STUPID CLASS

STUPID CLASS
Para lelaki


__ADS_3

pertanyaan ke 10.


Bunga tersusun atas dua bagian utama, yaitu perhiasan bunga dan alat reproduksi bunga. Perhiasan bunga meliputi tangkai, kelopak (kaliks), dan mahkota (korola). Sedangkan alat reproduksi berupa benang sari (alat kelamin jantan) dan putik (alat kelamin betina).


Bebutkan bagaimana cara bunga melakukan reproduksi dengan Bendang sari dan putik.


Jawaban Fariz Anfal : itu... itu... jika benang sari.... dan....


komentar guru : dan apa Fariz, jawab yang jelas jangan gagap begitu.


komentar Fariz : lagian kenapa bapak mengajarkan sesuatu yang tidak senonoh kepada murid sekolah, jika kak Seto tahu, bapak bisa kena pidana.


balas guru : ini pelajaran biologi, bagaimana bisa kau berpikir senonoh, otak kau saja yang bermasalah, pergi ke UKS dan cuci otakmu itu.


*********


Aku sadar dari seluruh siswa di kelas ini, semuanya adalah lelaki, tapi ada satu lelaki yang sangat mirip dengan perempuan, bisa di bilang dia adalah lelaki cantik, itu memang menjadi sedikit kebahagiaan untukku sendiri, begitu juga dengan semua lelaki MADESU (masa depan suram), jomblo akut lahir batin dan tidak pernah sekali pun mengenal cinta.


Alasannya sederhana, karena di kelas ini, aku tidak bisa merasakan sebuah sensasi romansa remaja karena seluruh teman kelas adalah lelaki, dan juga sekali pun ada wanita di sini, apa kalian pikir tertarik dengan para orang udik yang bau asap, wajah dibawah rata-rata dan bodoh sampai ke akarnya.


Tentu bisa terbayang, jika wanita dari jurusan lain ke kelas ini mereka sudah membaca ayat kursi, Yassin dan Al Fatihah sampai khatam, agar tidak di ganggu oleh lelaki yang mirip setan.


"Yo Riz apa yang loe lihat ." Sapa temanku yang baru datang.


sosoknya berambut pendek dan tinggi badan setara denganku, dia menyapa dengan tersenyum penuh ke akraban.

__ADS_1


"Ah loe Ref, bukan hal penting, gua hanya sedikit memikirkan bagaimana nasib kelas ini." Jawaban aku dengan hembusan nafas berat penuh penyesalan.


Aku sendiri berfikir, kalau aku memang menyesal berada di kelas ini, ketika melihat betapa suramnya suasana di dalam kelas dengan setiap wajah yang lemas tanpa ada semangat. Walau pun sorakan Suro sekuat tenaga, sedikit pun tidak membuat bahagia para lelaki dengan kehausan akan cinta kepada wanita.


"Bagaimana apanya." Bertanya Ref dengan melihat wajahku yang tampak serius melihat kemurungan setiap orang di kelas.


"Gua ngerasa miris melihat setiap lelaki, mungkin karena tidak ada satu pun perempuan di tempat ini, Yuno itu menjadi pelampiasan gombalan anak lelaki karena dia mirip seperti perempuan." balasku dengan menjawab apa yang di tanyakan oleh Refa.


Tapi setelah memberikan jawabanku, Refa dengan sengaja menghantam perutku, lebih tepat di ulu hati, sungguh rasa sakitnya membuat aku ingin pingsan.


"Apa yang loe pikirkan, remuk hatiku ini." kesal aku menahan rasa sakit yang membuatku terjatuh,


"Memangnya apa yang loe pikirkan, loe kira gua siapa ?" Bertanya Refa dengan melihatku tajam.


Bahkan aku bisa merasakan aura membunuh dan ancaman yang benar-benar menakutkan.


Tapi balasan dari candaan ku lebih menyakitkan, kakinya siap untuk menginjak ke arah wajah dan kalau saja Yuno tidak datang menahan Refa, sudah masuk ke ruang UKS.


"Aduh kalian emangnya ada apa sih, jangan berkelahi dong." Berkata Yuno dengan anggun dan gemulai.


Tangan Yuno bahkan menekuk saat mengarahkan telunjuknya kepadaku, benar-benar menunjukan bahwa panggilan jati diri sebagai wanita sudah meresap ke dalam hatinya.


"Fariz itu menyebalkan, dia menganggap gua seperti orang lain." Jawab Refa membuatku bingung.


Bagaimana pun aku selalu menganggap Refa sebagai teman, bahkan aku tidak pernah menggodanya, mengejeknya bahkan memanggil nama orang tuanya.

__ADS_1


"Fariz jangan begitu, Ref itu wanita yang baik loh, jangan menyakitinya " Kata Yona mengagetkanku, tentu aku tidak mengerti maksud dari perkataan Yuno.


"Heh dia wanita, sejak kapan loe berganti kelamin Refa." balasku tidak percaya.


Mendengar perkataanku Ref sudah siap melemparkan kursi yang dia ambil dari bangku terdekat, bahkan beberapa teman di sekitar pun dengan sekuat tenaga menahan agar tidak melempar kursi di tangannya ke arahku.


"Jangan begitu dong, Fariz, kasihan Refa, dia kan sebenarnya suka sam..." Belum sempat melanjutkan perkataannya, Refa langsung memukul Yuno hingga terjatuh.


Yuno segera saja berdiri dengan menutupi pipi, cap tangan pun masih membekas merah, sedangkan aku yang melihatnya saja, sempat berfikir kalau saat ini, Refa lebih seperti petarung pertandingan UFC ketimbang pelajar sekolah menengah kejuruan.


"Oi, apa yang loe lakukan, sakit taplak ." Perkataan dari Yuno berganti suara menjadi kasar dengan versi cowok dari dalam dirinya keluar dan terlihat begitu marah,


"Loe berani mengatakannya, akan gua bawa ke ruang UKS." Balasan dari Refa membuat pertandingan kedua manusia yang berbeda penampilan ini semakin memanas.


Tangan Refa mengangkat kerah baju dari Yuno dengan mudah. Hampir dan tepat sebelum mereka berdua adu pukul, seorang guru dengan otot kekarnya masuk.


dia melihat niat Refa dan Yuno kemudian berkata...."Tolong, diam sebentar dan pertandingannya di lanjutkan nanti setelah pelajaran selesai ."


ucapan dari pak Stell man dengan santai dan tenang membuat keduanya mengurungkan niat, walau pun begitu setiap siswa yang sudah berdiri dan ingin melihat pertandingan mereka tampak kecewa.


Setiap orang mulai duduk ke bangkunya masing masing, pak Steel man menghentikan langkah kaki Refa dengan memanggil namanya.


"Mas Refani, kenapa anda menggunakan rok, apa kau coba menikmati suasana baru." Perkataan pak stell man dengan santai dan sangat tenang.


Hanya saja dari pertanyaan itu membuat Refani menghela nafas panjang berat dan memikirkan semua masalah dalam hidupnya.memasang wajah kesal dan berusaha sabar untuk menahan rasa penyesalan.

__ADS_1


"Kalau bapak sampai bertanya seperti itu, aku ragu apa benar aku ini seorang perempuan ." katanya dengan bergumam.


mata Ref seperti sudah putus asa untuk menyesali anggapan semua orang. Bahkan setiap manusia memiliki sifat mereka masing-masing, termasuk sebuah penampilan yang berbeda, tapi dari sebuah penampilan membuat sebagian orang salah paham, penyakit kepribadian dari Refani yuzuki ini adalah dia tidak bisa menjadi dirinya sendiri,


__ADS_2