
HAI READERS,
SEBELUM MEMBACA SILAHKAN LIKE, COMMENT, DAN VOTE. DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT AUTHOR UNTUK UP EPISODE-EPISODE BARU.
HAPPY READING 😍
...............................
Maya tersenyum melihat mobil Rayn sudah sampai dan berhenti di depan pintu mansion. Terlihat Rayn turun sebelum supir membukakan pintu untuknya. Ia langsung berjalan memutar membukakan pintu untuk Nita.
"How are you Rayn junior?" Tanya Maya yang mengelus perut Nita.
"Dia sehat ma." Nita tersenyum.
"Ini foto pertama Rayn Junior, ma." Rayn berbangga diri menunjukkan foto USG yang diberikan dokter. Maya menatap foto itu dengan mata berbinar.
"Lihatlah ini, sayang!" Teriak Maya yang mengambil foto hasil USG dari tangan Rayn. Rayn mendengus kesal melihat mamanya sudah berlarian menghampiri papanya.
"Sudahlah, sayang. Mereka juga ingin melihat calon cucu mereka." Nita tersenyum gemas melihat tingkah suaminya.
"Aku ingin melihat calon anakku lagi." Ucap Rayn yang tiba-tiba menggendong Nita.
"Lepaskan aku!" Teriak Nita.
"Nanti kamu jatuh kalau aku lepaskan." Rayn terkekeh.
Nita terdiam dan membiarkan Rayn menggendongnya sampai ke kamar mereka. Ia mengencangkan pegangannya di leher Rayn.
Ceklek,
Pintu kamar mereka terbuka lebar, Rayn menurunkan Nita dengan hati-hati. Ia juga langsung menutup dan mengunci pintu kamar mereka dengan rapat. Nita terkejut melihat apa yang Rayn lakukan. Tapi, ia berusaha untuk tidak memperhatikan tingkah Rayn. Nita melepaskan sepatu lalu mengenakan sandal yang sengaja ia simpan di bawah ranjang.
Sementara Rayn, ia melepaskan jam tangan yang menempel di pergelangan tangannya. Sepatu putih di kakinya juga sudah digantikan dengan sepasang sandal. Nita bangkit dari duduknya, tubuhnya terasa lengket ia ingin membersihkan tubuhnya. Tapi, baru selangkah ia berjalan tangannya ditarik oleh seseorang. Siapa lagi kalau bukan Rayn, Ia menarik tangan lalu merengkuh tubuh Nita.
"Mandi nya nanti saja." Bisik Rayn di depan wajah Nita.
"Apa maksud dia? Tubuhku sudah lengket semua, dia malah melarangku mandi sekarang." Batin Nita.
Nita mengangguk setuju, ia terpesona dengan tatapan bola mata biru kehijauan milik Rayn. Rayn semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Nita. Nita menutup matanya, memberi lampu hijau kepada Rayn.
Kruuukkk... kruuukkk,
"Shit... gagal lagi!" Umpat Rayn.
"Kenapa rasa laparmu selalu datang di waktu yang tidak tepat?" Tanya Rayn yang menatap kesal perut Nita.
"Maaf," Nita menunduk. Rayn membuang napasnya dengan kasar.
"Tidak apa-apa." Rayn memeluk Nita, ada rasa bersalah di dalam hatinya. Ia berbicara tanpa menggunakan filter.
__ADS_1
"Kamu masih kesal?" Tanya polos Nita.
"Aku tidak kesal lagi, sayang. Tapi setelah makan harus berhasil." Rayn terkekeh, ia sangat suka menggoda istri kecilnya. Nita memutar bola matanya.
Di bangku dekat kolam renang, Bram membaca koran berita hari ini sambil menikmati secangkir kopinya saat Maya berlarian ke arahnya.
"Sayang, lihat ini!" Ucap Maya menyodorkan selembar foto tepat di depan wajah suaminya.
"Cucu kita?" Bram meletakkan korannya, matanya berbinar menatap foto USG Nita.
"Sebentar lagi akan ada tangisan bayi di mansion ini pa." Ucap Maya. Bram mengangguk, ia merangkul bahu istrinya.
..............................
"Habiskan susunya, sayang." Rayn menyodorkan gelas berisi susu rasa stoberi.
"Sudah cukup." Nita menutup mulut dengan kedua tangannya.
"Buat kamu saja." Lanjut Nita.
"Yang hamil itu kamu, bukan aku." Rayn menatap ngeri susu itu. Dari dulu ia tidak suka minum susu, sekarang istrinya malah menyuruhnya minum susu hamil.
"Cobalah sedikit." Nita terkekeh.
Rayn menutup hidungnya, ia meminumnya sedikit. Ia terdiam sejenak, merasakan susu di dalam mulutnya dengan lidahnya.
"Lumayan" Gumam Rayn.
"Kamu tidak mau susunya, sayang?"
"Tidak, aku sudah kenyang." Jawab Nita.
Tanpa menunggu aba-aba Rayn langsung meneguk susu itu tanpa sisa. Ternyata rasa susu tidak seburuk yang ia kira, malah susu hamil Nita terasa sangat enak. Mungkin Rayn satu-satunya suami yang minum susu hamil istrinya.
Rayn meletakkan gelas kosong itu di atas nakas. Rayn duduk di dekat Nita, ia menatap istrinya itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Tangannya menyelipkan anak rambut ke belakang telinga Nita. Nita mengalihkan pandangannya, pipinya merah merona. Rayn memegang dagu Nita, mengarahkan wajah itu agar menatapnya. Tangannya membelai lembut pipi istrinya, menyalurkan kasih sayang yang ia punya.
Cup
Sebuah ciuman singkat Rayn daratkan mulus di bibir Nita, pipi Nita merah seperti tomat.
"Bolehkah aku?" Tanya Rayn di dekat telinga Nita. Nita mengangguk pelan, pertanda ia juga menginginkannya. Siang ini menjadi siang yang panjang untuk Rayn dan Nita.
................................
"Aaakkkhhh" Teriak seorang wanita.
Tangannya menjatuhkan semua barang-barang yang ada di atas mejanya. Bantal dan gulingnya pun sudah ia buang ke sembarang arah. Emosinya meluap-luap, ia terduduk di lantai berteriak-teriak melampiaskan amarahnya. Sejak Rayn resmi menikahi Nita, ia hanya berdiam diri di kamarnya. Yang ia lakukan hanya melampiaskan amarah sekaligus kekecewaannya dengan menghancurkan barang-barang di sekitarnya.
"Jika kamu tidak melakukan hal bodoh itu pasti sekarang kamu sudah menjadi Nyonya Muda Alexander." Ucap Clara yang memukul kepalanya sendiri.
__ADS_1
Flashback On
Clara melemparkan ponselnya ke jok sampingnya. Puluhan kali ia menelpon Dio tapi tidak kunjung diangkat. Ia memukul setir mobilnya dengan kesal. Clara menyalakan mesin mobilnya, ia akan pergi ke apartemen Dio sekarang.
"Di sini rupanya." Ucap Clara saat melihat mobil Dio terparkir.
Clara bergegas memasuki lift, menekan tombol angka 8. Apartemen Dio ada di lantai 8.
Tiinnggg,
Pintu lift terbuka, ia berjalan menuju apartemen Dio.
"Shit, dasar pria brengs*k! Kode apartemennya sudah diganti." Umpat Clara.
Clara menggedor-gedor pintu apartemen itu dengan keras, hingga terdengar seseorang membuka pintu dari dalam.
"Siapa?" Tanya Dio yang membuka sedikit pintunya.
Clara mendorong paksa pintu itu, hingga ia berhasil masuk ke dalam. Clara dapat melihat dengan jelas Dio hanya menggunakan celana boxer, rambutnya berantakan. Clara berjalan menuju kamar milik Dio. Ia membuka pintu kamar itu, terlihat seorang wanita seusianya duduk di ranjang berusaha munutupi tubuhnya dengan selimut.
Plak,
Clara menampar pipi Dio yang berada di sampingnya.
"Brengs*k"
"Aku hanya bermain-main denganmu, kau pun juga tahu itu." Dio tersenyum sinis.
Clara berlari meninggalkan mereka, ia mengelap pipinya yang basah dengan air mata mengutuk dirinya sendiri. Kenyataannya ia dan Dio hanya bersenang-senang saja, Clara melakukannya hanya untuk karirnya. Penyesalannya tidak akan merubah keadaan.
Flashback Off
Hati David hancur melihat putri kesayangannya menderita setiap hari membuat kebenciannya kepada keluarga Alexander semakin bertambah. Karena keluarga Alexander lah ia harus memboyong keluarganya ke tanah kelahirannya.
"Berhentilah menangis, sayang. Lupakan pria itu!" David menghapus air mata Clara.
"Kalau saja aku dulu tidak sebodoh itu, sekarang aku pasti sudah menjadi Nyonya Muda Alexander. Dio pria brengsek itu membuangku setelah dia mendapat mainan baru. Hidupku hancur!"
"Kamu belum terlambat untuk membalas dendam, sayang." David tersenyum seringai.
"Apa yang ayah rencanakan?" Tanya Clara.
"Kamu tunggu saja sebentar lagi permainan akan dimulai." David keluar dari kamar Clara menyisakan ribuan pertanyaan di kepala Clara.
....................
Hai readers,
Kira-kira apa yang akan dilakukan David dan putrinya? So, stay tune ya...
__ADS_1
Nantikan episode-episode selanjutnya..
Thank you😍