Sistem Pemburu: Penjinak Monster

Sistem Pemburu: Penjinak Monster
Yang sebenarnya terjadi


__ADS_3

.


.


Kebetulan ke lima kristal jatuh ke satu negara yang sama.


Semua kristal dibawa ke suatu tempat tersembunyi milik pemerintah dan diteliti. Kristal hitam lahir terlebih dahulu, dan terlihat seperti bayi pada umumnya. Kristal hitam kemudian diadopsi oleh salah satu peneliti dan dibawa ke daerah asalnya.


Sementara itu, kristal yang tersisa belum menunjukkan tanda-tanda akan lahir.


Salah satu peneliti yang licik membawa kabur satu kristal berwarna jingga sampai ke kota lain. Akan tetapi dia berhasil ditangkap dan dibawa ke penjara.


Meski begitu, kristal jingga tetap hilang dan tak dapat mereka temukan.


Yang sebenarnya terjadi adalah kristal jingga pecah sebelum waktunya tiba, hal itu menyebabkan pecahan kristal melebur lalu melindunginya dengan menyegel kekuatannya. Jadi kristal jingga terlihat seperti bayi biasa di mata manusia.


Mereka berhasil ditemukan oleh pasangan yang juga sedang mengurus seorang anak yang masih berumur dua tahun, kristal jingga pun mereka bawa dan mereka rawat.


Tak lama kemudian kristal yang lain juga ikut pecah dan lahir.


Sedangkan Raja Iblis yang mendapat perlakuan seperti itu oleh dewa pun tidak terima, lalu dia mengerahkan seluruh kekuatannya, kekuatan putri yang sekarang sudah menjadi Ratunya, kekuatan seluruh bawahannya hingga menciptakan sebuah bencana di bumi.


Bencana itu juga melibatkan para makhluk mistis yang sangat disayangi Dewa, yaitu dengan menciptakan portal yang dapat menghubungkan keduanya.


Raja Iblis juga memberi sedikit kekuatan untuk para manusia agar dapat melawan para makhluk mistis.


Dan kekacauan antar dua dunia pun dimulai.


Lalu yang terjadi, adalah yang sudah anda ketahui setelahnya.


...--*--...


Lino terlarut dalam bacaan itu hingga ia tidak sadar tulisan di buku telah berhenti, ia merasa seperti membaca novel saja. Tidak terasa sudah satu jam berlalu sejak Lino membaca cerita tersebut.


“Ini sudah? Jadi – anak-anak itu memang bukan anak biasa, maksudku mereka anak Raja Iblis dan putri yang merupakan pahlawan?” tanya Lino.


Buku tersebut membalik halamannya ke halaman yang kosong lalu keluar tulisan.


‘Benar sekali’


“Lalu bencana ini diciptakan Raja Iblis untuk balas dendam?”


‘Benar’


Lino tidak bisa berkata-kata lagi, kelakuan ayahnya anak kembar benar-benar gila, dan yang lebih gilanya lagi, Dewa juga kenapa begitu saja marah hingga menculik? Kenapa tidak langsung dibunuh saja atau bagaimana, kan lebih mudah.


‘Seorang dewa tidak boleh langsung membunuh seperti itu, kalau boleh sudah sejak awal dilakukan, dia tidak akan repot-repot memberi kekuatan pada seseorang untuk jadi pahlawan’


Lino mengangguk-angguk mengerti “ternyata ada aturannya, dia itu benar dewa kan?”


‘Benar, tapi bukan dewa penguasa’


“Eh, apa lagi itu?”


‘Dewa peguasa adalah yang mengatur alam semesta, hanya satu, yang memiliki segala kekuatan, yang tidak tertandingi’


Lino mengangguk-angguk lagi mengerti “Lalu.. sistem yang ku punya itu, siapa yang memberi? Apakah dewa? Atau dari Raja iblis?”

__ADS_1


‘Itu adalah keadilan dari dewa penguasa, karena setiap masalah pasti ada penyelesaiannya bukan? Dan anda terpilih untuk menjadi seseorang yang dapat menengahi masalah ini’


“Bagaimana jika aku gagal? Apakah sistemku akan ikut hilang?”


‘Tidak juga, sistem itu melekat pada diri anda dan sudah sesuai dengan anda, jika anda gagal ya.. berarti anda akan jadi manusia gagal, itu saja’


Lino mengerutkan keningnya, antara tidak mengerti dan merasa tersinggung.


“Jadi aku seperti pahlawan begitu ya...”


‘Tidak juga, biasanya pahlawan dipilih yang memiliki hati yang baik, dan anda memiliki tingkat kekejaman yang cukup besar bagi manusia biasa, ku rasa itu dinamai psikopat disini’


“HEI!! Enak aja!!”


Lino mulai kesal dengan kejujuran buku ini.


“Jadi, cara untuk menghentikan semua ini bagaimana?”


‘Agak sulit, pertama anda harus membuka gerbang menuju wilayah iblis dan menemukan Raja Iblis dengan ke lima kristal. Untuk membuka gerbangnya, anda membutuhkan beberapa persembahan, yaitu 100 core dari makhluk mistis tingkat tinggi, 10 senjata khusus pemimpin klan, dan aku’


“Hah? Kau? Aku harus mempersembahkanmu begitu?”


‘Iya, hanya untuk membuka gerbang saja, bukankah anda sudah memiliki beberapa senjata khusus pemimpin klan?’


“Sepertinya sudah ku jual pada asosiasi”


‘Tidak apa, anda tinggal mencari lagi, bisa saja anda mendapatkan senjata dari sistem anda, tapi jangan yang dari gacha, harus yang membeli dengan koin’


“Syukurlah, tapi yang susah disini adalah 100 core tingkat tinggi itu!”


“Aku tau itu! Yang masalah disini adalah mendapatkannya – apa aku boleh membeli saja?”


‘Tentu, anda bisa membelinya dari manapun, asal dengan uang tunai, tidak boleh hanya dikasih orang’


“Ketat sekali peraturannya, baiklah aku mengerti, aku sudah lelah, aku mau tidur saja”


Lino pun menutup buku itu karena dia sudah stress memikirkan cara membuka gerbang ke wilayah iblis. Yang pasti dia harus mengumpulkan banyak core. Tidak ada cara lain, dia harus memasuki dugeon tingkat A atau S.


Lino tidak bisa santai-santai lagi.


Lalu... aduh – Lino tidak tega memberitahu apa yang sebenarnya terjadi pada anak-anak itu, terutama pada Sam. Mana Sam cengeng sekali, ternyata Lino msih memiliki rasa kasihan ya, berarti Lino bukan psikopat seperti yang buku itu bilang, enak saja! Masa orang baik seperti Lino psikopat sih.


Lino pun kembali berteleportasi ke apartemen, dia menengok ke kamar Felly, ada Felly dan Hanna yang sudah tertidur. Setelah itu Lino menengok ke kamar lain, Alpha dan Darko juga sudah tidur.


Xia dimana ya?


Lino memasuki kamarnya sendiri, dia mengerutkan keningnya setelah tidak melihat Xia ada disana.


“Kemana anak itu?” Lino mulai khawatir hal yang tidak-tidak terjadi, karena itu dia kembali berteleportasi, kali ini ke apartemen satunya, langsung ke kamar Sam.


Benar saja, ada Xia disana.


“Ehem!”


Xia terkejut karena ada suara Lino, dia pun buru-buru duduk, menatap Lino takut-takut “Master...”


Lino mendekat, melipat tangannya di dada, menatap Xia dengan tatapan marah.

__ADS_1


“Aku tidak ingin memakannya kok... aku hanya ingin melihatnya saja”


Lino menarik lengan Xia agar turun dari ranjang.


Hebat sekali Sam, meski mereka berdua ribut, Sam tidak terganggu sama sekali dan terus saja tertidur pulas, dia mendengkur halus dan terlihat damai dalam tidurnya.


“Untuk apa kau melihatnya?”


Xia menundukkan kepalanya “Itu... aku – tidak tau, aku hanya ingin melihatnya saja sebelum tidur”


“Kau menyukainya?” tanya Lino, Xia mendongak kembali menatap Lino, lalu dia menggeleng “Tidak tau... aku hanya suka baunya, sepertinya dia enak – maksudku, aku tidak tau master”


“Sudahlah, aku tidak marah, ayo kembali”


Mereka pun kembali lagi ke apartemen Lino, Lino harus memastikan Xia tidur dulu sebelum dirinya sendiri berangkat tidur.


Lino selalu merasa punya seorang anak


perempuan jika bersama Xia, padahal dulu Lino pikir Xia sangat sexy, tapi setelah tau umur Xia masih terlalu kecil perasaan Lino yang seperti itu perlahan hilang.


Xia adalah seorang putri, berarti dia memiliki kerajaan bukan? Bagaimana dengan kerajaannya?


Lino kembali mengambil buku rahasia untuk menanyakan tentang Xia.


‘Makhluk mistis akan secara acak muncul


di berbagai portal, termasuk keluarga putri rubah itu, tapi lebih aman dia berada bersama anda’


“Lalu, bagaimana dengan monster – maksudku makhluk mistis yang sudah dibantai pemburu lain?”


‘Itu seperti game, tubuh asli mereka akan tetap utuh di dunianya, bisa dibilang mereka tidak mati, bisa saja mereka muncul lagi di portal lain – seperti game, jika mati berarti akan dimulai kembali, makanya aku bilang lebih baik Xia tetap bersama anda’


“Jadi pasukannya Alpha sebenarnya masih hidup?”


‘Benar, mereka masih hidup di dunia sana’


Pantas saja Alpha biasa saja dan tidak dendam pada Lino, Lino pikir itu aneh sekali dia tidak ada dendam. Meski Lino sudah menjinakkannya, tapi tetap saja kan? paling tidak sedih sedikit, tapi ternyata Alpha tidak sedih sedikitpun.


‘Tapi jika pemimpin pasukan sudah tidak memiliki pemimpin, pasukan itu tidak akan muncul lagi di portal manapun’


Ah, pantas aja.


“Jadi begitu... aku masih pusing, semua informasi ini terlalu banyak, aku butuh waktu untuk mencernanya”


‘Pelan-pelan saja, santai, jangan terburu-buru’


“Kembalilah lagi ke kotak penyimpanan”


Kembali Lino menyimpan buku tersebut.


Lino tersenyum, untunglah mereka mencari keberadaan para hantu tersebut, jadi dengan begitu Alpha bisa menemukan buku ini, jadi Lino bisa mengetahui apa yang terjadi.


Mungkin ini yang dinamakan keberuntungan.


.


.

__ADS_1


__ADS_2