
pertanyaan ke 12 :
Musik adalah serangkaian nada – nada dan suara yang biasa digunakan untuk mengekspresikan emosi manusia, semua itu dibentuk sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan suara. Saat ini, seiring berkembangnya zaman, ada banyak ragam jenis musik, diantaranya adalah blues, jazz, klasik, pop, rock, dangdut, kroncong, gambus, koplo, campur Sari, rap, hip hop, Disko dan banyak lagi.
Tuliskan tiga unsur pendukung musik :
jawaban Fariz Anfal : unsur pendukung itu adalah Penampilan yang enak dilihat, suara yang enak didengar, dan alat yang enak....
komentar guru : enak dimakan maksudmu, kau itu belajar atau tidak Fariz.
jawaban Woro Asmoro : tidak perlulah ada dukungan, aku bisa melakukannya sendiri.
komentar guru : ini lagi, kau itu gak sadar diri Woro ?.
balas Woro Asmoro : saya sadar pak.
komentar guru : kalau gitu jangan asal jawab.
Jawaban Refani yusina : Unsur pendukung musik meliputi, tempo, dinamik, dan gaya.
********
Untuk sebagian orang mungkin musik menjadi pendamping aktifitas di keseharian para manusia, bahkan pernah ada seorang manusia yang dikatakan berhasil kembali hidup dari koma panjang hanya karena mendengar alunan musik wanita, 'a Dele '.
__ADS_1
Aku sendiri cukup percaya mendengar hal itu, dikarenakan selama otak masih aktif dan menangkap sebuah musik yang memungkinkan membuat syaraf kembali berkerja, tapi tidak lepas pula keajaiban dari tuhan.
Tapi aku ikut bertanya, apa keajaiban itu datang di kelas kami.
karena sekarang aku sedang melihat Woro yang selalu merasa PD dengan kemampuan bermusik, dan pada kenyataannya adalah mungkin karena sering mendengar suara dari mulutnya sendiri, syaraf pendengaran Woro sudah rusak.
Hingga mengakibatkan kecacatan mental sehingga mengubah sikapnya menjadi 'percaya diri.'.
Tentu kepercayaan diri Woro itulah yang menjadi masalah sebagai penyakit kepribadian yang di miliki olehnya, sungguh, sebuah masalah besar untuk semua siswa di kelas ini.
Termasuk untuk ujian praktik menyanyi yang kemarin di batalkan karena sang guru sedang sakit, mungkin karena terlalu banyak mendengarkan suara sumbang dari setiap siswa sehingga telinga ibu guru perih dan aku tidak bisa menjanjikan kalau di kelas ini akan lebih baik.
'Sungguh guru yang malang '. gumamku sendiri.
mengingat kembali kejadian tahun lalu ketika setiap Siswa di kelas ini melakukan ujian praktik seni musik, saat itulah yang membuat sosok Woro terkenal seantero sekolah, ibarat Sambaran petir yang memekakkan telinga, atau suara ban truk pecah ketika kita ada di sampingnya. lemas seakan nyawa hanya tersisa setengah, mendengar senandung lagu Woro, dengung gendang telinga tidak hilang tiga hari.
Melihat Woro yang datang menghampiriku, setidaknya ada hal yang aku pikirkan adalah jika harus mendengarkan dia berlatih menyanyi di depanku.
Aku sudah menyiapkan alat pamungkas penyumbat telinga untuk menyaring nada-nada mayor dan minor tergabung menjadi satu akan keharmonisan suara lolongan serigala yang terjepit pintu.
Jika pun masih tidak memiliki pengaruh, maka cara yang terbaik adalah berpura pura sibuk dan menginggalkan woro seketika itu juga.
"Riz, apa loe melihat Suro ." Bertanya Woro kepadaku dengan wajah bingungn dan sunguh beruntung karena dia hanya bertanya bukan bernyanyi.
__ADS_1
"Ah, gua nggak melihatnya, memang ada apa ? ." Balas aku bertanya kembali kepada Woro.
"Gua ingin meminta dia mendengarkan latihan gua. tapi tidak apa, ada loe di sini ." Kata woro dengan tersenyum.
Tapi tentunya hal itu membuatku berada di dalam situasi yang aku hindari sejak tadi.
'Sial, kenapa gua harus bertanya, sungguh gua bodoh sekali.' aku marah kepada diriku sendiri di dalam hati dan menggigit bibir karena aku kesal hingga ingin mengharamkan kepala di atas meja.
"Coba dengarkan ini ." Kata woro yang sudah membuka mulut dan mulai menarik nafas dalam hingga ke perut.
Tapi saat suaranya baru sampai di tenggorokan, tanganku menutup mulut woro...."Tunggu sebentar, bukankah gua katakan latihan dengan ember, supaya loe bisa mendengarkan suara natural loe ."
Aku segera mencari alasan untuk menyelamatkan diri dari masalah yang akan terjadi, akan berbahaya jika Woro mulai bernyanyi sekarang, pelajaran belum di mulai tapi aku bisa saja masuk UKS.
"Ah, kalau gua menggunakan ember, rasanya mual sekali, gua ngerasa itu bukan suara natural." Jawabnya dengan memalingkan wajah dan mungkin Woro sendiri sudah tidak kuat mendengar suaranya sendiri.
'Nah itu loe sadar, itu suara asli loe, jangan jadikan gua tumbal suara apek dari mulut Loe ' .Teriak aku memaki Woro dari dalam hati tentunya.
Karena seharusnya dia sudah sadar kalau suara yang keluar itu lebih pantas untuk menjadi alat interogasi seorang penjahat mengakui kejahatan. Aku sudah bersiap untuk kabur, tapi dari depan pintu sudah berdiri sesosok guru wanita dengan tersenyum masuk dan mengatakan.
"Selamat siang, anak anak, bisa kita mulai ujian praktiknya ." Kata ibu guru Wina dengan perasaan yang sedang baik.
aku segera kembali untuk duduk di bangku, bersikap tenang untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk yang akan terulang kembali.
__ADS_1
"Tenang ibu Wina, aku selalu siap kapan pun, dimana pun dan bagaimana pun." balas Woro sembari menyisir rambut.
Tapi aku tidak ingin melihat ibu Wina akan seperti guru tahun lalu yang langsung pingsan mendengar suara Woro. walau pun sudah pernah melihat kejadian itu, Woro menganggapnya sebagai sebuah pujian karena terlalu merdu suaranya hingga membuat guru itu pulas tertidur.