
SEBELUM LANJUT MEMBACA, SILAHKAN LIKE DAN VOTE DULU YA...
HAPPY READING 😍
.................................
"Beritahu Ben baru saja Ana pergi Ke ATM karena urusan mendadak!" Perintah Yoga kepada penjaga yang ia panggil tadi. Penjaga itu mengangguk lalu pergi menemui Ben.
"Liat apa bro?" Alex tiba-tiba sudah berdiri di samping Yoga dan menepuk pundak Yoga.
"Sial lo! Untung jantung gua sehat!" Jawab Yoga yang sedang memegangi dadanya karena terkejut.
"Peace!" Alex mengangkat dua jarinya.
"Hmm," Jawab Yoga datar.
"Baperan amat! Nggak dapet jatah ya semalem?" Alex terkekeh.
"Gile lu!" Yoga menoyor kepala Alex.
"Aduh... lagian ngapain sih di depan pintu?"
"Ana pergi naik motor, katanya mau ke ATM." Jawab Yoga yang sudah berjalan meninggalkan Alex.
"Lo juga tahu kan kalau situasi sedang genting sekarang?" Lanjut Yoga yang berpikir Alex mengikutinya.
"Ohh,"
"Lo jangan bilang dulu sama Tuan Rayn! Gaji kita di ujung tanduk sekarang!" Ucap Yoga kepada Alex.
"Hmm,"
Yoga terdiam sejenak, ia menyadari sesuatu. Alex tidak merespons seperti biasanya, ada yang aneh.
"Lex?" Yoga menghentikan langkahnya.
Seseorang yang berjalan di belakangnya juga ikut berhenti. Yoga membalikkan tubuhnya dengan perasaan yang sudah campur aduk.
"Kyaaa!" Teriak Yoga terkejut melihat Rayn yang berdiri di hadapannya dengan tatapan membunuh.
"Kau mencari Alex? Itu orangnya!" Rayn menunjuk mobil sport warna biru yang melaju kencang keluar dari halaman mansion.
"Iy...iya tuan," Yoga menundukkan wajahnya.
"Kenapa Ana pergi dari mansion?" Tanya Rayn.
"Maaf tuan! Dia bilang ibunya membutuhkan uang segera!" Jawab Yoga dengan kepala yang masih tertunduk takut.
__ADS_1
"Bodoh! Kenapa tidak menggunakan M-banking?" Rayn menggaruk kepalanya frustasi.
"Maaf tuan, tapi ponsel milik Ana tidak cukup memadai untuk menggunakan M-banking," Jawab Yoga dengan kepala yang menunduk.
"Ponselnya jadul maksudmu?" Tanya Rayn.
"Iya, tuan." Yoga tersenyum lebar menyadari kata-kata unfaedah yang ia ucapkan.
Alex mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Ia khawatir ini bagian dari rencana orang misterius itu. Matanya sesekali melirik ke kanan dan kiri mencari keberadaan Ana. Walaupun gadis itu sedikit rese dan rusuh tapi hari-harinya akan hampa jika tidak berdebat dengannya.
Dari kejauhan ia melihat motor yang ciri-cirinya sama dengan motor pelayan yang Ana pakai. Sebelum berangkat tadi ia menanyakan ciri-ciri motor yang digunakan Ana. Dan sekarang motor itu berhenti di depan mesin ATM. Alex segera menepikan mobilnya di pinggir jalan tidak jauh dari tempat dimana motor Ana terparkir, ada dua motor di sana.
"Itu dia!" Alex bernapas lega saat melihat seorang wanita sedang berada di dalam ruangan mesin ATM itu.
Alex merasa heran, di sini ada dua motor yang terparkir. Tapi hanya ada satu orang di dalam, dan tidak ada orang kain yang menunggu di luar kecuali dia. Tidak lama ia menunggu wanita itu keluar dari ruangan mesin ATM.
"Ana!" Seru Alex saat wanita itu membuka pintu.
Wanita itu kini sudah berada di luar ruangan itu. Ia celingukan melihat ke kanan, kiri, dan belakangnya. Tidak ada wanita lain di sini selain dirinya.
"Maaf mas salah orang! Saya Ani bukan Ana" Jawab wanita itu.
"Maaf mbak, saya kira temen saya." Alex tersenyum ramah menyembunyikan kekhawatirannya karena wanita itu bukan Ana.
"Tidak apa-apa." Wanita itu berjalan menuju motornya.
"Sebentar mbak! Saya ingin bertanya," Alex menahan wanita itu.
"Tadi saat mbak sampai di sini, mbak lihat nggak cewek tingginya kira-kira sebahu saya, kulitnya putih, rambutnya hitam panjang?"
"Maaf mas, saya enggak lihat! Waktu saya sampai di sini sepi, cuma ada motor itu!" Jawab wanita itu.
"Terima kasih mbak!"
"Sama-sama" Wnaita itu pergi meninggalkan tempat itu dengan motornya.
Alex memutari motor yang ia duga sama dengan yang Ana pakai itu dan melihatnya dengan teliti.
Cekrek,
Alex memotret motor itu dengan ponselnya. Ia tadi lupa nomor platnya, jadi ia kirim foto itu kepada Ben. Dan ternyata motor itu adalah motor yang Ana pakai. Jika motornya ada di sini, dimana Ana?
Flashback On
Ana memarkirkan motornya di depan ruangan mesin ATM itu. Ia bergegas memasuki ruangan itu dan merogoh sakunya. Ia keluarkan kartu ATM miliknya dan mulai menekan-nekan layar sesuai petunjuk. Ia tidak menyadari ada dua orang berbadan besar sedang bersiap menculiknya, salah satu dari orang itu juga sudah menyiapkan obat bius yang diletakkan di sapu tangan.
"Akhirnya!" Ana menghembuskan napasnya lega setelah menyelesaikan masalah ibunya.
__ADS_1
Ia membuka pintu itu perlahan, tapi tiba-tiba seseorang memegangi kedua tangannya.
"Tolong..." Ana berteriak namun tidak terlalu keras. Ia akan berteriak lebih keras agar ada orang yang menyelamatkannya. Taoi belum sempat ia berteriak mulutnya sudah dibekao dengan sapu tangan itu. Ana pun pingsan karena pengaruh obat bius.
Kedua orang itu membopong Ana ke dalam mobil hitam. Orang-orang yang lewat jalan itu tidak mengetahui ada seorang gadis yang diculik, karena mobil itu menutupi aksi mereka yang cepat. Mobil hitam itu melesat jauh tanpa menimbulkan kecurigaan.
Flashback Off
"Wah...pasti ada hubungannya dengan orang misterius itu!" Gumam Alex.
Alex berjalan menuju mobilnya, ia terdiam sejenak dan tiba-tiba memukul setir mobilnya.
Ia akan memberitahu Ben dan Yoga mengenai masalah ini. Ia mengetik pesan untuk Yoga dengan terburu-buru.
"Ana hilang, gua cuma nemuin motornya. Terus pantau lokasi gua, sewaktu-waktu gua telpon lo!"
Alex teringat sesuatu, ia bergegas turun dari mobil. Ternyata benar, ada kamera CCTV di ruangan mesin ATM itu.
"Halo!"
"Cepet banget lo nemuin Ana !"
"Gile lo! Belum lah, gua aja belum ambil start ini! Gua mau nanya hal penting sama lo!" Jawab Alex.
"Apa??? Gua kira Lo udah berhasil nemuin Ana! Lo mau nanya apa buaya albino!"
"Ngecek rekaman CCTV itu dimana bro?" Tanya Alex.
"Bentar gua suruh Ben buat retas tuh CCTV ! Biar nggak ribet!"
"Thanks bro! Tapi jangan laporan sama Pak Bos dulu!" Jawab Alex yang lansung menutup sambungan teleponnya dengan Yoga.
Alex memutuskan untuk mencari Ana semampunya sambil menunggu rekaman CCTV itu. Ia mengemudikan mobilnya menyusuri jalanan, siapa tahu Ana lupa kalau dia bawa motor jadi jalan kaki pulang. Atau dia sedang istirahat mencari es teh dulu.
Cit,
Alex bergegas turun dari mobil, ia melihat Ana sedang membeli es teh di warung kaki lima.
"Ana!" Ucap Alex yang menepuk pundak wanita yang ia pikir itu Ana.
Wanita itu menoleh ke arahnya, "Saya bukan Ana, mas! SKSD banget sih!"
"SKSD?" Ucap Alex lirih tapi masih bisa di dengar wanita itu.
"Sok Kenal Sok Dekat!" Seru wanita itu memekakan telinga Alex.
Ia segera berlari menuju mobilnya, entah mengapa ia melihat wajah Ana ada di mana-mana. Di kaca mobilnya, dia melihat wajah Ana. Saat ia melihat jam tangannya, angkanya berubah menjadi wajah Ana. Bahkan saat ia membuka botol air mineral, ada wajah Ana di dalam botol itu, ia jadi tidak tega untuk meminumnya.
__ADS_1
.........................
Jangan lupa like dan vote! Dukungan kalian semangat untuk author❤️