STUPID CLASS

STUPID CLASS
krisis kepribadian


__ADS_3

Sebuah tempat dimana aku berada di penuhi dengan kemelut masalah, masalah ekonomi, kesejahteraan, sampah atau pun kepusingan pimpinan yang lupa menaruh kacamata, padahal kacamatanya ada di atas kepalanya sendiri, walau itu semua bukan urusanku, tapi masalah yang sering aku hadapi adaah masalah kepribadian seseorang atau bisa di sebut juga masalah pisikologi, salah satu dari masalah kepribadian adalah di mana dirinya sendiri tidak tahu tentang dirinya sendiri, itu masalah Woro, karena dia selalu merasa bagus dalam bernyanyi tanpa tahu kenyataannya,


Entah apa yang di pikirkan oleh Woro, dia berdiri di tepi pantai dengan wajh serius dan tangan di tempatkan ke dada, seperti akan bernyanyi seriosa, walau pun bukan lagu seperti yang aku bayangkan, setidaknya pemikiran aku tentang Woro yang akan bernanyi itu menjadi kenyataan,


"Si bodoh itu benar benar bernyanyi ."Bernyanyilah Woro dengan background pemandangan anak kecil yang berlarian ke sana kemari dan beberapa orang melihat aneh kepadanya,


Jika ada yang bertanya siapa dia yang menggunakan seragam karya wisata dari sekolah kami, maka aku akan menjawab,


'Gua gak kenal, mungkin orang gila yang ngambil seragam murid sekolah kami '. Kemudian aku pergi tanpa melihatnya,


Tapi bercerita tentang sebuah masalah, ini termasuk juga Sano yang sedang mengalami krisis kepribadian di mana dia tidak tahu kapan harus menyerah walau sudah berulang kali di tolak oleh wanita dan kata penolakan yang ter update adalah,


"Apa loe punya cermin ?, cermin itu banyak gunanya loh, jadi jangan lupa bercermin dulu sebelum menggoda gua yah ." Dan cewek itu tersenyum saat mengatakan hal itu , sungguh ironis sekali, tapi tetap saja sano tidak mudah menyerah, hanya itu yang aku kagumi, walau jika harus membuat sebuah buku, semua hinaan yang di dapatkan Sano selama hidupnya tentang penolakan cinta, itu sudah cukup untuk menjadi 200 halaman beserta maknanya dan buku itu akan di beri judul 'cintaku tak sampai pujian ' .


Setiap temanku memiliki penyakit kepribadian, bahkan Jun yang terlihat begitu sombong dengan wajahnya tampak tenang, layaknya seorang Bupati yang suka dengan susu lebih memilih kopi karena itu keren dan takut pencitraannya rusak,


Melihat Jun yang duduk di bawah pohon kelapa pinggir pantai, matanya terus menatapi setiap siswa yang sedang asik bermain di pantai, bahkan bibirnya terbuka, jika aku tidak sempat menyapanya mungkin air liurnya akan menetes tanpa dia sadari,


"Jun apa kau tidak ingin berenang ".

__ADS_1


"Jangan katakan hal menjijikan seperti itu, aku bukanlah anak kecil yang akan senang karena bermain di pantai saja ".


'Gua gak pengin denger perkataan itu dari orang yang matanya ngantuk karena terlalu bersemangat menunggu karya wisata dan hampir ngiler karena minder, ' Kata aku dalam hati saat melihat matanya melirik kesana kemari,


Dan pada akhirnya dia memutuskan untuk berjalan mendekat di pinggir pantai dengan malu sering melirik ke arahku, berlari kecil dengan wajahnya tersenyum layaknya anak kecil, bahkan dia berhenti saat melihat seekor ubur ubur yang terdampar di pantai, memandanginya seperti menemukan binatang langka dan bermaksud untuk membawanya pulang, sunguh penyakit kepribadiannya itu adalah malu malu kucing,


Ada pun Cayo yang terdiam dan hanya duduk di pinggir pantai dengan tampang kaku, melihatnya seperti itu aku sendiri tidak habis pikir betapa malang nasibnya itu, karena saat orang melewatinya, setidaknya ada beberapa lembar uang kertas di taruh di depannya, tapi beberapa saat kemudian penjaga pantai menghampiri dan mengatakan,


"Maaf dik, di tempat ini pengemis tidak boleh masuk ."Di tariknya pergi,


Dan saat melihatku yang menggunakan seragam sekolah sama dengannya, penjaga pantai itu bertanya,


Aku pun menjawab,


"Maaf saya tidak kenal, mungkin dia orang gila yang tanpa sengaja mengambil baju siswa kami saat berenang di pantai " Jawab aku,


"Masih kecil sudah ngemis, nyuri lagi mau jadi apa generasi penerus ini ."


'Aku pun tidak perduli '.Jawab aku dalam hati,

__ADS_1


Aku sedikit ingat saat Naru tampak kesal karena melihat seorang temannya Cayo yang berjalan dengan seorang wanita tempo hari, tapi itu sebuah kesalahpahaman yang kami para lelaki perbincangkan, walau pun melihat seperti apa kesalnya Naru, dia memiliki salah satu penyakit kepribadian yaitu sikap pemalunya,


Bahkan beberapa teman kami tidak ada yang tahu, karena Naru itu adalah cowo yang sedikit imut, karena wajahnya yang terlihat seperti anak kecil, kulit yang putih itu banyak para cewek berusaha mendekatinya, walau pun begitu saat ada cewek yang ada di dekatnya wajahnya berubah menjadi merah dan akan ngelantur menjawab apa yang di tanyakan oleh siapa pun,


Seperti saat ini, walau pun aku sedikit kesal melihat betapa banyak wanita memandangi Naru saat bermain pasir, aku sedikit mendekat kepada Naru yang duduk dan membuat istana pasir dan dua wanita yang usianya sedikit lebih tua mulai mengajaknya ngobrol,


"Adek, kenapa kok sendirian ."


"Ah tidak, aku ... aku, tidak mau makan durian ."


"Kok durian, sih, kakak tanya kenapa adek sendirian ."


"Ah maaf, aku ingin sendirian saja ." Naru terlihat kesulitan saat ada dua cewek yang datang menggodanya, aku yang berdiri di depannya, mencoba menolong,


"Nah Naru apa kau tidak berenang, "


"Jangan bercanda, aku tidak mungkin bisa terbang ."Jawabnya dengan berteriak kepadaku,


'Kan, seperti itu maksud gua '.

__ADS_1


Walau pun begitu aku langsung menariknya dan Naru langsung berterima kasih karena menyelamatkannya dari dua wanita itu, alasanku bukan sekedar menolongnya, karena aku tidak suka melihat seseorang yang membuatku iri,


__ADS_2