
Pertanyaan ke delapan...
Salah satu fungsi sejarah yang paling utama adalah sebagai media untuk mengetahui masa lampau dan sebagai ilmu pengetahuan bagi generasi masa depan, Sejarah sebagai ilmu Artinya sejarah merupakan ilmu yang terbuka, di mana setiap orang tanpa terkecuali bisa mempelajari dan menggunakan sejarah sebagai ilmu. Sejarah sebagai ilmu juga berarti tiap orang bisa turut serta dalam perkembangan sejarah.
Berikan contoh lain yang merupakan fungsi sejarah.
Jawaban :
Fariz Anfal : Agar kita tahu bagaimana rasa sakit dari masa lalu, dan belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.
komentar guru : itu jawabanmu atau pengalaman pribadi.
Fariz Anfal : Aku tidak ingin mengakuinya, tapi memang benar itu pengalaman pribadi.
Jawaban Cayo Alata : Sejarah sebagai profesi
Artinya banyak profesi atau pekerjaan yang berkaitan dengan sejarah, seperti guru sejarah, dosen sejarah, sejarawan, penulis, peneliti, dan lain sebagainya. Adanya profesi yang berkaitan dengan sejarah membuktikan jika sejarah bukanlah sekadar ilmu, namun suatu ilmu yang juga bisa diterapkan serta berguna bagi kehidupan manusia.
komentar Fariz Anfal : Siapa kau sebenarnya ?.
Balas Cayo Alata : gua Cayo, taplak.
Balas lagi Fariz Anfal : Tidak mungkin, kau pasti alien yang mengambil alih tubuh Cayo dan berniat menguasai dunia.
Komentar guru : Liar sekali imajinasi mu Fariz
*******
Berhubung aku sendiri adalah anak tunggal, aku tidak begitu mengerti tentang hubungan persaudaraan, seperti apa rasanya kasih sayang seorang kakak atau pun perhatian kepada adik, aku sering melihat ada beberapa orang yang begitu dekat dengan saudara mereka dan ada pula yang tidak perduli tentang hubungan persaudaraan atau lebih tepatnya menyusahkan, karena kehidupan di dunia nyata itu tidak seperti di dalam sinetron kawan,
Tapi aku sedikit iri dengan temanku Naru, dia memiliki kakak perempuan yang begitu cantik dan penuh perhatian kepadanya, setiap hari sebelum masuk kedalam kelas, kalau aku memang beruntung aku akan menemukan kejadian tentang seperti apa cinta seorang kakak kepada adiknya,
"Naru, ini bekalmu jangan lupa di makan yah ." Kata kakak perempuan Naru dengan senyum perhatian memberikan sebuah kotak bekal kepada Naru,
__ADS_1
"Ia Mbak, " kata Naru yang menunjukan wajah berbeda dari yang setiap orang bayangkan, lebih seperti seorang penukung partai PABC yang mendengarkan pidato pelantikan presiden lain, karena partainya kalah di putaran final, seperti itulah wajah Naru yang tampak murung saat menerima bekal dari kakaknya,
Tapi kakak perempuan dari Naru itu memanglah murah senyum kepada setiap orang, termasuk kepadaku, bahkan saat aku melihat wajahnya yang tersenyum kepadaku, aku dengan gugupnya membalas senyuman itu, sedangkan untuk Naru, aku bisa melihat dia seperti tersiksa sejak menerima bekal buatan kakaknya, membawanya dengan di pegang oleh jari telunjuk dan jempolnya,
"Yo, naru sepertinya loe terlihat bahagia ."
Aku sedikit menggodanya, walau aku tahu perasaan malu Naru jika ada yang melihat betapa cinta sang kakak kepada adiknya itu, bahkan aku sendiri merasa iri ketika melihat tangan lembutnya mengusap rambut Naru yang kasar layaknya jerami karena tidak pernah tersenyuh sampo selama sebulan,
"Apa wajah gua, menunjukan kebahagiaan, taplak "
Jawaban dari dengan nada marah, aku membalasnya dengan tersenyum kecut,
"Apa yang membuat loe tersiksa seperti itu, "
Aku merangkulnya saat berjalan memasuki kelas, bahkan setiap orang yang melihat ke arah kami itu bukan di tunjukan karena keakraban kami sebagai seorang teman, tapi wajah mereka semua terlihat begitu iri dengan Naru yang di cintai oleh primadona sekolah ini,
"Ya, apa loe pernah merasakan, kalau loe di suruh memakan racun dan yang memberikannya tersenyum manis dengan tulusnya karena tidak tahu kalau yang di berikan olehnya itu adalah racun ." Katanya dengan serius dan memandangku menakutkan,
"Kalau begitu silakan tukarkan saja dengan sepasang sepatu loe ." Jawab Naru dengan seriusnya,
"Jangan seperti itu kawanku, loe itu masih belum mengerti tentang, rasa cinta seorang kakak ." Dari perkataanku membuat Naru bimbang,
"Ya, setidaknya gua nggak ingin mencoba makanan buatanya, " Jawabnya yang tampak lemas,
"Jangan begitu kawan, mbak Reina pasti dengan cinta membuatkan bekal ini, jadi pastikan loe menghabiskanya ."
Aku memberikan sedikit motivasi untuk membuat naru menerima perhatian dari kakaknya itu,
"Ya mungkin Gua nggak tahu diri, hanya karena makanan ini, harusnya gua bahagia karena kakak gua yang begitu perhatian ." Kata Naru dengan sedikit menyesal,
"Kenapa loe baru sadar sekarang, kalau loe itu memang tidak tahu diri ." Kata aku dengan menepuk pundaknya,
"Oi perkataanmu itu menghina gua ."
__ADS_1
Naru sadar dengan perkataanku,
"Baiklah, untuk menghormati perjuangan kakak gua, gua akan memakan makanan ini sekarang ." Naru dengan mata penuh semangat membuka bekal yang ada di tangannya,
Dengan perlahan tangannya itu memasukan satu suapan nasi dengan lauk yang entah apa namanya, mengunyah dengan tetesan air mata dan menelan seperti berat untuk di terima mulutnya, aku sendiri merasa mataku begitu perih saat melihat uap asap dari makanan buatan Mbak Reina itu,
Di setiap suapan dari bekal buatan kakaknya, membuat wajah Naru semakin pucat dan terlihat lemas, perlahan demi perlahan, tubuhnya semakin lemas dan menyisakan satu suapan terakhir, entah sejak kapan setiap temanku mulai berkumpul melihat Naru berjuang menelan makannya, sorakan dan dukungan dari semua teman membuat situasi sekarang seperti pemecahan rekor dunia, Naru berjuang keras hingga titik terakhir,
"Naru, berjuanglah, satu suapan terakhir, berjuanglah "
Teriakan Suro dengan semangat yang membara memberikan dukungannya bahkan dengan melepaskan bajunya dan di kibarkan layaknya bendera partai untuk kampanye,
Suapan terakhir dan Naru menelannya, setelah semua selesai, Naru mengangkat tangannya karena berhasil menyelesaikan sebuah misi berat dengan mempertaruhkan nyawanya, ungkapan dari tangannya itu untuk membuktikan bahwa Naru layak di sebut sebagai seorang jawara,
"Loe berhasil Naru, loe berhasil ." Teriak aku menggenggam tangannya, melihat wajah naru yang pucat dengan tetesan air mata mengalir mengharukan,
"Gua berhasil, " Kata naru dengan wajah penuh kebahagiaan,
Tapi beberapa saat setelah mengatakan kebahagiaannya, tubuhnya langsung terjatuh ke lantai dan setiap orang mendekat,
"Naru kenapa loe " kata aku melihat Naru setengah sadar,
"Aku ber ....hasil."
Naru yang langsung pingsan tidak sadarkan diri setelah mengatakan kata terakhirnya,
"Nnnnnaaaaarrrruuuu."
Teriak aku karena terharu melihat sebuah pengorbanan dari ikatan tali persaudaraan,
Tapi setelah kejadian itu, aku sedikit sadar, entah seberapa cintamu kepada seorang saudara, selalu pertanyakanlah apa yang di masaknya, sebelum terlambat,
Setelah kejadian itu Naru seharian mengalami diare berat dan harus di larikan ke UKS,
__ADS_1