Stuck With Mr Arrogant

Stuck With Mr Arrogant
BAB 15


__ADS_3

Enam hari telah berlalu sejak kedatangan wanita itu di mansion keluarga Alexander, Bram kini memperketat keamanan mansion. Sejak dua hari yang lalu Rayn dan Nita tinggal di mansion. Bram dan Maya tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada Rayn dan Nita sebelum pernikahan. Hari ini keluarga Nita akan datang, tapi Bram dan Maya merahasiakan kedatangan mereka. Rayn juga mau tidak mau ikut andil dalam kejutan yang direncanakan mamanya.


Pagi ini Nita menemani Maya duduk di bangku dekat dengan kebun anggrek. Persiapan pernikahan Rayn dan Nita tidak serumit pesta pernikahan keluarga terpandang pada umumnya. Bram dan Maya memutuskan untuk mengadakan acara pernikahan yang sederhana untuk putranya. Hal ini dilakukan untuk kelancaran pernikahan ini.


"Ehem.... ehem"


Nita mencari asal suara deheman dari seseorang yang tak asing baginya. Suara itu ternyata berasal dari belakangnya. Nita pun menoleh ke belakang.


"Kau sudah lupa dengan bibimu ini hah?" Ani berkacak pinggang menatap keponakan yang sudah ia anggap anaknya sendiri.


"Bibi!" Nita berlari menghambur ke arah Bibinya.


"Hati-hati, Nita!" Pekik Maya saat melihat calon menantunya berlari.


"Dasar anak nakal, dengarkan ucapan calon mama mertuamu." Ani mencolek hidung mancung Nita.


"Bibi kemarin bilang tidak akan datang. Bibi berbohong kepadaku." Nita menangis memeluk Ani.


"Sebenarnya......."


Flashback On


Setelah pintu kamar tetutup rapat lagi, Rayn mengeluarkan handphonenya. Dia menelpon mamanya,


"Hallo, Rayn. Ada apa?"


"Nita akan menelpon paman dan bibinya saat makan siang nanti untuk memberitahu semuanya. Bisakah mama dan papa yang menelpon mereka lebih dulu. Aku akan mengalihkan perhatian Nita. Mereka pasti akan memahami situasi kita saat ini jika mama dan papa yang menjelaskannya secara baik-baik." Jawab Rayn to the point kepada mamanya.


"Mama dan papa akan menelpon dan menjelaskan kepada mereka Rayn. Kau tenang saja, cukup jaga calon cucu mama dengan baik. Dan ikuti permainannya, oke?"


"Mama pasti merencanakan sesuatu."

__ADS_1


"Mama akan memberikan sedikit kejutan untuk ibu dari calon cucu mama."


"Terserah mama saja." Jawab Rayn yang dengan segera memutus panggilan mereka.


Rayn menghela napas lega. Rayn berdoa di dalam hatinya agar paman dan bibi Nita merestui mereka dan hadir ke acara mereka minggu depan. Ia meletakkan kembali handphonenya di atas meja.


Ceklek,


Nita membawa nampan yang berisi 2 mangkok salad buah yang terlihat sangat segar.


"Ini salad buah untuk tuan." Ucap Nita saat menyodorkan mangkuk milik Rayn. Rayn hanya menatap datar Nita. Nita sudah mulai terbiasa dengan sikap Rayn yang sedingin es batu.


Mereka menyantap salad buah masing-masing dengan hening, tanpa obrolan di sela-sela dentingan sendok mereka. Nita menatap Rayn yang lahap menyantap salad buatannya. Dia tersenyum bangga, salad buahnya enak. Tiga puluh menit mereka habiskan untuk menyantap salad buah nikmat itu. Seharusnya tidak memerlukan waktu selama itu untuk menghabiskan satu porsi salad buah. Tapi, mereka makan dengan tetap melakukan aktivitas mereka. Rayn menyendok salad itu sambil menatap layar laptopnya. Sedangkan Nita menonton drama korea kesukaannya dan sesekali menyendok salad buatannya.


Dreeettt...


Sebuah pesan masuk ke handphone milik Nita. Seketika ekspresinya berubah saat menatap layar ponselnya. Nita membaca sebuah pesan dari bibinya.


"Orang tua dari calon suamimu sudah menelpon bibi tadi dan menjelaskan semuanya. Mereka juga menjelaskan kejadian yang menimpamu malam itu. Sejujurnya bibi ingin memelukmu saat ini, bibi ingin sekali berada disampingmu. Tetapi pamanmu sudah memutuskan, kami tidak akan hadir ke acara pernikahanmu minggu depan karena pamanmu tidak merestui kalian, dia kecewa kepadamu nak. Maafkan bibi."


Nita berbaring menghadap tembok, ia menutupi tubuhnya dengan selimut. Sejak kejadian tadi, Nita selalu terlihat sedih. Rayn yang penasaran memutuskan untuk mengirim pesan singkat kepada mamanya.


"Apakah paman dan bibi Nita sudah merestui kami, Ma? Nita sedang menangis saat ini. Dia menangis setelah melihat handphonenya."


"Mereka sudah mengerti dan merestui kalian dan mereka juga ikut andil dalam rencana mama."


Flashback Off


"Maafkan mama sayang. Mama ingin memberikan kejutan untuk calon menantu mama yang cantik ini." Ucap Maya.


"Terima kasih, Ma." Nita memeluk Maya.

__ADS_1


"Paman dimana?"


"Pamanmu sedang ngobrol dengan papamu." Jawab Maya saat melepas pelukan Nita.


"Paman dan bibi akan menginap disini kan?"


"Bu Ani dan Pak Dimas akan menginap dan menemanimu besok, Sayang." Jelas Maya kepada Nita. Mereka bertiga akhirnya duduk bersama di area kebun anggrek itu. Sesekali Maya menunjukkan bunga kesayangannya kepada Ani.


....................................


Hari yang ditunggu tiba, semua anggota keluarga sibuk mematut diri di depan cermin masing-masing.Tak terkecuali Rayn, dia menggunakan setelan jas berwarna biru muda dan dipadukan kemeja putih. Dia meyisir rapi rambutnya dan memgoleskan sedikit pomade. Rayn juga sudah mencukur habis bulu-bulu halus yang tumbuh di pipinya. Rayn terlihat begitu tampan.


Rayn melangkah menuju ke tempat ijab qobul. Dia duduk di kursi depan penghulu dengan paman, ayah dan para saksi yang juga sudah siap di kursi masing-masing.


Tempat ijab qobul Rayn dan Nita terlihat sederhana dengan nuansa serba putih dengan hiasan bunga-bunga.



Acara akan segera dimulai beberapa menit lagi. Yang ditunggu akhirnya datang juga. Nita berjalan anggun dengan didampingi oleh Maya dan Ani bibinya. Nita terlihat sangat cantik dengan balutan dress panjang yang berwarna putih dan dipadukan warna biru muda di bagian depan. Rambutnya terurai dengan sedikit rambut dari sisi kanan dan kiri dijepit ke belakang. Kedua tangan Nita memegang bucket bunga berwarna biru muda.


Semua mata memandang Nita, begitu juga dengan Rayn. Nita duduk disebelah Rayn. Penghulu memulai acara ijab qobul mereka. Acara berjalan dengan kidmat hingga pada saat Rayn mengucapkan ijab qobul, jantung Nita berdegup kencang. Beberapa detik lagi dia akan menjadi Nyonya Muda dari tuan kejam itu. Nita tidak yakin jika Rayn lancar mengucapkan ijab qobul. Tapi, ternyata Rayn mampu mengucapkan ijab qobul dengan satu tarikan napas saja. Dan para saksi mengatakan 'Sah'.


Rayn dan Nita sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Maya memberikan kotak berisi cincin mereka. Rayn memakaikan cincin di jari manis Nita, begitu juga dengan Nita. Dia memakaikan cincin di jari manis Rayn dan mencium tangan Rayn. Pipi Nita memerah, mereka terlihat masih canggung.


Rayn dan Nita mencium tangan Bram dan Maya untuk meminta doa restu. mereka jug meminta doa restu dari Dimas dan Ani. Para tamu khusus satu persatu pergi meninggalkan acara. Hingga kini menyisakan keluarga Alexander sendiri. Acara pernikahan Rayn bukan hanya digelar secara sederhana, melainkan juga tertutup. Hanya keluarga inti dan tamu khusus yang masih ada hubungan keluarga dengan keluarga Alexander yang menghadiri acara. Meskipun sederhana dan tertutup, kabar Rayn Alexander yang sudah menikah tersebar dan menjadi obrolan hangat baru-baru ini.


Bram bisa bernapas lega, pernikahan putranya berjalan dengan lancar. Dia sudah mengerahkan pasukan terbaikknya untuk menjaga keamanan mansion. Bram sangat takut wanita itu akan datang dan merusak acara pernikahan Rayn dan Nita.


...................................


Hai readers. ..

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca novelku ini. Jangan lupa like dan dukung novelku ini...


Thank you!!!😍😍


__ADS_2