Stuck With Mr Arrogant

Stuck With Mr Arrogant
BAB 38


__ADS_3

SEBELUM LANJUT MEMBACA, SILAHKAN LIKE DAN VOTE DULU YA...


HAPPY READING 😍


............................


"Sok Kenal Sok Dekat!" Seru wanita itu memekakan telinga Alex.


Ia segera berlari menuju mobilnya, entah mengapa ia melihat wajah Ana ada di mana-mana. Di kaca mobilnya, dia melihat wajah Ana. Saat ia melihat jam tangannya, angkanya berubah menjadi wajah Ana. Bahkan saat ia membuka botol air mineral, ada wajah Ana di dalam botol itu, ia jadi tidak tega untuk meminumnya.


Alex melajukan kembali mobilnya menyusuri jalanan kota, berharap bisa menemukan Ana. Hingga satu jam kemudian ia memutuskan untuk kembali ke mansion.


"Gimana bro?" Tanya Alex pada Yoga.


"Lo liat aja CCTV-nya!" Yoga melirik pada Ben.


"Ini lex!" Ben menunjuk layar komputernya.


"Gile ni orang!" Emosi Alex tersulut saat melihat rekaman penculikan Ana yang terekam CCTV.


"Lacak nomor HPnya Ana! Dia tadi bawa HP!" Seru Yoga kepada Ben.


"Nggak bisa dilacak! Udah dicoba tadi, tapi HPnya nggak aktif." Jawab Ben yang menatap serius ke komputernya.


"Br*ngs*k!" Umpat Alex.


Di kamar Rayn dan Nita,


Nita masih terbaring lemas di bawah selimut tebal kesayangannya. Tubuhnya lemas sekali setelah dihajar habis-habisan oleh Rayn. Sungguh sore yang panjang bagi Nita. Ia tertidur dengan mudah karena kecapekan.


Suara gemericik air terdengar dari kamar mandi. Rayn sedang mandi membersihkan sisa-sisa aktivitasnya tadi. Sesekali ia tersenyum sendiri tidak jelas karena mengingat aktivitasnya dengan Nita.


Ting,


Ting,


Nita menggeliat pelan mendengar notifikasi pesan di ponselnya. Ia meraba nakas mencari ponselnya. Perlahan ia duduk dan menggosok-gosok matanya. Untuk sementara Nita menggunakan ponsel lama milik Rayn. Karena Rayn baru akan mengganti ponsel Nita besok pagi.


"Nita aku kecelakaan di Jalan Merpati. Tolong jangan beritahu Rayn ataupun Alex, aku takut mereka akan memarahiku karena aku memaksa pergi keluar mansion."


"Tolong jemput aku, kakiku sakit sekali. Aku menunggumu!"


Nita merasa semakin lemas setelah membaca pesan dari Ana. Ia harus segera menjemput sahabatnya itu. Ia celingukan mencari keberadaan suaminya.


Nita bernapas lega saat mendengar suara air dari dalam kamar mandi, berarti suaminya sedang mandi. Ia ingat betul Rayn melarang keras kepada seluruh anggota keluarga untuk tidak pergi keluar mansion.

__ADS_1


Benar apa kata Ana, Rayn pasti akan memarahi Ana jika tahu Ana pergi keluar mansion dan malah mengalami kecelakaan. Nita berjalan mengendap-endap, ia hanya membawa tas selempang kesayangannya. Tapi Nita sangat ceroboh, ia malah meninggalkan ponselnya. Mungkin karena itu bukan ponselnya jadi ia belum terbiasa, yang ia ingat ponselnya hancur siang tadi. Padahal ia menggunakan ponsel lama Rayn sementara ini.


"Aman," Gumam Nita saat melihat lorong lantai dua sepi, karena sudah masuk jam ganti shit penjaga.


"Pak Ali anterin Nita ya!" Ucap Nita pada Pak Ali yang kebetulan sedang mengelap mobil Nita.


"Maaf nyonya. Tapi saya tidak berani menentang perintah Tuan Rayn!" Jawab Pak Ali dengan sopan.


"Rayn tidak akan menghukum Pak Ali, saya yang tanggung jawab!" Nita berusaha meyakinkan Pak Ali.


"Tapi nyonya..."


"Kalau Pak Ali menolak, saya bisa aja meminta Rayn memecat Pak Ali sekarang juga. Pak Ali pasti tahu Rayn selalu menuruti keinginan saya!" Nita membalikkan badannya melangkah meninggalkan garasi.


"Nyonya! Mari saya antarkan!" Sahut Pak Ali.


Nita mengembangkan senyumnya, ia segera masuk ke dalam mobil.


"Jalan Merpati ya, pak!" Sahut Nita.


"Baik nyonya, kita berangkat sekarang!" Jawab Pak Ali yang sudah menjalankan mobil milik Nita.


Mobil Nita melaju dengan kecepatan sedang. Nita mengelus perutnya perlahan, ia suka mengajak calon anaknya mengobrol.


Di kamar, Rayn mondar-mandir mencari keberadaan istrinya. Sebelum mandi tadi istrinya masih tidur karena kecapekan. Tapi setelah ia keluar dari kamar mandi, Nita sudah tidak ada di kamar.


"Ponselnya disini! Nitanya kemana?" Rayn menemukan ponsel Nita tergeletak di nakas.


Rayn terdiam sejenak memikirkan kemana Nita pergi. Rayn lupa, ia belum mengecek kebun sayur. Bisa saja Nita pergi mengecek sayur-sayurnya. Rayn meletakkan ponsel itu ke nakas. Tapi ia tidak sengaja menekan tombol on/off dan muncullah percakapan Ana dan Nita melalui pesan singkat alias SMS.


"Ana kecelakaan? Jadi Nita pergi menjemput Ana?" Gumam Rayn. Ia akan menemui Alex untuk memastikannya.


"Yoga!" Rayn melihat Yoga yang baru saja keluar dari ruang keamanan yang menjadi tempat memonitor rekaman CCTV dan keamanan.


"Iy...iya tuan!" Yoga sedikit gugup.


"Dimana Ben?"


"Di dalam, tuan!" Jawab Yoga dengan kepala yang menunduk.


Rayn memasuki ruangan keamanan dengan terburu-buru. Di sana tidak hanya ada Ben tapi juga Alex.


"Pak Bos!" Seru Alex yang terkejut dengan kedatangan Rayn.


"Ana dimana?" Tanya Rayn pada Alex.

__ADS_1


"Anu tuan.." Alex tidak bisa menjelaskan kejadian sebenarnya.


"Lihat ini!" Rayn melemparkan ponsel Nita ke meja yang berada di hadapan Ben dan Alex.


Ben membaca percakapan itu, seketika matanya membelalak. Lalu ia menatap Alex denga tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Kita harus segera menyusul Nyonya Nita, tuan! Ana tidak mengalami kecelakaan, ini hanya jebakan!" Seru Ben.


"Apa???? Untuk apa aku menggaji kalian jika kalian sama sekali tidak becus seperti ini!" Rayn mengomel panjang kepada tiga pria tampan yang berjalan di belakangnya.


"Kalau terjadi sesuatu pada Nita, peluruku akan bersarang di otak kalian!" Seru Rayn yang dipenuhi emosi.


Ben, Alex, maupun Yoga hanya bisa terdiam, mereka tidak berani menjawab Rayn karena memang ini kecerobohan mereka.


Mereka berangkat menuju lokasi yang Nita tuju dengan membawa 6 anak buah Rayn.


Sementara di Jalan Merpati yang menjadi lokasi tujuan mereka, Nita sudah keluar dari mobil dan celingukan mencari keberadaan sahabatnya.


"Tidak ada siapa-siapa di sini!" Ucap Nita.


Dari arah berlawanan terlihat sebuah mobil hitam. Mobil itu berhenti tidak jauh dari tempat Nita berdiri sekarang.


"Nyonya sebaiknya kita pergi dari sini, sepertinya mereka bukan orang baik!" Seru Pak Ali.


Nita mengangguk, ia segera berlari ke arah mobil mereka. Tapi seorang pria tinggi besar berhasil mengejar Nita dan meraih tangan Nita. Pria itu menarik tangan Nita, dan akan mencekik leher Nita.


"Lepaskan dia!" Teriak Pak Ali yang terdengar lantang.


"Jangan ikut campur!" Jawab pria itu.


Anak buah pria itu maju menyerang Pak Ali. Pak Ali memang jago bela diri, tapi lawannya terlalu banyak dan mereka mengeroyok Pak Ali. Hanya dalam hitungan dua menit, Pak Ali sudah terkapar tidak berdaya di aspal.


"Rayn...tolong!" Nita menangis sejadi-jadinya, ia hanya berharap suaminya datang menolongnya.


"Dia tidak akan datang! Setelah ini dia tidak akan pernah bisa menemukanmu!" Ancam pria tinggi besar itu.


Dor dor dor,


"Aaaa..." Teriak histeris Nita.


.........................


Jangan lupa like dan vote ❤️ Love you all...


Ig: Sekararum142

__ADS_1


__ADS_2