Sistem Pemburu: Penjinak Monster

Sistem Pemburu: Penjinak Monster
Pintu dungeon di dalam laut


__ADS_3

.


.


Setelah Felly juga terdaftar di guildnya, Lino mulai aktif mencari pintu dungeon tingkat A atau S, bukan hanya di sekitar kota ini tapi juga di seluruh negara.


Felly tentu saja rank S, Lino tidak mengatakan apapun tentang Felly yang merupakan kristal jingga yang dulu hilang, jadi Lino mengatakan Felly sudah dibangkitkan. Meski hampir tidak ada kasus pemburu yang dibangkitkan warna rambut sampai matanya bisa berubah, tapi untungnya mereka percaya saja.


Yang Lino ketahui tentang para kristal adalah, mereka memiliki kekuatan yang hampir sama dengan orangtua mereka.


Darko memiliki sihir hitam, sama dengan ayahnya, si Raja Iblis, karena itu dia adalah calon Raja Iblis selanjutnya. Kemudian sisa kristal lainnya memiliki kekuatan sihir yang sama dengan Ibu mereka.


Sky memiliki sihir angin dan es, Luna memiliki sihir es dan air, kemudian Sam memiliki sihir api dan air, lalu yang terakhir Felly memiliki sihir api dan angin.


Karena itu selama mereka belum menemukan pintu dungeon yang bisa dimasuki, Lino meminta Sky dan Sam untuk mengajari Felly. Mereka memasuki dungeon buatan sistem sekalian untuk mencari core tingkat tinggi dan senjata juga.


Tapi karena syaratnya yang paling susah adalah 100 core tingkat tinggi itu, maka mereka tidak ada cara lain selain menunggu dungeon tingkat A dan S muncul.


Maklum saja pintu dungeon tingkat tinggi memang lebih jarang muncul, sedangkan untuk masuk dungeon dari misi di sistem hanya bisa sehari sekali.


Ini sudah tiga hari, jadi Lino hanya dapat tiga senjata dan sepuluh core tingkat tinggi. Sebenarnya Lino bisa saja membeli senjata dari toko sistem atau membeli di toko asosiasi, tapi selama seratus core belum dikumpulkan, Lino tidak mau mengeluarkan uang dulu.


Lalu pada akhirnya, tepat di hari libur, ada dungeon tingkat A yang tidak berani diambil oleh siapa pun karena letaknya ada di dalam laut. Untungya lagi, pintu dungeon itu masih ada di kota Malang ini, tapi ya.. yang namanya pantai, butuh waktu untuk mencapai kesana.


Sialnya lagi, Lino tidak pernah pergi ke pantai itu, jadi mau tidak mau mereka berangkat memakai mobil.


Mereka berangkat pagi-pagi sekali jam lima. Alpha dan Sky sudah membuatkan sarapan sekaligus bekal makan siang untuk mereka, semalam Sam, Felly, Xia dan Luna juga sudah pergi ke mini market untuk belanja camilan dan minuman karena berpikir mungkin saja mereka bisa sekalian piknik di pantai.


Selain itu, mereka juga menyiapkan baju untuk renang. Bukan baju renang yang terbuka sih, baju renang yang tertutup karena tau sendiri baju renang berupa bikini tidak pantas dipakai di negara ini.


Orang-orang yang ada akan mencibir.


Namun!


Karena ada pintu dungeon tingakat A, pantai itu dikosongkan dan tak ada satupun warga yang berani dekat-dekat sana sampai pintu dungeon diselesaikan.


Jadi sebenarnya mereka bebas saja.


Berangkat jam lima pagi, mereka sampai di tujuan sekitar jam sepuluh siang.


Suasana benar-benar sepi, tapi ini pantai yang sangat indah, kalau tidak salah namanya pantai Balekambang.


Lino memang jarang bepergian ke pantai kalau tidak dengan tur sekolah, itu pun Lino dulu pernah tur sekolah ke pantai sekali saja dan itu bukan pantai ini, dan tur yang lain Lino pergi ke


Bali.

__ADS_1


Jadi kalau ada pintu dungeon tingkat A atau S muncul di Bali, Lino bisa menggunakan gerbang saja biar cepat, lumayan kan menghemat waktu.


Keluar dari mobil, para bocah itu berlarian di pantai menghampiri ombak, yang tidak seperti itu hanya Lino, Alpha, Darko dan Sky saja.


Ngomong-ngomong para laki-laki sudah memakai celana pendek dan kaos biasa untuk masuk ke laut, sedangkan yang perempuan sudah memakai baju renang imut-imut yang sedikit lebih tertutup.


“Kak Lino...” Luna yang baru keluar dari mobil langsung menggandeng lengan Lino, Lino baru sadar tidak ada Luna bersama para bocah yang main di pantai.


Karena Luna terlalu senang untuk pergi ke pantai jadi dia susah tidur dan baru tidur di mobil, karena itu dia sekarang jadi lemas.


Namun tenang saja, Lino bisa membeli ramuan penambah energi dari toko sistem seharga 10 koin, lalu menyerahkannya pada Luna, agar dia lebih bertenaga.


Karena kan mereka mau melawan monster, yang sepertinya agak susah.


“Alpha, di duniamu.. itu.. kau pernah bilang wilayah laut kan? ku rasa, mereka yang akan kita lawan kali ini” kata Lino


 “Dari Hydraqua? Ku rasa master benar, mungkin kerajaan Bluqua yang akan kita lawan, mereka memang kuat, tapi ku rasa mereka memang tingkat bahayanya hanya tingkat A” kata Alpha.


“Mereka bangsa seperti apa?” tanya Lino.


“Itu... mermaid? Mereka cukup kuat, yang agak bahaya adalah, mereka bisa mengeluarkan lagu yang bisa membuat kita terlena dan terhipnotis” kata Alpha.


Mendengar itu Lino jadi khawatir, jadi dia melihat-lihat toko sistem untuk mencari barang yang mereka butuhkan.


Kemudian sesuatu yang membuat mereka mudah bernafas di dalam laut.


“Kalian semua bisa berenang?” tanya Lino


Untungnya semuanya mengaku bisa berenang dengan baik, Lino lega.


Tapi...


“Tapi aku tidak bisa berenang, aku memiliki trauma masuk kolam dulu, sekarang sih tidak.. tapi karena itu aku tidak bisa berenang” kata Lino.


“Eh? Apa yang terjadi?” tanya Hanna, dia terlihat khawatir, ternyata Lino memiliki kekurangan yang tidak terduga.


“Bang Lino pernah hampir tenggelam pas belajar renang – itu bang Lino umur sepuluh kan?” tanya Felly, Lino mengangguk pelan.


“Kalian mungkin belum tau, aku juga takut ketinggian, yang itu belum sembuh – aku mengatakan ini agar kalian tau, aku memang tidak sempurna” kata Lino “Jadi, karena aku tidak bisa berenang, aku akan meminum ramuan ini”


Lino menunjukkan botol kaca kecil berwarna ungu dan toska, warna itu tercampur dalam satu botol dan memiliki kerlipan, jadi terlhat cantik.


“Ramuan yang akan membuatku berubah menjadi duyung, atau mermaid – eum... kalau laki-laki merman bukan?” Lino


“Perempuan mermaid, laki-laki merman” sahut Alpha.

__ADS_1


“Master! Aku mau itu juga! Pasti seru berubah jadi mermaid!” teriak Xia dengan antusias.


Kemudian, mereka semua sepakat menjadi mermaid atau merman saja , agar lebih bebas. Jadi Lino membeli ramuan juga untuk yang lain kecuali Hanna, karena dia bisa dengan mudah merubah dirinya menjadi mermaid meski itu tidak bisa lama-lama, hanya bertahan selama sekitar 2 sampai tiga hari.


Setelah makan siang sebentar, makan siang mereka berupa sandwich, mereka pun meminum ramuan mereka lalu siap masuk ke dalam laut.


Mereka langsung berubah setelah menyentuh air laut.


Selain merubah mereka menjadi duyung dengan mudah, ramuan itu juga membantu pemakainya untuk dapat berenang dengan otomatis, karena itu harga ramuannya juga mahal.


Harga satu ramuan adalah 100 koin yang itu artinya sekitar 50 juta rupiah. Tidak masalah karena koin Lino masih banyak.


Setelah berenang cukup jauh, mereka baru menemukan pintu dungeonnya, ikan-ikan yang tidak sengaja melewati pintu itu bisa masuk dengan mudah, bahkan ada juga ikan yang keluar dari pintu itu.


Tidak ingin menyia-nyiakan banyak waktu, mereka pun memasuki pintu tersebut.


Pemandangan berbeda pun terlihat oleh mereka.


Masih di dalam laut, tapi jelas sudah laut yang berbeda. Dan yang membuat semuanya berbeda adalah adanya istana besar yang sangat cantik berdiri megah di depan mereka.


Berdasarkan yang buku rahasia katakan pada Lino, istana ini bukanlah istana mereka yang sesungguhnya, namun istana rekayasa yang mirip dengan tempat tinggal mereka.


Jadi jika semua isinya sudah terbunuh, mereka akan kembali lagi ke istana mereka di dunia yang asli.


Intinya, ini hanya dungeon.


Sekarang Lino jadi mengerti penderitaan mereka.


Kasihan sekali... ini harus segera dihentikan, karena itu, maaf untuk kerajaan Bluqua, Lino harus membantai kalian, semoga saja ini yang terakhir bagi kalian.


“Kalian sudah menyumbat telinga masing-masing?” tanya Lino


Mereka diam saja, karena telinga mereka memang sudah disumbat, jika tidak begitu mereka bisa terlena dengan nyanyian para duyung.


Beda dengan mereka yang jika mati bisa kembali utuh lagi, tapi bagi pemburu yang mati... mereka tidak bisa kembali.


Lino ingat lagi pernah ada berita dari luar negri yang memberitakan jika banyak pemburu menjadi korban pintu dungeon bawah laut.


Karena itu, pintu dungeon ini sangat ditakuti meski tingkatnya cuma A.


Lino memberi aba-aba pada mereka untuk maju menuju istana tersebut.


.


.

__ADS_1


__ADS_2