Stuck With Mr Arrogant

Stuck With Mr Arrogant
BAB 41


__ADS_3

HAI READERS...


LIKE DAN VOTE DULU SEBELUM MEMBACA YA, DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT AUTHOR.


HAPPY READING 😘


..........................


Rayn menghembuskan napasnya dengan kasar, sudah waktunya makan malam tapi istrinya ini masih tertidur pulas. Akhirnya Rayn melangkah menuju dapur. Ia berpikir akan membuatkan nasi goreng dan salad buah kesukaan Nita.


Rayn dengan cekatan memakai celemeknya. Ia sudah menyiapkan bahan-bahan nasi goreng dan salad buahnya.


"Astaga! Ma..mama!" Bram berteriak memanggil Maya saat melihat Rayn memakai celemek.


"Ada apa, sayang?" Tanya Maya dengan santai.


"Lihatlah! Sejak kapan anakmu ini bisa memasak?" Bram menunjuk Rayn.


"Sejak Nita menjadi istrinya! Sudahlah pa, ini bukan kali pertama Rayn memasak." Jawab Maya.


"Benarkah?" Tanya Bram yang diangguki oleh Maya.


Rayn memandang Bram dengan heran, mengapa papanya begitu terkejut melihatnya di dapur? Maya meninggalkan kedua laki-laki itu di dapur.


"Sstt...sstt.. Rayn!" Bram berbisik memaggil anaknya.


"Ada apa, pa?" Jawab Rayn dengan berbisik juga.


"Jangan terlalu memanjakan istri!" Sahut papanya.


"Bukannya papa juga sangat memanjakan mama?" Rayn bertaya balik pada Bram.


"Ais kau ini! Sekali mamamu marah, papa akan berpuasa!" Jawab Bram setengah berbisik.


"Itu masalahnya, pa! Rayn juga tidak mau berpuasa hahaha..." Rayn terkekeh.


Bram melihat Maya berkacak pinggang di dekat meja makan. Sorotan matanya sangat tajam, Bram takut istrinya marah lagi.


"Ya sudah! Doakan papa ya, papa punya proyek tunggal putri!" Bram langsung meninggalkan Rayn di dapur.


"Inget umur, pa!" Seru Rayn.


Rayn menggelengkan kepalanya pelan, papanya itu patut diacungi jempol. Dia selalu menjaga keharmonisannya dengan mama. Tidak jarang Rayn memergoki mereka sedang bermesraan. Papanya selalu berkata, walaupun sudah berumur, tapi keromantisan tidak boleh luntur.


Tiga puluh menit berlalu dan masakan Rayn sudah siap semua. Ia menyusun dua piring nasi goreng di atas nampan. Ia menandai nasi goreng miliknya, karena ia sengaja menambahkan banyak cabai di piringnya. Ia juga membuat semangkuk besar salad buah dan dua gelas es jeruk.


"Sempurna!" Puji Rayn pada dirinya sendiri setelah melihat masakannya.


Ia segera melepaskan celemeknya dan naik ke kamarnya.

__ADS_1


"Sayang," Panggil Rayn untuk membangunkan Nita, tapi Nita tidak bergerak sedikitpun.


"Sayang!" Rayn sedikit mengeraskan suaranya tapi tetap saja hasilnya nihil.


"Sayang, sayang," Rayn menepuk pelan pipi Nita.


Karena tidak mempan, Rayn mengeluarkan jurus andalannya. Ia naik ke ranjang, dan duduk di sebelah Nita.


Cup,


Cup,


Rayn menghujani wajah Nita dengan kecupannya. Dari dahi, kelopak mata, pipi, hidung, hingga bibirnya. Tapi tetap saja Nita tidak membuka matanya. Jika jurus andalannya tidak berfungsi maka ia harus menggunakan jurus pamungkas.


Rayn mengambil nasi goreng milik Nita, lalu ia mendekatkan nasi goreng itu ke hidung Nita.


"Hmm...harum sekali!" Ucap Nita yang masih memejamkan matanya.


Rayn terkekeh melihat tingkah istri kecilnya. Kalau untuk urusan makanan, dia juaranya. Nita langsung duduk bersandar di kepala ranjang, tangannya merebut piring dari Rayn.


"Cuci muka dulu!" Ucap Rayn saat menahan sendok yang akan masuk ke dalam mulut Nita.


Nita turun dari ranjang dengan raut wajah yang kesal. Bibirnya sudah monyong satu meter ke depan. Nita masuk ke dalam kamar mandi dengan langakah kaki yang sengaja dihentakkan ke lantai. Rayn hanya terkekeh melihat tingkah istrinya. Di masa kehamilan Nita, ia harus banyak bersabar dan mengalah.


"Kamu ini!" Rayn mengacak rambut Nita dengan gemas.


"Hati-hati makannya!" Ucap Rayn saat melihat Nita melahap nasi goreng dengan suapan penuh.


"Aku memasaknya dengan bumbu cinta," Rayn tersenyum manis.


Rayn juga menyantap nasi goreng super pedas miliknya. Sesekali ia memandangi istrinya yang makan dengan lahap. Sepertinya Nita sudah tidak sedih lagi dan tidak menyalahkan dirinya sendiri. Rayn bersyukur keceriaan Nita kembali lagi.


Tidak butuh waktu lama, nasi goreng Nita dan Rayn tandas tak bersisa. Rayn segera meletakkan piring kotor di nampan tadi.


"Terima kasih, sayang!" Ucap Nita dengan senyuman manisnya.


"Berikan hadiah untukku!" Rayn mengedipkan matanya.


Wajah Nita merah seketika, ia tersipu malu dengan ucapan suaminya tadi.


Cup,


Nita mencium pipi Rayn sekilas. Rayn membuka matanya dan tersenyum getir.


"Disini dong, sayang!" Rayn menunjuk bibirnya yang membuat Nita memutar bola matanya malas.


Cup,


Nita mencium bibir Rayn, Rayn memegangi tengkuk Nita untuk menahan Nita. Tangan kanannya sudah memeluk pinggang Nita dengan posesif. Tapi Nita memukul punggung Rayn berkali-kali. Rayn tidak kunjung melepaskannya, akhirnya ia menggigit bibir Rayn agar suaminya itu berhenti.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Rayn dengan suaranya yang mulai serak.


"Pedaaassss!" Teriak Nita.


"Astaga!" Rayn menepuk jidatnya sendiri.


Bagaimana Rayn bisa melupakan hal seperti ini. Ia seharusnya berkumur-kumur atau minum terlebih dahulu.


Rayn segera mengambil es jeruk milik Nita. Nita langsung meminum habis es jeruk itu. Jedua mata Nita sampai berkaca-kaca karena ciuman pedas darinya.


"Maafkan aku, sayang!" Rayn menangkup wajah Nita dengan tangannya.


"Tidak apa-apa, kamu juga tidak menyangka jika aku akan kepedasan!" Jawab Nita sambil tersenyum


"Sungguh? Kamu tidak marah kan?" Tanya Rayn.


"Tidak, sayang!" Jawab Nita.


"Kalau begitu, apakah kamu mau ciuman hot lagi dariku?" Rayn mengedipkan matanya.


"Aih... Kumur-kumur dulu sana!" Nita mendorong Rayn agar dia masuk ke dalam kamar mandi.


"Ciuman hot apaan! Yang ada ciuman super pedas!" Nita mengomel di depan pintu kamar mandi.


"Sama saja sayang! Sama-sama hot!" Sahut Rayn yang terkekeh di dalam kamar mandi.


Ceklek,


Rayn keluar dari dalam kamar mandi dan langsung memeluk erat pinggang Nita. Nita tersenyum menatap dalam kedua mata suaminya. Ia mengalugkan tangannya ke belakang leher suaminya.


"Sekarang sudah tidak pedas!" Bisik Rayn di telinga Nita.


Nita tidak menjawab ucapan suaminya, ia hanya tersenyum malu sambil menundukkan kepalanya. Rayn mengangkat dagu Nita dengan telunjuknya. Ia tatap kedua bola mata indah istrinya itu. Ia dapat melihat cinta dan kepercayaan yang besar di kedua mata Nita. Begitu juga dengan Nita.


Nita memejamkan matanya, Rayn yang melihatnya langsung mendaratkan serangannya Mereka terhanyut dalam permainan mereka, hingga napasnya ngos-ngosan.


"Napas, sayang!" Ucap Rayn lirih yang membuat Nita terkekeh.


Rayn bersiap menggendong Nita, tapi dengan cepat Nita mencegahnya.


"Aku gemuk sekarang!" Seru Nita yang mencegah Rayn.


"Tidak, kamu tidak gemuk bagiku! Kamu terlihat lebih seksi!" Ucap Rayn dengan lirih di dekat telinga Nita.


"Kamu ini!" Nita mencubit pipi Rayn dengan gemas.


Rayn pandai dalam memuji istrinya. Nita tahu betul bentuk tubuhnya. Di usia kandungannya yang sudah 4 bulan, tubuh Nita sedikit melebar.


Tapi Rayn tetap menggendong Nita ala bridal style. Nita memeluk leher Rayn karena takut terjatuh. Malam ini menjadi malam yang panjang untuk mereka berdua.

__ADS_1


..................................


Jangan lupa like dan vote ya 😘 Nantikan episode-episode selanjutnya, so stay tune ya❤️


__ADS_2