
Daya Listrik atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Electrical Power adalah jumlah energi yang diserap atau dihasilkan dalam sebuah sirkuit atau rangkaian. Dengan kata lain, Daya listrik adalah tingkat konsumsi energi dalam sebuah peralatan listrik yang kita gunakan.
Sebutkan salah satu faktor yang menyebabkan besar penggunaan daya di dalam listrik perumahan,
Jawaban Refani Yusina : Besar hambatan di dalam peralatan listrik, adalah salah yang menentukan besarnya penggunaan daya listrik,
Komentar guru : Ya benar sekali, memang kau itu sesuatu banget, Refa.
jawaban dari Woro Asmoro : Karena tagiahannya, semakin besar tagihannya semakin besar juga penggunaan dayanya .
Komentar guru : Sebaiknya kau menggunakan lampu minyak jika tidak ingin mempermasalahkan tagihan listrik,
Jawaban Fariz Anfal : karena luas penghantar, jenis hambatan, jenis penghantar dan lama waktu penggunaan sangat mempengaruhi besaran dayanya.
Komentar guru : (terdiam) .....Dunia akan kiamat ......dunia akan kiamat ....
Balas Fariz Anfal : apa seaneh itu kalau aku serius menjawabnya pak.
Komentar guru : tidak aneh, hanya saja bapak bingung jika bisa menjawabnya dengan benar, kenapa selama ini kau selalu asal dalam menjawab pertanyaan.
Fariz Anfal tersenyum : ada banyak alasan pak, cuma terkadang ketika kita terlalu pintar kita tidak bisa memahami orang lain.
*******
Sudah aku bayangkan apa yang akan terjadi ketika Sano dengan beraninya mengatakan beberapa rangkai kata-kata indah hasil karangan puisi untuk dia ucapkan kepada beberapa wanita dari targetnya.
"Hay dewiku, aku bisa melihat benang takdir sudah melekat di antara kita berdua, " kata sano yang berdiri di depan pintu dengan gaya seperti seorang playboy sejati.
atau...
__ADS_1
"Kau ibarat bunga Raflesia Arnoldi yang menarik banyak lalat-lalat rakus untuk mendekat, tapi karena kau adalah bunga langka, tidak mungkin aku temui lagi, maka aku akan selalu menjagamu dari tangan-tangan jahil yang merusak." puisi maut dari Sano.
meski pun Aku lebih menganggap itu adalah laporan karya tulis hasil pengamatan bunga raflesia Arnoldi.
pada akhirnya memang terjadi dari 10 wanita yang dia hampiri, 5 menolaknya, 3 menamparnya dan menolaknya, 1 mencacinya, menampar kemudian menolaknya dan 1 yang terakhir dia mut*ah di depan Sano, tidak lupa pula untuk menamparnya.
"Sudah lah kawan, mungkin memang sangat mustahil untuk loe mendapatkan pacar ."
Aku dengan menghampiri Sano, saat aku menepuk pundaknya, wajah yang dia perlihatkan ke arahku, dengan air matanya menetes sedikit demi sedikit, sungguh membuatku ingin tertawa dan menamparnya,
"Apa memang gua di kutuk untuk tidak bisa mendapatkan pacar ." Katanya dan aku menghapus air matanya itu dengan kain yang bisa di gunakan sebagai alas meja guru,
"Tidak, mungkin bukan itu, " Aku mencari alasan agar Sano tidak lebih tersakiti karena saat ini pun aku sudah bisa mendengar suara hatinya remuk, ya sangat menyakitkan,
"Jadi apa yang harus gua lakukan ." Kata sano terlihat dia begitu kecewa dengan semua yang terjadi,
"Lebih baik kita bertanya kepada ahlinya ." Perkatanku membuat Sano menjadi lebih tenang,
"Dia adalah calon mahasiswa ke universitas harvad di boston dan sekarang dia sedang mendalami ilmu pisikologi wanita, untuk bisa menjadi master playboy, " Kata aku sedikit membesarkan namanya walau pun itu hanya sebatas untuk membuat Sano lebih bersemangat,
"Siapa dia Riz ." bertanya sano yang sangat antusias, matanya melihatku tanpa berkedip dengan perasaan bersemangatnya,
"Dia adalah woro, " Kata aku dengan semangatnya,
"Wah, gua tidak tahu kalau woro sehebat itu ." Teriak sano yang sudah menjadi lebih tenang dari kesedihannya tadi, dan sekarang hatiku sendiri yang merasa tidak enak,
Mungkin setelah ini gua ingin di beri semangat oleh suro, sungguh masalah sano membuat gua lelah,
"Kau memanggilku Riz ." Dan tiba tiba saja Suro keluar dari dalam kelas,
__ADS_1
"Tidak, mungkin perasaan loe saja ." Kata aku dengan tersenyum kecut dengan kedatangan Suro yang selalu tepat ketika aku memikirkannya,
"Aneh sepertinya radar penolongku tadi mendeteksi permintaan pertolongan ." Kata suro yang pergi dengan berbicara sendiri, ya radar penolongnya itu sungguh sangat ajaib,
'Jadi loe punya radar yah '.Terkejut aku mendengar perkataannya,
"Jadi, ayo kita berkonsultasi kepada woro ." Sejenak aku memang berfikir, kalau woro itu sedikit terkenal di kalangan para siswi di sekolah ini, entah woro menggunakan jurus apa hingga membuat dia sering di ajak ngobrol dengan siswi lain atau pun kakak kelas cantik di sini dan itu membuatku sedikit iri, tidak, aku memang iri dengannya,
Aku bertemu Woro di kantin atas dan seperti biasa seorang siswi satu angkatan jurusan elektro sedang mengajaknya ngobrol, aku dan sano menghampirinya,
"Ro, ada yang ingin kami berdua tanyakan kepada loe ." Kata aku yang berjalan menghampirinya, dan siswi yang sedang ngobrol dengannya itu sedikit terkejut saat melihatku, aku bisa melihat dia malu dengan mata yang terus dia palingkan tanpa berani bertatapan denganku dan itu selalu terjadi jika aku berpapasan dengan siswi di sekolah ini,
"Ah Fariz, apa kabar ." Bertanya dia yang entah siapa namanya, walau bertanya begitu seperti dia mengenalku,
"Kabar baik, maaf bisa gua bicara dengan Woro ." Kata aku membuat wajahnya memerah atau mungkin dia langsung tidak enak badan saat aku datang dan mengacaukan suasana hatinya saat mengobrol dengan Woro,
"Ia maaf kalau saya ganggu, permisi." Jawabnya dan langsung pergi dengan cepatnya, sedikit aku berfikir apa memang aku di benci oleh siswi di sekolah ini, karena setiap aku mengajak bicara mereka selalu terkejut dan pergi begitu saja,
"Loe mengganggu saja Riz, jadi apa mau loe ." Bertanya woro dengan wajahnya kesal,
"Maaf kalau begitu, begini sano ingin mendapatkan pacar jadi bagaimana menurut loe ." Kata aku langsung ke intinya,
"Bukannya mustahil ....tapi .." Kata woro dan wajah sano terlihat senang dengan tangan mengepan seperti sudah memenangkan pertandingan walau belum di mulai,
"Tapi apa " Bertanya sano dengan wajahnya bersinar,
"ah tidak mungkin harus ekstra keras untuk membantu loe mendapatkan pacar ." Katanya walau begitu perkataan woro membuatnya sedikit lebih baik,
"Apa pun gua lakukan, " Kata sano yang menurutku sedikit berlebihan hanya karena menginginkan pacar, sedangkan menurutku kalau ingin mendapatkan pacar itu mudah, beli saja pacar kiloan di warung terdekat,
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu ." woro menyetujui untuk membantu sano dan di mulailah aksi dari sano,