
STOP!!!!
Sebelum membaca, silahkan like dan vote dulu ya. Jangan lupa tuliskan kesan dan pesan untuk author di kolom komentar.
Happy Reading 😍
...........................
Drrttt...drrttt
Wanita berseragram pelayan itu langsung masuk ke dalam toilet, setelah merasakan ponselnya bergetar. Baru Lima menit yang lalu ia mengirimkan pesan singkat kepada bosnya bahwa ia mendapatkan informasi baru.
"Hallo tuan."
"Apa informasi yang kau dapatkan?"
"Bagian saya, tuan?"
"Aku akan segera mengirim bagianmu."
"Nyonya Nita akan mengantar makan siang ke kantor Tuan Rayn."
"Kabar yang bagus, tapi pastikan dia benar-benar pergi keluar dari mansion."
"Baik tuan."
Wanita itu buru-buru menyimpan ponsel ke dalam saku dan merapikan pakaiannya. Ia menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Ia keluar dari toilet bergegas kembali mengerjakan pekerjaannya membaur dengan pelayan lainnya.
Di kamar Rayn dan Nita,
Satu jam sudah berlalu sejak Rayn berangkat bekerja, tapi Nita masih bermalas-malasan di ranjangnya. Padahal ia sudah mencuci muka dan sarapan bersama Rayn, masih saja ia merasa mengantuk. Semakin hari ia merasa semakin malas, bahkan mandi pun ia malas. Biasanya pagi-pagi saat bangun tidur Nita hanya menggososk gigi dan memcuci mukanya saja, ia akan mandi di sore hari.
"Siang ini kita mau ke kantor papa ya, nak. Kalau begitu kita mandi ya?" Ucap Nita saat mengelus perutnya.
Nita baru saja ingat siang ini ia akan mengantar makan siang untuk Rayn. Ia mengambil handuk dan langsung bergegas mandi. Sepuluh menit Nita sudah menyelesaikan ritual mandinya. Termasuk ke dalam kategori mandi kilat, tapi sudah lebih dari cukup untuk Nita yang kini malas mandi.
"Kita masak apa, ya?" Nita berbicara dengan calon anaknya saat ia sudah berada di dalam lift.
Tiingg,
"Emm... kita buat nasi goreng plus salad buah saja gimana, sayang?" Nita keluar dari lift masih dengan obrolannya dengan Rayn Junior. Para pelayan menatap takjub pemandangan di hadapan mereka, Nita terlihat begitu cantik dan lucu saat mengobrol dengan calon anaknya.
__ADS_1
"Maaf, nyonya. Biarkan saya saja yang mengerjakannya." Ucap Bi Siti ketua pelayan di mansion.
"Tidak apa, bi. Saya bisa kok." Nita tersenyum ramah kepada Bi Siti.
"Tapi nyonya...." Ucapan Amira dipotong Nita.
"Lanjutkan pekerjaan kalian saja, aku bisa melakukannya sendiri." Ucap Nita yang sudah mulai memasak nasi gorengnya.
Bi Siti dan Amira mengangguk paham, mereka meninggalkan Nita di dapur sesuai keinginan nyonya muda mereka. Tangan Nita mengaduk nasi goreng dengan lihai, ia memindahkannya ke piring dan meletakkan telur mata sapi lengkap dengan timun diatasnya.
Sekarang Nita sibuk memotong buah-buahan segar untuk bahan saladnya. Ia menambahkan susu dan yogurt ke dalam mangkuk berisi buah yang sudah dipotong kotak kecil. Tidak lupa ia menambahkan parutan keju di atas salad buah buatannya.
"Masih jam 10 ternyata, kita nonton drakor dulu yuk!" Nita memang sering mengajak calon anaknya mengobrol seperti ini.
"No no no, mom. Kita pergi sekarang!" Ucap Nita menirukan suara anak kecil.
Nita meletakkan masakannya ke dalam kotak makan, porsinya tentu cukup untuk dua orang. Ia juga membawa dua kotak jus kemasan dan dua cup puding cokelat. Nita hanya membawa tas berisi makan siang dan ponselnya, ia sudah siap sekarang.
Mobil BMW hitam beserta sang supir sudah siap di depan pintu. Rayn memperkerjakan supir baru untuk mengantar Nita jika ia ingin berpergian. Namanya Alex, mantan anggota club mobil sport dan pembalap mobil. Kepiawaiannya memacu mobil dijalanan tidak bisa diragukan lagi. Gaji yang Rayn berikan cukup untuk membuat Alex berhenti mengikuti perlombaan dan balapan, ia lebih memilih menjadi supir Nita. Selain resikonya yang lebih rendah, gaji yang ia dapatkan cukup fantastis.Bram dan Maya mengantar menantu kesayangan mereka sampai ke depan pintu mobil.
"Hati-hati, sayang." Maya mengelus kepala Nita.
Mobil yang Nita tumpangi melesat, menghilang di belokan depan pagar utama. Mobil putih yang mengangkut penjaga juga sudah melaju mengikuti Mobil Nita dari jarak yang lumayan jauh.
Nita memainkan ponselnya selama di perjalanan. Sejauh ini tidak ada hal aneh maupun memcurigakan. Hingga di sebuah jalan yang berkelok dan agak sempit sebuah mobil box melaju kencang berlawanan arah tapi di lajur kiri berhadapan dengan mobil Nita. Alex supir Nita dengan cekatan mengindari mobil box itu. Beruntung pergerakan Alex cepat dan tepat, mereka selamat dari tabrakan.
"Mobil box itu sengaja ingin menabrak mobil kita. Tapi drivernya tidak sepadan denganku." Ucap Alex dengan santai.
"Jangan ceritakan kejadian tadi kepada Rayn." Sahut Nita.
"Tapi nyonya hampir celaka." Jawab Alex.
Tok...tok...
Salah satu orang suruhan Rayn mengetuk kaca pintu mobil Nita.
"Apa ada masalah?" Tanya orang tinggi besar itu.
"Aman aman saja. Aku hanya mengangkat telepon tadi." Alex menjawab dengan santai.
"Oke." Jawab orang itu.
__ADS_1
Mobil mereka kembali melaju dengan kecepatan sedang. Sekitar sepuluh menit lagi, mereka akan tiba di kantor Rayn. Nita menenangkan pikirannya dengan menonton drakor di ponselnya. Ia cukup terkejut dengan kejadian tadi, pikirannya mulai melantur kemana-mana. Sepanjang jalan Nita mengusap perutnya dengan lembut sambil mengucapkan doa memohon perlindungan agar ia dan anaknya selamat sampai di kantor suaminya.
Kecemasan Nita berkurang saat mobil yang ia tumpangi sudah memasuki area parkir kantor suaminya. Nita mendongak menatap gedung tinggi didepannya.
"Besar sekali..." Sahut Nita takjub melihat kegagahan gedung kantor Rayn.
"Mari nyonya!" Alex membimbing Nita untuk memasuki kantor megah itu.
Semua pegawai kantor berbaris rapi di lobi saat Nita tiba di kantor. Mereka menunduk hormat sambil tersenyum menyambut istri bos mereka. Nita membalas dengan senyuman tulus keoada semua pegawai. Pandangannya terhenti saat ia melewati baris terakhir.
"Ana!" Sapanya dengan sedikit meninggikan suaranya.
Ana mengangkat kepalanya menatap ke arah sumber suara yang memanggil namanya. Ia terdiam sejenak, menatap sosok istri bosnya dari bawah hingga atas.
"Nita... kamu?" Jawab Ana yang masih tidak percaya. Nita mendekat dan memeluk Ana dengan erat.
"Kamu istrinya Tuan Rayn?" Tanya Ana dengan polos.
"Makanya nonton Tv, biar nggak ketinggalan berita dong." Nita terkekeh.
"Iya iya deh. Percaya nih... sekarang udah jadi bu bos." Ana balik meledek Nita.
Alex sudah mengambil ancang-ancang untuk menyingkirkan cleaning service yang berani meledek nyonya mudanya. Tapi dengan segera Nita mengangkat tangan kirinya, isyarat menyuruh Alex untuk tidak melakukannya. Alex mengangguk pelan dan kembali ke posisinya.
"Ganteng juga," Bisik Ana di telinga Nita.
"Dasar jelalatan, dia supirku." Jawab Nita dengan berbisik juga.
"Nggak apa-apa supir, yang penting bisa memperbaiki keturunan." Bisik Ana terkekeh.
Nita memasuki lift khusus direktur bersama Alex dan Ana. Ia meminta Ana untuk menemaninya mengobrol saat di dalam ruangan Rayn nanti. Pasti akan sangat membosankan jika harus menunggu Rayn bekerja tanpa melakukan apapun.
....................
Hai readers...
Terima kasih sudah membaca novelku, jangan lupa like dan vote ya...
Nantikan episode-episode selanjutnya...
Thank you 😍
__ADS_1