Sistem Pemburu: Penjinak Monster

Sistem Pemburu: Penjinak Monster
Bocah laki-laki yang kesepian


__ADS_3

.


.


Lino benar-benar sampai di negara lain, gedung-gedung pencakar langit, taxi kuning, orang-orang sibuk... dia sudah sampai di New York.


Lino melangkahkan kakinya menyusuri jalanan hingga sampai di taman besar tempat orang-orang duduk dan berkumpul. Lino hanya memperhatikan mereka saja.


Ada beberapa papan iklan besar yang menampilkan berbagai iklan, Lino sempat melihat salah satu papan besar menampilkan pemburu top papan atas yang berhasil mengalahkan naga. Sepertinya baru-baru ini media dihebohkan dengan salah satu pemburu top Amerika, kalau tidak dari Chicago, kelompoknya telah mengalahkan seekor naga bumi.


Kemudian papan nama memperlihatkan beberapa pemburu yang sudah menakhlukkan naga juga, ada wajah Lino juga disana.


Apa Lino harus bangga? Tapi kenapa rasanya biasa saja..


Lino kembali melangkah mencari sesuatu yang bisa dimakan, kalau sudah mengunjungi suatu tempat baru, yang harus di cari pertama kali adalah makanannya.


Lino berhenti di restoran pizza, biasanya jika orang amerika tidak jauh-jauh dari pizza dan burger. Dia mempertimbangkan untuk membelinya atau tidak, karena meski disini sedang siang hari, di negara Lino sudah malam. Makan-makan di malam hari itu tidak baik, hanya akan menghasilkan lemak...


Eh, tapi.. kan Lino punya persik putih, tidak masalah, tinggal makan banyak-banyak persik putih saja.


“Stop!”


Baru saja Lino ingin masuk restoran pizza, seorang bocah remaja tampan menghadangnya, penampilan dan fitur wajahnya mengingatkan Lino pada Sam, tengil banget.


“Apaan sih? minggir”


Bocah laki-laki itu agak terkejut karena Lino menjawabnya dengan bahasa Indonesia.


“Gak mau! Kamu Marcelino yang ada di papan iklan tadi kan? Woah!”


Lino mengernyitkan dahinya, seperti ada yang salah dengan bocah ini, lagipula kenapa dia seheboh itu?


“Benar, aku mau beli pizza, jangan ganggu” Lino


“Kalo gitu ayo masuk!” bocah laki-laki itu menyeret Lino memasuki restoran, kemudian dia menjelaskan berbagai menu pizza, bocah itu juga menjelaskan jika lantai atas mereka ada cafe desserts, selain itu Lino juga bisa memesan minuman-minuman unik di lantai atas.


Pada akhirnya Lino memesan pizza dengan daging dan keju, kemudian mengikuti bocah itu untuk ke lantai atas, bocah itu bilang pizza mereka akan diantar ke atas.


Mereka duduk di salah satu meja yang berada dekat jendela, jadi mereka bisa melihat pemandangan dari luar.


“Kau ini bekerja disini ya?” tanya Lino.


Bocah itu tertawa keras, tapi kemudian menjawab “Bisa dibilang iya, bisa tidak... jadi begini, kami memiliki perusahaan, dan tempat ini ada dibawah perusahaan itu – oh iya, kita belum kenalan, namaku Roi, pakai i bukan y”


Lino mengangguk saja “Baiklah, kau sudah tau namaku kan”


“Apa aku boleh memanggilmu kak Marcel?” tanya Roi antusias, Lino menggeleng pelan, membuat Roi cemberut tapi kemudian tersenyum lagi setelah Lino menjawab “Aku biasa dipanggil Lino, jangan memnggilku Marcel, aku tidak biasa. Apa kau juga pemburu?”


Roi mengangguk lagi dengan semangat “Iya! Aku pemburu tingkat S! Hebat kan? kembaranku hanya pemburu tingkat A+.. tapi tidak masalah karena dia perempuan” setelah itu Roi bercerita pada Lino tentang dia dan kembarannya yang baru saja menjadi pemburu beberapa bulan lalu. Karena mereka masih pelajar, mereka tidak banyak berburu, mereka berburu hanya saat liburan saja.


Nama kembaran Roi adalah Reina, kata Roi arti namanya adalah Raja sedangkan Reina adalah Ratu.. Roi dan Reina sangat menyukai nama mereka.


Entah mengapa, mendengar Roi bercerita seperti ini membuat Lino senang, dia hanya tersenyum mendengar bocah itu bercerita.


Mungkin sudah takdir Lino untuk dikelilingi bocah-bocah seperti mereka, tidak apa... Lino menyukai anak kecil, yah, meski mereka sudah remaja, tapi bagi Lino mereka masih anak-anak. Kecuali Luna, Sky dan Darko... Lino tidak bisa melihat mereka sebagai anak-anak seperti Lino melihat Sam, Xia atau Felly.


Akhirnya pizza dan minuman mereka datang.

__ADS_1


“Kak Lino, aku ingin mendengar cerita saat kakak melawan naga, please?” kata Roi dengan nada memohon yang sulit untuk di tolak oleh Lino.


“Baiklah, aku akan bercerita.. jadi begini –” sambil makan pizza, Lino meneritakan pengalamannya dulu saat menjadi rank F, kemunculan naga, saat Lino diumpankan pada naga, kemudian bertemu peri bunga, yaitu Hanna.. dan bagaimana Hanna menolongnya.


Lino tidak menceritakan tentang sistem, tapi dia juga bercerita saat dia memasuki ruangan naga yang penuh harta, Lino juga bercerita jika dia mendapatkan kekuatan (tapi tidak memberitahu jika itu sistem)


Lino juga menceritakan bagaimana dia menghukum guild yang selama ini mempermainkannya dan meremehkannya hanya karena dia rank F.


Roi meraih tisu dari atas meja lalu mengusap air matanya.


“Kenapa kamu menangis?”


Roi menggeleng “Tidak itu.. kak Lino kasihan sekali.. aku senang sekarang kakak mendapat kekuatan dan sudah rank S, tapi kenapa informasi tentang kakak yang dijahati guild itu tidak ada di internet?”


“Tentu saja dirahasiakan, karena negara kami tidak ingin memperlihatkan sisi buruknya untuk pencitraan, semua negara juga pasti melakukannya kan? aku tidak keberatan karena mereka sudah dihukum dengan setimpal” Lino


“Kak Lino terlalu baik.. aku jadi makin kagum dengan kakak.. hehe, kakak boleh memesan apapun, semua gratis untuk kak Lino” kata Roi.


“Terimakasih, aku akan pesan banyak lho..”


“Hahaha tidak masalah! Tapi – kenapa kakak bisa ada disini?”


Lino buru-buru menelan makanannya lalu menatap Roi “Aku.. eum – kebetulan lewat”


“Maksudnya?”


“Lupakan saja, setelah ini aku harus pergi, aku sangat sibuk” kata Lino


“Sibuk apa? Aku ikut!” Roi


“Gak boleh, kamu kan masih punya saudara kembar, dia akan marah jika kau pergi tidak jelas” Lino


“Apa ini? Kau bertengkar dengannya?”


Roi menggeleng “Tidak juga... dia lebih memilih sibuk mengurusi urusan perusahaan dari pada main denganku, padahal kita masih umur berapa.. dia sudah memilih menyibukkan diri”


“Kembaranmu yang perempuan itu?”


“Aku punya satu kembaran dan itu perempuan”


“Biasalah, perempuan memang cepat dewasanya daripada laki-laki.. kau juga lebih baik tidak main terus. Oh iya, aku harus pergi”


“Ikut!!”


“Gak boleh, kita ini orang asing”


“Aku tidak merasa begitu”


“Kalau aku menculikmu bagaimana?”


“Tidak mungkin..”


Lino pun menyerah, tapi dia tetap memilih pergi menjauh dari Roi. Lino keluar dari tempat itu, mencari tempat sepi agar dia bisa berteleportasi menggunakan gerbang kembali ke apartemennya di Indonesia.


Dalam sekejap, Lino sudah sampai di apartemennya, tepatnya di dalam kamar. Lino melepas jaketnya lalu menggantungkannya ke tempat semula lalu berbalik –


“Tempat ini nyaman juga”

__ADS_1


Lino shock melihat Roi ada disana, berbaring di ranjang empuknya tanpa melepas sepatu dulu.


“Kenapa kau mengikutiku?!” teriak Lino frustasi, Roi hanya tertawa saja.


“Aku udah bilang mau ikut! Ini dimana? Di Indonesia ya?”


“Kok kamu tau?”


“Karena kita sedang berbahasa Indonesia?”


Lino pun mendekati Roi lalu menariknya untuk duduk “Dengarkan aku – kau harus kembali”


Roi menggeleng “Gak mau!”


“Keluargamu akan menganggapku penculik..”


Roi menundukkan kepalanya sedih “Mungkin mereka tidak akan peduli padaku.. paman Jay dan bibi Sarah lebih menyukai Reina! Papa dan mama juga sangat sibuk”


Lino meraih tangan Roi “Hei dengarkan aku... aku tau kau sedang dalam fase ingin diperhatikan.. tapi kabur seperti ini juga tidak baik, apalagi kita baru kenal, aku akan dianggap menculikmu.. kau ingin aku ditanggkap fbi?”


Roi tersentak mendengarnya, tentu saja dia tidak ingin Lino ditangkap fbi, kemudian dia menggeleng pelan “Aku gak mau.. tapi – boleh aku tinggal sampai besok pagi?”


Lino menghela nafas berat “Baiklah, jika kau pergi besok itu artinya disana sudah malam”


“Tidak apa”


Akhirnya malam itu Lino membiarkan Roi ada disana.


Lino tidak mengerti apa masalah keluarga Roi tapi entah mengapa, Lino merasa ingin melindunginya. Mungkin ini terdengar konyol tapi... entahlah, dia merasa menyayangi bocah itu.


“Orangtuamu sibuk?”


“Mereka orangtua adopsi, sangat sibuk.. keduanya adalah dokter dan memiliki rumah sakit yang besar, ada di amerika dan Canada. Mereka memiliki anak juga.. jadi aku punya satu adik, perempuan, masih 13 tahun tapi dia sangat cerdas dan ketus, aku tidak menyukainya.. dia cocok dengan Reina, tidak denganku. Yang cocok denganku hanyalah adik sepupu anak dari pamanku, masih kecil sih, baru delapan tahun, laki-laki.. tapi dia diarahkan untuk menjadi model sama seperti bibiku, bibiku sangat cantik..


Oh iya, pamanku memiliki bisnis hotel dan resort, sama seperti kakek.. eum – mungkin kau bingung, tapi pamanku ini bukan adik dari orangtua adopsiku, tapi paman kandungku.. dulu dia masih terlalu muda untuk mengadopsiku, jadi yang mengadopsiku adalah orangtuaku yang sekarang”


“Orangtua kandungmu?”


“Tidak tau... yang kami tau hanya kami memiliki perusahaan peninggalan saja, itupun di urusi oleh bibi Jessi dan paman Theo, juga beberapa butler dan maid. Oh iya.. kami memiliki butler dan maid yang mengurusi perusahaan itu. Kami bari diberitahu perusahaan itu saat kami baru berusia 16 tahun. Kami tidak mengerti mengapa selama ini dirahasiakan, tapi.. seperti yang ku bilang sebelumnya, sekarang Reina belajar untuk mengurusi perusahaan itu dengan paman Theo. Aku jadi kesepian.. aku hanya bisa bermain dengan Reina di hari libur saja, itu pun sejak kami berusia 17 tahun, kami harus pergi berburu...zzz”


Lino melirik pada Roi yang sudah berhenti bercerita. Mereka tidur di ranjang yang sama karena Roi tidak mu lepas dari Lino. Lino memintanya berganti piyama baru dan melepas sepatunya.


Kini Roi terlihat lelah, diapun telah tertidur lelap setelah bercerita panjang lebar.


Lino menyelimutinya lalu kembali berbaring.


“Setiap manusia memiliki masalahnya sendiri.. Roi masih seperti anak-anak, ku rasa dia akan cocok dengan Sam, Felly, Xia dan Ara. Jika kau tinggal denganku kau akan punya banyak teman, Roi”


Tapi Roi bukan siapa-siapa Lino, dia harus mendapat persetujuan walinya untuk membawa Roi bersamanya, yang Lino yakin.. dia tidak akan disetujui dengan mudah.


.


.


.


kalian udah tau siapa Roi?? 😂

__ADS_1


jangan lupa like and vote ya biar author makin semangat lanjutinnya ❤


__ADS_2