Stuck With Mr Arrogant

Stuck With Mr Arrogant
BAB 27


__ADS_3

WARNING!!!!!


Sebelum kalian lanjut membaca, like dan vote dulu ya...😀


Happy Reading 😍


.................................


Usia kandungan Nita kini sudah memasuki minggu ke 12 atau 3 bulan. Hari-harinya ia habiskan sepenuhnya di mansion saja. Rayn tidak mengizinkan Nita pergi kemanapun kecuali jika Rayn bersamanya. Sore ini Nita sibuk dengan sayurannya di kebun.


Rayn membangun sebuah kebun di belakang mansion. Kebun itu ditumbuhi bermacam-macam sayuran dan beberapa pohon buah.


Kebun itu diatur sedemikian rupa mengikuti keinginan Nita. Ya, Nita meminta Rayn untuk membangun kebun itu karena ia ingin mempunyai kegiatan setiap harinya. Ia bosan jika hanya menghabiskan harinya untuk tidur dan makan.


"Apa yang kamu lakukan, sayang?" Maya berkacak pinggang melihat Nita begitu sibuk bermain tanah, menanam bibit sawi.


"Sawinya aku pindah, ma. Sudah besar-besar." Ucap Nita sambil menunjukkan sawi yang ada di tangannya.


"Kenapa kau membiarkan nyonyamu mengerjakan ini?" Maya beralih menatap Ali, tukang kebun yang Rayn perkerjakan mengurus kebun Nita.


"Maaf nyonya," Pak Ali menunduk.


"Nita yang ingin melakukan ini, ma. Boleh ya?" Ucap Nita dengan tatapan sendu.


"Boleh, tapi Pak Ali harus membantumu." Maya tidak tega menolak permintaan Nita.


"Terima kasih, ma."


"Hati-hati ya, sayang." Maya berjalan meninggalkan kebun setelah memberi izin. Memindahkan bibit sawi bukan pekerjaan yang berat, tidak masalah jika Nita melakukannya.


Nita baru selesai memindah bibit sawi yang tempo hari ia semai. Ia duduk di tanah dekat dengan sawi-sawinya. Tangannya kotor dengan tanah, keringatnya mengalir bercampur cipratan tanah.


"Pak Ali tolong ambilkan minum."


"Baik, nyonya." Jawab Pak Ali.


Pak Ali meletakkan cangkul kecil yang ia gunakan untuk membuat saluran air. Ia bergegas pergi ke dapur mengambilkan air minum untuk Nita. Ia mengambil sebotol air mineral, lalu bergegas kembali ke kebun. Tapi, tiba-tiba ada sebuah tangan yang menyentuh bahunya.


"Nyonya Nita ada di kebun?" Ternyata dia adalah Rayn.


"Iya tuan."


"Apakah ini minuman untuknya? Berikan padaku, aku yang akan memberikan minuman ini kepadanya." Ucap Rayn yang merampas botol air dari tangan Pak Ali.


Sesampainya di kebun Ia menyerahkan botol itu kepada istrinya tanpa berkata apapun. Nita mengambil botol tanpa melihat siapa yang memberikannya. Karena memang posisinya membelakangi Rayn sekarang.


"Terima kasih Pak Ali." Ucap Nita tanpa menoleh.


"Sama-sama." Nita terdiam mendengar suara yang sangat ia kenal.


"Kamu sudah pulang?" Nita berdiri dan membalikkan tubuhnya.

__ADS_1


"Menurutmu?" Jawab Rayn terkekeh.


"Maaf, aku kira kamu Pak Ali."


"Tidak masalah. Tapi, ada hal lain yang harus kamu jelaskan." Rayn menatap Nita dari kepala sampai ujung kaki.


"Aku hanya..."


"Habislah aku, apa yang akan kukatakan" Batin Nita.


"Apa yang kamu lakukan? Lihatlah tubuhmu kotor dipenuhi tanah." Ucap Rayn yang menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istri kecilnya.


"Aku bosan jika hanya melihat Pak Ali yang merawat sayuranku." Nita menyengir kuda menunjukkan deretan gigi putihnya.


"Ini memang tugas Pak Ali, kamu cukup melihat dari kursi itu saja." Ucap Rayn sambil menunjuk kursi yang berada tak jauh dari mereka.


"Aku bosan, Rayn."


"Baiklah, aku akan memecat Pak Ali. Dia sudah tidak kamu butuhkan lagi. Kamulah yang akan merawat kebun ini." Rayn menatap Pak Ali yang berdiri di belakangnya.


"Jangan sayang! Kasihan Pak Ali, dia harus menafkahi keluarganya. Kasihan juga calon anak kita, dia akan kelelahan jika aku merawat kebun seluas ini." Sahut Nita.


"Kamu menyebalkan sekali, selalu saja mengancamku." Batin Nita.


"Baiklah. Kamu bosnya, sayang." Rayn tersenyum, ia menang.


"Sekarang dia tidak akan berani lagi menyentuh tanaman itu." Batin Rayn.


"Lihatlah jam berapa sekarang." Rayn menunjuk jam di dinding.


"Apakah kamu sudah mandi?" Tanya Rayn.


"Sudah tadi siang."


"Kalau begitu kamu harus mandi lagi. Kamu itu seperti anak kecil saja suka bermain tanah. Lihat kukumu mereka penuh tanah. Kamu sudah makan?" Rayn menggerutu.


"Sudah tadi siang." Nita menjawab dengan jawaban yang sama.


"Hanya tadi siang? Biasanya kamu sudah makan dua kali." Rayn mengeluarkan napasnya dengan kasar.


Tiinngg,


Pintu lift terbuka saat Rayn dan Nita berada di depan lift.


"Oh God, Nita apa yang terjadi?" Ucap Maya saat melihat Nita yang kotor dengan tanah.


"Menantu mama ini sangat suka bermain tanah." Jawab Rayn.


"Tidak apa, Rayn. Yang penting dia berhati-hati dan tidak kelelahan." Maya tersenyum mengelus pipi Nita.


"Benar itu, Rayn. Jika dia bosan, dia bisa stress dan berakibat buruk untuk keduanya." Bram mendukung ucapan istrinya.

__ADS_1


"Kenapa mama dan papa membela Nita?" Rayn menatap Nita, Bram, dan Maya bergantian.


"Mama akan menjaga Nita." Ucap Maya.


"Kamu dengar sayang? Di sini kamu bosnya." Rayn memutar matanya dengan malas.


"Tapi keputusanku sudah bulat, Nita tidak akan berkebun lagi." Lanjut Rayn yang sudah menggandeng Nita membawanya memasuki lift.


"Dia benar-benar mirip denganmu, sayang." Maya terkekeh.


Di sudut kebun, seorang wanita diam-diam menelpon seseorang. Dia sengaja menelpon di sudut kebun Nita karena area ini tidak terlihat dari CCTV.


"Halo, tuan." Sapanya


"Ada informasi apa?"


"Dia tidak sekalipun keluar dari mansion sejak sebulan lalu."


"Sial, kalau dia tidak pergi keluar dari mansion aku tidak bisa menjalankan rencanaku. Terus awasi dia, cari celah untuk menjalankan rencana."


Tut,


Panggilan ditutup sepihak dari seberang. Ia memasukkan ponselnya ke dalam saku dengan cepat. Ia harus segera kembali ke dalam agar tidak ada yang curiga.


.......................


Sejak tadi Nita membuntuti kemanapun Rayn pergi. Ia merayu Rayn agar diizinkan untuk mengantar makan siang ke kantor. Nita ingin melihat tempat suaminya bekerja sekaligus menemui temannya yang pindah bekerja di kantor Rayn sejak minggu lalu.


"Boleh ya?" Rayu Nita yang memegang ujung belakang kaos yang Rayn pakai.


"Tidak." Jawab Rayn singkat.


"Boleh ya? Aku datangnya waktu makan siang, dan akan pulang saat kamu pulang."


"Aku di sana bekerja, sayang. Pekerjaanku lumayan banyak besok. Kamu akan bosan menungguku bekerja." Ucap Rayn yang menangkup wajah Nita.


"Aku bisa saja menyuruh Yoga untuk menghandle pekerjaanku. Tapi besok aku ada jadwal meeting dengan klien, kali ini tidak bisa diwakilkan." Sambung Rayn.


"Tidak apa, Rayn. Lagi pula minggu lalu kamu bilang Ana sekarang bekerja di kantormu. Aku janji tidak akan menyusahkanmu." Nita mengangkat kedua jari kelingkingnya.


"Alright." Jawab Rayn pasrah.


Rayn juga akan kalah jika melanjutkan perdebatan ini. Ia juga baru ingat, teman kerja Nita sekarang menjadi cleaning service di kantornya. Nita bisa menghabiskan waktu untuk mengobrol dengan temannya.


........................


Hai readers,


Stay tune ya, karena perjuangan Rayn dan Nita baru saja akan dimulai. Akan ada batu karang yang menghadang bahtera cinta mereka.


Terima kasih sudah membaca novelku, jangan lupa like dan vote dan nantikan episode-episode selanjutnya...

__ADS_1


Thank you😍


__ADS_2