Stuck With Mr Arrogant

Stuck With Mr Arrogant
BAB 36


__ADS_3

SEBELUM LANJUT MEMBACA, SILAHKAN LIKE DAN VOTE DULU YA...


HAPPY READING ๐Ÿ˜


..............................


"Iya, nyonya." Yoga bergegas berlari menghampiri Maya dan Rayn yang berdiri di depan kamar Nita.


"Buka pintunya! Apa kau hanya akan menonton saja dari sana?" Maya memarahi Yoga.


"Rasakan!" Batin Rayn.


Yoga langsung membukakan pintu kamar Nita lebar-lebar. Nita dan Ana menoleh dengan kompak. Ana menahan tawanya saat melihat Rayn kesakitan dijewer oleh Maya.


"Ada apa, ma?" Tanya Nita kepada mama mertuanya.


"Mama sudah bawa anak nakal ini untuk meminta maaf kepadamu!" Ucap mama yang sudah melepaskan jewerannya.


Rayn langsung berlari bersembunyi di belakang tubuh Nita setelah telinganya terlepas dari jeweran mamanya.


"Macan marah, sayang!" Ucap Rayn yang bersembunyi di belakang Nita.


"Apa kamu bilang? Macan?" Maya melotot dan mendekati Rayn.


"Macan itu mama cantik, ma!" Jawab Rayn.


"Setelah kehadiran Nyonya Nita, Harimau Sumatra kini berevolusi menjadi kucing!" Batin Yoga.


"Minta maaf sama istrimu!" Maya berjalan meninggalkan kamar Nita.


"Ana! Yoga! Kalian juga keluar!" Teriak Maya membuat Ana dan Yoga langsung lari terbirit-birit keluar dari kamar Nita.


"Selamat," Gumam Rayn membuat Nita menggelengkan kepalanya.


"Kamu ini gayanya aja yang sok kejam!" Ledek Nita.


"Aku takut kalau mama marah," Jawab Rayn datar.


"Memangnya kenapa kalau mama marah?" Nita menatap serius menunggu jawaban Rayn.


"Aku bisa dikutuk jadi batu akik!" Jawab Rayn spontan membuat Nita terpingkal.


"Kamu sudah tidak sedih, sayang?" Tanya Rayn.


"Tidak! Aku yang salah karena sudah mengabaikanmu!" Nita menunduk.


"Sudahlah, aku juga minta maaf sudah membanting ponselmu. Jangan diulangi lagi, oke? Besok pagi aku belikan ponsel baru!" Rayn membelai lembut pipi Nita.


"Iya, Rayn. Aku mencintaimu," Nita memeluk erat Rayn, telinganya menunggu jawaban Rayn. Selama ini Rayn hanya menjawab iya iya saja saat ia mengatakan cinta.

__ADS_1


"Iya, sayang!" Jawab Rayn yang sesuai dugaan Nita.


Nita melepas pelukannya seketika, ia memonyongkan bibirnya.


"Kamu tidak mencintaiku?" Tanya Nita.


"Pertanyaan macam apa itu sayang? Sudah jelas kamu tahu jawabannya!" Jawab Rayn yang sudah duduk di sofa.


"Darimana aku tahu kalau kamu juga mencintaiku? Kamu tidak pernah mengatakannya!" Protes Nita.


"Kamu bisa mengetahuinya dari tatapanku kepadamu, dari bagaimana aku memperlakukanmu!" Jawab Rayn yang sedang menyisingkan lengan kemejanya hingga ke siku.


Nita tidak merespon perkataan Rayn, ia justru duduk di sofa seberang Rayn. Raut wajah Nita menunjukkan kekecewaan. Rayn menghembuskan napasnya dengan kasar.


"Bagaimana kamu bisa ragu akan cintaku yang semakin hari semakin dalam untukmu? Apakah semua wanita membutuhkan ungkapan cinta setiap hari? Membosankan sekali!" Batin Rayn.


"Dengar sayang! Aku bukanlah pria yang suka mengumbar kata-kata cinta kepada wanita. Perlakuanku kepadamu cukup membuktikan perasaanku," Rayn beranjak dari duduknya.


"Iya," Jawab Nita menunduk.


"Benar apa kata Rayn, kalau hanya ucapan saja itu akan sia-sia. Semenjak Rayn membuka hatinya untukku, dia begitu perhatian dan lembut kepadaku. Perbuatan lebih penting daripada ucapan semata." Batin Nita.


Rayn melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, badannya sudah terasa lengket dan kotor. Ia menyegarkan badannya dengan air dingin, sekaligus untuk mendinginkan kepalanya yang panas mengurusi pekerjaan dan serangan dari musuh.


Sementara Nita merebahkan tubuhnya di ranjang besar yang empuk itu. Ia meregangkan otot-ototnya setelah beraktivitasnya hari ini. Ia masih memikirkan mobil yang hampir menabraknya dan penyerangan hari itu. Pikirannya mengembara entah kemana. Ia mengkhawatirkan calon anaknya.


Ceklek,


"Kamu sudah melihatnya berkali-kali, tapi sekeren itukah aku? Lihat seekor lalat masuk ke mulutmu!" Ucap Rayn dengan wajah serius.


Nita bergegas masuk ke dalam kamar mandi, ia berusaha mengeluarkan lalat dari mulutnya.


Hoeekk...hooeeekk


Uhuk...uhuk


"Lalatnya belum keluar, sayang!" Nita terlihat sangat panik.


"Aku bantu sayang!" Ucap Rayn yang dengan sigap langsung menempelkan bibinya dengan bibir ranum Nita.


Untuk sesaat Nita terbawa permainan Rayn, tapi lima detik kemudian ia tersadar. Ia melepaskan pangutan Rayn, matanya melotot.


"Kamu menipuku lagi, Rayn!" Teriak Nita yang membuat Rayn tertawa terpingkal-pingkal.


"Maaf sayang! Kamu tadi melihatku sampai segitunya!" Jawab Rayn yang masih cekikikan.


"Mana mencuri kesempatan dalam kesempitan lagi!" Keluh Nita.


"Tidak apa sayang! Sama istri sendiri jadi tidak dosa!" Jawab Rayn terkekeh.

__ADS_1


Rayn menarik Nita ke dalam pelukannya, ingin rasanya Rayn menghentikan waktu saat itu juga. Semenjak kedatangan Nita hidupnya menjadi berwarna dan bahagia. Ditambah akan ada buah cinta mereka yang hadir di tengah-tengah mereka melengkapi kebahagiaan mereka. Rayn yang sekarang adalah Rayn yang murah senyum, ramah, baik, dan tentunya bucin kelas kakap kepada istrinya.


Di sisi lain,


Di dalam sebuah bar seorang wanita berpakaian serba hitam dan kerudung hitam duduk di sudut ruangan VIP menunggu seseorang. Ia juga memakai kacamata hitam besar untuk mendukung pemampilannya.


"Sorry membuatmu menunggu!" Sapa seorang pria berjas abu-abu.


"Okey!" Jawab wanita itu.


"Aku punya penawaran menarik untukmu!" Ucap wanita itu.


"Katakan! Aku tidak punya banyak waktu!"


"Kau tahu Rayn Alexander?" Wanita itu meneguk minuman dalam gelasnya.


"Tentu aku tahu siapa dia! Tidaklah mudah melupakan hinaan yang dia katakan padaku" Pria itu terkekeh.


"Bagus kalau kau masih ingat! Kau bantu rencanaku maka dendammu akan terbalaskan?" Wanita itu menyodorkan tangannya untuk membuat kesepakatan.


"Okey!" Pria itu menyambut jabatan tangan dari wanita itu.


"Dengarkan baik-baik rencanaku!" Wanita itu memberi isyarat kepada pria itu untuk mendekat ke arahnya. Pria itu mengangguk paham saat mendengar bisikan rencana jahat di telinganya.


Meja dan kursi bar ruangan VIP itu menjadi saksi bisu rencana jahat yang akan segera mereka lakukan.


.......................


"Mau kemana?" Yoga menghentikan Ana yang terlihat terburu-buru berjalan menuju pintu depan.


Ana terkejut Yoga menyapanya lebih dulu, tapi ia tidak punya waktu untuk memandang wajah tampan Yoga.


"ATM!" Jawab Ana terdengar sangat ketus.


"Kenapa buru-buru? Tapi kau kan tidak...." Ucapan Yoga dipotong Ana.


"Ibuku membutuhkan uang itu segera! Jangan nanya lagi!" Ana berlarian menuju garasi, ia tadi sudah meminjam motor dari slaah satu pelayan yang cukup akrab dengannya.


"Tunggu!" Teriak Yoga tapi Ana tidak menggubrisnya.


Yoga diam di tempatnya menatap Ana yang sudah menghilang di balik pagar dengan perasaan takut dimarahi Rayn. Karena Ryn sendiri yang memperingatkannya untuk mengawasi Ana agar tidak keluar dari mansion selama beberapa hari.


"Beritahu Ben baru saja Ana pergi Ke ATM karena urusan mendadak!" Perintah Yoga kepada penjaga yang ia panggil tadi. Penjaga itu mengangguk lalu pergi menemui Ben.


"Liat apa bro?" Alex tiba-tiba sudah berdiri di samping Yoga dan menepuk pundak Yoga.


"Sial lo! Untung jantung gua sehat!" Jawab Yoga yang sedang memegangi dadanya karena terkejut.


.........................

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote! Dukungan kalian adalah semangat untuk author๐Ÿ˜˜


__ADS_2