
pertanyaan ke 19 :
Memasak adalah kegiatan menyiapkan makanan untuk dimakan dengan cara memanaskan pada bahan makanan agar bahan makanan tersebut bisa dikonsumsi.
mari kita mulai ujian memasaknya.
Pukul 10.00 ini adalah jam pelajaran untuk kewirausahaan, di mata pelajaran ini siswa di ajarkan untuk membuat suatu produk olahan dari setiap makanan atau lebih tepatnya memasak, di ruang tata boga, kami di bagi menjadi 5 kelompok, untuk kelompok ku sendiri, aku bersama sano, woro, naru dan juga junaidi menjadi kelompok 3,
"Riz, apa Loe bisa memasak ." Bertanya sano kepadaku,
"Sedikit, kalau loe No ." Bertanya balik aku kepada sano,
"Ya, kalau memasak air dan membuat mie instan gua bisa ." Jawabnya dengan tersenyum, walau pun begitu aku anggap dia tidak bisa memasak,
"Jangan katakan loe bisa, kalau hanya itu, " Jawab aku dengan kecewa,
"Kalau loe Naru ." Bertanya aku kepada naru, tapi naru hanya bisa memalingkan wajahnya,
"Kemarin gua mencoba memasak air saja hasilnya gosong ." Jawabnya dan aku anggap itu pencapaian yang tidak masuk hitungan,
"Jun, loe bisa memasak ." bertanya aku kepada junaidi,
"Apa kau meragukan gua, jangan samakan gua dengan kalian berempat, " Jawabnya dengan sangat tegas,
"Jadi loe bisa ." Sedikit aku bertanya dengan senangnya,
__ADS_1
"Tentu saja .....Tidak ." kata terakhirnya itu membuatnya terlihat murung, termasuk juga membuatku kecewa,
"Ya ampun, apa boleh buat mungkin di sini hanya gua yang memiliki sedikit pengalaman tentang memasak ." Kata aku dengan lemasnya,
Melihat semua bahan berupa daging dan sayur, setiap kelompok sudah mulai mengolah bahan, tapi melihat kelompoknya Suro, dia terus memberikan semangat tapi itu ternyata berhasil, seluruh kelompoknya dengan semangat yang membara, aku bisa melihat dari kilatan api di dalam caranya memasak,
Sedangkan melihat kelompokku, Sano masih saja melihat aneh kentang yang dia pegangi sisi demi sisi, Naru mengupas bawang dengan sikap lebaynya menghapus air matanya dengan tisu seperti sedang melihat acara sinetron malam, woro dengan sigap menyiapkan bahan yang aku minta dan untuk junaidi sendiri, jangan tanya sedang apa dia, karena dia hanya melihatku dengan sikapnya seperti terkalahkan,
"Oi Riz apa loe yakin ini akan enak ." Bertanya sano melihatku khawatir,
"Tenang saja, setidaknya gua tidak mungkin membunuh guru saat mencicipinya, " kata aku saat mulai memasukan bahan dalam wajan,
"Kalau loe berkata seperti itu, gua sedikit lebih tenang, " Jawabnya dengan menghembuskan nafas lega.
"Tapi tetap kita harus siap dengan kemungkinan terburuk." Kata aku membuat sano melihatku tegang kembali,
"Diare selama tiga hari " Jawab aku membuat sano lemas,
Setelah sekian lama, aku mengolah makanan dengan segala hal yang menurutku pantas untuk di makan, memasak, mencicipi dan mulai menghidangkan masakanku di atas piring, sebuah makanan dengan nama
"sayur oseng insya allah tidak beracun ." kata aku menyajikannya di atas meja guru,
Tapi di atas sana sudah ada empat makanan lainnya.
"Baik bapak akan mencoba masakan dari kelomopok satu ." Kata bapak guru yang melihat sedikit aneh karena masakan itu terlihat seperti bukan masakan, pak sugino mulai mencicipinya, secara perlahan dan menelannya,
__ADS_1
"Kalian tahu, jika ada film tentang masakan, dengan bentuk yang kacau dan entah apa namanya, tapi setelah kita memakannya itu rasanya luar biasa enak, " komentar pak Sugino dengan memberikan sikap positifnya.
semua orang dari kelompok satu memperlihatkan raut wajah penuh kebanggaan, seakan masakan yang jelas tidak tahu bentuknya apa, mampu membuat pak Sugino tersanjung.
Rumit wajah itu menjadi arti berbeda...."Hanya saja, saat bapak memakan masakan ini, itu tidak mirip seperti di dalam film sama sekali ."
tapi lanjut perkataannya dan tentu itu membuat terluka seluruh siswa kelompok satu,
Mulai kembali mengangkat piring dan memakan masakan ke dua, dari kelompok lima, ini masakan dari kelompoknya suro,
"Jika bapak menilai masakan makanan ini dengan angka maka nilainya adalah 10 " komentar kembali dengan wajah positifnya dan termasuk suara teriakan semangat dari Suro membara,
"Dari 100 ." Lanjut perkataan pak sugini dengan kesimpulan yang menyakitkan, sungguh menyakitkan,
"Jangan menyerah, semanya semangat ." Teriak Suro seperti biasa, memberi semangat kepada seluruh teman sekelompoknya,
Masakan yang ke tiga dan ke empat, di cobanya secara langsung, seperti membandingkan,
"Ini dia, masakan yang tidak bisa di katakan oleh kata kata, " kata bapak sugino dengan terkejutnya,
"Karena kalau bapak tuliskan maka hanya mendapatkan kata E nya saja, itu pun e kecil, " sekali lagi bapak guru ini menghancurkan hati muridnya,
Dan masakan terakhir dari kelompokku, tentu ini seperti menunggu hasil UTS dan berharap mendapatka nilai yang cukup untuk tidak remidi tapi, setelah mengunyah dan menelanya,
"Sungguh bapak, tidak mengatakan kalau masakan ini buruk, tapi bapak permisi sebentar, " bapak sugino langsung saja keluar dengan terburu buru, setelah menunggu beberapa menit,
__ADS_1
"Maaf, bapak abis dari toilet, " Kata bapak sugino dengan wajahnya lelah,
"Jadi ....maaf bapak ke toilet lagi ." Ya dari perkataan minta maafnya saja sudah memberikan jawaban, di mana kemungkinan terburuk telah terjadi dan itu membuatku mengerti, kalau memasak itu adalah hal rumit dan jangan pernah bermain main kalau tidak ingin mendapat masalah,