
"Sebenarnya Rayn..." Ucapan Rayn terpotong, dia mengalihkan pandangannya ke arah langit malam yang cerah di atasnya.
"Jawab Rayn."
"Aku...aku belum tahu pasti, Pa." Rayn memejamkan matanya, merasakan hembusan angin malam menerpa kulitnya.
"Kau tidak mencintainya?" Tanya Bram lagi.
"Jika dibilang aku tidak mencintainya, aku rasa salah, Pa. Setiap aku berdekatan dengannya jantungku terasa ingin lompat dari tempatnya. Apalagi saat melihat dia tersenyum." Ucap Rayn sambil memegangi dadanya.
"Bagus kalau begitu, berarti kau sudah mulai ada rasa padanya. Segera pastikan perasaanmu, jangan biarkan menantuku terlalu lama menunggu cintamu. Perlakukan dia dengan baik." Sahut Bram yang menepuk bahu Rayn, menyalurkan energi keromantisan yang ia miliki kepada Rayn.
"Iya, Pa."
Hening,
Bram kini duduk kembali ke bangkunya, sedangkan Rayn masih berdiri menatap kolam renang. Pandangannya lurus ke depan, ia tengah memikirkan sesuatu.
"Pa?" Rayn menoleh ke arah papanya.
"Ada apa?"
"Aku cemas dengan keadaan Nita dan calon anakku. Apakah menurut papa keputusan yang aku ambil sudah benar?" Rayn kembali menatap ke arah kolam.
"Aku tahu kau hanya ingin melihat Nita senang. Perintahkan orang-orang kepercayaan kita besok, jangan beri celah sedikitpun bagi musuh." Ucap Bram. Suasana hening beberapa saat.
"Walaupun pernikahanmu kemarin tertutup, tapi kabar pernikahanmu menjadi trending topik baru-baru ini. Banyak kabar-kabar miring yang beredar karena pernikahanmu yang mendadak, dan kau juga belum mengadakan konferensi pers untuk mengklarifikasi berita itu." Sambung Bram.
"Iya, Pa. Besok akan ada dua orang kepercayaanku yang menjaga mereka, tapi Nita ingin mereka mengawasinya dari jarak jauh. Dia ingin seperti orang biasa dan tidak menaarik perhatian. Tapi sebenarnya aku akan mengirim dua atau empat orang lagi untuk menjaga mereka. Aku khawatir setelah wanita itu tahu aku sudah menikah dia akan mencoba mencelakai Nita. Aku juga sudah meletakkan alat pelacak di dalam tas yang selalu Nita pakai." Jawab Rayn.
"Tapi kau harus tetap menyusulnya setelah selesai rapat. Aku tidak percaya kepada orang lain untuk menjaga menantu dan calon cucuku."
"Iya, Pa." Jawab Rayn yang kini menatap kedua mata Bram lekat-lekat.
__ADS_1
Kecemasan keluarga Alexander saat ini ada alasannya sendiri. Clara, wanita yang dulu hampir dijodohkan dengan Rayn sekarang wanita itu ada di negara ini. Walaupun Rayn sudah membuktikan kebusukan Clara, tapi sepertinya wanita itu masih terobsesj untuk memiliki Rayn. Wanita licik seperti Clara mungkin akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia mau. Dan Rayn yakin, dia tidak akan tinggal diam setelah tahu Rayn sudah menikah.
Ditambah lagi wanita-wanita di luar sana yang cintanya Rayn tolak mentah-mentah. Pastilah Nita akan menjadi sasaran empuk bagi wanita-wanita itu.
"Rayn?" Bram memanggil Rayn yang sedang melamun.
"Iya, ada apa pa?" Sahut Rayn.
"Pergilah ke kamarmu, sudah larut malam. Papa juga akan istirahat."
"Baik, Pa. Selamat malam." Jawab Rayn saat dia berjalan meninggalkan kolam.
"Selamat malam, Nak." Bram terdiam beberapa saat. Dia tengah memikirkan sesuatu, tapi beberapa menit kemudian dia juga berjalan meninggalkan kolam.
.............................
Di dalam sebuah apartemen sederhana jauh di Negara Gingseng. Seorang laki-laki muda, tengah terduduk lemas di sofa. Dia menatap handphonenya dengan tatapan nanar. Terlihat jelas judul dari artikel yang ia baca di ponselnya yaitu "Rayn Alexander Resmi Menikahi Gadis Berumur 10 Tahun Lebih Muda Darinya". Dan di dalam artikel itu terpampang foto Rayn Alexander yang bersanding dengan Anita Pramudya. Nita, anak dari tetangganya di desa. Sudah sejak lama dia menyukai Nita, tapi karena dia mendapat beasiswa ke Negara Gingseng jadi dia terpaksa pindah dua tahun lalu.
Dia mengingat sewaktu masih tinggal bersebelahan dengan rumah paman Nita. Nita selalu merepotkannya saat mendapat PR matematika. Nita juga selalu mengganggunya saat belajar.
Flashback On
"Kak... kak Rey bantuin dong." Pinta Nita yang sudah menunjukkan puppy eyesnya.
"Kakak masih ngantuk, Nita. Nanti saja ya?" Jawab Rey yang sedang bermalas-malasan di atas ranjangnya. Baru beberapa menit lalu Rey pulang dari sekolah, dan ia langsung tidur begitu sampai di kamarnya.
"Ayo kak, nanti Nita bantuin tugas punya kakak juga." Rayu Nita.
"Tugas kakak yang mana, tugas kamu aja kakak yang ngerjain semuanya " Rey mendengus kesal.
"Yaudah, sekarang bantuin dong kak. Ini pelajaran matematika, aku pusing."
"Iya iya." Rey mengacak rambut Nita.
__ADS_1
Sekolah mereka sama, hanya saja Rey dua tahun lebih tua dari Nita. Setiap hari mereka berangkat bersama dan jika Rey tidak ada kelas tambahan, mereka juga pulang bersama. Mereka bersahabat sejak 9 tahun yang lalu, ketika ibu Nita meninggal dan Nita tinggal bersama paman dan bibinya. Banyak teman kelas Nita yang iri dengannya, karena Nita begitu dekat dengan Rey. Rey adalah siswa tercerdas dan terkeren di sekolah mereka. Rey selalu marah jika Nita dekat dengan Siswa laki-laki lain. Tapi Nita menganggap Rey sebagai kakaknya.
Namun, setelah ujian sekolah selesai ternyata Rey mendaftar program beasiswa ke Negera Gingseng. Dan ternyata setelah menunggu 2 bulan lamanya, Rey berhasil mendapatkan beasiswa itu. Dan Rey pun berangkat selang beberapa minggu sejak kabar penerimaan itu.
Minggu-minggu pertama Rey rajin mengirim pesan ataupun email kepada Nita. Tapi, beberapa minggu kemudian Rey menghilang tanpa kabar. Nita berpikir Rey sedang sibuk, dia tidak terlalu terbebani dengan mengjilangnya kabar dari Rey. Yang sebenarnya terjadi adalah Rey kehilangan ponselnya saat itu, dia kehilangan beberapa nomor sahabat dan orang terdekatnya termasuk Nita. Dia sudah mencoba mencari Nita di jejaring sosial media. Tapi hasilnya Nihil, Nita tidak mempunyai akun sosial media seperti kebanyakan temannya.
Flashback Off
Dan sekarang ketika Rey menemukan keberadaan Nita, dia mendapatkan berita yang menyesakkan dadanya. Nita sudah menikah dengan pria kaya raya yang bernama Rayn Alexander. Jika ada kesempatan nanti, dia akan meluangkan waktunya pulang ke negara asalnya bertemu dengan Nita. Rey ingin mengungkapkan perasaannya. Perasaan yang selama ini baru ia sadari. Artikel itu memberitakan bahwa penikahan Nita diadakan mendadak, mungkin akan ada sedikit harapan untuknya.
..............................
Ceklek,
Rayn membuka pintu kamarnya dengan hati-hati, kemudian ia berjalan mengendap-endap seperti seorang maling. Dia hanya tidak ingin mengganggu mimpi indah istri kecilnya.
Langkahnya terhenti saat dia berada di dekat ranjang. Napasnya tercekat, Nita tertidur dengan posisi yang sedikit menggoda membuat Rayn berkeringat. Rayn menggigit bibir bawahnya menatap tubuh istrinya yang terlihat sempurna dibalut gaun tidur selutut itu. Kenapa Rayn baru sadar jika istrinya memang sangat cantik dan sempurna. Dia berusaha mengatur napasnya, akhirnya Rayn memutuskan untuk ke kamar mandi. Rayn akan mengguyur tubuhnya dengan air dingin.
Rayn menutup pintu kamar mandi dengan perlahan. Setelah 30 menit ia baru keluar dari kamar mandi. Dia kembali berjalan mengendap-endap, dan beberapa detik kemudian dia berhasil masuk ke dalam selimut tanpa mengganggu Nita.
"Selamat tidur istri kecilku."
Cup
Rayn mengecup lembut pucuk kepala Nita, Nita hanya menggeliat pelan. Rayn merengkuh Nita ke dalam dekapan hangatnya. Rayn mengambil remot dari laci di sebelah ranjangnya. Dia mematikan beberapa lampu, lalu ia menyusul istri kecilnya ke dalam mimpi yang indah.
................................
Hai readers...
Terima kasih sudah membaca novelku ini, jangan lupa like dan dukung novelku ini ya....
Thank you😍
__ADS_1