STUPID CLASS

STUPID CLASS
Jam kosong 2


__ADS_3

Saat jam pelajaran kosong seperti biasanya, aku yang hanya menikmatinya dengan menyandarkan diri di atas meja, melihat tingkah kedua temanku Sano dan Woro,


"Ya untuk para pendengar, masih di radio kesayangan anda, SADDH F.M, " Berkata sano yang duduk di bangkunya dan di temani oleh woro di sebelah.


"apa itu SADDH F.M."


"Selalu Ada Di Dalam Hati."


"Oh begitu."


Sano kini mulai berpura pura menjadi penyiar radio...."Siang hari yang begitu panas ini, saya Sano Setio aji Pangestu di temani oleh bintang tamu kita adriano sunandar ."


"Siapa itu adriano sunandar, " Woro yang tidak setuju dengan nama panggilan yang di berikan Sank,


"Anggap saja loe adriano sunandar, "


"Tidak gua tidak mau, gua sudah menulis nama gua di catatan loe itu ." Woro menunjukan namanya yang tertulis di atas selembar kertas di depan Sano,


"Smith rudolf adrean Hernandes Kuncoro, ah tidak, nama ini terlalu bagus dan juga sulit untuk ucapkan ." Tegas Sano yang meremas kertas dari Woro itu,


"Baiklah, adriano juga tidak buruk kok ." Setuju woro dengan panggilan itu,


"Maaf untuk para pendengar, karena tamu kita yang tidak tahu diri, Jadi kita mengusirnya dan di studio sudah ada bintang tamu lain, woro Asmoro ."

__ADS_1


"Mau loe apa No, gua sudah setuju dengan panggilan itu, loe menggantinya lagi ." Teriak woro dengan kesalnya dan memukul meja,


"Setelah gua pikir adriano pun tidak cocok dengan suara loe itu ."


"Terserahlah, " Woro dengan lemasnya menyetujui pendapat Sano walau dengan berat hati,


Aku sendiri hanya memperhatikan, mereka berdua yang masih saja ribut dengan nama panggilan itu, walau aku sendiri tidak perduli hanya saja sedikit menyenangkan melihat betapa bodohnya mereka berdua,


"Acara ini di seponsori oleh ."


"Kecap jerapah, berdiri sejak tahun 1922 ."


"Bung woro, bicara tentang maskot jerapahnya yang berdiri sejak tahun 1922, apa jerapahnya nggak capek ."


"Gua sendiri pun kasihan dengan jerapahnya bung suro, "


"Ya, begitu lebih baik ."


Terus memperhatikan tingkah mereka berdua, aku sendiri hanya bisa terdiam, karena jam kosong seperti ini memang tidak ada kegiatan apapun selain bermalas malasan di sini,


"Kembali, ke radio kesayangan anda SADDH F.M sejak tadi kita hanya membicarakan hal yang tidak penting bung woro, tapi sekarang ada masuk di sesi tanya jawab dan ada tiga surat dari pemirsa di rumah, silakan bung woro bacakan surat pertama , "kata suro dengan memegang catatan.


"Terima kasih bung Sano, surat pertama kita dari saudara Nuno dari SD negeri pakulaut 5, yang mengatakan Saya kemarin kehilangan kunci, karena sering kelupaan menaruhnya, saya terus di marahin sama ibu dan bapak kalau membawa kunci dan pernah seharian tidak bisa masuk ke dalam rumah, tapi untung saja ibu saya ingat kalau punya kunci serepnya, tapi ibu saya pun lupa kalau menaruhnya di dalam kamar, " Kata woro yang membacakan catatan dari Sano.

__ADS_1


"Oi ini bukan sesi curhat, ini sesi tanya jawab, kalau emang gak niat buat tanya jangan ngirim surat ke sini ." Teriak woro dengan kesalnya dan seperti menjiwai perannya,


"Karena, surat dari saudara Nuno tidak memenuhi syarat sebagai pertanyaan, maka kami lanjut dengan surat kedua, silakan bung woro untuk membacakan suratnya. "


"Surat dari Ibu Nia dari desa pakulaut, yang isinya, maaf atas surat dari anak saya, maklum karena masih SD, jadi saya ibu dari saudara nuno yang bertanya, bagai mana caranya untuk menyembuhkan penyakit lupa anak saya ."


"Loh kok jadi seperti surat bersambung, " Kata woro dengan wajahnya aneh,


"Baik untuk saudara Nia, saya maafkan anak anda dan untuk menyembuhkan panyakit lupa tanyakan sama dokter terdekat, karena saya bukan dokter, " Kata Sano yang menjawab surat dari saudara nia itu,


Setelah sano menjawab surat itu, wajah woro melihat aneh kearahnya,


"Kalau kau menjawabnya begitu, ini bukan sesi tanya jawab tahu ."


"Tapi misalnya saya jawab dan hasilnya salah, saya gak mau tanggung jawab loh ."


"Terserahlah ."


"Baik untuk mengakhiri sesi tanya jawab, silakan saudara woro baca surat ke tiga ."


"Baik bung sano, surat dari saudara suratman, yang mengatakan kalau, saya setuju dengan bung sano, karena kalau mengajarkan sesuatu tanpa tahu dasarnya akan berakibat fatal ."


"Loh kok, dia kenal sama loe No ." Kata woro yang dengan kesalnya melemparkan buku sano ke mukanya,

__ADS_1


Dan pada akhirnya setelah jam pelajaran kosong berakhir,


"Untuk mengakhiri acara ini, kita tutup dengan berdoa menurut kepercayaan masing masing, ....Selesai, selamat siang dan nikmati hari anda, sampai jumpa ." Kata sano menutup acara pura puranya,


__ADS_2