Stuck With Mr Arrogant

Stuck With Mr Arrogant
BAB 14


__ADS_3

"Nanti aku juga akan berbicara kepada mereka. Sekarang istirahatlah atau tonton drama konyol kesukaanmu itu. Aku akan mengecek emailku di sini." Jawab Rayn.


Rayn mengeluarkan laptopnya dari dalam laci dekat sofa yang ia duduki. Sedangkan Nita, dia membuka handphonenya untuk menonton drama korea kesukaannya yang sudah ia unduh tempo hari. Mereka melakukan aktivitas mereka di kamar yang sama, hanya Rayn duduk di sofa yang letaknya di seberang sofa yang Nita duduki. Nita berbaring di atas sofa itu dan meluruskan kakinya.


Sebenarnya Nita tidak suka jika harus menghabiskan waktunya tanpa melakukan pekerjaan apapun. Di saat Rayn bekerja, ia memaksa Bi Ina untuk membiarkannya menyapu atau sekedar membersihkan perabotan yang ada. Tapi, saat weekend tiba dia tidak bisa mencari-cari alasan untuk mengerjakan sesuatu. Nita mendapat sebuah ide, dia akan membuat salad buah untuknya dan Rayn. Sudah lama dia tidak memegang pisau dapur, rasanya ini waktu yang pas. Nita bangkit dari sofa, baru selangkah dia berjalan. Rayn mengejutkannya.


"Kau mau kemana?"


"Saya mau ke dapur, Tuan." Jawab Nita


"Mau apa?"


"Saya mau membuat salad buah untuk Saya dan juga untuk tuan."


"Jangan macam-macam. Kau perintahkan saja Bi Ina untuk membuatnya." Sahut Rayn dengan nada ketus andalannya.


"Saya hanya akan pergi untuk membuat salad tuan, bukan pergi untuk membuat bom. Saya bisa membuatnya sendiri, dan tidak akan membahayakan anakmu." Nita mendengus kesal.


"Baiklah, Aku ijinkan." Jawab Rayn.


"Dasar keras kepala, awas saja kalau terjadi sesuatu pada anakku." Batin Rayn.


Nita berjalan menuju pintu dan menutupnya saat ia sudah berada di luar kamar. Senyum manis terukir di wajah cantik Nita. Setelah berhari-hari akhirnya dia bisa memasuki area zona terlarang untuknya. Nita berhenti di depan kulkas.


"Pakai buah apa aja ya?" Nita bertanya pada dirinya sendiri. Ia mengambil apel, pir, melon, dan strawberry.


"Ditambahin mangga pasti lebih seger nih." Gumam Nita saat mengambil sebuah mangga.


"Nyonya Muda sedang apa? Maaf Nyonya, Nyonya Muda tidak boleh berada di dapur." Bi Ina menunduk di hadapan Nita.


"Tuan Rayn mengijinkanku membuat salad buah, Bi." Sahut Nita yang sudah mengupas kulit mangga.


"Baik Nyonya Muda, saya bantu."


"Terima kasih, Bi." Jawab Nita.


Bi Ina membantu Nita mengupas beberapa buah apel dan pir. Kemudian Bi Ina memotongnya dalam ukuran dadu kecil. Sedangkan Nita, ia menyiapkan yogurt dan susu.


...........................................

__ADS_1


Di mansion keluarga Alexander,


Maya sedang memandangi kebun anggrek miliknya di saat seorang body guard menghampirinya.


"Permisi nyonya, ada tamu seorang gadis." Ucap body guard tinggi besar itu.


"Dimana dia?" Jawab singkat Maya.


"Kami menahannya di depan gerbang utama, Nyonya. Gadis itu mengaku bahwa dia calon istri Tuan Rayn."


"Suruh dia masuk dan menunggu di ruang tamu." Perintah Maya yang langsung diangguki oleh salah satu body guard mansion ini . Setiap tamu yang datang ke mansion pasti sudah membuat janji terlebih dahulu dan gadis ini mengaku bahwa dia calon istri Rayn.


"Apakah dia Clara? Jika benar dia Clara , kenapa dia keras kepala sekali? Rayn sudah menolak perjodohan itu. Bram bahkan sudah memutuskan kerja sama Alexander group dengan perusahaan papanya. Aku harus selesaikan semua ini. Pernikahan Rayn dan Nita harus terlaksana tanpa halangan minggu depan." Batin Maya.


Maya berjalan menuju ruang tamu dengan langkah yang tergesa-gesa. Dia sangat berharap gadis bernama Clara itu tidak mengusik kehidupan Rayn lagi, setelah apa yang dia lakukan pada Rayn. Maya terdiam saat melihat seorang gadis yang sedang duduk memunggunginya.


Deegg,


"Tante Maya!" Teriak Clara. Dia berlari menghambur ke arah Maya.


"Clara..." Lirih Maya, tenggorokannya tercekat. Dia terkejut melihat Clara.


"Aku kangen banget sama..." Ucapan Clara terpotong karena Maya melepaskan pelukannya dengan paksa.


"Clara datang ke sini mau minta maaf tante. Clara sudah salah, seharusnya Clara sudah menikah dengan Rayn. Tapi karena jebakan itu semuanya jadi berantakan."


"Jebakan macam apa, Clara? Kamu berhubungan dengan dia sudah sejak lama. Semuanya sudah jelas. Rayn dan Yoga adalah saksi dan mereka punya semua bukti yang membuktikanmu bersalah. Kamu sudah mengkhianati keluarga Alexander." Jawab Maya yang sudah memalingkan wajahnya.


Flashback On


"Aku tidak mau menikah dengannya, Ma." Sahut Rayn yang sudah bangkit dari duduknya.


"Papa tau kamu tidak mencintainya, tapi seiring dengan waktu kalian akan saling mencintai." Bram mencoba membujuk putra semata wayangnya.


"Aku tidak akan sudi menikah dengan wanita murahan seperti dia, yang rela ditiduri demi karir."


Plak,


Bram menampar pipi kanan Rayn hingga ia jatuh tersungkur. Rayn tahu dia Akan mendapat tamparan dari papanya. Karena mereka belum tahu wanita yang dijodohkan dengannya tidak jauh berbeda dengan wanita penghibur. Dia adalah Clara Antonio, putri dari David Antonio salah satu rekan bisnis Bram. David dan Bram sudah menjalin persahabatan sejak masih sama-sama kuliah di Amerika. Atas dasar persahabatan itulah Bram percaya dan menjodohkan putra semata wayangnya dengan putri sahabatnya.

__ADS_1


Rayn berdiri dan kemudian meninggalkan mansion untuk menjalankan rencana yang sudah ia buat dengan Dio yang tak lain adalah pria yang pernah tidur bersama Clara.


Tempo hari saat Rayn makan di satu restoran milik Alexander group, dia bertemu dengan sahabat lamanya. Dia adalah Dio, karena mereka sudah akrab Dio tak sungkan menceritakan malam panasnya dengan Clara. Dio mengatakan bahwa dia sudah menjalin hubungan kurang lebih 2 bulan. Tujuan Clara menjalin hubungan dengan Dio adalah untuk memdongkrak popularitasnya. Karena Dio adalah CEO dari perusahaan entertainment terkenal di negara ini hingga ke luar negeri. Setelah mendengar cerita dan pernyataan dari Dio, Rayn memutuskan untuk menjebak Clara dan ia meminta bantuan dari Dio. Tentu Dio dengan senang hati menerima tawaran dari Rayn.


Singkat cerita, malam itu Dio menelpon Clara untuk menemuinya di salah satu hotel dekat bandara, tempat yang sudah di setujui Rayn untuk menjalankan rencana mereka. Mereka siap pada tugas masing-masing.


"Sayang aku sudah di depan kamar 101." Ucap Clara saat ponselnya terhubung dengan Dio.


"Masuklah." Jawab Dio yang langsung memutuskan telepon.


Clara masuk ke kamar hotel yang minim pencahayaan karena Dio hanya menyalakan lampu tidur. Clara tersenyum melihat wajah Dio yang masih terlihat tampan walau dalam cahaya yang remang-remang. Mereka saling memanggut menyalurkan hasrat masing-masing. Clara tidak sadar ada empat pasang mata yang memyaksikan adegan panas itu.


"Apa kau lebih mencintai Rayn Alexander hingga kau akan menikahinya?" Tanya Dio di sela-sela napasnya yang ngos-ngosan.


"Aku hanya mencintai hartanya, Sayang."


Mereka berdua melanjutkan kegiatan panas itu tanpa menyadari kegiatan mereka diabadikan oleh seseorang. Setelah kedua orang itu lemas, Rayn dan Yoga keluar dari kamar itu.


Keesokkan harinya, Rayn mengumpulkan orang-orang terdekatnya. Tak lupa Clara dan ayahnya. Rayn meminta semua orang melihat layar Tv besar dihadapan mereka. Mereka melotot saat video semalam Rayn putar.


"Kurasa semuanya sudah jelas Clara. Aku tidak akan menikahimu." Ucap Rayn membuyarkan tatapan semua orang yang melihat video itu.


"Aku kecewa denganmu, David. Aku mendukung anakku. Aku juga akan memutuskan kerjasama perusahaan kita." Tegas Bram.


Flashback Off


Sejak kejadian itu, Keluarga Antonio menetap di Amerika. Tiga tahun sudah berlalu sejak hari itu. Tapi hari ini wanita itu kembali.


"Clara benar-benar mencintai Rayn, Tante."


"Kamu hanya mencintai hartanya. Rayn akan menikah dengan wanita yang jauh lebih baik darimu dari segi manapun. Pergilah! Sebelum body guard itu menyeretmu." Sahut Maya sambil menunjuk ke arah pintu. Clara pergi dari mansion dengan amarah di dadanya.


"Jika aku tidak bisa memilikinya, maka tidak ada seorang pun yang bisa memilikinya." Ucap Clara di dalam hatinya dengan penuh kebencian.


..............................


Hai readers...


Terimakasih sudah membaca novelku ini. Jangan lupa untuk like dan dukung novel ini ya...

__ADS_1


Thank you 😍



__ADS_2