
HI READERS, SEBELUM MEMBACA SILAHKAN LIKE, COMMENT, DAN JUGA VOTE NOVEL INI. DUKUNGAN KALIAN MENAMBAH SEMANGAT AUTHOR UNTUK UP EPISODE.
HAPPY READING,
...............................
"Terima kasih." Ucap Nita dengan senyuman termanisnya menatap punggung Rayn yang kini menghilang di balik pintu kamar mereka.
Jantung Nita hampir meloncat dari tempatnya. Ia memegang bibirnya, membayangkan kejadian tadi. Rasa hangat bibir Rayn masih terasa si bibirnya. Ia senyum-senyum sendiri mengingat kejadian yang baru saja Rayn akhiri karena suara perut Nita. Di mall tadi Nita tidak makan apapun karena kedatangan Sonya.
Di dapur Rayn menyiapkan bahan-bahan nasi goreng. Dapur adalah tempat yang sangat jarang Rayn datangi. Demi istri dan calon anaknya, dengan senang hati, ia akan menghabiskan waktunya untuk memasak. Rayn membuka ponselnya, memutar salah satu video cara membuat nasi goreng. Perlahan-lahan ia mengikuti langkah-langkah seperti dalam video. Ia megupas bawang putih dan bawang merah, lalu memasukkannya ke dalam blender. Rayn memasukkan beberapa cabai merah, tidak lupa sedikit garam dan penyedap rasa. Ia menumis bumbu, memasukkan nasi dan menambahkan sosis dan sedikit kecap.
"Sempurna..." Ucap Rayn yang meletakkan telur ceplok di atas nasi goreng, ditambahkan pula potongan tomat dan timun. Rayn meletakkan nasi goreng lengkap dengan susu hangat di nampan. Ia bergegas kembali ke kamarnya.
Ceklek,
"Ini dia nasi goreng spesial ala Rayn." Ucap Rayn yang duduk di sebelah Nita.
"Wah... pasti enak." Nita mengambil alih nampan dari tangan Nita.
"Biar aku suapi." Rayn menepis tangan Nita.
"Buka mulutmu!" Rayn menyodorkan nasi goreng ke depan mulut Nita.
"Enak..." Sahut Nita yang mengunyah nasi goreng.
"Sungguh?" Tanya Rayn.
Ia menyendok nasi goreng buatannya dan memakannya. Usahanya tidak sia-sia, lumayan juga rasanya.
"Ayo buka mulutmu!" Perintah Rayn saat akan memberikan suapan keempat.
"Nasi gorengnya sudah, aku minum susunya saja." Nita mengambil segelas susu dari nampan kemudian meneguknya tanpa sisa.
"Kenapa?"
"Aku tidak nafsu lagi makan nasi goreng itu." Jawab Nita lirih takut Rayn marah padanya.
"Sabar... sabar Rayn." Batin Rayn.
"Kamu pengen makanan lain?" Tanya Rayn dengan sabar.
"Aku pengen makan bakso urat, sempol ayam, pempek, jus semangka, sama es sari tebu."
"Kamu mau makan semua itu?" Rayn terkejut Nita menginginkan banyak jenis makanan.
"Iya..." Nita menunduk.
"Baiklah kamu akan segera mendapatkannya sayang." Rayn mengacak gemas rambut Nita.
__ADS_1
"Terima kasih sayang." Nita memeluk Rayn menutupi rasa malunya karena memanggil Rayn dengan panggilan 'Sayang'.
Cup
Rayn mencium pucuk kepala Nita sekilas. Ia yang akan membeli semua makanan yang Nita inginkan.
................................
"Tinggal satu lagi, es sari tebu. Dari tadi aku tidak melihat satupun penjual es tebu." Gumam Rayn yang menyetir dan memperhatikan ke kanan dan ke kiri jalan. Rayn membelokkan mobil ke sebuah gang yang cukup kecil. Nampak sebuah gerobak hijau bertuliskan "Es sari tebu" Di depan sebuah gedung SD sederhana.
"Bang es tebunya satu." Ucap Rayn melangkah mendekat ke arah gerobak es tebu.
"Maaf pak, esnya sudah habis. Ini yang terakhir." Jawab penjual es tebu saat menyerahkan cup es tebu terakhir kepada seorang anak kecil laki-laki. Anak itu berjalan menjauh menenteng bungkusan cup es tebu.
"Ya sudah." Ucap Rayn yang sudah putus asa.
Susah payah Rayn mencari penjual es tebu, sekalinya ketemu es tebunya sudah habis. Ia tidak tega jika harus pulang tanpa membawa es tebu seperti keinginan Nita. Rayn menatap lurus ke depan, anak kecil tadi masih terlihat di ujung gang. Rayn tersenyum menyeringai, ia mendapat solusi dari masalahnya. Ia melajukan mobilnya ke ujung gang, ke arah anak kecil itu.
"Hey... tunggu!" Teriak Rayn saat membuka pintu mobilnya.
Anak kecil itu menoleh ke arah Rayn, lalu ia menengok ke belakangnya. Ia berpikir siapa yang dipanggil Rayn.
"Berhenti di situ!" Teriak Rayn lagi.
"Aaaaaaa" Teriak anak itu, Ia ketakutan melihat Rayn berlari ke arahnya sambil berteriak menyuruhnya berhenti.
"Hey... berikan es tebu mu!" Teriak Rayn.
"Nggak mau." Terjadilah perebutan es tebu saat mereka kejar-kejaran.
Kecepatan anak kecil itu tentu tidak seberapa dengan kecepatan lari Rayn. Rayn berhasil menangkap anak itu, tetapi salah satu warga melihat mereka.
"Ada apa ini, Pak?" Tanya warga itu saat melihat Rayn menangkap Soni.
"Om ini mengejarku." Soni menunjuk Rayn.
"Maksud kamu, dia mau nyulik kamu nak?"
"Bukan... saya bukan penculik..." Ucapan Rayn terputus, napasnya ngos-ngosan.
"Istri saya ngidam dia pengen es tebu. Saat saya mau membelinya ternyata sudah habis, dan itu cup terakhir. Saya mau membeli es tebu itu." Ucap Rayn sambil menunjuk cup es tebu yang dipegang Soni.
"Berikan nak, kasihan om itu."
"Tapi..." Jawab Soni.
"Ini om ganti uang kamu." Sahut Rayn yang sudah mengeluarkan dua lembar uang seratus ribuan.
"Ini om!" Jawabnya saat menyerahkan cup es tebu itu.
__ADS_1
"Terima kasih."
"Saya permisi pak, terima kasih." Pamit Rayn kepada warga itu. Dia membalasnya dengan anggukan dan senyuman ramah.
.................................
Tiinnggg,
Pintu lift terbuka, Rayn berjalan dengan semangat menuju kamarnya. Ia sudah memindahkan makanan-makanan pesanan Nita di piring. Rayn menghabiskan waktu hampir dua jam untuk membeli semua makanan yang diinginkan Nita.
"Sayang, lihat ini!" Ucap Rayn berbangga diri berhasil mendapatkan semua pesanan Nita.
"Wah... bawa kemari sayang!" Nita menepuk-nepuk pinggiran ranjang. Rayn meletakkan nampan di atas ranjang di depan Nita.
Rayn tersenyum puas, Nita menyantap bakso urat dengan lahap. Nita melanjutkan dengan melahap sempol ayam dan pempek dengan bersemangat. Rayn menggelengkan kepalanya pelan. Badan Nita yang kecil ini mampu menghabiskan semua makanan di nampan yang ia bawa. Ia mengusap gemas pucuk kepala Nita.
"Terima kasih, aku sudah kenyang. Es tebunya untukmu." Ucap Nita menyodorkan es tebu.
"Sayang, tadi kamu pengen minum es tebu ini kan?"
"Iya, aku tadi pengen. Tapi aku kenyang sekarang, aku juga sudah minum jus semangkanya. Sekarang aku pengen liat kamu minum es tebunya." Jawab Nita dengan senyuman manisnya.
Rayn tersenyum memelas, ia teringat perjuangannya mendapatkan es tebu itu. Bahkan ia dikira mau menculik anak kecil. Dan sekarang Istrinya justru ingin melihatnya meminum es itu.
"Kamu akan mendapatkan semua yang kamu inginkan." Rayn tidak peduli lagi dengan perjuangannya mendapatkan es tebu. Senyuman dari bibir Nita lebih penting sekarang, ia meneguk habis es tebu itu. Nita tersenyum lebar melihat Rayn menghabiskan es tebu.
Rayn menelpon pelayan dengan telepon yang menggantung di dekat pintu. Selang beberapa menit pelayan itu datang dan mengambil nampan yang berisi piring dan gelas kotor di kamar Rayn.
"Sayang"
"Sayang" Ucap Rayn lagi, namun tidak ada jawaban dari Nita.
Dia menoleh ke arah ranjang, Nita terlihat sibuk menatap layar ponselnya sambil tertawa sendiri. Rayn menutup laptop yang sejak tadi menemaninya di sofa. Ia berjalan mendekati ranjang.
"Sayang" Ucap Rayn saat memeluk Nita.
"Ada apa?"
"Apa yang kamu lihat di ponselmu?" Tanya Rayn.
"Film Mr. Bean, lucu banget sayang" Jawab Nita sambil menunjukkan ponselnya.
"Cukup filmnya untuk hari ini. Sekarang istirahatlah!" Nita mengangguk. Ia paham Rayn pasti mengkhawatirkan keadaannya karena kejadian di mall tadi
"Selamat tidur." Ucap Rayn setelah mengecup lembut pucuk kepala Nita. Rayn kembali membuka laptopnya, menyelesaikan pekerjaan yang ia tinggal tadi.
..........................
Hai readers, terima kasih sudah membaca novelku ini.... Nantikan episode-episode selanjutnya...😍
__ADS_1