Stuck With Mr Arrogant

Stuck With Mr Arrogant
BAB 49


__ADS_3

Hai readers!


Sebelum lanjut membaca bab ini harus like dan vote dulu ya! Boleh juga menulis komentar sesuka kalian! Tambahkan novel ini dalam novel favorite kalian!


Happy Reading!


......................


Rayn mematikan teleponnya secara sepihak.


"Sayang, aku pulang ke mansion sebentar. Ada pekerjaan penting yang harus aku selesaikan! Kamu tidak apa-apa kan kalau aku tinggal?" ucap Rayn.


"Iya, sayang. Di sini kan ada Ana yang menemaniku. Kamu tidak usah khawatir! Hati-hati di jalan!" jawab Nita.


Rayn mengecup bibir Nita sekilas, lalu berjalan keluar kamar inap Nita. Ia menancap gas menuju mansion. Beberapa pengendara memaki Rayn yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Sesampainya di mansion, Ben dan Yoga berdiri menyambut di depan pintu. Rayn melangkah dengan cepat menuju ruang kerjanya diikuti oleh Ben dan Yoga.


"Siapa yang menjadi dalang kecelakanku kemarin?" seru Rayn yang duduk di kursi kebesarannya.


"Clara," jawab Ben.


"Wanita itu murahan sekali! Sudah kuduga dia tidak akan berhenti mencoba memisahkanku dengan Nita!" seru Rayn.


"Tapi ada satu orang lagi yang membantu rencana Clara, tuan! Semalam Jojo memberikan laporan kepada saya. Jojo adalah nama dari anak buah Clara yang sudah berpihak kepada kita. Dia melaporkan bahwa kecelakaan itu rencana dari Clara dan pria yang membantu Clara. Pria itu adalah teman lama tuan, namanya Sam. Pria itu sengaja membantu Clara karena ingin membalaskan dendam masa lalunya kepada tuan!" jelas Yoga.


"Dendam apa? Aku bahkan tidak mengingatnya!" tanya Rayn.


"Menurut informasi, dia adalah korban bullying geng anda selama di sekolah menengah atas!"


"Suruh Jojo mengirimkan alamat markas kedua penjahat itu!" perintah Rayn.


"Saya sudah meminta alamatnya semalam, tuan!" sahut Ben.


"Bagus! Aku harus menyelesaikan masalah ini, mereka membuatku kehilangan calon anakku! Siapkan anak buah terbaikku lengkap dengan senjata!"


"Baik, tuan!" seru Ben.


Ben dan Yoga berjalan meninggalkan ruang kerja Rayn. Menyisakan Rayn yang duduk terdiam di kursinya.


Sudah cukup serangan yang ia dan istrinya terima. Malam ini Rayn bertekad akan menghabisi musuhnya. Anak buahnya mulai menjalankan tugas sesuai rencana.


........................


Sinar matahari yang telah digantikan sinar rembulan tidak menyurutkan aktivitas penduduk kota. Jalanan kota semakin padat saat malam tiba. Sebuah mobil mewah berwarna putih masuk ke dalam pekarangan luas dengan sebuah bangunan mewah di dalamnya. Tembok setinggi tiga meter menutupi area ini. Di dalam pekarangan berjajar puluhan mobil mewah tanpa plat nomor. Ada banyak penjaga di sekeliling pekarangan dan rumah.


Dari dalam mobil putih tadi keluar seorang wanita cantik yang menutupi wajahnya dengan selendang hitam. Dia adalah Clara. Ia bergegas masuk ke dalam bangunan mewah itu.


"Kau sudah dengar kabar itu?" sahut seorang pria yang duduk di sofa berwarna coklat.


"Tentu! Tapi tetap saja tidak sesuai rencana! Nita dan Rayn masih hidup, hanya anaknya saja yang mati!" seru Clara.


"Tenanglah! Rencanaku selanjutnya pasti akan berhasil!" ucap Sam.

__ADS_1


Ya, pria itu adalah Sam teman lama Rayn. Mereka berdua tidak tahu bahwa musuh mereka akan berkunjung menemui mereka.


Clara dan Sam duduk bersama di sofa panjang. Mereka menikmati minuman mereka dan menatap lembaran kertas di meja. Mereka sepertinya sudah menyiapkan rencana lanjutan untuk memborbardir bahtera rumah tangga Rayn dan Nita.


Tiba-tiba semua lampu di rumah itu padam. Dan terdengar suara perkelahian di luar. Clara mulai panik. Lain halnya dengan Sam, ia tersenyum smirk.


Ceklek,


Tepat saat pintu dibuka dari luar, semua lampu menyala. Clara semakin panik, semua anak buah mereka sudah terkapar.


"Selamat datang teman lamaku!" ucap Sam yang membentangkan tangannya seolah menyambut kedatangan Rayn.


"Kau sudah berubah ternyata! Dulu kau cupu, sekarang kau begitu berani mengganggu keluargaku. Aku cukup terkejut melihat mobil curian di pekaranganmu!" seru Rayn.


Tangan Rayn mencegah Ben dan Yoga yang akan ikut melangkah maju.


"Ya, perlu ku akui, semua ini karena dirimu! Karena hinaanmu dulu, aku bekerja keras untuk mendapatkan semua ini dan bisa membalaskan dendamku! Apakah kau ingat saat dulu kau melepas ban sepeda motoku dan membuangnya? Apa kau peduli karena aku terlambat pulang, adikku tidak tertolong?" seru Sam.


"Tunggu! Aku dan gengku memang sering menghina dan membuly dirimu! Tapi kami tidak pernah mengerjaimu sampai separah itu!" jawab Rayn.


"Sudahlah! Tidak perlu membela diri! Sekarang kau sudah merasakan bukan, bagaimana rasanya kehilangan orang yang kau sayangi?" seru Sam.


Clara sangat panik dengan kedatangan Rayn. Clara memanfaatkan situasi dimana Rayn dan Sam sedang berdebat. Ia perlahan berjalan mundur mendekati pintu. Tapi terlambat, Yoga melihat pergerakan Clara. Yoga langsung menyeret Clara dan membawanya ke hadapan Rayn.


"Jangan mencoba kabur! Kau juga harus bertanggung jawab atas kematian putriku!" seru Rayn.


"Maafkan aku, Rayn! Aku terpaksa melakukannya karena aku sangat mencintaimu!" ucap Clara membela diri.


"Kau tidak mencintaiku! Kau hanya terobsesi denganku! Jika benar kau mencintaiku, kau tidak akan membuatku celaka!" sahut Rayn.


"Mulutmu yang berbisa itu tidak akan bisa dipercaya! Setelah ini nikmatilah sisa hidupmu di penjara!" seru Rayn.


Sam diam-diam mengambil sesuatu dari laci meja di belakang tubuhnya. Baik Rayn, Ben, maupun Yoga tidak ada yang menyadarinya.


"Polisi sedang dalam perjalanan kemari, tiga menit lagi mereka akan membawa kalian berlibur di kurungan besi!" ucap Rayn.


Dari sebuah ruangan keluar Jojo dengan sebuah pistol di tangannya. Ia mengarahkan pistolnya tepat pada kepala Rayn.


"Sungguh? Aku akan berlibur dengan senang karena kau akan mati!" seru Sam.


Rayn, Ben maupun Yoga hanya tersenyum sinis mendengar ucapan Sam. Karena Jojo kini berbalik mengarahkan pistolnya pada Sam.


"Apa yang kau lakukan? Kau ingin aku membunuh anak dan istrimu?" seru Sam.


"Apakah kau tidak tahu jika anak dan istrinya sudah dibebaskan?" sahut Ben.


Sam berdiri mematung. Sekarang sudah jelas bahwa dia kalah. Dengan cepat dia merampas pistol dari Jojo.


Dor,


Sam menembak kepalanya sendiri.


"Sial!" umpat Ben yang memeriksa denyut nadi Sam.

__ADS_1


Tidak beberapa lama kemudian polisi datang, mereka menangkap Clara dan membawa mayat Sam. Selain menangkap pembunuh pewaris Alexander group, polisi juga berhasil menemukan markas penadah mobil curian.


Rayn mengehela napas lega, rencananya berhasil malam ini. Walaupun sedikit melenceng dari harapan karena Sam bunuh diri, tapi setidaknya sekarang dia dan Nita dapat hidup dengan tenang.


.........................


Tiga bulan berlalu setelah kejadian itu. Nita kembali ceria seperti sebelumnya. Itu karena Rayn suaminya selalu memberikan semangat untuknya. Selama tiga bulan ini hubungan mereka juga semakin romantis. Setiap hari Rayn selalu meluangkan waktunya untuk sekedar jalan-jalan atau minum teh bersama. Rayn sering memberikan hadiah-hadiah kecil untuk Nita.


Seperti pagi ini, Rayn memberikan sebuah kalung untuk Nita. Rayn memasangkan kalung itu di leher Nita yang masih tidur nyenyak. Sungguh manis bukan?


Perlahan Nita membuka matanya, ia tersenyum saat melihat wajah tampan Rayn.


Senyumnya semakin lebar saat melihat sebuah kalung indah di lehernya. Ia langsung memeluk erat Rayn.


"Terima kasih, sayang!" seru Nita.


Tapi tiba-tiba Nita melepas pelukannya. Ia menutup hidungnya.


"Kamu kenapa?" tanya Rayn.


Nita tidak menjawab, ia berlari ke dalam kamar mandi.


Hoeeekkk... hoeekkkk


"Kamu masuk angin?" tanya Rayn.


"Jangan dekat-dekat aku tidak suka bau tubuhmu, sayang!"


"Apa maksudmu sayang? Sejak kapan kamu tidak suka aroma tubuhku? Aku sudah mandi kok!" ucap Rayn.


"Mungkin bawaan dari dedek di dalam sini!" Nita mengelus perutnya.


"Kamu?"


"Astaga, aku lupa memberitahu sayang! Tadi pagi-pagi sekali aku mual, dan aku mencoba mengeceknya karena aku juga sudah telat datang bulan. Ini hasilnya!" ucap Nita yang menyerahkan sebuah alat tes kehamilan.


"Kamu hamil? Aku mencintaimu, sayang!" Rayn langsung memeluk Nita.


Nita membiarkan Rayn memeluk dirinya. Ia menutup hidungnya dengan jarinya agar ia tidak mual lagi.


"Aku juga mencintaimu!" jawab Nita.


......................


Jangan lupa like dan vote ya! Rate juga, bintang lima ya!❤️


Karena suatu alasan, author memutuskan untuk menamatkan novel ini. Maaf ya!


Tapi jangan khawatir, mampir ke novelku yang berjudul "Psikopat Bucin" ya! Ceritanya tidak kalah bagus dari yang ini.


Berikan like, vote, rate, dan tuliskan komentar sesuka kalian! Dukungan kalian adalah semangat author untuk terus berkarya!


IG: Sekararum142

__ADS_1


Stay save dan semangat terus!


__ADS_2