
Sedangkan untukku, aku hanya menikmati sebuah suasana sejuk di taman bermain yang dekat dengan pantai, sedikit yang membuatku penasaran, yaitu melihat Refa dengan seorang lelaki yang mendekatinya, dari jarak yang tidak begitu jauh, hingga aku bisa mendengar perkataan dari Refa,
"Jangan asal deh, gua gak pengin pergi sama loe, "
Walau pun begitu lelaki itu masih saja mengejar Refa yang pergi ke arahku,
"Apa apaan sih loe, "
'Jangan macem-macem sama dia mas bro, nanti kena pukul loe.'
Itu yang ingin aku katakan tapi sebelum aku mengatakan isi hatiku, sebuah pukulan melayang menghantam lelaki itu,
'Kan, makanya hati-hati sama dia, gua aja takut kena pukul '.
Tapi setelah Refa memukulnya, beberapa temannya datang, Refa terlihat takut saat melihat teman dari lelaki itu datang, dan aku memutuskan untuk menolongnya,
"Oi, jangan ganggu dia, kawan ." Kata aku sok pahlawan yang mendekat dan berdiri di samping Refa,
"Siapa loe bocah, apa mau gua hajar "
"kalo mau ngajak berantem gua layanin, "
"Loe berani ."
"Nggak, tapi menurut gua, dari pada berkelahi, mending kita adu kepintaran aja ."
"Ok siapa takut, gua ini sudah kuliah, sarjana pendidikan siapa takut, tapi kalo gua menang, cewek loe harus cium gua ."
Melihat rupa dari lelaki itu, aku memang menebak dia anak orang kaya dan kuliah di sebuah falkutas ternama, walau mungkin sudah tercatat sebagai mahasiswa seumur-umur karena tidak tahu apa itu skripsi,
"Boleh ."Setelah aku menjawabnya, sikutan dari Refa membuatku ingin mutah,
"Apa yang loe lakuin ."Bisik aku dengan penuh kesakitan dan rasa ingin memutahkan segala isi perut dari makan siang tadi,
"loe pikir gua cewek murahan apa ."Kata Refa berbisik ketelingaku,
"lah ya udah kalo gua menang, gua cium loe ."
"ok, " Jawab setuju dengan singkat dan cepat,
'Kenapa loe langsung setuju, jadi selama ini loe mikir ciuman gua itu gak berarti apa apa '
Jawaban dari Refa dengan semangat seperti mandakan kalau,
'kalo loe kalah gua bunuh loe '.Seperti itu maksud dari semangatnya itu,
"Kalo loe kalah, gua bunuh loe ."
'kan seperti yang gua pikirkan '.
Memang seperti sudah di rencanakan, di sekitar tempat wisata ini, ada sebuah pertujukan kuis berhadiah dan di siarkan oleh stasiun tv nasional,
"Seperti skenario film aja "Gumamku yang sedikit bingung dengan situasi ini,
"Baik para pemirsa, kita berada di acara, .... Adu cerdas, dengan kedua ke lima peserta kita dari penonton, "
"Perseta pertama kita Al Fariz, peserta kedua biliy, dan ketiga selanjutnya lupakan saja ."
'Ooooi kasihan itu, loe anggap ketiganya itu hanya bayangan .'
"Dan yang bisa menjawab ke sepuluh pertanyaan super sulit ini, akan mendapatkan ......"
__ADS_1
Sebuah mobil keluaran terbaru, dengan awalan Al dan belakangnya pard nampak setelah tirainya di buka,
"Baik kita mulai kuisnya ....."
"Oooi riz, berjuanglah, jangan menyerah ."
Tentu itu suara Suro yang berteriak dengan penuh semangatnya, beberapa temanku datang dan berdiri untuk melihat pertandingan ku,
Pertanyaan pertama :
Berapa lama periode waktu dalam rotasi bumi,
Jawaban : 23 jam, 56 menit, 4.091 detik
Pertanyaan kedua :
Berapa derajat suhu terpanas di permukaan bumi,
Jawaban : 93,6 Derajat celcius, di Furnace Creek, 15 Juli 1972,
Pertanyaan ke tiga :
Sebutkan rumus yang di gunakan untuk mencari luas permukaan bola,
Jawaban : 4 x 3,14 x R x R,
Pertanyaan ke empat :
Siapa penemu teori atom moderen,
Jawaban : Jhon Dalton
Pertanyaan ke lima :
Jawaban : Pelepasan muatan listrik dalam awan, energi dari pelepasanm begitu besar mengakibatkan rentetan cahaya, panas dan bunyi,
Pertanyaan ke enam :
Tahun berapa neil amstrong mendarat ke bulan,
Jawaban : 20 Juli 1969
Pertanyaan ke tujuh :
Siapa penemu telephone,
Jawaban : Antonio Meucci
Pertanyaan ke delapan :
Di mana letak sungai terpendek di dunia,
Jawaban : Reprua, distrik Gagra georgia
Suasana memang sedikit menegangkan, dengan wajah tegang aku dan orang yang ada di sampingku karena skor kami sama, 80 dan 80 sedangkan untuk ke dua orang lainnya, tidak perlu di pikirkan karena mungkin memang mereka berdua hanya pelengkap untuk acara ini,
"Baiklah kita sudah mencapai dua pertanyaan terakhir, di antara ke empat peserta ada dua yang mendapatkan skor tertinggi, dan dua yang lainnya lupakan saja ."
'Oi, jangan di katakan juga loe membuat mereka tersakiti '.
Pertanyaan ke sembilan,
__ADS_1
Di dalam perundingan Roem royen, siapa yang mewakili negara indonesia dan di mana tempat perjanjiannya,
Jawaban : Mohammad Roem, di hotel Des Indes, jakarta,
"Oke untuk pertanyaan terakhir, "
Entah kenapa sang pembawa acara terlihat begitu bingung melihat skor kami berdua yang sudah ada di puncak dan akan menyelesaikan pertandingan ini,
Pertanyaan ke sepuluh,
Di negara jepang ada sebuah anime terbaru yang menceritakan tentang pertarungan di dalam dunia virtual game, siapa tokoh utamanya,
Terlihat wajah bingung orang di sampingku dan dua orang yang tidak pernah di anggap itu mengibatkan bendera putih, tapi aku sedikit mengingatnya karena setiap hari aku selalu mendengar cerita tentang anime dari temanku Cayo, berkali kali hingga aku merasa mual jika mendengarkan ceritanya,
Aku menekan bel, tapi pembawa acara itu masih tidak menanggapi apa yang aku lakukan,
"Kirito, kirigaya kazuto ."
Dia masih tidak mendengarkan terikanku, tampak keringat dingin yang bercucuran dari dahinya dan dia tidak berani melihat ke arahku, tubuhnya memutar dan melihat ke arah penonton,
"Sepertinya tidak ada yang mengertahuinya ."
"Kirigaya kazuto "
Karena kesal dengan tinggak pembawa acara itu, aku mengangkat papan tombol dan membawa kedepan mukanya,
"ki ri ga ya ka zu to ."
Berkata aku dengan kesalnya,
"Ia ia ia, kau benar, tolong kembalikan itu ke tempatnya ."
Bersorak seluruh penonton di sekitar tempat ini, bahkan seluruh sahabatku mendekat dan mengangkatku,
"Loe hebat kawan, gua akui kalah dari loe ."
"Ya tidak apa kawan, "
Pada akhirnya kami bersalaman dan melupakan kejadian tentang penyebab pertandingan ini, walau pun pada akhirnya produser dari acara ini meminta maaf kepadaku karena hadiah utama itu hanyalah sebagai pemberi semangat aja buat para penonton saja, karena mereka berfikir tidak ada yang mengetahui jawaban dari mereka semua, dan yang aku dapatkan adalah uang saku sebagai ganti hadiah utama,
Semua temanku mendekat dan menanyakan tentang hadiahnya,
"Gila loe Riz, dari mana otak cerdas loe itu ."
"Apa loe lupa memangnya siapa aku dulu ."
Setiap orang yang mengenalku, hanya tertawa karena mereka tahu siapa aku sebenarnya, menjadi seorang yang cerdas itu menyusahkan, jadi di sekolah ini aku mengubah jalan hidupku menjadi orang bodoh asalkan itu bahagia,
"jadi kenapa dengan hadiahnya, "
"Aku beriakn ke pada orang membutuhkan ."
Jawab aku dengan memalingkan wajahnya, melihat Refa yang mendekat dia menarikku dan langsung mencium pipiku,
"Apa apaan ini ."
"Itu adalah hadiah untukmu Riz ."
"Tolong jangan lakukan itu lagi ."
Sebuah sikutan kuat meng hantam perutku dan Refa pergi dengan mengoceh,
__ADS_1
Sedikit hal di dalam hidupku, sebuah kebahagiaan itu bukan tentang nilai atau pun sebuah kecerdasan, pada dasarnya kebahagiaan kan selalu ada walau di dalam kelas seperti tempat sampah yang di penuhi para manusia bodoh sekali pun,
Itulah gambaran dari kebahagiaan yang membuatku merasa lebih hidup,