
wanita sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, vanita, yang memiliki arti “yang diinginkan”. Dalam hal ini, wanita bukan merujuk pada perbedaan jenis kelamin tapi ditempatkan sebagai “objek” yang selalu diinginkan oleh laki-laki. Kata vanita kemudian diserap ke bahasa Jawa Kuno menjadi wanita.
Di dunia ini ada buku yang sengaja diciptakan dengan judul “Everything Men Know About Women” di ciptakan oleh Dr. Alan Francis yang merupakan seorang psikolog. dan tidak ada apa pun, kosong tanpa satu pun tulisan di dalam bukunya.
Buku yang tak memiliki gambar, tulisan dan hanya berbekal sampul cover itu seolah bisa mengatakan sesuatu yang nyata dan fakta. Semua yang pria ketahui tentang wanita adalah... tidak ada.
Jadi bagaimana menurut kalian tentang wanita.
Jawaban Fariz Anfal : Wanita itu terbuat dari gula, bumbu, serta sesuatu yang menakjubkan, meski aku tidak tahu apa itu. memang terlalu banyak rasa pedas, tapi … mau dikasih gula sebanyak apapun, pedas tetaplah pedas. Kau takkan bisa mengerti hal menakjubkan sebelum merasakannya.
Jawaban Woro Asmoro : Wanita itu tercipta dari tulang rusuk, yang dekat dengan tangan untuk kita jaga, dan dekat dengan hati untuk kita cintai.
Jawaban Sano Setio aji Pangestu : wanita adalah kerumitan, seakan benang kusut yang tidak bisa kita tahu kemana ujungnya.
Jawaban Cayo Alata : memahami perasaan wanita itu seperti menghitung pasir di pantai.
komentar guru : oh tidak terbatas.
Balasan Cayo Alata : bukan pak, tapi tidak ada gunanya.
*******
Sejenak kami bertiga terdiam, sano memandangi setiap kendaraan yang terus melintas di jalan depan kami,
"Hey Riz, apa memang benar kalau wanita itu lebih memilih lelaki berkendaraan dari pada jalan kaki ." Bertanya Sano yang masih memandangi jalan dengan wajahnya terlihat begitu lesu,
"Gua gak tahu itu, " Jawab aku dengan malas pula, karena terlalu malas menanggapi perbincangan Sano yang selalu mengarah ke dalam kisah percintaannya,
__ADS_1
"Tidak juga kawan, kemarin gua ajak jalan cewek menggunakan kendaraan, dia tetap tidak mau ." Jawab woro dengan wajah seperti menahan godaan dari rasa haus dan lapar,
"Lah memangnya kenapa, ada yang salah sama kendaraan loe Ro ."
"Tidak kok, malah gua suruh pak supir buat nunggu sampai cewek, tapi memang pas itu busnya penuh, jadi cewek aku berdiri di samping tempat duduk gua ."
"Ya salah loe sendiri pakenya bus, gua kira pake kendaraan pribadi ."
'Gua ngerasa kasihan sama cewek loe Ro, ' Begitu yang aku pikirkan, karena aku sendiri pun tidak ingin di ajak jalan oleh lelaki yang tidak mengerti tentang perkataan 'ladies frist ',
"Bicara tentang seorang gadis, menurut kalian apa yang membuatnya terlihat imut ." Bertanya Sano yang masih melihat kearah jalan raya dengan tangannya menahan dagu,
"Kalau gua sih, waktu ngelihat cewek makan itu, terlihat lebih imut ." kata woro dengan melihat ke arah langit seperti sedang membayangkan tentang apa yang dia katakan tadi,
"Sederhana sekali Ro pendapat loe, tapi cuma sekedar makan saja itu sudah biasa gua lihat ." kata aku yang mendengarkan sebuah anggapan dari Woro,
"Memang sederhana dan juga sudah biasa, coba loe -loe pada bayangin kalau makannya itu berantakan, menurut gua tuh imut banget ." Perjelas woro dengan lebih spesifik pendapatnya tentang kriteria gadis imut menurut jalan pikiran yang menurutku sedikit aneh itu,
"ya memang aneh, " Setuju aku mendengar perkataan Sano untuk Woro yang masih membayangkan gambaran gadis imutnya itu,
"jadi, menurut loe Sano, apa yang membuat gadis itu terlihat imut ." Bertanya woro kepada Sano setelah mendengar anggapan darinya,
"Kalo gua sih, kalo ngelihat cewek di perban ." kata sano memberikan pendapatnya,
"Loe lebih aneh ."
"Sadis loe No, kalo gua ngelihat kaya gitu gua malah kasihan, bukannya senang ." kata aku yang melihat wajah aneh sano saat membayangkannya,
__ADS_1
"Tunggu sebentar, jangan asal mengatakan kalau kriteria gua itu aneh, coba kalian bayangkan, kalau melihat seorang cewek yang kesakitan karena di perban, pasti ingin kalian bantu, karena itu cewek itu menjadi sangat imut ."
"Tetap saja, gua merasa kalau itu aneh, " kata aku sedikit kesal mendengar ocehan dari otak mereka berdua yang bebal,
"kalau menurut loe Riz, cewek seperti apa yang kau inginkan ."
"Yang normal, " Jawab aku singkat, tanpa perlu menjelaskan alasannya,
"Bisa sekali, "
"Ya, sangat biasa."
"Minta maaflah kalian berdua sama manusia normal di dunia ini ."
Sedikit berfikir kalau memang ini adalah tentang keinginan, sesuatu yang bisa di mengerti oleh diri kita sendiri, aku tidak banyak beralasan, melihat mereka berdua yang berpendapat tentang kriteria mereka aku tidak bisa membantahnya,
"Dan juga, dimana kalian akan menemukan cewek kriteria kalian itu ."
"Mana gua tahu "
"Gua pun tidak tahu "
Dan beberapa saat kemudian, seorang cewek yang bertampang sangar seperti cowok, datang dengan tangan di kiri di perban dan tangan kanan kerepotan memakan burger hingga wajahnya belepotan, tapi yang jelas kami mengenal gadis itu,
"Sedang apa kalian ." Ref bertanya dengan mulut penuh makanan dan wajah berberantakan,
'Aku menepuk pundak mereka berdua dan berkata '.
__ADS_1
"Selamat kalian menemukan gadis impian kalian berdua ."
Kata aku menahan tawa saat aku melihat wajah suram Sano dan Woro, aku sadar kalau setiap impian itu tidak lebih dari keinginan di mana kita selalu berharap memilikinya, dan aku sadar saat melihat mereka berdua, kalau sebuah impian terkadang sesuai dengan keinginan mereka, tapi merasa aneh jika memilikinya,