Stuck With Mr Arrogant

Stuck With Mr Arrogant
BAB 22


__ADS_3

SEBELUM MEMBACA EPISODE INI, JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR, DAN VOTE UNTUK NOVEL INI.


Happy Reading 😍


.....................................


Plak,


Sonya menampar pipi mulus milik Nita. Amira dan kedua pengawal Nita terkejut melihat Nita tersungkur ke lantai. Kedua pengawal yang berbadan besar itu langsung menangkap Sonya. Sedangkan Amira meletakkan kepala Nita ke pangkuannya, Nita pingsan.


"Bereskan wanita itu!" Suara Rayn menggelegar membuat semua orang terdiam di tempatnya, kedua pengawal mengangguk.


"Kau cepat telpon dokter untuk datang ke mansion!" Amira mengangguk dan langsung mengeluarkan ponselnya. Rayn langsung menggendong Nita membawanya ke dalam mobil.


"Lebih cepat bodoh! Mobil ini seperti siput." Rayn mengumpat kesal kepada Yoga. Padahal mobil mereka melaju di atas kecepatan rata-rata, banyak pengendara yang memaki.


"Salah lagi... Mana ada siput sekencang ini." Batin Yoga.


"Kita akan segera sampai." Rayn mengelus lembut pipi Nita yang tertampar tadi.


Pipi kanan Nita sedikit memerah. Rayn tidak berhenti mengeluarkan umpatan untuk wanita itu. Berani sekali dia menampar istrinya.


"Nitaa" Teriak Maya yang menunggu di depan pintu mansion. Ia cemas ketika dokter keluarga datang tadi.


Bram, Maya, Yoga, dan Amira mengikuti Rayn yang menggendong Nita dari belakang. Dokter sudah menunggu di depan kamar Rayn. Tubuh Nita dibaringkan dengan hati-hati di ranjang.


"Bagaimana keadaan istri dan bayi kami?" Rayn sudah tidak sabar untuk menayakan keadaan Nita dan bayi mereka.


"Nyonya Muda mengalami syok, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Nyonya Muda tidak boleh terlalu stres dan banyak pikiran, tidak baik untuk ibu dan bayinya. Saya akan memberikan beberapa vitamin." Jelas dokter yang baru selesai memeriksa Nita, Rayn mengangguk pelan.


"Terima kasih, Dok. Mari saya antar." Sahut Bram.


"Apa yang terjadi, Rayn?" Tanya Maya saat Bram meninggalkan kamar Rayn mengantar dokter untuk keluar.


"Nita dipermalukan dan ditampar di mall. Orang suruhanku sudah menahan wanita itu, akan kuberi pelajaran nanti." Jawab Rayn yang kini duduk di sisi kiri Nita.


"Siapa wanita itu?" Maya khawatir wanita itu Clara.


"Teman sekolahnya dulu."


"Sebaiknya kamu bicarakan dulu dengan Nita sebelum kamu menghukum wanita itu."

__ADS_1


"Mama keluar dulu, Nita butuh istirahat." Maya berjalan meninggalkan kamar Rayn. Yoga dan Amira juga keluar meninggalkan kamar.


Rayn menjawab dengan anggukan. Ia membaringkan tubuhnya di sebelah Nita. Bibirnya mengecup sayang kening Nita. Tangannya membelai lembut pipi kanan yang sedikit memerah. Ryan meringis membayangkan perih yang didapat Nita.


"Maaf... maaf..." Rayn merasa sakit melihat bekas tamparan itu. Dadanya sesak membayangkan kejadian tadi, ia tidak rela istrinya disakiti seseorang.


"Mana yang sakit?" Tanya Rayn saat melihat Nita membuka matanya perlahan.


"Tidak ada."


"Ini masih sakit?" Rayn menyentuh pipi Nita.


"Perih sedikit, aku tidak apa-apa." Jawab Nita lemah.


Nita mengingat kejadian di mall, ia ingat tadi dia berdebat dengan Sonya teman sekolahnya dulu. Suaminya pasti sudah menangkap wanita itu.


"Siapa wanita itu?" Tanya Rayn membuyarkan lamunan Nita, Nita menatap kedua mata Rayn.


Flashback On


"Aku sayang kamu, Rey. Kenapa kamu selalu menolakku?" Ucap Sonya dengan meninggikan suaranya.


Sonya adalah teman sekelas Rey waktu SMA dulu. Dia selalu mengejar Rey, tidak peduli jika Rey selalu menolaknya. Padahal banyak cowok yang mengantri dan memperebutkan perhatian darinya. Secara fisik, Sonya sangat cantik. Kulitnya putih bersih, dan hidungnya mancung. Kedua matanya sipit mewarisi dari ibunya. Rambutnya kecoklatan, sama dengan warna matanya mewarisi dari ayahnya. Wajar saja ia menjadi salah satu siswi primadona di sekolah. Hanya saja sikapnya sombong dan semena-mena karena ayahnya donatur di sekolah itu.


Braakkk,


Nita menengadahkan kepalanya melihat Sonya yang berdiri di depan bangkunya.


"Jauhin Rey!"


Nita tidak meladeni Sonya, ia kembali fokus membaca buku di tangannya. Ini bukan pertama kalinya Sonya melabrak Nita. Nita sudah muak dengan ocehan Sonya. ia sudah menjelaskan berkali-kali kalau Rey itu sudah seperti kakak baginya.


"Sudah berapa kali aku bilang, Jauhi Rey!"


"Harusnya kau sadar diri, Kak Rey sudah menolakmu. Sekalipun aku menjauhi Kak Rey, kau tetap saja Kak Rey tidak akan menerimamu." Ucap Nita dengan santai sambil membalik halaman bukunya.


"Awas kau!" Ucap kesal Sonya yang sudah berjalan meninggalkan kelas Nita.


Flashback Off


"Siapa Rey?" Tanya Rayn setelah mendengar cerita Nita. Rayn tidak sabar mendengar penjelasan Nita tentang Rey. Dadanya sesak mendengar nama pria lain ada di kisah SMA Nita.

__ADS_1


"Dia adalah tetangga sebelahku waktu aku tinggal di rumah paman dan bibi. Kak Rey sudah seperti kakak bagiku, dia selalu menjaga dan membantuku. Tapi, aku kehilangan kontak dengannya dua tahun lalu."


"Bagaimana perasaanmu kepadanya?" Sahut Rayn


"Layaknya seorang adik kepada kakaknya. Tidak pernah lebih dari itu." Jawab Nita yang menatap lekat kedua bola mata Rayn.


"Bagus kalau begitu." Rayn menarik napasnya dalam-dalam. Apakah ini waktu yang tepat?


"Dengarkan aku!" Sambung Rayn.


"Ada apa?"


"Kita mulai semuanya dari awal." Ucap Rayn membuat Nita mematung tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Aku akan membuka hatiku, aku akan mencintaimu."


Lidah Nita kelu, ia tidak mampu menjawab apapun. Nita memeluk erat Rayn, Rayn membalas pelukan Nita. Inilah yang Nita harapkan, Rayn membuka hatinya untuk Nita. Rayn melepaskan pelukannya, jari telunjuknya mengangkat lembut dagu Nita agar ia dapat melihat wajah ayu istrinya.


Cup


Nita terkejut mendapat ciuman mendadak di bibirnya. Pipinya merona, ia mengalihkan pandangannya. Wajah Rayn mendekat, Nita menutup matanya sadar apa yang akan terjadi selanjutnya. Mendapat lampu hijau, Rayn semakin mendekatkan wajahnya. Bibir Rayn mendarat mulus di bibir manis milik Nita. Terjadilah ciuman yang mendalam, menyesapi cinta satu sama lain. Tangan kanan Rayn menahan tengkuk Nita. Sedangkan tangan kirinya, ia gunakan untuk merengkuh pinggang Nita. Nita pun mengalungkan kedua tangannya ke leher milik Rayn, mereka hanyut dalam permainan.


Kruuukkk... kruuukkk


"Kamu lapar sayang?" Ucap Rayn terkekeh sambil mentoel hidung mancung Nita. Nita mengangguk perlahan, pipinya merah seperti tomat yang masak. Ditambah Rayn memanggilnya dengan panggilan 'Sayang'


"Sayang... dia memanggilku sayang." Batin Nita.


"Akan aku ambilkan makanan untukmu." Jawab Rayn yang meninggalkan kamar setelah mengusap gemas pucuk kepala istrinya.


"Terima kasih." Ucap Nita dengan senyuman termanisnya menatap punggung Rayn yang kini menghilang di balik pintu kamar mereka.


Jantung Nita hampir meloncat dari tempatnya. Ia memegang bibirnya, membayangkan kejadian tadi. Rasa hangat bibir Rayn masih terasa si bibirnya. Ia senyum-senyum sendiri mengingat kejadian yang baru saja Rayn akhiri karena suara perut Nita. Di mall tadi Nita tidak makan apapun karena kedatangan Sonya.


...........................................


MENGINGATKAN LAGI,


JANGAN LUPA LIKE, DAN VOTE... JANGAN LUPA JUGA TULISKAN KOMENTAR...


Thank you😍

__ADS_1


__ADS_2