Stuck With Mr Arrogant

Stuck With Mr Arrogant
BAB 21


__ADS_3

"Selamat tidur istri kecilku."


Cup


Rayn mengecup lembut pucuk kepala Nita, Nita hanya menggeliat pelan. Rayn merengkuh Nita ke dalam dekapan hangatnya. Rayn mengambil remot dari laci di sebelah ranjangnya. Dia mematikan lampu, lalu ia menyusul istri kecilnya ke dalam mimpi yang indah. Mereka tidur nyenyak dengan saling memeluk satu sama lain, tidak ingin terpisahkan.


Hingga pada pukul 3 dini hari Nita terbangun. Dia terbangun karena kantung kemihnya penuh, dan isinya meronta ingin cepat terbebaskan. Nita melepaskan perutnya dari dekapan Rayn dengan berhati-hati. Tangan berotot itu letakkan dengan perlahan. Dia tidak ingin Rayn terbangun. Langkah kakinya pun ia pelankan hingga tidak menimbulkan suara. Dan akhirnya ia bisa menuntaskan misinya, Nita juga sudah berbaring di ranjang tanpa membuat Rayn terbangun. Nita belum bisa tidur lagi, dia menghadap ke arah Rayn sekarang. Nita memperhatikan wajah Rayn, tangannya membelai pipi Rayn dengan lembut.


"Apakah kamu akan mencintaiku suatu saat nanti? Kapanpun itu aku akan selalu menunggu waktu itu tiba. Aku sendiri sudah membuka hatiku untukmu dan aku rasa aku sudah terbiasa berada bersamamu. Aku mulai mencintaimu, walaupun aku belum sepenuhnya mencintaimu tapi aku yakin perasaanku semakin kuat setiap detik saat bersamamu. Mencintaimu saja itu sudah cukup, jika kau membalasnya itu bonus untukku." Ucap Nita lirih dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


Nita menghapus air matanya dan memejamkan matanya. Dalam hatinya, ia menyesali perkataannya tadi. Tidak seharusnya ia mengungkapkan perasaannya kepada Rayn. Selama ini Rayn sudah bersikap baik padanya itu sudah cukup dan membuatnya bahagia di masa kehamilannya ini. Walaupun Rayn tidak membalas cintanya pun, ia akan tetap melimpahkan cintanya kepada Rayn. Tak hanya itu, Nita juga sudah siap jika kelak anak ini lahir Rayn akan meninggalkan. Overthinking? Ya, Nita berfikir sangat jauh dan berlebihan apa yang akan terjadi kedepannya.


..................................


Keesokkan harinya,


Nita bergegas kembali ke kamarnya setelah menghabiskan sarapannya. Semangatnya didasari agenda yang akan ia lakukan hari ini.


Nita bersenandung ria saat memakai baju pilihannya. Sebuah baju putih polos yang dipadukan dengan celana longgar berwarna kopi susu. Tak lupa ia memakai tas kesayangannya, dan memakai salah satu jam yang ada di laci meja. Penampilannya sederhana, namun menawan ditambah dengan polesan tipis make up.


"Ayo kita berangkat, Mira." Sahut Nita yang keluar dari lift, dan Amira sudah berdiri menunggu tak jauh dari lift.


"Baik, Nyonya."


Seorang supir yang usianya kira-kira sepantaran dengan Rayn tersenyum menunduk saat Nita tiba di depan mansion. Sang supir bergegas membukakan pintu mobil itu, Nita terkejut saat sudah duduk di dalam mobil. Jok paling belakang sudah diduduki dua orang pria berbadan besar. Kedua orang itu menunduk pelan dan tersenyum sopan, mereka orang suruhan Rayn. Supir melajukan mobil tanpa bertanya tujuan. Ya, karena Rayn sudah memerintahkannya untuk mengantar Nita ke salah satu mall milik Alexander Group. Nita juga tidak menolak, yang terpenting adalah Nita bisa menghirup udara luar mansion. Nita hanya mengajukan syarat untuk dirinya tetap diperlakukan layaknya orang biasa.


"Kalian berjaga dari jauh saja." Perintah Nita.


"Baik, Nyonya." Para pengawal menurut karena memang tuan mereka juga memerintahkan hal yang sama.


Nita dan Almira kini sudah berbaur dengan pengunjung mall lainnya. Selang beberapa menit, Mobil yang mengangkut orang suruhan Rayn datang, mereka berjumlah 2 orang.


"*Itu kan Anita, istri Rayn Alexander."


"Iya, cantik banget...."


"Tapi kenapa mau dinikahi mendadak seperti itu."

__ADS_1


"Siapa juga yang menolak dinikahi oleh Rayn Alexander. Sudah pasti karena uang lah*."


Kuping Nita memanas mendengar desas-desis pengunjung yang membicarakannya. Nita memutuskan untuk menulikan telinganya, ia tahu bahwa banyak wanita yang memuja Rayn.


Ting


Nita mendapat sebuah pesan di ponselnya, ternyata dari Rayn.


"Kamu sudah sampai?"


"Iya" Balas Nita.


"Beli apapun yang kau mau, gunakan kartu yang tempo hari aku berikan padamu."


"Iya, terima kasih." Balas Nita lagi


"Hati-hati, selesai meeting aku akan menyusul."


Nita hanya membaca pesan terakhir Rayn dan langsung memasukkan ponselnya ke dalam tas kesayangannya. Nita mengajak Amira untuk melihat tas. Ia tertarik pada salah satu tas di rak tak jauh darinya. Tapi matanya melotot saat melihat harga tas berwarna hitam itu.


"Baik, Nyonya." Jawab Amira.


"Tas-tas disini mahal sekali, bahkan cukup untuk membeli sebuah mobil." Nita berbisik di dekat telinga Amira.


"Padahal nyonya bisa membeli semua isi mall ini." Batin Amira.


Amira tersenyum geli mendengar ucapan Nita. Nita sudah menjadi Nyonya Muda Alexander, tetapi dia masih saja mencemaskan masalah uang.


"Aku lapar, Mira. Kita makan disana, ya? Sepertinya enak, banyak yang mengantri." Nita mengelus perutnya yang masih rata.


"Baik nyonya."


"Nyonya duduk disini dulu, saya akan memesan makananya." Sambung Amira saat dia menemukan bangku kosong.


"Oke." Jawab Nita dengan senyuman manisnya.


Amira bergegas mengantri untuk memesan makanan Nyonya Mudanya. Sedangkan Nita duduk manis di bangkunya sambil memainkan ponsel jadulnya. Ponsel Nita patut dibilang jadul untuk ukuran seorang istri dari Rayn Alexander, tapi standar untuk kaum ekonomi menengah. Rayn sempat meminta Nita untuk mengganti ponselnya, tetapi Nita menolak.

__ADS_1


Sudah 10 menit berlalu, Amira masih terlihat berdiri di barisan pengunjung restoran yang mengantri. Nita mulai bosan memainkan ponselnya.


Braaakkk,


Nita melonjak kaget saat mejanya digebrak seseorang yang ia kenal.


"Hi, Nita. Masih ingat denganku?" Sapa wanita itu.


"Jelas aku ingat, kamu Sonya. Wanita yang iri denganku." Jawab Nita dengan tatapan datarnya.


"Sombong sekali kau Nita. Apa karena sekarang kau sudah menjadi Nyonya Muda Alexander? Cihh... Kau pasti merayunya. Ternyata sifatmu yang murahan dan tebar pesona itu sudah mendarah daging pada dirimu."


"Tutup mulutmu!" Teriak Nita.


Semua mata memandang ke arah Nita. Amira sudah berdiri dibelakang Nita sekarang, kedua pengawal juga berjalan mendekat.


"Aku bisa mengatasinya." Sahut Nita saat melihat salah satu pengawal akan menyeret Sonya. Pengawal itu langsung mundur kembali ke belakang Nita.


"Kau punya pengawal pribadi sekarang, dimana Rey?" Sonya menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Keberadaan Kak Rey sekarang itu bukan urusanmu. Kamu bilang aku wanita murahan? Kamulah sebenarnya yang murahan. Jelas-jelas Kak Rey menolakmu, tapi kamu tidak pernah sadar diri." Nita tersenyum menyeringai.


Plak,


Sonya menampar pipi mulus milik Nita. Amira dan kedua pengawal Nita terkejut melihat Nita tersungkur ke lantai. Kedua pengawal yang berbadan besar itu langsung menangkap Sonya. Sedangkan Amira meletakkan kepala Nita ke pangkuannya, Nita pingsan.


"Bereskan wanita itu!" Suara Rayn menggelegar membuat semua orang terdiam di tempatnya, kedua pengawal mengangguk.


................................................


Hai readers..


Terima kasih sudah membaca novelku, jangan lupa like dan dukung novelku ini ya....


Nantikan episode-episode selanjutnya.


Thank you😍

__ADS_1


__ADS_2