Stuck With Mr Arrogant

Stuck With Mr Arrogant
BAB 29


__ADS_3

STOP!!!!


Sebelum membaca, silahkan like dan vote dulu ya. Jangan lupa tuliskan kesan dan pesan untuk author di kolom komentar.


Happy Reading 😍


..........................


Tiinnggg,


Nita keluar dari lift diikuti Alex dan Ana. Ia berhenti saat sampai di depan pintu. Nita menoleh ke arah Alex, memberi isyarat untuk bungkam prihal insiden di jalan tadi. Alex memutar malas bola matanya, ia bosan dengan apa yang ia lihat saat ini.


"Ada apa, Nit?" Ana menatap Nita dan Alex bergantian.


"Tidak ada apa-apa. Masuk, yuk!" Jawab Nita.


Nita memutar handle pintu dengan perlahan, ia menyapu seluruh ruangan dengan pandangannya. Ia tersenyum lebar saat melihat Rayn tengah sibuk menatap laptopnya dan tidak menyadari kedatangannya. Posisi Rayn membelakangi pintu, ia tidak sedang duduk di kursi kebesarannya.


"Doorrr!" Teriak Nita.


"Eh... dor dor dor" Ana melonjak bukan Rayn yang terkejut, semua mata memandang Ana.


"Wuahahahaha..." Alex dan Rayn tidak bisa menahan tawa mereka. Berbeda dengan Alex dan Rayn, Nita memonyongkan bibirnya lalu duduk di sofa dengan kedua tangannya dilipat di depan dada.


"Kenapa, sayang?" Rayn menghentikan tawanya.


"Aku mau kita ulangi lagi dari awal." Jawab Nita.


"Hah?" Rayn tidak mengerti maksud Nita, ia memandang Ana dan Alex bergantian. Alex mengangkat kedua bahunya, ia juga tidak mengerti situasi ini.


"Nita ingin kita ulangi kejadian tadi, Tuan. Kami bertiga akan keluar dan diam-diam masuk mengejutkan anda. Tapi nanti tuan harus terkejut." Jelas Ana dengan bahasa yang formal namun sedikit kaku. Bukan tanpa alasan Ana melakukannya karena Rayn adalah bosnya.


"Jangan panggil aku tuan! Kau teman istriku. Jadi aku juga temanmu, panggil aku Rayn saja." Jawab Rayn dengan santai.


"Baik, Rayn" Tak mau ambil pusing, Ana mematuhi perintah bosnya.


"Ayo kita ulangi! Sayang, come on! Don't be upset, okay?" Rayn menggandeng tangan Nita, membimbingnya untuk keluar ruangan diikuti Ana dan Alex. Rayn menutup pintu ruangannya, ia bergegas kembali ke posisinya.


"It's so crazy" Alex menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan kekonyolan yang ia saksikan.


"Ini sudah biasa, bumil emang baperan." Celetuk Ana.


"Oh Bu Bos hamil, alright." Jawab Alex.


"Sudah ngobrolnya?" Ucap Nita kesal. Alex dan Ana menghembuskan nafas dengan kasar bersamaan. Nita memutar malas bola matanya.

__ADS_1


Ia membuka pintu ruangan Rayn. Sesuai rencana, Nita berjalan mengendap seperti tadi.


"Doorrr!" Teriak Nita.


Rayn melonjak kaget, ia memegangi dadanya. Walaupun terlihat jelas ia hanya berpura-pura kaget, tapi Nita tertawa puas melihat Rayn yang melompat dari kursinya. Ana tidak kaget lagi, ia sudah menutup telinganya saat berjalan masuk ke dalam ruangan Rayn. Sementara Alex, ia benar-benar kehabisan kata-kata untuk pasangan konyol yang ada di depannya.


"Bagaimana pagimu, sayang?" Tanya Rayn.


"Menyenangkan karena aku masak nasi goreng dan salad seperti yang aku janjikan kemarin, sayang." Nita menunjukkan tas berisi kotak makan kepada Rayn.


"Pasti enak sekali!" Ucap Rayn dengan senyuman mautnya.


"Ayo kita makan sekarang, sayang!" Sambung Rayn yang sudah mengambil alih tas yang Nita bawa.


"Apakah sekarang sudah jam istirahat?" Tanya polos Nita.


"Memangnya kenapa? Ini kantorku." Jawab Rayn santai.


"Astaga!! Aku lupa!" Nita menepuk dahinya sendiri. Rayn mengacak gemas rambut panjang milik Nita.


"Kalian mau mengawasi makan siangku dengan istriku?" Ucap Rayn ketus kepada Ana dan Alex yang masih berdiam diri di posisi masing-masing.


"Alex, kamu temani Ana makan di kantin!" Ucap Nita tanpa menatap wajah Alex maupun Ana. Ia yakin wajah Ana memerah sekarang.


Alex berjalan keluar ruangan lebih dulu meninggalkan Ana. Ana mengedipkan sebelah matanya kepada Nita, dan mendapat balasan jempol dari Nita. Ana berjalan menyusul Alex, ia tak lupa menutup pintu ruangan itu dengan rapat.


"Tunggu!" Ana berlarian menyusul Alex.


"Mau makan dimana?" Tanya Alex yang tanpa ia sadari sudah membuat Ana tersipu malu.


"Makanan di kantin enak-enak." Jawab Ana yang berusaha mengontrol rasa gugupnya.


"Let's go! "


Suasana lift sangat sepi, mereka hanya terdiam sibuk dengan pikiran masing-masing. Ana yang sebenarnya cerewet berusaha mengontrol mulutnya, karena Alex tidak mengajaknya mengobrol. Ia harus sedikit jual mahal, lagi pula sikap Alex sangat susah ditebak. Tadi ia terlihat sangat ramah sekarang ia terlihat sangat cuek, melihat ke arahnya pun tidak.


"Aku jadi penasaran sama dia. Kadang manis kadang dingin, yang kayak begini mah menarik banget." Batin Ana.


Ama memesan semangkok bakso dengan pangsit, sementara Alex memesan mie ayam.


Makan siang mereka juga sepi, tidak ada obrolan di antara mereka. Hanya sekali Alex membuka mulutnya, itupun untuk menanyakan botol kecap. Makan siang pertama yang melenceng dari ekspetasi.


"Kamu yang bayar!" Ucap Alex saat memberikan dua lembar uang seratus ribuan.


Ana menghembuskan napasnya dengan kasar.

__ADS_1


"Lumayan... sisanya bisa buat ongkos bus nanti sore hehehe." Batin Ana.


Ana mengambil uang itu dan membayar makanan mereka. Dan benar saja sisa uangnya cukup banyak, mereka hanya menghabiskan sekitar Rp.50.000 saja.


Alex lagi-lagi berjalan lebih dulu dari Ana, sehingga Ana harus berlarian untuk mengejarnya. Alex sudah sampai di dalam lift, bersiap menekan tombolnya. Sementara Ana napasnya ngos-ngosan, selangkah lagi ia sampai di lift.


"Tunggu!" Teriak Ana, namun pintu sudah tertutup saat ia tepat berada di depan lift. Alex tersenyum sinis saat melihat Ana sekilas sebelum pintu lift tertutup.


"Awas ya lo, Lex! Gua gantung di pohon pepaya!" Teriak Ana yang menghentakkan kakinya dengan kesal.


Lain halnya dengan Alex, ia sangat puas mengerjai Ana. Pintu lift sudah terbuka, ia bergegas menuju ruangan Rayn.


"Bro!!" Sapanya kepada Yoga yang sibuk di ruangannya. Ingat ya, Yoga memiliki ruangan tersendiri tepat di dekat ruangan Rayn. Di depan ruangan Yoga juga terdapat ruangan sekretaris Rayn, namanya Jio.


"Lo ngapain di sini?" Tanya Yoga.


"Gue supir barunya Bu Bos." Jawabnya dengan bangga.


"Lo jadi supir? Lo ajak Nyonya Nita balapan?" Yoga menggebrak meja kerjanya. Alex mengangkat kedua bahunya, Yoga melongo tidak percaya. Kenapa Tuan Rayn memperkerjakan seorang pembalap menjadi supir Nyonya Nita?


Tok...tok...tok


Alex mengetuk pintu ruangan Rayn dengan perlahan, sesekali ia menoleh ke arah Yoga dan Jio.


"Masuk!" Teriak Rayn dari dalam. Alex berjalan masuk ke dalam ruangan Rayn.


"Ana mana?"


"Hadir!" Ana tiba-tiba muncul dengan wajah cemberut. Ia menatap tajam ke arah Alex. Alex justru menanggapinya dengan santai, bahkan ia berani mengalihkan pandangannya.


"Kebetulan kalian udah di sini. Nita dari tadi nanyain kalian." Ucap Rayn yang duduk di meja kerjanya.


"Tolong beliin rujak sama mangga ya?"


"Saya berangkat sekarang, Bu Bos." Jawab Alex.


"Aku maunya kalian berdua yang beliin." Ucap Nita dengan senyum seringainya.


............................


Terima kasih sudah membaca novelku....


Mampir ke novel baruku juga ya...


Judulnya: Psikopat Bucin

__ADS_1


__ADS_2