Sistem Pemburu: Penjinak Monster

Sistem Pemburu: Penjinak Monster
Cerita yang membingungkan


__ADS_3

.


.


Lino memejamkan matanya, menahan rasa sakit yang ada di dadanya. Dia sudah berpikir akan mati dan tidak bisa selamat lagi, karena tidak ada siapapun...


Apa Lino harus memanggil Ara?


“A..”


“Hyung!!” (panggilan untuk kakak laki-laki, dari laki-laki dalam bahasa Korea)


Lino bisa mendengar suara seorang laki-laki, dia menggenggam tangan Lino.


“Bertahanlah..” ucapnya, kemudian seseorang yang tidak Lino kenal, juga belum Lino lihat itu meminumkan sesuatu ke dalam mulut Lino.


“Uhuk” Lino terbatuk setelah berhasil minum sebagian entah minuman apa yang diberi laki-laki itu. Lino membuka kedua matanya, menatap seorang remaja laki-laki yang menatapnya dengan tatapan khawatir, dia terlihat hampir menangis tapi berusaha menahannya.


“Kau.. baik.. baik saja?” ucap bocah laki-laki itu dengan sedikit terbata, dia tidak terdengar berasal dari Indonesia.


Remaja laki-laki ini sangat tampan, dengan rambut kecoklatan dan mata coklat, entah mengapa... wajahnya sangat familiar, dimana Lino melihatnya?


“Ayo kita ke tempat yang aman” ucapnya, dia kemudian membantu Lino berdiri dan membantunya menuju sebuah rumah pohon.


Ada rumah pohon di antara dua pohon persik putih yang besar, rumah pohonnya sangat indah, terlihat masih bagus dan kokoh, tangga menuju ke atas rumah pohon juga tidak sulit untuk dinaiki.


Setelah sampai di atas, Lino dibawa memasuki dalamnya rumah pohon, ada kasur kecil di dalamnya, ada meja kecil, beberapa barang.. dan juga koper. Setelah Lino lihat-lihat, rumah pohon ini sangat besar ternyata, ada dua lantai, di lantai atas ada kamar lain lagi.


“Kamu siapa? Kenapa bisa ada disini?” tanya Lino.


“Hyung – maksudku, kakak ini.. Marcelino kan?” bocah laki-laki itu balik bertanya, Lino mengangguk pelan “Benar.. bagaimana kau tau?”


Bocah itu tidak segera menjawab Lino, dia malah meraih satu buku catatan yang berada di atas meja, lalu kembali duduk di atas ranjang bersama Lino.


“Namaku Subin, aku adalah adikmu”


Lino menatap Subin tidak mengerti “Maksudmu?”


Subin menunjukkan catatan miliknya untuk Lino.


“Ibuku memberi catatan itu untukku, aku memiliki seorang ayah yang terkurung disini, ayahku memiliki anak-anak lain, itu artinya saudaraku, dan kak Lino.. adalah kakak pertamaku” kata Subin.


Lino tidak percaya melihat semua catatan yang diberi ibunya Subin, semua ini aneh..


Lino membuka layar sistemnya, mencari buku rahasia dalam kotak penyimpanannya.


“Apa ini? Layar hologram?”


Kembali Lino harus dibuat terkejut oleh Subin, bagaimana dia bisa melihat layar sistemnya juga?


“Kau... bisa melihat ini?” tanya Lino tidak percaya, Subin mengangguk “Bisa.. memangnya orang lain tidak bisa ya?”


Lino tidak menjawab pertanyaan itu, dia memilih untuk kembali fokus pada layar dan mengeluarkan buku rahasia, juga satu botol nexie karena dia haus, tapi kemudian dia kembali menoleh pada Subin.


“Kau lapar?” tanya Lino.


Subin mengangguk pelan.


Lino mengeluarkan roti awan – maksudnya cloud puff, dari dalam kotak penyimpanan dua bungkus. Jika ingin bertarung, perut juga tidak dapat diabaikan.

__ADS_1


“Makan ini, kalau haus, minum ini” Lino mengeluarkan botol nexie yang lain untuk Subin, dengan senang hati Subin menerimanya.


Selama Subin sibuk memakan rotinya dengan lahap, Lino membuka buku rahasianya.


‘Kau sudah ingin mengetahuinya?’


“Iya, aku ingin mengetahuinya”


Melihat Lino berbicara pada buku, Subin mendekat untuk melihat buku itu juga.


‘Kalian sudah bertemu ternyata’


Lino melirik pada Subin yang bingung dengan buku itu karena mengeluarkan tulisan sendiri, apalagi buku itu menyebut Lino dan Subin sebagai ‘kalian’.


“Cepat ceritakan saja” kata Lino


‘Baiklah’


‘Kalian masihlah keturunan keluarga kerajaan yang bertahun-tahun memiliki hubungan baik dengan Peri roh, atau bisa juga disebut Dewi. Ada peri roh yang laki-laki, bisa di sebut Dewa. Meski bisa disebut Dewa Dewi, karena mereka tidak memiliki dunia kekuasaan, jadi lebih sering disebut peri roh. Awal mula mereka memiliki hubungan adalah karena salah seorang pangeran jatuh cinta pada salah satu peri roh, yaitu peri roh cahaya, karena hubungan itu peri roh selalu membantu dan memberkati setiap keturunan pangeran.’


‘Namun takdir tidak bisa dihindari, ayah kalian menjadi akhir dari hubungan itu, karena ayah kalian adalah reinkarnasi pangeran pertama yang jatuh cinta pada peri roh. Seperti yang ku ceritakan sebelumnya, Dewa di Ardez menuduh para peri roh membantu para Iblis. Akhirnya peri roh dikurung di istana peri roh, dan keluarga kalian di kurung di dalam tempat ini. Jadi, kalian harus membuka tempat ini dulu untuk bisa menyelamatkan mereka’


‘Mungkin kalian masih bingung dengan hubungan kalian ya.. begini. Setelah keluarga kalian dikurung, yang bisa selamat adalah sebagian saja. Kalian berdua adalah putra dari anak kedua keluarga ini. Lino diasuh oleh bibinya, yaitu anak terakhir yang berhasil selamat. Sedangkan Anak kembar yang juga adik Lino diasuh oleh sepupu atau teman ayah kalian, bukankah Lino tadi sudah bertemu dengan mereka? Roi dan Reina? Lalu Subin, saat itu ibumu berhasil selamat, tapi sempat stress karena orang-orang tidak ada yang mengenali ayah kalian. Karena yang dikurung di dalam tidak bisa diingat kecuali oleh keluarga kandung’


Lino kembali melihat catatan yang diberikan oleh Ibu Subin.


Disana tertulis bahwa Felix memiliki tiga istri, yang pertama Lianna memiliki anak Marcelino, yang kedua Jenifer memiliki anak kembar Roi dan Reina, yang ketiga Sua memiliki anak Subin.


Ada lagi catatan lain menyebutkan kakak Felix yang bernama Chris memiliki seorang putri bernama Karina. Jadi.. Rin itu..


“Bagaimana dengan Rin? Kenapa dia menyerangku?” tanya Lino


“Maksudnya perempuan tadi? Aku yakin dia berubah menjadi succubus, saat aku ingin menyerangnya dia kabur.. jadi aku cepat-cepat menyembuhkan kakak” kata Subin


“Apa yang kau beri padaku?” tanya Lino


Subin kemudian menunjukkan beberapa botol berisi cairan dengan berbagai warna “Ibuku membekali banyak ramuan penyembuh, katanya ayah yang menyuruh Ibu seperti itu, aku kemari juga setelah mendapatkan perintah aneh, menurut ibuku itu pertanda dan syukurlah aku kemari tepat waktu” jawab Subin


“Kau sejak kapan ada disini?”


“Aku sampai tadi pagi, lalu langsung ke atas rumah pohon sini, untuk menunggu kak Lino datang. Lalu kak Lino benar-benar datang dengan perempuan itu, aku hanya mengawasi dari atas sini.. maaf aku telah lalai dan membiarkan kak Lino terkena panah” kata Subin, dia terdengar sedih.


Bagaimana tidak sedih jika saat pertama kau bertemu kakakmu dan dia dalam keadaan sekarat?


Lino menepuk-nepuk bahu Subin untuk menenangkannya “Tidak apa, lagipula kau sudah menyelamatkanku tepat waktu”


“Oh iya kak, ini ramuan penyembuh tingkat rendah, ini tingkat menengah, yang ini tingkat tinggi.. aku langsung memberi kakak yang tingkat tinggi tadi” jelas Subin. Botol dengan cairan biru ramuan tingkat rendah, cairan ungu tingkat menengah dan merah tingkat tinggi. Itu artinya tadi Lino meminum yang warna merah.


“Apa kau punya banyak yang seperti ini?” tanya Lino


Subin menggeleng “Tidak, aku punya sedikit saja.. itu pun sudah bertahun-tahun Ibuku simpan hanya untuk hari ini”


Itu artinya, ayah kandung mereka sudah memiliki persiapan.


“Terima kasih telah menyelamatkanku, Subin.. kalau tidak, mungkin aku sudah tidak selamat” kata Lino.


Subin hanya diam dan menunduk, Lino tau dia sedang malu saja, jadi Lino tersenyum dan mengusak kepalanya pelan.


“Aku masih bingung sebenarnya, jadi yang selama ini ku pikir orangtuaku ternyata bukan?” tanya Lino.

__ADS_1


Buku rahasia menjawab lagi.


‘Yang merawatmu adalah adik dari ayahmu dan kekasihnya’


‘Saat kecelakaan itu, yang sebenarnya terjadi adalah... Dark elf suruhan dewa Ardez telah berhasil menemukan mereka, ayah adopsimu menyelamatkan bibi kalian agar tetap selamat, jadi ayah adopsimu akhirnya meninggal. Sementara bibi kalian dibawa pergi jauh oleh seseorang yang masih orang kepercayaan ayah kalian, dia tidak bisa membawa Lino juga karena orangtua dari ayah adopsimu tidak mengijinkan’


Berarti kakek dan nenek Lino berbohong tentang ibunya, atau bibinya yang sudah tiada, padahal meninggal hanya ayah adopsinya saja. Mereka tidak membiarkan Lino tau jika Bibi yang yang sudah ia anggap ibu itu sebenarnya masih hidup.


Berarti yang Zeus lihat di rumah sakit Shanghai benar, dia tidak berbohong.


Entah mengapa, Lino sekarang sangat marah.. Dewa dari dunia Ardez itu benar-benar harus dilawan, tapi untuk itu Lino harus membebaskan para peri roh, untuk membebaskan para peri roh Lino harus membebaskan tempat ini dulu.


“Subin..” panggil Lino.


Subin yang fokus membaca tulisan di dalam buku rahasia menoleh pada Lino “Iya?”


“Ayo kita buka rumah itu”


“Eh? Se.. sekarang?”


“Tahun depan”


“Oh..”


“Tentu saja sekarang!”


Lino menyimpan kembali buku rahasia “Buku ini sangat berharga, jadi harus disimpan dengan baik”


“Wah.. keren sekali bisa ada penyimpanan seperti itu”


“Kau ini pemburu?” tanya Lino


Subin menggeleng “Aku masih 16 tahun kak, biasanya kan pemburu dibangkitkan saat umur 17 tahun”


“Kau.. masih 16?”


Subin mengangguk.


Ayah mereka punya tiga istri, tiap anak lahir dengan jarak yang berdekatan, Lino dengan si kembar dua tahun, si kembar dengan Subin satu tahun. Lino pikir jika ayahnya tidak dikurung mungkin saudara Lino sudah banyak sekali.


“Kalau kau bukan pemburu, lalu bagaimana kau ingin membalas succubus tadi?”


Subin mengedikkan bahu “Entah.. tapi pasti ada cara”


“Astaga, ya sudah.. ambil pistol ini, pistol itu bekerja menggunakan batu sihir atau core, jadi selama energi sihirnya masih ada, peluru akan terus keluar”


Subun menerima pistol hitam yang sangat ringan, pistol hitam itu hampir mirip seperti pistol putih milik Lino, hanya saja lebih kecil dan lebih ringan.. kegunaan dan cara menggunakannya sama.


“Lalu ini belati... mungkin saja kau membutuhkan” Lino memberi Subin senjata lain, kali ini belati kecil dengan sarung kulit hitam.


“Kita sudah siap, mungkin saat kita membuka makhluk suruhan dewa akan datang, aku akan memanggil peliharaan – maksudku temanku untuk datang, tapi aku ingin paling tidak kau bisa menjaga dirimu sendiri, mengerti?”


Subin mengangguk yakin.


“Baiklah, ayo ke bawah” Lino keluar duluan dari rumah pohon.


Succubus yang tadinya Rin sudah menunggu dia terbang menggunakan sayap hitamnya, siap menghalangi mereka.


.

__ADS_1


.


__ADS_2