STUPID CLASS

STUPID CLASS
konsultasi


__ADS_3

pertanyaan 20 :


Emosi diartikan sebagai dari reaksi terhadap situasi tertentu yang dilakukan oleh tubuh. Hal yang biasanya memiliki kaitan dengan aktivitas berpikir seseorang, yaitu sifat dan intensitas dari emosi, yang dikarenakan hasil dari persepsi akan situasi yang terjadi.


Emosi menjadi salah satu aspek yang memiliki pengaruh besar atas sikap manusia selama ini. Hal itu dibarengi dengan dua aspek yang lain, yaitu adanya daya pikir dan psikomotorik, biasanya emosi sering dikenal dengan aspek afektif, hal ini merupakan dari penentuan sikap menjadi salah satu predisposisi dari perilaku manusia.


apa ada pertanyaan ? :


Bertanya Fariz Anfal : pak, psikomotorik itu ada hubungan saudara dengan Psikopat ?


jawab Guru : psikomotorik berhubungan dengan aktivitas fisik yang berkaitan dengan proses mental dan psikologi, seperti perilaku gerakan dan koordinasi jasmani, keterampilan motorik dan kemampuan fisik. sedangkan Psikopat adalah orang yang memiliki gangguan kepribadian, yang ditunjukkan dengan perilaku kasar, tidak sensitif, manipulatif, dan antisosial. Untuk beberapa alasan memang saling berhubungan, tapi tidak bisa diartikan sama.


Bertanya Woro Asmoro : pak apa cinta itu juga termasuk emosi ?.


jawaban guru : Cinta adalah suatu emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi, cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang akibat faktor pembentuknya.


Pertanyaan Sano Setio aji Pangestu : jadi pak, apa cinta ditolak dukun bertindak juga termasuk emosi.


Komentar guru : itu adalah keegoisan hati yang tidak bertanggung jawab dan tidak menerima kenyataan, kalau memang ditolak harusnya kau sadar diri Sano.


Balas Sano Setio aji Pangestu : lah kok saya pak.


Jawaban guru : Bukankah kau bertanya karena masalah pribadi ?.


komentar Sano Setio aji Pangestu: benar sih, tapi gak sampai main dukun juga pak.


Balasan guru : siapa tahu kau jadi buta hati.


*******


Manusia adalah tempatnya masalah, entah masalah keuangan, masalah keluarga, masalah sekolah, masalah cinta atau pun masalah negara, walau masalah itu tidak membuat kita susah masih saja di permasalahkan oleh sebagian manusia,


Di balik kehidupan manusia yang di penuhi masalah, selalu ada orang orang yang membantu menyelesaikan permasalahan itu, karena sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup secara individualisme,

__ADS_1


"Oi Riz, apa loe tahu, gua sedang ada masalah ini ." Kata sano yang datang dengan tiba tiba di depan mejaku,


"Jangan katakan apa pun, hidup loe itu memang di penuhi masalah, jadi lupakan saja, jika harus meminta bantuan gua, " Kata aku mengatakannya sebelum dia menceritakan masalahnya,


"Tega loe kawan, sahabat loe ini sedang mengalami krisis mental ."Kata sano dengan wajahnya memelas,


"Heh, loe itu memang minus mental, bukan krisis mental lagi ." Jawab aku dengan melihatnya sinis,


Walau setiap manusia harus saling membantu, tapi karena terlalu sering di bantu maka kemandirian seorang manusia akan berkurang, bukan berarti aku tidak mau membantunya, aku lebih sekedar memberikan solusi dan Sano sendiri yang menyelesaikan masalahnya, tapi karena sano selalu berfikir ' yang penting beres ' maka dari itu aku sangat malas untuk membantunya, tapi sebagian besar manusia selalu berfikir seperti itu,


"Ayolah, kawan, loe itukan sahabat terbaik gua " Kata Sano dengan merayuku lagi dan dengan perasaan di mana aku sudah bosan mendengar rayuannya yang tidak akan berhenti sampai aku menjawabnya,


"Baiklah, tapi ini yang terakhir, kalau kau memang masih meminta hal aneh lagi, gua pasti akan menghapus semua data loe di folder 'Jangan di hapus ' di dalam laptop gua". Kata aku dengan mengancam sano,


"Gua janji, " Kata sano dengan menelan ludah,


"jadi apa yang loe masalahkan ." Bertanya aku dengan wajah sedikit kesal,


"Cepat katakan, sebelum gua berubah pikiran ." Kata aku dengan sedikit menghela nafas,


"Tapi ....tapi....gua malu ." Kata sano dengan wajah yang masih malu malu,


"Sudah cukup, gua anggap loe tidak jadi minta bantuan gua." Kata aku dengan kesalnya,


"Maaf, maaf, maaf, gua ingin ...." dia masih mengatakannya dengan wajah konyolnya dan itu membuatku kesal,


"Baiklah gua hapus folder loe ." kata aku dengan membuka laptop dan mengancamnya,


"Ok, gua ingin mendapatkan pacar ." katanya dan itu sungguh membuatku begitu kesal,


"Sudah gua bilang jangan bercanda sama gua ." kata aku dengan kesalnya,


"Gua tidak bercanda ." Teriaknya saat aku bersaip menekan tombol 'Delete'.

__ADS_1


"Permintaan Loe itu seperti lebih baik minta beli naga, dari pada harus mendapatkan pacar."


"Tapi gua serius."


"Lah gua juga."


Aku menghembuskan nafas berat, benar-benar berat seakan masalah yang tertumpuk dalam hidupku sulit untuk di keluarkan....."Apa loe tahu, gua saja sampai sekarang tidak punya pacar, jangan meminta hal yang aneh ." Kata aku dengan marah.


"Ya itu sih salah loe, karena loe selalu menutup mata ." Gumamnya dan aku mendengar sindiran Sano.


"Ah maaf, folder loe tidak sengaja ke hapus ." Kata aku dengan berbohong,


"Tidakkkkkk." Teriaknya melihat foldernya, yang ternyata masih ada,


"Jadi apa maksud loe dengan mendapatkan pacar, " Bertanya aku kepadanya,


"Ya gua ingin mendapatkan pacar ." Katanya dengan mudah,


"Loe tahu, loe mengatakannya dengan mudah, jika loe mengatakan hal itu kepada gua maka gua akan menjawab 'Oi bangun, jangan banyak bermimpi ', " kata aku mengatakannya dengan terus terang,


"Kejam loe Riz ." Katanya sedikit murung, aku sedikit kasihan jika melihat wajah memelasnya,


"Ya walau memang bukan berarti tidak mungkin , gua akan membantu loe." Kata aku membuatnya melihatku serius,


"Terima kasih, " Wajahnya menjadi bersinar seperti lampu LED yang baru saja di beli dari warung,


Tapi tetap jika aku berikan kemungkinan persentase keberhasilannya, maka aku hanya berfikir 50 %, 30 %, 10 % dan 10 % kemungkinan saat dia menyatakan perasaannya,


50 % untuk di tolak,


30 % Untuk di tampar dan di tolak,


10 % untuk mendapatkan ' ngaca dong', di tampar dan di tolak, dan sisanya, lupakan saja,

__ADS_1


__ADS_2