Stuck With Mr Arrogant

Stuck With Mr Arrogant
BAB 32


__ADS_3

SEBELUM LANJUT MEMBACA, SILAHKAN LIKE DAN VOTE DULU YA...


HAPPY READING 😍


...................................


Alex dan Ana buru-buru turun dari mobil, mereka langsung bergegas naik memuju ruangan Rayn. Keringat bercucuran dari dahi mereka, bukanlah tugas yang mudah untuk mendapatkan mangga muda ini.


Ana melempar senyum kepada Yoga saat mereka melintasi ruangannya. Karena penyekat ruangan Yoga terbuat dari kaca, Ana dapat dengan leluasa melihat Yoga saat nelintas di depan ruangannya. Yoga membalas senyum Ana dengan anggukan. Sementara Alex berjalan tanpa menoleh sedikit pun.


"Udah nggak kaget kalo dia songong," Gumam Yoga.


"Alex and Ana sudah sampai, tuan. Mereka ada di depan pintu ruangan Anda" Ucapnya di dalam telepon.


Setiap ada orang yang akan masuk ke ruangan Rayn, Jio diwajibkan menelpon Rayn lebih dulu. Takutnya jika Rayn dan Nita sedang tidak bisa diganggu hehehe.Berhubung hari ini Jio tidak masuk kerja, semua tugasnya dikerjakan oleh Yoga.


Alex memindahkan mangga yang ada di tangan kanan ke tangan kirinya. Ia mengangkat tangan kanannya bersiap untuk mengetuk pintu.


Ceklek,


Ana dan Alex sedikit terkejut pintu di hadapan mereka terbuka sebelum Alex mengetuknya.


"Ini mangga mudanya, Nit." Ucap Ana dengan bersemangat.


"Ohh..." Nita mengambil alih mangga-mangga itu dan melihatnya sebentar.


"Kalian aja ya yang makan, aku tadi udah makan mangga yang matang tadi. Di dalem rujak juga ada mangganya, ya walaupun juga udah matang sih. Tapi sekarang udah nggak pengen mangga muda." Lanjut Nita.


Ana dan Alex saling bertatapan, perjuangan mereka mendapatkan mangga itu sudah sangat berat. Sampai-sampai diteriaki maling oleh warga sekitar.


"Kamu jahat banget sih, Nit. Huhuhu..." Rengek Ana kepada Nita.


"Aku tadi sampe maling ini mangga muda," Lanjutnya.


"Aku udah enggak pengen lagi," Ucap Nita dengan datar.


"Ayo pulang, sayang" Sahut Rayn yang sudah menutup laptopnya.


"Sekarang? Ayo sayang!" Jawab Nita dengan senang.


"Pak Bos ini mangganya mau diapain?" Tanya Alex.


"Terserah kalian!" Rayn tertawa geli melihat raut wajah mereka kecewa.


Ana yang mendengar ucapan Rayn langsung memutar bola matanya malas. Alex menatap Ana dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Silahkan, tuan puteri!" Rayn membukakan pintu mobil untuk Nita.

__ADS_1


"Terima kasih," Ucap Nita yang tersenyum manis.


Rayn memutuskan untuk menyetir mobilnya sendiri, sementara sopirnya bergabung dengan mobil penjaga yang akan mengikuti mobil Rayn dari belakang.


Rayn melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tangan kanannya sibuk memegang setir, sementara tangang kirinya menggenggam erat tangan Nita.


"Aku tidak akan pergi kemana-mana, sayang! Fokus ke jalan!" Nita teringat kejadian saat ia berangkat ke kantor Rayn.


"Don't worry! Jalannya juga legang," Jawab Rayn dengan santai.


Rayn menatap Nita dan jalan di depannya secara bergantian.


Cit,


Rayn menginjak pedal remnya dengan spontan, karena ada sebuah mobil hitam menghadang jalan mereka.


"Maaf, sayang!" Rayn mengelus lembut pipi Nita.


"Aku turun sebentar, mobil itu sengaja menghadang kita!" Rayn melepaskan sabuk pengamannya dan bersiap untuk turun dari mobil.


"Tunggu! Dimana mobil pengawal kita?" Nita memegang lengan Rayn. Rayn mengambil ponsel dalam sakunya.


"Ada mobil yang menghadangku, Cepat datang kemari! Aku kirimkan lokasiku sekarang!"


"........"


Rayn menutup teleponnya sepihak, Ia memghembuskan napasnya dengan kasar. Ia menoleh ke arah Nita, wajah istrinya itu kini dipenuhi rasa ketakutan.


"Keluar!" Teriak salah satu dari tiga orang tinggi besar dari luar mobil mereka.


"Sayang dengarkan aku, kunci pintu mobil setelah aku turun. Aku akan baik-baik saja!" Rayn mencium kening Nita sekilas.


"Ada urusan apa kalian sampai repot-repot menghadang jalanku?" Sahut Rayn yang baru saja turun dari mobil.


"Bukan kami, tapi tuan kami yang punya urusan denganmu!" Jawab salah satu orang itu.


Dua orang lainnya menyerang Rayn bersamaan. Rayn yang sudah siap lansung melompat menendang mereka berdua hingga jatuh tersungkur. Mereka bangkit lagi dan menyerang Rayn bergantian. Rayn menggeser kakinya ke kanan, menangkis pukulan dan mematahkan tangan orang itu. Orang itu meringis kesakitan.


"Kyaa!" Orang kedua menyerang Rayn dengan brutal.


"Pukul! Pukul terus, sayang!" Teriak Nita dari dalam mobil.


Rayn menangkis pukulan orang itu dengan tepat, lalu Rayn meninju tulang rusuknya. Ia raih pundak orang itu dan ia tendang perutnya dengan lutut. Dua orang terkapar tidak berdaya di hadapan Rayn.


"Jangan bergerak! Satu langkah saja kau maju akan kutarik pelatuk pistol ini!" Ucap orang terakhir yang sudah mengacungkan pistol ke arah Rayn. Jarak mereka hanya 3 meter saat ini.


Di dalam mobil Nita menangis ketakutan, nyawa suaminya dalam bahaya sekarang.

__ADS_1


Doorr,


Tangis Nita semakin menjadi saat mendengar suara pistol. Ia menutup wajah dengan kedua tangannya.


Di luar, Rayn tetap berdiri di posisinya dan memejamkan matanya. Tapi ia tidak merasakan sakit di manapun. Ia membuka matanya, pistol yang digenggam orang itu sudah terjatuh di aspal. Orang itu jatuh berlutut menahan rasa sakit di bahunya.


Rayn membalikkan badannya, dua orang pengawalnya keluar dari belakang mobilnya. Ternyata pengawalnya datang tepat waktu, mereka sengaja memarkirkan mobilnya jauh dari TKP.


"Rayn!!" Nita berlarian keluar dari mobil.


Rayn merentangkan tangannya menyambut pelukan Nita.


"Aku baik-baik saja, sayang."


Rayn tidak menyadari orang itu berhasil mengambil pistolnya. Ia mengarahkan pistolnya ke arah Rayn.


*Doorr,


Doorr*,


Rayn mengeratkan pelukannya, begitu juga dengan Nita. Tiba-tiba Rayn melepaskan pelukannya, ia tidak merasakan apa-apa. Ia melihat ke belakangnya, orang itu sudah terkapar dengan darah yang mengalir dari kepalanya.


Ben melihat pergerakan orang itu, dan langsung membidikkan pistol sebelum orang itu menarik pelatuknya. Alhasil tembakan Ben tepat sasaran, sementara tembakan orang itu meleset mengenai pohon di seberang jalan. Sebenarnya orang itu sengaja memelesetkan tembakannya. Tapi tidak ada yang curiga karena kejadian itu terjadi sangat cepat.


"Ben, selidiki orang-orang itu. Cari tahu siapa yang menyuruh mereka? Dan megapa mereka mengincarku?" Perintah Rayn kepada Ben, kepala keamanan mansion.


"Baik, tuan." Jawab Ben.


Nita memeluk Rayn dengan erat, kemeja depan Rayn basah karena air mata Nita.


"Aku takut, sayang. Tadi pagi saat aku berangkat ke kantormu, ada orang yang hampir menabrak mobilku." Nita keceplosan.


"Apa!!" Rayn pura-pura terkejut, padahal ia sudah mendengar cerita itu langsung dari Alex sopir istrinya. Rayn juga sudah menyuruh lrangnya untuk menyelidiki kejadian itu.


"Tapi jangan hukum Alex! Ia sangat lincah menghindari mobi itu!" Nita mendongakan kepalanya menatap suaminya.


"Tadinya aku lupa, tapi sekarang kau sudah mengingatkanku untuk menghukum pembalap itu!" Rayn menangkup wajah Nita dengan kedua tangannya.


"Jangan sayang! Jangan menghukum Alex!" Ucap Nita dengan sesenggukan.


"Aku tidak akan menghukum orang yang sudah menyelamatkan istri dan calon anakku. Aku sudah tahu semuanya, lain kali jangan sembunyikan apapun dariku, oke?" Rayn menggandeng Nita, membimbingnya masuk ke dalam mobil.


"Oke, sayang!" Jawab Nita dengan semangat. Rayn mengacak rambut Nita dengan gemas.


...............


Hai readers,,,

__ADS_1


Perjuangan Rayn dan Nita baru saja dimulai!!!!.... So stay tune ya...


Thank you😘


__ADS_2