dua botol minuman dingin dan tiga gelas, juga roti bungkus plastik.
“Kalian sama-sama ngeselin” Zeus yang terlalu jujur.
Setelah itu Lino menceritakan tentang Zia pada Felix, tadinya sih Lino hanya bercerita tentang Handika saja.. Lino sengaja menghindari pertanyaan tentang Zia.
__ADS_1
“Sepertinya Zia bersama dengan Leon, kalau begitu semuanya aman, aku tau Leon akan menjaga Zia, aku juga memiliki insting jika Zia akan segera bangun” kata Felix
“Jadi kita tidak perlu kesana?” tanya Lino
Felix menggeleng “Tidak perlu, kau fokus saja menyelamatkan Charlize – eum, biar Lianna atau Yue saja yang menemui Zia di Shanghai, Yue adalah saudari kembarnya Leon”
“Serius?! Aku belum pernah melihat bagaimana Leon itu tapi.. padahal Yue menikah dengan paman Chris sudah sangat lama, apa Yue menikah saat SMA?” tanya Lino
Kemudian Felix menjewer telinga Lino, Zeus yang melihatnya bahagia sekali.
“Papa sakit!!”
“Paman Leon, Bibi Yue.. yang sopan sama orang tua!” omel Felix
“Ampun pa..” Lino
“Ahahahah” Zeus
“Jangan ketawa bocah!” Lino
“Kamu juga masih bocah Lino..” Felix
“Ngomong-ngomong om Felix umur berapa? Kelihatannya masih umur 20 tahunan gitu” tanya Zeus penasaran, karena Felix lebih terlihat seperti kakaknya Lino dari pada ayahnya.
“Aku masih masih 17 tahun kok” Felix
“Udah 40 tahun” Lino
“Heh enak aja aku harusnya 38 tahunan!” protes Felix
“Padahal umur kak Lino udah 19 kan? emang kak Lino dibuat umur berapa - adudududuh” Zeus mengaduh saat Lino mencubit pipinya.
“Kalo tidak salah umur 17”
“Pa gak usah dijawab! Tunggu! Papa nikah umur berapa?”
“18?” Felix
“....” Lino
“Muda banget! Kak Lino kalah nih hahahah” Zeus
“Berisik!” Lino
***
Ini sudah malam, Zeus sudah Lino usir pergi karena bocah itu terus mengejek Lino jomblo terus kalah dengan ayahnya yang sudah menikah di umur 18 tahun, istrinya dua lagi.
Karena kesal, Lino pun mengatakan jika dia sudah menikah juga.
Tapi Felix dan Zeus mana bisa percaya karena Lino tidak punya bukti, kalau menikah tidak sah memang susah.. masalahnya yang dinikahi makhluk dunia lain.
“Lino.. Rin dimana?”
Lino terkejut dong tiba-tiba ayahnya menanyai tentang Rin.
__ADS_1
“Aku ngantuk Pa..” Lino pun pura-pura tidur lagi.
“Aku tau ada sesuatu, kau bisa menceritakannya padaku, sepertinya kau takut untuk mengatakannya pada pamanmu kan?”
Beginilah jika dengan orangtua, mau menyembunyikannya seperti apapun akan ketahuan juga.
Malam ini mereka tidak kembali ke mansion besar di Jakarta sana, tapi masih berada di apartemen Lino di Malang.
Mereka tidur di kamar Lino saat ini.
Felix bangkit duduk, Lino pun juga ikut duduk, dia bimbang untuk bercerita pada ayahnya, tapi tidak mungkin juga dia terus menutup-nutupinya.
“Sebenarnya aku belum bertemu dengan Rin tapi...” kemudian Lino menceritakan saat dia tidak sengaja mendapatkan sosok Rin saat memutar gacha, Lino belum mengenal siapa Rin saat itu. Lino juga menceritakan bagaimana dia bisa tergoda dengan Rin, lalu saat kembali ke apartemen dia merasa aneh, saat Hanna memberinya ramuan hingga dia memuntahkan racun.
Lino kemudian juga menceritakan jika ternyata yang dia pikir Rin ternyata adalah succubus, succubus itu berhasil memanah jantungnya hingga dia hampir meninggal jika saja Subin tidak mengobatinya tepat waktu dengan memberi ramuan penyembuh tingkat tinggi.
“Berarti kau bisa memanggil iblis itu kan?” tanya Felix, Lino mengangguk “Namanya Dev”
Setelah itu Lino mengeluarkan Dev, sosok iblis perempuan cantik dengan tubuh yang molek dan indah, Dev hanya menunduk takut untuk menatap Lino langsung.
“Kamu yang namanya Dev dan hampir membunuh Lino?” tanya Felix
“A.. ampuni... a. Aku.. aku hanya.. disuruh saja..” ucap Dev dengan terbata-bata, pasalnya Felix menatapnya tajam seolah tatapan itu bisa melubangi kepalanya.
“Dia memang disuruh Pa, orangtuanya diculik dan jika dia tidak melakukannya orangtuanya akan celaka, jika aku dalam posisi Dev mungkin aku juga akan melakukannya” kata Lino
“Benar tapi – pokoknya, aku ingin tau dimana Rin yang asli?” tanya Felix
“Ada di Brisbane, dia baru menjadi pemburu rank A.. bukan S, dia bersama dengan paman dan bibinya disana, sekali-kali dia pergi ke London untuk menemui saudara sepersusuannya, Thalia. Rin tidak boleh pergi sembarangan, dia juga dijaga ketat oleh paman dan bibinya. Rin juga memiliki sepupu, yaitu anak paman dan bibinya” jawab Dev
“Kau tau semua tentang Rin rupanya” kata Lino
“Benar, karena dewa menyuruhku mengamatinya sebelum menjebakmu dan menahanmu membuka mansion kembali, master..” Dev
“Syukurlah Rin baik-baik saja.. karena Rin tidak tau apa-apa, jadi kalian jangan mengatakan apapun padanya tentang Dev yang berubah menjadi dia” kata Felix.
“Tentu saja, aku tidak ingin canggung dengan dia” Lino
Setelah itu Dev kembali dikurung di dalam cincin, Lino dan Felix tidur karena mereka sudah lelah dan mengantuk.
Keesokan paginya mereka olah raga sebentar dan memasak sarapan yang banyak sekalin untuk yang lain, lalu kembali berteleportasi untuk menghidangkan sarapan yang mereka masak.
Namun, beberapa menit kemudian terdengar beberapa orang datang.
Lino tercekat melihat ada Rin juga disana, dia segera menatap Lino dan tesenyum padanya.
Tunggu!
Rin yang asli tidak mungkin mengenalnya kan?
.
.
.
__ADS_1
nih author kasih satu bab lagi 😅 maaf karena up nya satu terus 😢😢
jangan lupa mampir di novel baru ya kawan 😄