STUPID CLASS

STUPID CLASS
bernyanyi


__ADS_3

pertanyaan ke 13 :


Organ adalah kumpulan jaringan yang memiliki satu fungsi atau lebih. Berdasarkan letaknya, organ tubuh terbagi menjadi organ dalam dan organ luar. Jantung, ginjal, lambung, dan usus merupakan beberapa contoh organ dalam tubuh.


Berbagai jenis organ ini saling bekerja sama dan membentuk suatu sistem organ pada tubuh manusia. Bila salah satu organ tidak berfungsi dengan baik, akan berdampak pada organ tubuh lainnya. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga fungsi sistem organ agar kesehatan tubuh tetap terjaga.


Lantas sebutkan apa fungsi dari Hati ?.


jawaban Sano Setio aji Pangestu : hati itu berguna untuk...


komentar guru : jika kau mengatakan untuk menyimpan cinta dan perasaan, sebelum kau menjawab sebaiknya keluar dari sini.


balasan Sano Setio aji Pangestu : maafkan aku.


melirik ke arah Fariz Anfal, guru segera berkata : kau juga mau mengatakan yang sama Fariz ?.


Balas Fariz Anfal : tidak pak, saya mau ijin ke toilet.


komentar guru : cepat pergi, dan jangan lupa di siram.


jawaban Refani yusina : Hati memiliki fungsi bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Fungsi hati mulai dari menghancurkan racun di dalam darah, menghasilkan protein, hingga membantu proses pencernaan.


*****


Setiap siswa sudah siap dengan kepercayaan diri mereka untuk mempersembahkan lagu terbaik yang akan dinyanyikan dan yang pertama kali di panggil oleh Ibu Wina adalah Sano Setio aji Pangestu.


"Silakan saudara Sano untuk maju dan bernyanyilah ." Kata ibu guru Wina dengan tersenyum.


"Maaf ibu, kita ini bukan saudara ."Kata sano dengan bercanda menanggapi perkataan ibu Wina,


"Sudah tidak usah banyak bercanda, cepat nyanyikan lagu mu ." Kata ibu wina dengan sedikit menunjukan ada rasa kesal, walau pun begitu Ibu Wina masih tersenyum.


Burung kaka tua, hinggap di jendela,


kakek sudah tua, hinggap di jendela,


Nenek sudah tua, hinggap di jendela,


Ayah sudah tua, hinggap....


"Tunggu sebentar, kenapa semuanya hinggap di jendela ." Kata ibu guru dengan menghentikan nyanyian dari Sano,


"Itu belum semuanya bu, masih ada adik perempuan saya, adik laki laki saya saja ada dua, belum lagi keponakan saya, saya juga mau memasukan calon pacar, tetangga saya dan... ."


"Sudah cukup, aku tidak ingin mendengarkan cerita tentang keluarga dan tetangga mu yang hinggap di jendela." Kata ibu wina yang terlihat pusing meratapi nasib mendengar celotehan Sano.


Tentu aku bisa merasakan betapa malang nasib Ibu Wina ini yang dengan berat hati harus mendengarkan suara nyanyian ibarat lolongan serigala siswa kelas.


"Tapi bu, " Berkata sano sedikit memohon,


"Tidak ada tapi tapian, karena jika ibu teruskan, mungkin satu RT akan kamu sebutkan ." Kata ibu wina dengan memegangi kepala dan tersenyum kecut menunjuk pergi Sano ke bangku untuk kembali.


"Loh kok ibu tahu ." Kata sano tanpa membantah spekulasi dari ibu Wina,

__ADS_1


"Karena Kemarin di kelas otomotif, lagunya sama seperti mu." Jawabnya dengan tangan mengusirnya turun dengan lembut,


"Sial, kenapa dia duluan ." Gumamnya dengan wajah marah dan duduk dengan perasaan kesal,


Satu demi satu masing-masing siswa mulai menyanyikan lagu mereka, itu terbilang sedikit normal, hanya sedikit kawan, sisanya lebih banyak yang abnormal. Termasuk Suro yang bernyanyi lagu 'topi saya bundar'.


Tapi sedikit berbeda, seperti biasa dengan nada semangat membuatku seperti mendengar lagu 'maju tak gentar ' dengan versi lirik yang berbeda.


Topi saya bundar,


Bundar topi saya,


Kalau tidak bundar,


Bukan topi saya,


Suro bernyanyi dengan tangan di angkat ke atas dan nada semangat 45, bahkan ibu guru wina hanya tersenyum kecut melihatnya bernyanyi seperti itu,


Sedangkan Naru yang bernyanyi begitu pelan, entah apa lagunya, kami sendiri tidak ada yang tahu dan hingga saat Naru turun dari panggung, hal ini masih menjadi misteri.


Bahkan ibu wina yang tadinya hanya tersenyum kecut dengan raut wajah tersiksa, kini hanya bisa terdiam untuk beberapa saat dengan tatapan mata yang tidak di palingkan ke mana pun.


secara logika, mungkin di dalam diamnya itu memiliki arti bahwa sebagai seorang guru entah seburuk apa pun murid bernyanyi tetap dengar dan nilai.


Sungguh aku sedikit terkagum, tapi itu hanya 2 menit sebelum wajahnya kembali seperti biasanya,


Dan sekarang adalah giliranku, tentu aku merasa PD dengan kebolehanku untuk bernyanyi, walau pada akhirnya lagu yang akan di nyanyikan bukan lagu pop, reagge, rock atau pun jazz, hanya lagu anak anak dan aku pun tidak terganggu akan hal itu.


"Ya silakan saudara Riz ." Kata ibu wina yang kembali tersenyum kecut,


"Sudahlah, itu lawakannya sano tadi." Balasnya dengan tangan mengepal dan di hantamkan ke meja, walau pun begitu ibu Wina masih tersenyum kecut,


"Ya aku pun tahu bu, hanya sekedar bercanda saja ." Tersenyum kecut aku menanggapi perkataan ibu wina,


Burung kakak,... tua,


Hinggap di jendela,


Kakak juga sudah tua,


Jadi tidak apa apa,


"Tunggu sebentar, memangnya burung apa itu ." Bertanya ibu wina,


"Burung merpati ibu ." Jawab aku,


"kenapa harus burung merpati ." Bertanya ibu wina melihatku aneh,


"Kalau ibu tidak mau, saya bisa ganti dengan burung yang lain, " kata aku membuat ibu wina semakin melihatku aneh,


"Misalnya apa ." Aku bisa melihat tangannya sudah siap memegang buku untuk melempar kearahku, mungkin,


"Dara, nuri atau yang anti mainstrem bisa di ganti dengan dengan burung pinguin dan burung rajawali." Jawab aku yang ternyata memang ibu wina melempar buku ' mengatasi murid bermasalah ' setebal 300 halaman ke arahku.

__ADS_1


Dan sesuatu yang membuat satu kelas terdiam, seperti mendapatkan tekanan hebat adalah murid terakhir yang akan memberikan persembahan lagu untuk kami semua di sini dan itu mengingatkan kejadian tahun lalu yang membuat sebagian murid pingsan di tempat, tentu melihat Woro tersenyum secara PDnya saat berjalan ke depan kelas.


"Ya silakan, " Mempersilakan ibu wina untuk woro bernyanyi.


"Baik bu ." Kata woro,


Tentu kami semua satu kelas terdiam, bahkan suro yang biasanya bersemangat hanya bisa diam dan menutup mulutnya, tentu untuk pertama kalinya aku bisa mengerti perasaannya,


Bal...


"Tunggu sebentar, woro apa kau sudah ke toilet ." kata aku menghentikan woro untuk bernyanyi,


"Untuk apa aku ke toilet ".


"Ya mungkin agar kau tidak gugup, " Mencari alasan aku untuk membuatnya sedikit lama,


"Kau benar, tapi biarlah sepertinya aku tidak gugup kok " Jawabnya dengan tersenyum dan mengacungkan jempol.


'Sial '.kepal tanganku dengan kesalnya, melihat Woro bersiap untuk bernyanyi kembali.


Balon....


"Tunggu sebentar, " teriak Sano menghentikan nyanyiannya Woro,


"ada apa Sano ?." Bu Wina kini kembali bertanya.


"Tidak Bu saya ingin coba memperagakan adegan sinetron ketika mencegah pernikahan pacarnya.


Tatapan mata tajam dari Bu Wina membuat Sano takut dan kembali duduk dengan tenang.


Balon ku a.....


"Woro kau itu...." Cayo Alata ikut mengangkat tangan untuk menghentikan Woro bernyanyi.


"Sekarang apa lagi." diancam Cayo dengan nada marah.


"tidak bu, lagi pengin aja."


"jika kalian masih saja berisik silakan keluar ."


Teriak ibu Wina dengan marah dan seluruh siswa di dalam kelas ini keluar secepat mungkin, hanya menyisakan ibu Wina dengan woro di dalam kelas,


"Aku merasa kasian dengan ibu wina ." Kata aku dengan bergumam dan mengelus dada, merasa tidak tega untuk meninggalkan Ibu Wina di dalam,


"Ya aku mengerti perasaanmu ." Kata Sano dengan menepuk pundak.


Beberpa saat kemudian, aku sudah mendengar suara woro menggema di dalam kelas dan melihat ibu wina ikut keluar dengan sedikit berlari membawa semua alat tulis dan bukunya,


"Ibu aku belum menyelesaikan nyanyianku " Teriak woro mengejar ibu wina,


"Sudah cukup, sudah cukup ." ibu wina berlari kembali ke kantor dengan wajahnya yang pucat,


Sungguh aku mengerti apa yang di rasakan olehnya dan aku mengacungkan jempol untuk dedikasi ibu Wina yang senantiasa mengajarkan kepada kami tentang kesabaran.

__ADS_1


Ibu wina yang berjuang untuk sekedar mendengarkan murid bernyanyi dan itu sebuah pengorbanan yang nyata,


'Aku salut ',


__ADS_2