Stuck With Mr Arrogant

Stuck With Mr Arrogant
BAB 10


__ADS_3

" Jadi bagaimana sayang, kau ikut denganku atau tidak?" Tanya Maya yang sudah tidak sabaran.


"Tentu sayang, kita akan pergi menemuinya. Besok pagi-pagi kita datang ke apartemennya. Kita buat dia kesal saat bangun tidur." Bram mengatakan ide untuk membuat kejuatan untuk anak semata wayang mereka.


"Rencana yang bagus sayang." Maya terkekeh dan mengangkat kedua jempolnya pertanda setuju.


............................


Pukul 05:00 pagi, di apartemen Rayn.


Bip...bip...bip...bip,


Nita menggapai alarm yang ada di atas nakas yang berbunyi menggetarkan nakas. Ia sengaja mengatur alarm sebelum tidur semalam. Nita meregangkan otot-ototnya, ia menggosok pelan kedua matanya. Ia berjalan menuju kamar mandi, langkahnya terhenti tepat berada di depan sofa yang berisi Rayn yang tertidur pulas.


"Ternyata kau memenuhi janjimu Tuan Arrogant." Lirih Nita saat berhenti di depan Rayn.


Ia berjalan kembali dengan mengendap-endap layaknya seorang maling. Nita mengambil wudhu, ia akan melaksanakan shalat subuh. Sebenarnya dia masih ingin melanjutkan tidurnya, karena badanya masih lemas dan sedikit pusing di kepalanya. Tetapi dia ingin melakukan kewajibannya terlebih dahulu. Ia berjalan ke arah sajadah dan sebuah mukena bewarna cokelat muda yang sudah ia siapkan.


Nita melirik ke arah jam digital saat ia selesai shalat. Jam menunjukkan masih pukul 05:15. Nita melirik ke arah yang berbeda, ke arah Rayn yang sedang tidur nyenyak. Ia mengambil selimut dan memasangkannya ke tubuh kekar milik Rayn.


"Kalau sedang tidur begini, semua orang pasti yakin bahwa kau adalah pria yang lembut dan perhatian." Ucap Nita saat memegang tangan hangat Rayn sejenak. Nita mulai mengabsen tiap inci wajah Rayn dengan pandangannya. Alisnya yang tebal, bulu matanya melengkung lentik ke atas bahkan bulu matanya kalah dengan milik Rayn. Hidungnya juga mancung, apalagi bibirnya yang terlihat sangat sexy. Bulu-bulu halus yang menghiasi pipinya menambah kesan tegas dan maskulin.


"Sungguh ciptaan Allah yang sangat indah." Lirih Nita.


"Aku mendengarnya, aku tau aku tampan. Jangan menatapku terus, kau bisa jatuh cinta." Sahut Rayn yang masih memejamkan matanya tetapi bibirnya tersenyum menyeringai.


"......"


"Setampan itukah aku? Hingga kau tak bisa mengatakan satu katapun ha?" Tanya Rayn diikuti dengan nada angkuh andalannya.


Blush,


Jika ada lubang semut di kamar itu, pasti Nita sekarang sudah masuk ke dalam lubang itu. Nita sangat malu, pipinya sudah merah seperti kepiting rebus. Ia memalingkan wajahnya menghadap ke arah lain. Tetapi rasa malunya tiba-tiba hilang tergantikan dengan rasa mual, perutnya bergejolak. Ia langsung berlari ke arah kamar mandi.


Hoooeeekkk..... hoooeeekkk,


Suara itu menyadarkan Rayn dari rasa terkejutnya saat melihat Nita yang berlari dengan menutupi mulutnya dengan tangannya. Rayn bergegas menyusul Nita ke dalam kamar mandi.


"Jangan masuk tuan!" Nita sedikit berteriak menghentikan langkah Rayn yang mendekat ke arahnya. Nita berpikir bahwa Rayn akan sangat jijik saat melihat muntahannya.


"Kenapa? Aku hanya ingin membantumu."


"Disini kotor, Tuan." Jawab Nita berusaha meyakinkan Rayn. Tetapi Rayn tidak menggubris perkataan Nita. Dia berdiri tepat di belakang Nita. Dia membantu Nita dengan memijat-mijat tengkuk dan lehernya. Nita mencuci mulutnya dan memgelapnya dengan tisu yang ia dapat dari tangan Rayn. Kini Rayn membantu Nita menuju ke ranjang dengan perlahan. Dia merebahkan tubuh Nita di ranjang dan menaikkan selimutnya.

__ADS_1


"Istirahatlah hari ini. Apakah kau baik-baik saja? Kau terlihat sangat lemas dan pucat." Ucap Rayn saat mengelus pucuk kepala Nita.


"Saya baik-baik saja, Tuan. Hanya sekarang saja terasa sedikit pusing. Nanti bangun tidur pasti sudah mendingan.


"Heemm."


"Kenapa tuan tidur disini?" Tanya Nita yang sudah gugup karena Rayn ikut masuk ke dalam selimut yang sama dengan dirinya.


"Ini apartemenku. Sudahlah ayo tidur. Atau kau ingin aku membuatmu lemas dan sulit untuk bejalan besok?" Rayn terdengar seperti mengancam Nita.


"Astaga... apa yang baru saja kau katakan Rayn... dasar bodoh. Ada apa denganmu Rayn?" batin Rayn bertanya kepada dirinya sendiri.


"Ta...tapi tuan......"


"Sudah tidurlah, kasihan anakku." Rayn terdengar semakin lembut.


"Kalau kau tidak tidur dalam 5 menit, aku akan menghukummu. Aku akan benar-benar membuatmu susah berjalan besok." Imbuh Rayn dengan memberikan ancaman. Nita berbalik menghadap tembok, ia merapatkan selimutnya. Seluruh tubuhnya sudah tertutul selimut. Hanya bagian rambut Nita yang terlihat.


"Dasar pria kejam! Apa isi otaknya hanya mesum saja." Batin Nita.


"Kenapa kau terlihat menggemaskan sekali? Dasar bocah ingusan, malam itu aku melakukannya karena khilaf. Aku tidak akan mengulangi kebodohanku untuk menyentuh bocah ingusan sepertimu." Batin Rayn kesal.


Rayn melepas tertawanya yang sengaja ia tahan. Rayn tertawa lepas karena melihat tingkah konyol dan ekspresinya yang menggemaskan. Nita yang sudah terlalu malu langsung menghadap ke tembok tanpa aba-aba. Rayn menghentikan tawanya. Dia bergeser lebih dekat dengan Nita. Rayn memeluk lembut perutnya dari belakang. Lidah Nita kelu, ia tidak bisa mengatakan apapun. Dia dapat merasakan hangatnya pelukan Rayn. Nita berusaha melepaskan tangan Rayn, ia sudah tersadar bahwa kejadian ini tidak pantas.


"Biarkan tetap seperti ini, atau kau ingin aku membuat tanganmu berhenti bergerak?" Rayn berkata dengan sedikit penekanan di setiap katanya.


Didapur apartemen mewah itu, Bi Ina sedang menyiapkan menu sarapan untuk tuan dan nyonya mudanya. Kemarin Rayn sudah memberitahu bahwa Nita hamil dan Rayn menyerahkan tanggung jawab kepada Bi Ina untuk menjaga Nita saat Rayn tidak ada di apartemen.


Tok...tok...tok,


Terdengar suara pintu depan diketuk. Bi Ina mencuci kedua tangannya yang baru selesai memotong bawang merah. Dia berjalan ke arah pintu depan dengan sedikit terburu-buru.


Ceklek,


"Dimana tuanmu?" Tanya Bram kepada Bi Ina saat pintu apartemen dibuka.


Bi Ina terkejut melihat dua orang yang terkenal di negara ini sedang berdiri dihadapannya. Mereka adalah Bram Alexander dan Maya Alexander, pemilik Alexander Group. Bi Ina terdiam dengan mulut yang sedikit terbuka dan matanya menatap kedua orang itu dengan tatapan kagum sekaligus tidak percaya.


"Apakah dia masih tidur, Bi?" Tanya Maya yang sudah tak sabar..


"Eh... maaf nyonya. Tuan Muda dan Nyonya Muda masih tidur."


"Nyonya Muda?" Sahut Bram dan Maya serempak dengan membulatkan kedua bola mata mereka masing-masing.

__ADS_1


..................................


Hai readers...


Terimakasih sudah membaca novelku ini ya.


Maaf episode kali ini lebih pendek dari biasanya. karena.....


Di episode ini aku akan memberikan gambar visual para tokoh di novel "Stuck with Mr Arrogant"


Ini hanya imajinasi author... jadi mohon dimaklumi. Karena aku suka film action dari barat jadi beberapa gambar yang aku ambil adalah pemeran-pemeran dari film tersebut 😂. Yang penting kegiatan halu kita semakin seru ya😂.


1. Bram Alexander, Papanya Rayn sekaligus suami Maya.



Pasti kalian tahu ya itu adalah photo dari Sylvester Stallone pemeran dari film Rambo, Escape plan, Expendables, dan banyak film lainnya. Aktor favorit author nih 😂


2. Maya Alexander, Mamanya Rayn sekaligus istri Bram



Mamanya Rayn terlihat cantik ya. Photo itu adalah Istri dari Sylvester Stallone yaitu Jenifer Flavin.


3. Rayn Alexander,



Kalau yang satu ini adalah anak dari Dwayne "The Rock" namanya adalah Zac Efron pemain film Baywatch.


4. Anita Pramudya,



Photo Febby Rastanty, Kalian pasti sudah tidak asing lagi.


5. Yoga Kusuma, Asisten pribadi Rayn.



Photo Irfan Bachdim, kalian juga pasti sudah tidak asing lagi.


Nah, itu tadi gambaran visual dari para pemeran di novel ini ya readers. Mohon dimaklumi karena gambar tadi hanya untuk gambaran saja.

__ADS_1


Jangan lupa like ya readers...


Thank you😍


__ADS_2