STUPID CLASS

STUPID CLASS
Jam kosong


__ADS_3

pertanyaan ke tujuh.


Jawaban Fariz Anfal : pertanyaan aja belum ada Loe malah minta jawaban.


Komentar Cayo Alata : gurunya sedang rapat.


Balas Fariz Anfal : memang apa yang di Rapatin.


komentar Sano Setio aji Pangestu : kemarin Ibu Sofi pingsan setelah jam pelajaran kita, jadi guru-guru sedang rapat untuk menentukan nasib kelas ini.


Balas kembali Fariz Anfal : oh begitu.


Komentar Sano Setio aji Pangestu : Loe santai amat Riz.


Balas Fariz dari pertanyaan Sano : Lah memang kita harus ngapain, tidur aja.


Komentar Woro Asmoro : Jam kosong Cihuy.


********


Untuk beberapa alasan apa yang menjadikan kehidupan normal seorang anak sekolahan menjadi lebih baik adalah saat kita mendapatkan mendapatkan jam kosong di mata pelajaran matematika, sebuah berkah, sebuah rejeki dadakan, bagaikan menang lotre dan menadapatkan hadiah dorprize dari undian pembelian kolor walau hadiahnya hanya berupa panci, tentu untuk seluruh siswa di kelas ini, itu adalah hal yang paling membahagiakan dan mengisi waktu kosong dengan berbagai macam kegiatan, seperti ke warung belakang sekolah untuk mengisi kekosongan perut dengan belajar sistem perbandingan antara berapa banyak yang di makan dengan berapa banyak yang di bayar, sungguh berguna untuk siswa yang tidak berguna atau membaca buku di perpustakaan, dari buku kisah 25 Nabi dan Rosul, buku biografi mantan pemulung yang menjadi Bos besar atau mungkin buku bergambar untuk menghilangkan kebodohan, semua itu seperti biasa,

__ADS_1


Setidaknya untukku di jam kosong ini, aku dan beberapa temanku lebih memilih saling berbagi pengalaman tentang kehidupan mereka dan menceritakannya, bahkan ada yang menyombongkan kisah hidupnya hanya karena berhasil memakan pisang tanpa membuka kulitnya,


"Oi, waktu gua ke toilet hari ini, ada sesuatu hal yang aneh, kemarin sih gua nggak melihatnya, tapi sekarang gua yakin betul, kalo kita make toilet sekolah, kita selalu di perhatikan oleh mahkluk halus, " kata Woro dengan nada yang menyeramkan dan wajahnya jadi sedikit pucat, tapi wajah pucat Woro itu bukan karena takut, tapi belum sarapan, itu sudah biasa aku lihat .


"Apa Ro, memang ada apa di toilet ." Bertanya Cayo yang mendengarkan perkataan Woro dengan seriusnya, walau di penuhi rasa penasaran, wajah Cayo tidak menunjukan hal itu,


"Gua sungguh baru nyadar kalau di toilet itu memang ada penunggunya dan gua selalu di awasi ."


Woro semakin membuat setiap orang yang mendengarkannya menjadi penasaran, sedangkan aku tidak begitu memperdulikan cerita Woro, karena aku sudah terbiasa mendengar cerita seperti itu dan berakhir mengecewakan,


"Benarkah begitu ." Kata Naru yang ikut penasaran dengan cerita woro, bahkan aku bisa melihat tangannya menggenggam erat tangan Sano di sebelahnya,


"Ya, gua yakin sekali, karena kemarin setelah boker, gua lupa menyiramnya, waktu itu sih di dinding toilet masih belum ada tulisan apa pun, tapi besok paginya gua balik lagi ke toilet buat nyiram, saat gua lihat sebuah tulisan itu muncul dan berkata ...." Woro berhenti mengatakannya membuat semua orang yang mendengarkan penasaran, tapi tidak untuk aku, aku hanya menguap malas mendengar cerita itu.


"Tuliasan itu mengatakan, JANGAN LUPA MEMBERSIHKAN BARANG BAWAAN YANG ANDA TINGGALKAN DITOILET INI ." Kata Woro menyelesaikan ceritanya dengan ekspresi ketakutan, tentu setiap orang yang mendengarkan terlihat terkejut,


Tapi untukku, hal ini membuatku ingin tertawa, sungguh aku hampir tidak bisa menahanannya, bahkan jika ada seekor cicak mendengarkan ceritanya mungkin langsung jatuh karena bosan .


Cayo menelan ludah, yang mungkin sedang membayangkan sesuatu, antara mimpi basahnya atau hal mistik yang di alaminya, tapi setelah lebih tenang Cayo menceritakan pengalamannya,


"Bicara tentang soal yang menyeramkan gua punya satu pengalaman, waktu itu gua sempat makan di rumah makan padang, tidak ramailah, hanya ada tiga meja termasuk gua yang makan di dalamnya, gua sendiri tidak merasakan hal aneh ketika makan, tapi saat gua melihat seseorang yang pergi dari mejanya, di atas piring bekas dia makan, gua ngelihat ...."

__ADS_1


"Apa, apa yang loe lihat Yo ." teriak Woro yang dengan serius mendengar ceritanya, wajahnya masih pucat,


"Di dalam piringnya ada TIGA sendok makan, " Kata Cayo berteriak histeris, masih dengan wajahnya yang kaku,


"Benarkah begitu, " semuanya terkejut, tidak untuk aku,


"Ya gua tidak salah lihat, karena dia hanya makan sendiri dan tidak mungkin manusia normal makan dengan tiga sendok, "


Aku kembali menahan tawaku dan aku sampai memukul lutut, air mata sampai keluar karena menahan acara lawak dari setiap temanku ini,


"Wah mungkin memang dia adalah alien ." Kata sano memberikan pendapatnya, aku sendiri hanya bisa terkapar tidak berdaya dengan tenaga yang sudah habis untuk menahan tawa,


"Wah mungkin, itu mungkin sekali ." Semua temanku setuju dengan pendapat Sano,


Dengan perasaan yang tidak karuan, aku sedikit memikirkan kedua cerita dari temanku ini, alasannya sederhana karena akulah yang menuliskan perkataan di toilet, sebab setiap Woro mampir ke toilet untuk buang hajat, aku selalu menemukan sisa 'pembuangannya' dan itu seperti mencium hasil fermentasi nasi dan segala samacam campuran yang sudah menjadi busuk, tanpa ada daur ulang dan di biarkan menjadi racun, tentu aku kesal dengan kelakuannya,


Termasuk cerita cayo itu mengingatkan aku saat melihatnya makan di rumah makan padang, dia dengan wajah kaku yang sangat aneh melihatku makan, karena aku sendiri akan gugup kalau terus di lihat ketika makan dan itu membuat tanganku sering menjatuhkan sendok, bahkan sampai dua kali,


Jadi apa yang menjadi bahan cerita dari mereka berdua sungguh membuatku tertawa, mereka melihatku yang sudah lemas tertawa hingga Cayo bertanya,


"Kenapa loe ketawa Riz, apa loe tidak percaya dengan cerita kami ."

__ADS_1


"Ah tidak hanya saja di dunia ini terkadang ada suatu misteri yang tidak bisa di pecahkan ." kata aku dengan lemas menahan tawaku,


"Ya, loe benar ." Hingga pada akhirnya semua cerita itu akan menjadi misteri, sungguh sayang sekali karena hanya aku saja yang tahu asal usulnya.


__ADS_2