STUPID CLASS

STUPID CLASS
Karya wisata


__ADS_3

Pencemaran lingkungan dapat ditimbulkan oleh berbagai bahan pencemar, salah satunya adalah penumpukan kotoran dari peternakan. Cara mengatasi bahan pencemar itu sehingga menjadi bermanfaat bagi manusia adalah...


Jawaban Fariz Anfal : Melatih ternak agar bisa buang hajat di toilet umum.


komentar guru : harusnya itu kau yang sudah bisa buang hajat pada tempatnya.


Balas Fariz Anfal : pak jangan samakan aku dengan Woro.


Woro Asmoro tidak sengaja mendengar : kenapa kau mengatakan hal sekejam itu Fariz, hanya sekali, dua kali, aku buang hajat di belakang kelas, kau sudah menyalahkan ku.


komentar guru : Jadi itu kau, pergi dan bersihkan.


Jawaban Refani Yusina : menampung dan memprosesnya menjadi biogas.


penjelasan guru : Salah satu pencemaran lingkungan dapat disebabkan oleh penumpukan kotoran dari peternakan. Seperti kotoran dari peternakan sapi yang akan menimbulkan bau tidak sedap dan dapat menjadi sumber penyakit bagi lingkungan sekitar jika didiamkan. Melalui perkembangan teknologi khususnya bioteknologi terdapat cara mengatasi penumpukan kotoran yang merupakan limbah organik ini menjadi bahan yang lebih bermanfaat seperti biogas. Biogas merupakan sumber energi alternatif selain gas LPG yang dapat digunakan untuk kebutuhan masyarakat untuk sumber energi kompor gas. Kotoran sapi akan ditampung terlebih dahulu untuk selanjutnya diproses menjadi biogas. Selain itu, kotoran sapi juga dapat dipergunakan menjadi pupuk cair, pupuk kering dan pupuk kandang yang akan bermanfaat untuk tumbuhan.


******


Aku mengerti betapa setiap siswa begitu antusias menantikan karya wisata ini, wajah bahagia dan persiapan lengkap dari makanan kecil hingga bekal layaknya nasi tumpeng, saling berbicara tentang rencana ketika tiba di tempat wisata, walau pun begitu mereka telah lupa tujuan dari karya wisata ini, tapi itu adalah sepuluh menit yang lalu.

__ADS_1


Dan untuk sekarang wajah mereka seperti zombie, terdiam seribu bahasa dengan aura pesimis yang keluar dari tubuh mereka semua, karena sebuah kejadian tidak terduga di mana Jakarta sedang di landa banjir hingga setiap jalan untuk tujuan karya wisata tertutup untuk sementara.


seakan-akan dunia akan berakhir dari cara aku menggambarkan ekspresi wajah semua orang. bagaimana tidak dengan segala hal menyenangkan yang sudah mereka bayangkan, kini terancam batal oleh masalah yang terjadi.


Sepuluh menit yang lalu, Sano yang sudah bergaya dengan pakaian terbaiknya, di mana pakaian itu adalah baju saat lebaran kemarin bahkan label harganya belum terlepas dan tergantung melambai di bawah baju, berjalan layaknya foto model dan berbicara seperti pembawa acara talkshow dan mengatakan,


"Bagaimana kalau nanti kita mencari pasangan Cewek ." Begitu katanya dengan gaya sombong dan cool,


Tapi itu sepuluh menit yang lalu, karena saat ini Sano duduk termenung dengan tatapan kosong dan memegangi lututnya, bahkan seekor lalat pun tidak ingin mendekat ke sano,


sedangkan Woro sebelum mendapatkan berita tentang kejadian ini, dia dengan semua cemilan yang ada di dalam tas besarnya di pamerkan ke seluruh teman,


"Wah gila, loe bawa makanan kaya mau pesta aja Ro ."


Sepuluh menit yang lalu jun berkata,


"Percuma kita karya wisata, karena ini hanya sebatas bertamasya saja, "


Kata jun dengan menujukan wajah sombongnya, tapi sekarang,

__ADS_1


"Tamasya itu berasal dari bahasa latin kuno %&;'%~%:';:;:@@," Jun tampak syok dengan mengatakan kata yang sulit di cerna oleh bahasa manusia, karena mungkin jun sudah tidak bisa menerima kenyataan,


Walau pun begitu melihat perubahan yang begitu cepat dari setiap wajah manusia penuh dengan aura pesimis ini terlihat begitu menyedihkan, sungguh sangat membuat pedih mata,


Termasuk melihat betapa berjuangnya Suro dengan wajah tampak kecewa tapi tetap dengan sisa semangatnya terus mencoba memberikan semangat,


"Ayo semuanya, kita jangan menyerah, kita berikan semangat untuk air agar cepat surut, semangat air, jangan menyerah, ayo semuanya jangan menyerah ."


Tapi walau pun Suro terus mengajak setiap orang untuk bersemangat, mereka sudah tidak memiliki rasa semangat sedikit pun,


"Jika suro sudah tidak bisa membuat setiap orang untuk bersemangat maka berakhirlah sudah ."


Aku sendiri tidak ingin kehilangan masa indah karya wisata ini, sedikit berdoa untuk kepentingan semuanya,


"Semoga ada jalan keluar Ya allah, amin ."


Mungkin memang sebuah permohonan dari setiap orang untuk bisa mengikuti karya wisata ini, memberikan sebuah jalan yang cerah, informasi tentang pembukaan jalan tol yang sudah bisa di lewati untuk kami, di beritahukan lewat guru 'stell man ', walau pun begitu tenang aku bisa melihat sisa air mata di pipi bapak guru macho ini,


"Mari kita mulai karya wisatanya ."

__ADS_1


Teriakan bapak stell man, membuat perubahan besar dimana wajah murung yang aku lihat tadi berubah derastis menjadi wajah bahagia, tentu seperti seorang ibu rumah tangga yang sedang menikmati sinetron malam dengan serius dan pada akhirnya tokoh antagonisnya mati keselek biji kacang, penuh dengan perasaan yang begitu bahagia,


'Syukur dah kalau begitu'.


__ADS_2